Tahta Perak

Tahta Perak
Rumah makan


__ADS_3

Setelah Evan keluar dari pintu penginapan dengan Isabell mengikuti di belakangnya, dia segera menuju ketempat William yang terbaring di pinggir jalan tidak jauh darinya.


" Hey Isabell, menurutmu bagaimana cara kita membangunkan orang ini ? "


" Uhm... mungkin mendorongnya dengan lembut ? "


" Haa, kau terlalu masih naif Isabell, dia tidak akan bangun hanya dengan sentuhan lembut, sigh... Baiklah, karena dia sudah berusaha sangat keras kemarin, aku tidak akan memukulinya hari ini....


~ Clean ~ "


Tiba-tiba, ada sinar cahaya biru yang keluar dari tangan kanan Evan dan segera menyelimuti tubuh William dan membersihkan tubuhnya dari kotoran dan depu yang menempel hingga membuatnya tidak lagi terlihat seperti pengemis jalanan, hal itu sekaligus membuat William bangkit dari mimpi indahnya.


" Hah ?, apa yang terjadi padaku, mengapa aku terbaring di pinggir jalan... Oh Tuanku, apa yang kau lakukan disini ? "


" Diamlah dan cepat ganti bajumu, kita akan menuju ke tempat makan terdekat, cepatlah, aku sudah kelaparan saat ini. "


" Yes sir. "


Saat melihat ekspresi Evan yang tidak sedap dipandang, William segera mengesampingkan semua hal yang ada di pikirannya dan bergegas kedalam penginapan untuk mengganti bajunya.


Saat William pergi, Evan tidak sengaja memperhatikan Isabell yang memandangnya dengan mata penuh kegaguman.


Hal ini sontak membuat Evan menjadi bingung tapi setelah memikirkannya selama beberapa saat, dia sepertinya mengerti mengapa isabel bertingkah seperti itu.


" Apa kau ingin mencoba nya juga Isabell ? "


Evan bertanya dengan nada menggoda yang membuat Isabell sedikit malu.


" Ti-tidak Tuan muda, aku sudah membasuh tubuhku tadi pagi. "


" Hehe, ayolah, tidak perlu malu seperti itu, rasakan ini.


~ Clean ~ "


Tanpa menunggu persetujuan dari Isabell, Evan mengulurkan tangannya ke kepalanya dan merapalkan mantra Clean, segera tubuh Isabell diselimuti oleh cahaya biru dan setelah itu semua kotoran dan depu yang menempel di seluruh tubuhnya menghilang hampir seketika.


Pada saat yang sama, Isabell juga merasakan rasa nyaman dan segar yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya.

__ADS_1


Setelah mantra sihir berhenti, apa yang muncul di depan Evan saat ini bukanlahseorang gadis lusuh seperti sebelumnya melainkan gadis kecil yang cantik dan imut.


Kulitnya yang seputih salju tanpa ada cela, mata merah rubynya yang indah dan bahkan rambutnya yang putih berkilau memeberikan keindahan tersendiri bagi penampilannya, satu-satunya yang membuat sesuatu tidak pada tempatnya adalah pakaiannya yang masih terlihat lusuh.


" Apa yang baru saja kulakukan itu disebut sihir, apakah kau ingin memperlajarinya ? "


" Apakah aku boleh belajar Tuan muda ? "


" Tentu saja, sebagai pelayanku, tidak ada hal yang tidak bisa kau pelajari di dunia ini, jika kau memang berniat untuk belajar, aku sendiri yang akan mengajarimu sedikit demi sedikit. "


" Terima kasih Tuan muda, aku pasti tidak akan mengecewakanmu. "


Isabell menjawab Evan dengan senyuman cerah yang sekarang ini jarang muncul di wajahnya.


" Kalau begitu sudah diputuskan, mulai hari ini, kau akan menghabisakan waktu 2 jam untuk belajar sihir, dan juga ini, bacalah buku-buku ini jika kau punya waktu luang. "


" Ta-tapi aku tidak bisa membaca. "


Evan yang sangat antusias untuk membuat Isabell menjadi seorang penyihir, tiba-tiba menghentikan gerakannya ketika dia mendengar kata-kata Isabell.


Meski dia mengeluh dibenaknya, tapi tidak ada perubahan pada ekspresi wajahnya, malah sebaliknya, dia tersenyum cerah dan menghibur Isabell dengan lembut.


" Itu hanya masalah kecil, kalau begitu, sebelum belajar sihir, kau akan belajar tentang membaca dan menulis terlebih dahulu, dengan aku sebagai gurumu, itu tidak akan memakan waktu yang lama. "


" Uhm, ada sesuatu yang ingin kutanyakan kepadamu Tuan muda. "


" Apa itu ? "


" Mengapa kau sangat baik kepadaku ?, apakah ada yang kau inginkan dariku ?"


" Apa yang kau katakan, itu semua adalah hal yang wajib dipelajari oleh pelayan, jadi kau tidak perlu meragukan apapun dan hanya lakukan saja tugasmu dengan baik. "


" Hmm, baik Tuan muda. "


Saat kedua orang itu sedang bercakap-cakap ringan, tak lama kemudian, William kembali dengan dengan pakaian yang rapi layaknya seorang pengawal dan ini sekaligus mengakhiri pembicaraan mereka.


" Baiklah, saatnya pergi, Isabell, pimpin jalannya. "

__ADS_1


" Baik. "


Dengan begitu, kelompok yang terdiri dari 1 orang remaja dan dua orang anak-anak berjalan dengan santai sambil bersenda gurau.


Di perjalanan, Evan banyak menanyakan hal-hal yang aneh kepada Isabell seperti berapa banyak dokter yang ada di desa ini, apakah sering ada pencuri atau bandit yang mampir kesini, bagaimana para penjaga dan petinggi desa melakukan tugasnya dan lain-lain yang dijawab Isabell dengan sangat sabar.


Beberapa saat kemudian, kelompok 3 orang itu akhirnya tiba di tempat tujuan mereka, itu adalah sebuah bangunan 2 lantai yang terlihat mewah dan elegan dengan sebuah plakat kayu dengan tulisan Rose Restaurant diukir dengan indah di atasnya.


[ Hoho, sepertinya bangunan ini masih memiliki hubungan denganku. ]


Tanpa berpikir panjang, Evan segera memasuki bangunan itu dan pergi ke lantai dua rumah makan.


Saat dalam perjalanan, banyak orang yang sedang menikmati makanan mereka tiba-tiba memandang kelompok mereka dengan aneh sambil berbisik-bisik tentang sesuatu.


Karena Evan dan William adalah seorang Master Ksatria yang memiliki soul energi, mereka dapat dengan jelas mendengar apa yang digumamkan orang-orang itu.


" Hey, menurutmu siapa mereka, mengapa membawa masuk rakyat biasa kesini. "


" Entahlah, mungkin dia hanya budak kedua pria itu. "


" Tidak, seorang budak pasti memiliki tanda di dahinya dan memakai rantai besi di lehernya. "


" Husst ! diamlah, jangan sampai mereka mendengarmu, hanya dilihat dari pakaiannya saja, anak muda itu jelas bukan orang yang mudah dipusingkan. "


Orang-orang itu berbisik diam-diam sambil menatap Isabell dengan pandangan jijik di mata mereka dan hal ini jelas membuat Evan sangat tidak nyaman.


Evan memang adalah orang yang penyabar dan murah hati, tapi dia juga adalah Tuan muda keluarga Silverash yang selalu dimanja oleh orang tuanya sejak kecil jadi tidak jarang dia juga menunjukkan cara berpikir yang sempit.


Saat Evan sedang dalam suasana yang tidak baik, tiba-tiba seorang pelayan wanita mendatanginya dan mengucapkan sesutu yang membuatnya sangat terganggu.


" Maaf tuan-tuan, rumah makan kami memiliki peraturan untuk tidak membawa budak atau hewan peliharaan masuk kedalam karena itu akan menggagu pelanggan yang lainnya, jadi kami mohon pengertiannya. "


" Siapa yang kau maksud dengan budak atau hewan peliharaan itu, aku tidak mengerti, tolong jelaskan lebih lanjut. "


" Bukankah dia... "


Pelayan itu segera mengarahkan jarinya pada Isabell yang ada di belakang Evan yang membuat Evan cukup tersulut emosinya.

__ADS_1


__ADS_2