Tahta Perak

Tahta Perak
Isabell


__ADS_3

Saat ini, dilantai bawah penginapan yang hancur, Evan sedang mengobrol dengan pemilik penginapan Beaf-inn.


" Mr. David, sepertinya bawahanku sedikit membuat masalah ditempatmu, untuk itu aku ingin meminta maaf dan ini adalah sedikit kompensasi untuk apa yang terjadi, kuharap kau dapat memaafkan bawahanku yang bodoh ini. "


Evan memberikan sekantong kecil koin emas kepada David, sebenarnya biaya perbaikan penginapan ini mungkin tidak melebihi 3 koin emas, tapi setelah melihat keadaan David yang cukup tragis, dia memutuskan untuk memberinya beberapa koin lagi.


" Hehe... tidak perlu terlalu sopan Tuan, ini sebenarnya juga merupakan kesalahan kami, tapi jika kau memaksa aku akan menerima uang ini untuk memperbaiki tempat ini, hehehee...terima kasih. "


Meskipun ekspresi wajah David cukup enggan, tapi tangan bergerak sangat cepat untuk mengambil kantong uang yang Evan berikan.


Setelah menyelesaikan masalah yang terjadi tadi malam, Evan akhirnya mengalihkan fokus pembicaraan pada sesuatu yang dari tadi membuatnya sangat tertarik.


" Ngomong-ngomong, siapa gadis yang yang sedang mengepel lantai itu, aku tidak melihatnya kemarin malam. "


" Hoho... apakah Tuan tertarik dengan gadis itu, namanya adalah Isabell, dia baru berusia 7 tahun dan bekerja paruh waktu di penginapan ini, dia biasanya bekerja pada pagi sampai sore hari, karena Tuan datang kesini menjelang malam, jadi wajar jika tidak melihatnya. "


" Oh, dia bekerja diusia yang begitu muda, apakah keluarganya mengalami masalah ekonomi ? "


" Sigh... sebelumnya tidak, ayahnya bekerja sebagai petani jamur yang berpenghasilan lumayan, setidaknya keluarga mereka bisa makan cukup 3 kali sehari dan membeli pakaian baru saat tahun baru tiba, tapi tiba-tiba ayahnya jatuh sakit.


Dia dan ibunya sudah berusaha memanggil beberapa dokter dan tabib yang ada di desa dengan uang tabungan mereka tapi hasilnya nihil, para dokter mengatakan bahwa ayahnya hanya kelelahan karena terlalu banyak bekerja dan akan sembuh setelah beberapa hari istirahat, tapi beberapa hari kemudian kondisi ayahnya semakin memburuk dan yang membuatnya lebih buruk lagi adalah ibunya juga jatuh sakit karena penyakit yang sama.


Jadi dia tidak punya pilihan selain menjadi tulang punggung keluarga saat masih muda, tapi karena dia masih sangat muda dan tidak punya pengalaman sama sekali, ditambah jenis kelaminnya adalah perempuan yang biasanya lebih lemah dalam pekerjaan fisik dibanding anak laki-laki seusianya, sangat sedikit yang mau mempekerjakannya. "


" Sigh... sungguh gadis yang malang, tapi tidak kusangka kau adalah orang tua yang baik karena mau mempekerjakan orang sepertinya. "


" Hehehee, kita semua dari desa yang sama, selain itu Tuan besar kita keluarga Silverash selalu menghimbau untuk saling membantu jika ada saudara kita yang mengalami kesulitan. "


" Hahahaaa, benar sekali, keluarga Silverash memang adalah penguasa terbaik dibandingkan dengan daerah lain di benua Bintang. "


Setelah mendengar perkataan David, Evan tanpa malu-malu membanggakan keluarganya sendiri.

__ADS_1


" Ehem, Mr. David, sekarang ini aku membutuhkan seorang pemandu untuk membimbingku berkeliling desa ini, bisakah kau meminjamkan gadis kecil itu padaku ? "


[ Hah ?, gadis kecil ?, mengacalah dasar anak sialan, usiamu mungkin tidak jauh darinya. ]


Meskipun kalimat diatas terlintas di pikiran David, tapi dia jelas tidak berniat mengatakannya kecuali otaknya sudah sedikit bergeser.


" Hahahaa, tidak masalah Tuan, aku akan memangilnya sekarang. "


Hanya dilihat dari pengawalnya saja, David sangat memahami bahwa latar belakang Evan tidak sederhana sama sekali, jadi dia berusaha sehormat mungkin saat berbicara dengannya untuk menghindari masalah yang akan datang.


Dan beberapa saat kemudian, orang yang yang membuat Evan sangat penasaran muncul tepat dihadapannya.


Isabell adalah seorang gadis kecil yang imut jika dilihat dari dekat, dia memiliki rambut hitam yang memanjang sampai ke pinggangnya, tapi sayangnya rambutnya yang harusnya indah itu terlihat sangat tidak terawat dan lebih parahnya lagi, tubuhnya terlihat sangat kurus seperti kekurangan nutrisi, tapi meskipun begitu, mata coklatnya masih sangat cerah dan penuh tekad.


" Pemilik penginapan, apakah kau membutuhkan sesuatu dariku ? "


Isabell bertanya dengan suara yang penuh hormat kepada dermawannya yang telah banyak membantunya salama ini.


" Ta-tapi bagaimana dengan pekerjaanku di penginapan ? "


" Jangan khawatirkan itu, Tuan muda Evan adalah tamu istimewa kami, jadi dia harus diprioritaskan dari pada yang lain, selain itu tempat ini sepertinya butuh banyak perbaikan... "


Brakkk...


Sesaat setelah David menyelesaikan kata-katanya, kursi terakhir yang berhasil selamat dari bencana semalam akhirnya roboh.


" Umm... a-apakah aku masih mendapatkan gajiku ? "


" Kau tidak perlu khawatir tentang itu, meskipun aku bukan orang terkaya di dunia ini, tapi kekayaanku setidaknya cukup banyak, jika kau berkerja dengan baik, aku akan membayarmu 3 kali lipat gaji bulananmu. "


Sebelum David sempat menjawab, Evan memotongnya dan mengatakan sesuatu yang membuat gadis itu sangat terkejut.

__ADS_1


" Apa ?, 3 kali lipat gaji bulannanku ?, itu berarti aku bisa mendapat 3 bulan penghasilanku dalam sehari dan jika gajiku sehari adalah 4 tembaga, jadi gajiku selama tiga bulan adalah 4+4+4+4...+4+4 \= banyak, ya , banyak sekali tembaga.


mungkin jika aku bekerja seperti ini selama beberapa hari, aku bisa menabung cukup uang untuk biaya berobat orang tuaku. "


Gadis kecil itu mencoba menghitung uang yang akan dia dapatkan dengan jari-jari kecilnya sambil menggumamkan sesuatu.


Saat Evan melihat itu dia tidak tahu harus tertawa atau menangis, sepertinya gadis ini sudah menahan beban yang cukup berat di pundaknya saat dia masih berusia 7 tahun, kegigihan dan tekadnya itu membuat Evan Silverash yang dikenal sebagai janius terhebat dalam sejarah keluarga Silverash sedikit tersentuh hatinya.


" Mr. David sudah memberitahukan situasimu padaku, jika aku cukup puas dengan kinerjamu, mungkin saja aku akan membantumu untuk menyembuhkan penyakit orang tuamu. "


Isabell yang masih menghitung dengan jari-jarinya sekali lagi sangat terkejut dengan apa yang dia dengar, segera dia bertanya kepada Evan dengan suara memohon sekaligus penuh harapan.


" Benarkah Tuan, kau akan membantu menyembuhkan orang tuaku, kau tidak berbohong padaku kan ? "


" Hehehee, aku tidak akan menyembunyikannya darimu, sebenarnya aku berasal dari keluarga bangsawan yang cukup berpengaruh, dan kau tahu sendiri di setiap keluarga bangsawan pasti ada banyak dokter yang sangat terampil, seharusnya tidak sulit untuk menyembuhkan orang tuamu.


Tapi itu semua tergantung dari usahamu, jika aku tidak cukup puas dengan kinerjamu, kau hanya akan mendapat gaji yang dijanjikan. "


Kali ini bukan hanya Isabell saja yang terkejut, bahkan david yang berada di samping William juga cukup terkejut saat ini, meskipun dia menebak bahwa latar belakang Evan tidaklah sederhana, tapi dia tidak menyangka kalau Evan adalah seorang bangsawan, hal ini membuatnya sangat lega karena Evan tidak ingin membuat masalah kemarin malam menjadi rumit.


[ Tidak heran jika pengawalnya sekuat itu, ternyata dia adalah seorang bangswan dan jelas bukan peringkat rendah, untung saja dia orang yang baik, jika tidak, habislah riwayatku. ]


Sedangkan Isabell yang masih dalam keadaan sedikit linglung akhirnya memulihkan kesadarannya dan menjawab dengan penuh tekad.


" Jangan khawatir Tuan, aku akan berusaha sekuat tenaga untuk melayanimu. "


" Hmm, kalau begitu ayo kita kerumahmu dulu, aku ingin melihat seperti apa kondisi orang tuamu, jika tidak terlalu parah, aku mungkin bisa mengobatinya sendiri. "


Untuk permintaan Evan, Isabell menjawab dengan sangat bersemangat.


" Baik Tuan. "

__ADS_1


__ADS_2