
Di sebuah ruangan yang berada di dalam kastil kota Aurum, Isabell yang terbaring diatas tempat tidur, tiba-tiba membuka kedua matanya secara perlahan.
" Oh, apakah kau sudah bangun. "
" Tuan muda ?, apa yang anda lakukan disini ? "
" Hohohoo, apakah kau tidak ingat kekacauan apa yang baru saja kau buat ? "
" ... "
Sesaat ketika Isabell mendengar pertanyaan yang diajukan Evan, beberapa adegan yang sangat mengerikan melintas di kepalanya hingga membuatnya menjadi sangat panik dan ketakutan.
" Tenanglah, itu sudah terjadi dan tidak ada cara untuk mengubahnya, pemakaman para Ksatria itu akan diadakan besok pagi, pastikan untuk datang dan meminta maaf kepada keluarga mereka, kurasa itu sudah cukup. "
Setelah mendengar perkataan Evan, Isabell akhirnya mendapatkan kembali sedikit ketenangannya.
" Apakah aku akan menjadi monster Tuan Muda ? "
" Hehehee, bahkan jika kau ingin menjadi satu, itu tidak akan mudah selama aku masih ada di dunia ini dan jika memang tidak ada lagi harapan, aku sendiri yang akan membunuhmu, tapi untungnya kau belum mencapai tahap itu. "
" Apakah aku masih dapat disembuhkan ? "
Saat Isabell mengatakan itu, dia akhirnya menyadari bahwa dia sekarang tidak berada di dalam sebuah ruangan yang normal.
Itu adalah sebuah ruangan yang cukup kecil dengan banyak sekali botol kaca yang di dalamnya berisi cairan berbagai warna, selain itu ada juga berbagai jenis benda tajam seperti pisau, gunting, penjepit dan lain-lain yang memiliki bentuk cukup aneh.
" Setidaknya aku memiliki 50% keyakinan untuk menyembuhkanmu, setelah barang-barang yang kuminta dari rumah utama telah dikirimkan, kita akan memulai operasinya. "
" Kapan barang itu akan sampai Tuan Muda ? "
" Entahlah, mungkin malam ini, baiklah, sekarang waktunya kau untuk beristirahat, kondisi tubuh dan pikiranmu saat ini belum sepenuhnya stabil dan itu dapat menurunkan tingkat keberhasilan operasi yang akan datang, aku akan pergi sekarang. "
" Hmm... tapi aku tidak bisa tidur pagi Tuan Muda, bisakah anda menemaniku beberapa saat lagi, aku takut jika anda tidak ada didekatku, aku akan berubah menjadi monster itu lagi. "
Evan yang akan beranjak dari tempat duduknya, segera menghentikan gerakan tubuhnya saat dia mendengar suara Isabell yang penuh dengan ketakutan.
" Sigh... baiklah kalau begitu, aku akan berada disini selama yang kau inginkan, tapi aku adalah jenis orang yang tidak menarik, jangan salahkan aku jika kau menjadi bosan nantinya. "
" Hehehee, selama Tuan Muda ada disini, itu sudah cukup.
Ngomong-ngomong, apakah Tuan Muda punya sebuah tujuan yang harus dicapai ? "
" Tentu saja, setiap orang pasti akan memilikinya atau bisa dibilang kita harus memiliki sesuatu seperti itu, jika tidak, hidup ini akan terasa kurang bermakna.
Tujuanku sendiri adalah untuk melindungi seluruh keluarga Silverash, selain itu aku juga ingin melihat apa sebenarnya yang ada di puncak jalan yang telah kupilih ini, kalau kau sendiri, apa impianmu, Isabell ? "
" Hmm... aku tidak punya hal seperti itu Tuan Muda, entah mengapa, sejak kedua orang tuaku pergi, dunia ini terasa menjadi berwarna abu-abu dan hidupku seperti tidak lagi berarti.
Tapi sekarang, aku sepertinya telah menemukan apa yang menjadi tujuan hidupku Tuan Muda. "
" Oh... apa itu ? "
__ADS_1
" Itu adalah anda, Tuan Muda. "
" Hmm...? "
" Impianku adalah untuk melindungi dan mewujudkan impian anda Tuan Muda. "
" Hohohoo... lucu sekali, apakah kau tahu apa yang baru saja kau katakan, meskipun terdengar sederhana, tapi impianku adalah hal yang hampir mustahil untuk diraih, kau mungkin akan menyia-nyiakan hidupmu jika kau terus mengikutiku. "
" Aku sudah siap untuk itu, lagipula aku juga tidak punya tempat lagi untuk kembali, aku sudah sangat bersyukur anda mau memungut monster sepertiku Tuan Muda. "
" Hehehee, saat dirumah, aku juga sering disebut monster kecil oleh ayah dan saudaraku, jadi kurasa kita sesama monster harus saling membantu satu sama lain.
Ngomong-ngomong, apa kau tidak lapar Isabell ? "
" Kurasa aku memang sedikit lapar, tunggu dulu, sudah berapa lama aku pingsan Tuan Muda ? "
" 5 hari. "
" ... "
" Hahahaa, sungguh ekspresi yang langka disana, baiklah, tunggu sebentar, aku akan mengambil makanan untukmu. "
" Tidak perlu Tuan Muda, aku akan mengambilnya sendiri. "
" Diam dan berbaringlah, kondisimu masih belum cukup stabil, biarkan aku menjadi pelayanmu untuk hari ini. "
" Tapi... "
...
Pada saat yang sama, di salah satu kamar tidur yang berada di istana Kekaisaran Landover, ada seorang gadis kecil yang terbaring tak sadarkan diri di atas tempat tidur.
Gadis kecil ini adalah Anastasya Ascart yang merupakan putri pertama dari Kekaisaran Landover.
Setelah pertemuan dengan Evan, Anastasya yang tak sadarkan diri, segera dikawal oleh para penjaganya kembali ke Kekaisaran Landover dengan tergesa-gesa dan akhirnya berhasil sampai di tujuan dengan selamat.
Selain Anastasya, saat ini terdapat 3 orang lagi yang berada di ruangan itu.
Yang pertama adalah seorang lelaki tua kurus dengan wajah yang penuh kerutan dan mata agak buram berlumpur.
Meskipun tampak sudah berada di akhir hidupnya, orang tua ini memiliki status yang cukup tinggi di Kekaisaran Landover, dia bernama David Travis yang merupakan salah satu dokter terkenal di benua Bintang dan yang terbaik di Kekaisaran Landover.
Orang kedua adalah seorang pria tampan yang memiliki mata dan rambut ungu yang sangat indah, dengan jubah Kekaisaran dan mahkota emas diatas kepalanya, tidak perlu ditanyakan siapa identitas pria ini.
Dia adalah Alexander Ascart, ayah dari Anastasya dan juga kaisar Kekaisaran Landover saat ini.
Sedangkan orang terakhir adalah seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang dan mata coklat terang, dia adalah Sintya Berryl yang merupakan ratu dari Kekaisaran Landover dan juga ibu Anastasya.
Dibalik penampilannya yang cantik dan menawan, Sintya dikenal dengan sifatnya yang tegas dan cerdas, karena kecerdasannya, dia bahkan sering membantu suaminya dalam mengurusi persoalan politik baik dalam maupun luar negeri.
Tapi saat ini, wanita yang bisanya sangat anggun dan bermartabat ini memiliki ekspresi sedih dan khawatir saat dia memandang putrinya yang berbaring tak berdaya di atas tempat tidur.
__ADS_1
" Tuan Travis, bagaimana keadaan putriku ? "
Setelah melihat bahwa dokter Travis menyelesaikan pemeriksaannya, Sintya tidak dapat lagi menahan kekhawatirannya dan segera menanyakan kondisi putrinya.
" Harap tenang Yang Mulia Ratu, nyawa tuan putri saat ini tidak dalam keadaan yang berbahaya, meskipun begitu luka-lukanya sangat aneh dan juga parah, semua ototnya telah robek dan organ dalamnya juga terluka, selain itu kedua matanya juga mengalami kebutaan sementara, jika mata Tuan putri tidak istimewa, aku yakin dia tidak akan dapat melihat lagi untuk selamanya. "
Setelah mendengarkan penjelasan singkat dari Travis, sepasang suami-istri itu menjadi sangat terkejut dan khawatir, bahkan Alexander, yang merupakan seorang kaisar agung tidak dapat mempertahankan ketenangannya.
" Apakah seserius itu ?, kapan putri kami akan sembuh ? "
" Maafkan hamba Yang Mulia, hamba juga tidak yakin kapan Tuan Putri akan kembali normal, luka-lukanya terlalu serius dan juga sangat aneh, hamba telah mencoba berbagai sihir penyembuhan tapi itu tidak berguna sama sekali, setiap kali lukanya disembuhkan akan ada sebuah kekuatan tak terlihat seperti pusaran angin yang memelintir setiap otot dan organ dalam Tuan Putri sehingga luka-lukanya menjadi semakin serius.
Ini adalah pertama kalinya hamba melihat luka yang sangat aneh seperti ini, jadi hamba tidak dapat menyembuhkan atau memprediksi kapan Tuan Putri akan sembuh. "
" ... "
" Baiklah Dokter Travis, terimakasih atas bantuanmu kali ini, mulai dari sini kami yang akan mengurusnya, kau boleh kembali sekarang. "
" Kalau begitu permisi Yang Mulia. "
Dengan begitu, Travis akhirnya meninggalkan ruangan itu hingga hanya menyisakan 3 orang tersisa.
...
" Bagaimana menurutmu suamiku ? "
" Aku tidak yakin, jika dilihat dari kondisinya saat ini, Putri kita pasti telah menggunakan kemampuan Wisdom Eyes-nya, jika kita simpulkan seperti itu maka luka-lukanya yang tidak dapat disembuhkan dengan sihir normal dapat dimengerti.
Tapi yang membuatku ragu adalah jika itu memang Forecast, hal apa yang dia lihat hingga efek samping itu hampir merenggut nyawanya sendiri, bahkan saat dia menggunakan Forecast pada para penerus pemimpin tertinggi lainnya, dia hanya akan meneteskan beberapa tetes darah dari hidungnya- "
" Berhenti, aku tidak bertanya tentang itu, yang kutanyakan adalah apakah kau akan membiarkan masalah ini berlalu begitu saja ? "
" Apa yang kau maksud dengan itu ? "
" Maksudku, apakah kau tidak akan menuntut keadilan untuk putri kita ? "
" Sigh... kau tahu persis aku tidak bisa melakukan hal itu, kita tidak memiliki bukti apapun untuk menyalahkan keluarga Silverash, sebaliknya Anastasya adalah orang yang melakukan kesalahan karena memasuki wilayah kekuasaan mereka tanpa izin.
Jadi apapun yang terjadi padanya, keluarga Silverash tidak akan bertanggung jawab. "
" Jadi maksdmu kita harus menelan semua yang terjadi kali ini. "
" Cukup ! biasanya kau adalah orang yang cerdas, mengapa kau bahkan tidak dapat memahami hal sepele seperti ini, jika masalah ini menjadi serius, kita tidak akan mendapatkan keadilan apapun tapi kita malah harus membayar beberapa kompensasi yang tinggi kepada mereka. "
" Hahahaa, biarlah masalah ini menjadi lebih besar, aku ingin lihat apakah para orang barbar itu berani melakukan sesuatu kepada kami, selain itu kita harus menegaskan kepada dunia bahwa ada konsekuensi yang serius jika ada yang berani menyentuh keluarga kita. "
" Kau... sigh... "
...
" Mhmmm... "
__ADS_1
Saat kedua suami istri itu sedang berdebat dengan keras, mereka tiba-tiba mendengar suara yang segera membuat perdebatan mereka terhenti dan ketika mereka mengalihkan pandangan mereka kearah tempat tidur dimana putri mereka berada, mereka terkejut karena putri mereka yang beberapa saat lalu telah divonis tidak akan terbangun selama beberapa waktu oleh dokter ternyata sudah tersadar.