Tahta Perak

Tahta Perak
Simpati


__ADS_3

Saat ini, Evan yang sudah lelah memukuli William, berjalan perlahan menuju kedalam penginapan meninggalkan Ksatria itu terbaring tak bergerak di lantai.


Setelah melewati pintu masuk penginapan, hal pertama yang menarik perhatian Evan bukanlah keadaan penginapan yang hampir hancur atau seorang Ksatria berarmor hitam yang terlihat kelelahan sambil memegang pedang besar dengan kedua tangannya, tapi pemandangan seorang anak muda yang terlihat seumuran dengan kakaknya sedang mencoba membujuk gadis kecil berambut putih yang bersembunyi di bawah meja.


" Isabell, kemarilah. "


Saat gadis itu mendengar suara Evan, dia segera keluar dari tempat persembunyiannya kemudian berlari menuju Evan dan kembali bersembunyi dibalik punggungnya.


" Hoho, sungguh luar biasa, beberapa pria dewasa menindas seorang gadis kecil yang bahkan tidak tau cara membela diri, apakah kau bahkan pantas disebut sebagai laki-laki hah ? "


" Siapa kau berani mencampuri urusan para bangsawan, apakah kau ingin mati. "


Melihat bahwa mangsanya telah direbut oleh orang lain, amarah Braford yang telah sedikit padam sekarang kembali memuncak, dia berteriak keras kepada Evan sambil mencoba menakutinya dengan menggunakan nama bangsawan.


Biasanya taktinya ini akan berhasil jika dihadapkan dengan rakyat biasa yang ada di wilayah kekuasaan keluarganya, tapi sialnya dia sekarang berada di daerah kekuasaan keluarga Silverash dan orang di depannya jelas bukanlah seseorang yang akan mudah ditakuti hanya dengan kata bangsawan, bahkan jika permaisuri Kekaisaran Azeroth datang secara pribadi, dia tidak memiliki hak sama sekali untuk memerintahkan orang di depannya.


" Hhehehehee... "


Dihadapkan dengan ancaman Braford, Evan bukan hanya tidak takut, tapi dia malah mengeluarkan tawa sinis yang cukup menyeramkan.


Sebenarnya Evan juga sangat marah, baru saja beberapa saat yang lalu dia berkata dengan percaya diri di depan mayat Ursula bahwa kejadian seperti yang dialaminya tidak akan pernah terjadi di wilayah kekuasaan keluarga Silverash selama dia masih hidup, tapi apa yang dia lihat saat ini seperti sebuah tamparan yang sangat keras di wajahnya yang membuatnya sangat malu dan marah.


Sringgg...


Segera suara pedang yang keluar dari sarungnya terdengar keseluruh lantai pertama penginapan diiringi dengan sebuah Aura Blade berwarna perak yang meluncur dengan kecepatan tinggi menuju Braford.


BAM...

__ADS_1


Serangan Evan membuat ledakan cukup keras yang menyebabkan seluruh penginapan Beaf-inn berguncang hebat hingga hampir roboh dan di pusat ledakan itu terlihat seorang Ksatria berarmor hitam yang sepertinya berhasil memblokir Aura Blade Evan tepat waktu sebelum mengenai Braford dengan pedang besar di tangannya.


Tapi sepertinya Ksatria itu tidak dalam kondisi yang baik, meskipun dia berhasil menahan serangan Evan, luka yang diterimanya juga tidak ringan, hal ini dapat dilihat dari kedua lengannya yang gemetar dan mulutnya yang mengeluarkan beberapa tetes darah.


" Hmph, mari kita lihat berapa kali kau dapat menahan seranganku. "


" Uhuk... tu-tunggu dulu Tuan, kumohon tunggu sebentar, ini sebenarnya hanya sebuah kesalapahaman, kami tidak ada niatan sama sekali untuk menyinggung perasaanmu. "


Saat Hale melihat bahwa Evan hendak mengeluarkan serangnya lagi, dia mencoba membela dirinya sambil meletakkan pedang besarnya ke lantai sebagai bentuk isyarat menyerah.


Sebenarnya dia sudah sangat kelelahan setelah bertarung dengan William sebelumnya dan hanya sedikit dari Aura yang tersisa di tubuhnya saat ini, jika dia harus menghadapi Evan sekarang, dia hanya akan meminta pemukulan dan dilihat dari ekspresi Evan jelas dia tidak akan berhenti hanya dengan memukuli mereka, jadi kali ini dia berinisiatif untuk menyerah.


" Kau pikir aku buta ?, jelas-jelas adegan yang kulihat sebelumnya bukanlah kesalahpahaman dan kalian juga telah memukuli bawahanku hingga sekarat, lihatlah, sekarang dia masih tergeletak di pinggir jalan, apa lagi yang ingin kau jelaskan. "


[ Sialan, bukankah kau memang buta, jika kau tidak buta, mengapa kau menutup kedua matamu dan bukankah kau sendiri yang memukuli bawahanmu hingga setengah mati, aku menyaksikan itu dengan mata dan kepalaku sendiri, sekarang kau mencoba menyalahkan kami atas hal itu, ini jelas-jelas adalah penindasan terang-terangan. ]


" Tuan, ini memang kesalahan kami, Tuan mudaku masih belum cukup dewasa dan ini adalah pertama kalinya dia bepergian jauh dari rumah, jadi dia belum dapat membiasakan diri dengan dunia luar, kami mohon untuk maaf untuk kesalahan yang kami buat kali ini, aku janji jika hal ini tidak akan terjadi lagi. "


" Apakah kau pikir permintaan maaf saja sudah cukup, jika semua masalah dapat diselesaikan dengan permintaan maaf, maka hukum di dunia ini tidak akan diciptakan. "


" Tentu saja kami akan memberi kompensasi kepada- "


" Apa yang kau lakukan Hale, cepat bunuh dia, tidak kau lihat dia baru saja menyerangku, dia hanyalah rakyat jelata yang- "


Saat Hale sedang berusaha keras untuk mencari jalan keluar dari masalah ini, tiba-tiba Tuannya yang tidak berguna kembali membuat masalah ini menjadi semakin rumit, jadi dia tidak punya pilihan selain membuat pingsan Tuan idiotnya itu agar tidak membuat masalah lebih banyak.


" Maaf tuan, seperti ada sedikit gangguan tadi, ayo kita lanjutkan kembali pembicaraan kita. "

__ADS_1


" Hmm... tidak perlu, aku sudah mengerti garis besar penyebab masalah ini, aku merasa sedikit kasihan padamu, seorang Ksatria yang berbakat dan cerdas sepertimu melayani Tuan yang idiot seperti itu, sigh... sungguh disayangkan. "


Saat Evan melihat Hale membuat pingsan anak idiot itu, tak butuh waktu lama baginya untuk akhirnya mengerti apa yang menyebabkan semua hal ini terjadi, jadi dia tidak terus mempersulit Ksatria malang itu, lagipula keluarganya sendiri adalah keluarga Ksatria, jadi dia sangat paham kesulitan apa yang dialami oleh orang ini dan saat dia melihat Hale, dia kembali teringat Andrew, seorang Ksatria yang mengalami nasip serupa dan akhirnya meregang nyawa ditangannya.


" Sigh... mau bagaimana lagi, meskipun dia adalah orang bodoh, tapi dia tetaplah Tuan muda yang harus kulindungi dengan nyawaku jika perlu. "


" Hmm, aku mengerti, itulah alasan aku tidak lagi memperpanjang masalah ini, tapi kau harus mengingatkan tuanmu itu...


Ini bukanlah wilayah kekuasaan keluarganya dimana dia bisa bertindak semaunya sendiri, jika aku mendengar kabar kalian terlibat dengan insiden serupa, maka jangan salahkan aku karena kejam.


Sebenarnya aku juga tidak ingin melumuri tanganku dengan darah Ksatria sepertimu, tapi jika kalian bersikap terlalu berlebihan, aku juga tidak punya pilihan lain. "


"Terima kasih, aku akan mengingat semua nasehat yang kau berikan tuan, jika aku boleh tahu siapa nama terhormatmu ? "


" Tidak penting, baiklah aku akan pergi sekarang, ingatlah untuk memberi kompensasi kepada pemilik penginapan. "


Setelah menyelesaikan kata-katanya, Evan berjalan melewati Hale dan menaiki tangga menuju lantai atas penginapan dengan Isabell mengikuti di belakangnya.


Dan tak lama setelah dia pergi, rombongan Hale juga pergi dari tempat itu, tapi sebelum itu dia memberikan beberapa kantong berisi uang kepada David yang masih bersembunyi di sudut ruangan.


Saat Evan berjalan santai menuju kamarnya, dia sepertinya melupakan sesuatu, dia mencoba mengingat-ingat kembali apa yang dia lupakan tapi dia tetap tidak bisa mengingatnya jadi dia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya.


[ Hmm... lupakan, jika aku melupakannya berarti hal itu tidaklah begitu penting. ]


Pada saat yang sama di luar penginapan, banyak orang berkumpul untuk melihat tubuh seorang pemuda berambut hitam yang dalam kondisi mengenaskan seolah dia adalah korban pengeroyokan, banyak luka memar dan lebam diseluruh bagian tubunya sehingga orang-orang mengira pemuda ini sudah mati.


Tapi setelah diperiksa dengan hati-hati, ternyata orang itu masih memiliki nafas yang stabil dan hanya kehilangan kesadarannya saja, jadi warga desa pun kehilangan minat dan meninggalkan orang itu tergeletak di pinggir jalan.

__ADS_1


__ADS_2