Tahta Perak

Tahta Perak
Introgasi


__ADS_3

Saat ini di area pertempuran yang terjadi di Desa Pilze, terlihat 4 orang yang sepertinya telah menyebabkan semua kekacauan ini.


" Aku tidak menyangka bahwa hasil eksperimenku akan sesempurna ini, hehe... ini adalah maha karya terbaik yang pernah kuciptakan...uhuk..uhuk... "


Ursula yang sedang sekarat, masih sempat membanggakan pencapaian eksperimennya dan hasilnya dia mendapat tendangan keras dari Evan di bagian perutnya hingga membuatnya batuk darah sekali lagi.


" Tunggu sebentar Tuan muda, jangan bunuh dia dulu, aku masih punya beberapa hal yang perlu ditanyakan padanya. "


" Baik, tapi cepatlah, aku perlu mendapat informasi darinya tentang organisasinya sebelum dia mati. "


" Terima kasih Tuan muda. "


Setelah membungkuk kepada Evan untuk menunjukakan rasa terima kasihnya yang tulus, Isabell mengalihkan pandangannya kepada Ursula yang masih terbatuk-batuk dengan keras.


Setelah menunggu beberapa saat hingga Ursula berhenti terbatuk, Isabell akhirnya mengeluarkan pertanyaannya.


" Apakah kau yang telah membunuh orang tuaku ? "


" Hehe... Uhuk.. benar sekali. "


" Mengapa... mengapa kau melakukan semua itu ?, apa kesalahan yang telah dilakukan oleh orang tuaku hingga kau melakukan semua hal ini, hiks...hiks... mengapa kau mengincar keluarga kecil dan miskin seperti kami... hiks... ayah dan ibuku adalah orang yang baik, mereka selalu ramah kepada siapapun dan tidak pernah melakukan sesuatu yang melanggar hukum atau menyinggung perasaan orang lain... hiks...hiks... kami hidup bahagia di rumah kecil kami yang hangat dan tidak pernah membuat masalah... hiks...JAWAB AKU, MENGAPA ! "


Saat Isabell akhirnya mengkonfirmasi siapa pembunuh orang tuanya, dia tidak bisa menahan emosi dan berteriak dengan marah pada Penyihir Hitam itu sambil mengusap air mata yang terus mengalir di pipinya.


" Hahahaa, pertanyaan konyol macam apa ini, bukankah itu jelas karena kalian itu lemah, ini adalah dunia dimana mahkluk yang lemah bahkan tidak memenuhi syarat untuk hidup dengan nyaman, kalian seharusnya dengan patuh menyerahkan nyawa kalian kepadaku- "


Bam...


Sekali lagi, Evan mendaratkan tendangan yang cukup keras ke mulut Ursula karena dia tidak tahan lagi dengan omong kosong ini.


" Aku sudah muak dengan semua omong kosongmu, kurasa seorang Penyihir Hitam sepertimu memang membutuhkan cara khusus agar dapat membuka mulut dengan benar. "

__ADS_1


" Uhuk..uhuk... hehehee... uhuk... percuma saja, berpakalipun kau menyiksaku, mulutku akan selalu tertutup... uhuk... akan kubawa semua rahasia yang ingin kau ketahui sampai kekuburku, hehehehee... uhuk..uhuk... "


" Mari kita lihat apakah kau masih dapat tertawa setelah ini. "


Evan berjalan perlahan menuju Ursula dengan Blue Dragon Sword di tanganya, tapi saat dia akan melakukan proses introgasi yang bisa dibilang cukup kejam, langkah kakinya berhenti dan dia menolehkan kepalanya kebelakang untuk melihat gadis kecil berambut putih itu berdiri diam disana sambil menatapnya dengan mata bengkak karena terlalu banyak menangis.


" Berbaliklah, ini bukan pertunjukan yang pantas dilihat gadis kecil sepertimu. "


" Tidak, aku ingin menyaksikan dengan mataku sendiri saat-saat kesengsaraan Penyihir Hitam itu. "


" Sigh... terserah kau saja. "


Beberapa saat kemudian terdengar jeritan melengking kesakitan yang sangat keras, jika ada orang yang lewat di sini dan mendengar jeritan ini, dia pasti akan lari terbirit-birit.


Tapi sepertinya Evan telah mengantisipasi pertarungan sengit yang akan terjadi antara William yang adalah seorang Master Ksatria dan Penyihir Hitam kuno Ursula, jadi dia telah mengevakuasi daerah sekitar dengan menunjukan identitasnya yang sebenarnya kepada kepala Desa Pilze sehingga dia mendapat otoritas yang tinggi.


Jeritan mengerikan ini berlangsung selama hampir 1 jam penuh sebelum akhirnya berhenti.


Keadaan Ursula saat ini sangat mengerikan, selain dua lengannya yang telah terpotong sebelumnya, kedua matanya kini juga menghilang dan hanya menyisakan lubang yang berlumuran darah segar, selain itu daun telinga kirinya juga tidak terlihat, bahkan kesepuluh jari yang ada di kakinya, tertekuk keatas dalam posisi yang tidak wajar.


Isabell yang menyaksikan kejadian itu secara langsung dan dari jarak yang sangat dekat bahkan sampai muntah beberapa kali karena tidak tahan dengan apa yang dia lihat.


Saat Evan melihat reaksi normal yang dialami Isabell saat melihat darah untuk pertama kalinya, dia sebenarnya merasa cukup iri dan tidak nyaman.


[ Sigh... beruntungnya dia, aku bahkan tidak bisa merasakan apapun saat ini padahal ini adalah saat pertamaku menyiksa orang lain, kesedihan, belas kasihan, simpati, pengampunan dan kepedulian... sejak saat aku memutuskan bahwa Penyihir Hitam ini adalah musuhku, aku tidak pernah merasakan hal-hal seperti itu dalam diriku ini.


Tapi saat aku melihat Isabell yang kehilangan kedua orang tuanya, aku merasakan kesedihan dan kemarahan yang luar biasa, mungkin ini terdengar buruk tapi aku tidak bisa memungkiri bahwa kematian orang tuanya memberiku cukup kepastian dan konfirmasi bahwa aku tidak akan menjadi salah satu Ksatria Hitam yang tercela itu.


Sepertinya perkiraan ayah benar, kondisi mentalku saat ini atau bisa kusebut sisi gelap yang ada ditubuhku memang dapat aktif saat dipicu oleh beberapa situasi tertentu, tapi aku tidak tahu situasi apa saja yang memungkinkan sisi lain diriku ini aktif, sigh... aku masih perlu banyak penelitian tentang hal ini.


Dan hal yang membuatku cukup kesal adalah Penyihir Hitam sialan ini seperti tidak akan membuka mulutnya bahkan jika kusiksa lebih keras lagi. ]

__ADS_1


" Hehehee, mengapa kau berhenti, Tuan muda Evan yang terhormat, apakah hanya itu saja yang kau punya, hehe... kalau begitu bagaimana jika kau mendengarkan proposal yang kubuat, aku yakin ini akan menguntungkan kita berdua. "


" Kau pikir aku akan percaya pada ucapanmu, semua hal yang keluar dari mulut busukmu itu mungkin tidak 10% adalah kebenaran. "


" Hehe, jangan buru-buru menolakku, tidak bisakah kau mendengarkanku dulu, aku yakin kau pasti tertarik. "


" Baiklah, tapi jika aku menemukan satu saja hal yang tidak benar dari kata-katamu, akan kupastikan kau mati dengan sangat menyakitkan. "


" Tentu, lakukan saja yang kau mau, dengarkan baik-baik... uhuk...uhuk... sebelum itu, biskakah kau memberiku bola cahaya penyembuh seperti Ksatria yang ada disebelah sana, uhuk.. aku sedikit kesulitan berbicara saat ini. "


" Apa kau pikir aku ini idiot ? "


" Uhuk... jangan salah paham Tuan muda, aku hanya ingin kau menyembuhkan sedikit organ dalamku yang terluka parah saat ini, lagipula dalam kondisiku saat ini, aku jelas bukanlah ancaman bagimu. "


" Senjata sesungguhnya seorang Penyihir bukan berada pada anggota tubuhnya, tapi pada pengetahuannya, bahkan jika semua anggota tubuhmu terputus, kau masih dapat melancarkan berbagai serangan sihir selama jantung yang menjadi pusat berkumpulnya Mana tidak dihancurkan. "


" Hehehee, ternyata kau cukup berpengetahuan soal Penyihir, kalau begitu aku akan menghancurkan Cincin Hati yang ada di jantungku sekarang. "


Crak...crak...crak...


Crangg....


Tiba-tiba, dari tubuh Ursula, terdengat suara retakan beberapa kali dan beberapa saat kemudian sebuah suara seperti kaca yang pecah terdengar di telinga Evan dan bersamaan dengan itu, sebuah gelombang kejut yang cukup kuat menyebar ke sekitar dengan Ursula sebagai pusatnya.


" Uhuk..uhuk..uhuk... "


Setelah gelombang kejut itu berlalu, keadaan Ursula sepertinya semakin memburuk, dia terus menerus batuk dengan keras dan darah tidak bisa berhenti mengalir dari mulutnya.


Evan yang melihat adegan itu, segera membuat bola cahaya biru dari Star Energy dan melemparkannya kepada Ursula, beberapa saat kemudian saat kondisi Ursula sedikit membaik, Evan akhirnya memulai pembicaraan.


" Sepertinya kau cukup tulus dengan proposalmu itu, baiklah, kalau begitu ayo kita mulai negosiasinya. "

__ADS_1


__ADS_2