
" Apa yang terjadi pada 3 orang lainnya ? "
" Mereka bertiga terbaring sekarat dilantai, Adelaine Victoria dan Edward Ascart adalah seorang penyihir yang memiliki serangan yang kuat tapi dengan tubuh yang lemah, sebenarnya penyihir setingkat mereka dapat membuat sihir pertahanan yang cukup kuat untuk menahan serangan musuh dari tingkat yang sama atau satu tingkat lebih tinggi dari tingkat mereka saat ini, tapi sialnya kekuatan lawan mereka kali ini jauh melampau apa yang ada dalam imajinasi mereka.
bahkan saat mereka mengusir para Undead dari dunia mereka, tidak pernah sekalipun eksistensi dengan kekuatan seperti itu muncul, mungkin karena kekuatan yang luar biasa itu membuatnya memiliki beberapa batasan atau mungkin dia hanya tidak terlalu tertarik mengikuti perang makhluk-makhluk lemah seperti kita, apapun alasannya itu merupakan keberuntungan besar bagi World of Ruins. "
" Jadi bagaimana dengan keadaan mereka bertiga selanjutnya ?, apakah mereka mati ? "
" Tidak, meskipun keadaan mereka saat itu sekarat dan hampir mati, tapi untungnya ada kehendak dunia disamping mereka, dengan dukungan dari energi inti dunia, mereka bertiga masih berhasil diselamatkan walaupun jantung mereka telah ditembus oleh serangan sinar energi cahaya hitam yang dikeluarkan oleh telapak tangan tulang itu. "
" Ha ?, bahkan luka seperti itu masih dapat disembuhkan ?, bukankah energi inti dunia ini sedikit terlalu maha kuasa, dan untuk sering menggunakannya sesuka hatinya, apakah kehendak dunia tidak takut jika itu nantinya akan habis. "
" Mau bagaimana lagi, jika ketiga pemimpin tertinggi yang ada di benua Bintang saat itu mati, maka akan ada lebih banyak kekacauan yang terjadi, jadi dia tidak punya pilihan lain selain menggertakan giginya dan menyembuhkan ketiga orang itu. "
Meskipun sudah mengetahui bahwa energi inti dunia sangat kuat, tapi Evan masih terus dikejutkan dengan apa yang dapat dilakukan energi ini.
" Selanjutnya apa yang terjadi ? "
" Setelah memastikan bahwa nyawa ketiga orang itu tidak lagi terancam, kehendak dunia menghentikan tindakannya dan menemui kedua orang yang sedang memulihkan diri sambil mengawasi lingkungan sekitar, kemudian mereka bertiga berkumpul dan membahas apa yang akan dilakukan selanjutnya, setelah pembicaraan singkat, mereka memutuskan untuk kembali ke wilayah mereka masing-masing dan dengan cepat memulihkan diri mereka untuk mengantisipasi kejadian serupa terjadi.
__ADS_1
tapi kemudian mereka ingat jika ada 3 orang yang tidak sadarkan diri tidak jauh dari tempat mereka berada, karena situasi yang mendesak dan berbahaya, masing-masing dari mereka terburu-buru sehingga tidak membawa pasukan saat datang kemari, jadi mereka bertiga memutuskan untuk membawa satu orang masing-masing dan mengantarkan mereka ke wilayah kekuasaan mereka.
William bertugas membawa Adelaine karena wilayah kekuasaan mereka yang berdekatan satu sama lain dan dengan alasan yang sama Zack akan membawa Edward ke wilayah kekuasaannya, karena mereka berdua pernah menjadi musuh dengan pahlawan, jadi tugas untuk mengantarkannya ke Gereja Dewa Cahaya secara otomatis menjadi milik kehendak dunia. "
" Tunggu dulu, bukankah mereka dapat memulihkan diri di tempat itu sambil mengawasi segel agar situasi yang sama tidak terulang kembali, mengapa mereka membuat keputusan yang merepotkan seperti itu. "
" Karena mereka membutuhkan sumber daya untuk memulihkan luka-luka mereka yang parah, karena terburu-buru, mereka membawa persedian barang-barang penyembuhan yang terbatas, jadi mereka perlu kembali ke wilayah kekuasaan masing-masing mendapatnya, memang dengan mengandalkan pemulihan alami, tubuh mereka akan dapat pulih dengan sendirinya, tapi itu akan memakan waktu yang lama, hal ini terutama berlaku untuk Edward dan Adelaine yang mempunyai kekuatan fisik lebih lemah dari lainnya.
selain itu, dengan luka-luka mereka saat itu, mereka akan dalam situasi yang dirugikan bahkan jika hanya melawan Undead yang setingkat dengan mereka, apalagi jika mereka bertemu eksistensi mengerikan seperti sebelumnya, mereka hanya akan dibantai secara instan tanpa bisa melawan atau melarikan diri. "
Setelah mendengar penjelasan ayahnya Evan menjadi malu karena tidak dapat menyadari sesuatu yang sederhana seperti itu, sedangkan Ryan tersenyum tipis saat memandang putranya yang menundukkan kepalanya, setelah itu dia berkata dengan lembut dan penuh pengertian untuk memperingan suasana.
" Tidak heran jika kau tidak menyadarinya, meskipun kau sering membaca buku, tapi pengalamanmu masih sedikit, ada beberapa hal di dunia ini yang tidak bisa kau pelajari jika kau tidak mengalaminya sendiri. "
" Baiklah, setelah keputusan dibuat, mereka bertiga berpisah dan pergi ke tujuan mereka masing-masing, William yang membawa Adelaine di punggungnya pergi ke arah barat daya dimana kekaisaran Azeroth berada, karena cederanya sendiri juga cukup serius, jadi dia hanya bisa melanjutkan perjalanannya secara perlahan sambil menyembuhkan luka-lukanya, dan disinilah bagaimana inti permasalahan itu dimulai. "
" Biar kutebak, setelah menghabiskan beberapa waktu dengan Adelaine, William terpesona oleh kencatikannya dan tanpa dia sadari benih-benih cinta mulai tumbuh dihatinya, semakin lama waktu yang dihabiskan William bersama dengan Adelaine, semakin besar juga perasaan dihatinya tumbuh, hingga akhirnya dia menyadari bahwa dia mencintai wanita didepannya ini, dia berharap bahwa waktu akan berhenti dan keadaan ini akan berlangsung selamanya.
tapi dia tahu bahwa hari-hari indah ini tidak akan berlangsung lama, setelah dia mencapai wilayah kekaisaran Azeroth, dia harus berpisah dengan orang yang dicintainya itu, jadi sebelum itu terjadi, dia menyampaikan perasaannya kepada Adelaine tepat sebelum mereka akan berpisah, tapi Adelaine tidak menerima perasaannya, dia berkata bahwa mereka mempunyai tanggung jawab masing-masing untuk memimpin rakyat mereka, jadi tidak ada kemungkinan bagi mereka untuk bersatu.
__ADS_1
Mendengar kata-kata orang yang dicintainya, William memutuskan untuk menjadikan keluarga Silverash bagian dari kekaisaran Azeroth, jadi dia dapat bersama pujaan hatinya selamanya, dan begitulah sejarah bagaimana keluarga kita menjadi Archduke dari kekaisaran Azeroth, cih, kisah klasik yang membosankan sekali, apa aku benar ayah ?
leluhur pertama kita memang luar biasa, tapi dia juga sedikit bodoh, bagaimana mungkin dia menjadikan keluarga Silverash, salah satu dari 5 pemimpin tertinggi benua Bintang bawahan dari kekaisaran Azeroth, hal itu pasti akan merusak keseimbangan kekuatan yang ada di benua saat itu.
tapi bagaimanapun aku masih sangat kagum dan menghormati leluhur pertama kita, dia rela mengorbankan segalanya demi orang yang dia cintai, tidak banyak orang seperti itu yang ada di dunia ini "
" ... "
" Oh, apakah aku salah, lalu bagaimana peristiwa sebenarnya terjadi ? "
Ryan memandang Evan dengan tatapan belas kasihan diwajahnya, dia juga ingat bagaimana dia sangat mengagumi dan menghormati leluhur pertama keluarganya sebelum tahu sejarah kelam keluarga Silverash, tapi sejak dia mengetahuinya, rasa hormat dan kagum itu mengilang seketika dan berubah menjadi kemarahan dan rasa malu yang luar biasa karena dia adalah keturunan orang sialan itu.
setelah sejenak mengingat masa lalu, Ryan kemudian menyebarkan auranya hingga menutupi seluruh ruangan agar tidak membiarkan siapapun mendengar apa yang akan dia katakan selanjutnya, setelah itu dia menatap putranya dan berbicara dengan nada yang sangat serius.
" Sebelum aku mengatakan hal yang sebenarnya, persiapan dirimu, karena apa yang akan kukatakan selanjutnnya memiliki efek yang sangat mengerikan bila didiengar oleh setiap keturunan keluarga Silverash. "
" Hmph, memang apa yang akan terjadi jika aku mengetahuinya, itu hanyalah kisah masa lalu, tidak akan terlalu mempengaruhi kita yang tinggal di era ini. "
" Jangan bilang aku tidak memperingatkanmu, apa yang aku katakan selanjutnya dapat menyebabkan berbagai status negatif bagi para keturunan keluarga Silverash seperti kemarahan yang luar biasa, ras malu yang ekstrim hingga dapat menyangkal dirinya sendiri dan bahkan menyebabkan gangguan mental. "
__ADS_1
Saat Evan mendengar kata-kata ayahnya, postur tubuh dan ekspresinya yang sebelumnya malas dan santai langsung berubah menjadi mode serius, punggungnya menjadi tegak lurus dan wajahnya menjadi bermartabat, kemudian dia berkata dengan serius.
" Baiklah, aku siap. "