
Pada saat ini kelompok pedagang gadungan yang dipimpin oleh Evan sedang beristirahat di puncak sebuah bukit, alasan mereka memutuskan memilih tempat itu untuk beristirahat adalah karena bukit yang mempunyai permukaan tanah lebih tinggi akan menyulitkan musuh untuk menyerang sedangkan mereka akan memiliki keunggulan dalam bertahan, selain itu mereka juga dapat meningkatkan jarak pandang pada daerah disekitarnya sehingga lebih mudah untuk mengawasi jika ada musuh yang mendekat.
Hari Ini adalah hari ke dua perjalanan mereka, selama dua hari ini tidak ada hal istimewa yang terjadi, mungkin karena mereka masih dekat dengan kota Ash, tidak ada bandit atau pencuri yang mencoba menyerang mereka, meskipun demikian para Ksatria ini tidak melemahkan penjagaan mereka karena mereka tahu bahwa orang yang mereka kawal saat ini sangatlah penting bahkan lebih penting dari nyawa mereka sendiri.
Hal-hal berlangsung seperti biasa, setelah memilih tempat yang cocok untuk beristirahat mereka mulai mendirikan tenda pada posisi melingkar dengan tenda Evan sebagai pusatnya, hal ini bertujuan untuk melindunginya saat ada penyergapan terjadi.
Setelah mereka memasang tenda, mereka mulai mengumpulkan kayu bakar dan membuat api unggun untuk memasak makanan, dalam proses panjang ini, Evan yang pemalas tidak membantu sedikitpun, dia hanya berbaring diatas gerobak barang dan membaca buku anehnya.
Saat masakan selesai, Evan akan dipanggil untuk makan dan setelah itu dia akan menuju tendanya dan sibuk dengan urusannya sendiri, dia benar-benar menghayati perannya sebagai tuan muda kaya yang arogan dan pemalas.
Setelah Evan memasuki tendanya, para tentara bayaran gadungan ini juga mulai melakukan peran mereka, mereka mengatur shift untuk berjaga bergantian dan juga memasang banyak jebakan dan tanda peringatan untuk berjaga-jaga jika ada musuh yang mendekat, mereka bahkan tidak berani meminum alkohol sedikitpun karena takut jika itu akan melemahkan indra mereka saat bertugas.
Saat malam semakin larut dan tidak ada apapun yang terjadi, para penjaga mengira hari ini akan seperti hari-hari kemarin, tapi tiba-tiba terdengar suara teriakan yang sangat keras sehingga membangunkan seluruh kamp yang sedang dalam keadaan tidak aktif.
" SERANGAN MUSUH !!!, SEMUA PRAJURIT BERSIAP UNTUK BERTEMPUR. "
Segera para penjaga yang tertidur bangun dari mimpi mereka satu persatu dan membentuk formasi untuk melindungi tenda yang ada di bagian pusat kamp, dilihat dari tindakan mereka yang cepat dan efisien, jelas bahwa mereka sudah sangat terlatih dan terbiasa dalam menghadapi situasi seperti ini.
Evan juga terbangun saat mendengar teriakan itu, dia bergegas keluar dari tendanya dan mengamati situasi disekitar.
" Dimana musuh berada dan berapa jumlah mereka ? "
Evan lansung bertanya pada orang yang berada paling dekat dengannya dan itu adalah Gerrarld.
" Lapor tuanku, musuh berada di arah jam 9, jumlah mereka berkisar dari 50 sampai 70 orang dan semuanya menunggang seekor kuda, mereka akan mencapai sisi kita dalam waktu berkisar 7-8 menit, jika dilihat dari perlengkapan yang mereka pakai kami menyimpulkan bahwa mereka adalah bandit biasa. "
__ADS_1
" Hmm. "
Saat Gerrarld menyelesaikan kata-katanya, dia tanpa sengaja melihat bahwa mata tuannya yang selama ini tertutup tiba-tiba terbuka perlahan, mata berwarna biru safir yang sangat indah dengan tanda pedang perak ditengahnya bersinar terang di kegelapan malam, saat dia melihat mata itu, dia merasa bahwa ada sebilah pedang yang sangat tajam siap untuk memotong tubuhnya menjadi beberapa bagian.
Segera dia mengalihkan pandanganya dengan menundukkan kepalanya kebawah dan perlahan perasaan dekat kematian itu menghilang.
Tapi dia tidak punya waktu untuk memikirkan apa yang sedang terjadi saat Evan tiba-tiba berteriak dengan sangat keras.
" Hmm...? Sialan.
PARA KSATRIA SILVERASH, PAKAILAH PERLENGKAPAN KALIAN DAN BERSIAPLAH UNTUK PERTEMPURAN HIDUP DAN MATI. "
" Yes Sir. "
2 menit kemudian, mereka kembali dengan full set armor putih perak yang menutupi seluruh tubuh dan sebilah pedang ditangan kanan mereka, saat mereka kembali ke tempat sebelumnya, mereka dikejutkan dengan penampilan tuan mereka yang juga sudah bersiap untuk bertempur.
Evan saat ini memakai full set armor berwarna biru yang sangat indah, sedangkan tangan kanannya memegang pedang pendek dengan sarung berwarna biru yang sama.
Aura perak yang sangat tajam dan mendominasi menyelimuti seluruh tubuhnya sehingga memberinya kesan sebagai seorang Ksatria yang hebat, kecuali tinggi badannya yang sedikit pendek.
Meskipun para Ksatria ini dikejutkan sejenak oleh penampilan Evan, itu hanya sesaat, kemudian mereka segera membentuk formasi pertahanan kembali dengan Evan sebagai pusatnya.
Evan saat ini masih membuka matanya dan menatap tajam kearah pasukan musuh yang dengan cepat mendekat.
Selain Sword Illusion dan Future Vision, Sword Eyes juga memiliki banyak fungsi lainnya yang lebih lemah seperti penglihatan jarak jauh, penglihatan malam, sensitivitas energi dan lain-lain, jika tidak demikian ini hanya akan mempermalukan nama Bloodline tingkat Platina.
__ADS_1
Saat ini musuh yang dilihat Evan bukanlah bandit-bandit biasa seperti yang dikatakan Gerrarld, tapi sebuah pasukan ksatria terlatih yang minimal anggotanya adalah seorang ksatria formal, bahkan ada beberapa Master Ksatria diantara mereka dan setiap dari mereka sangat terlatih, hal ini dapat dilihat dari aura menindas yang dikeluarkan oleh kelompok itu, terutama orang yang berdiri paling depan dengan wajah penuh bekas luka mengerikan, Evan bahkan tidak dapat melihat seberapa kuat orang ini jadi dapat disimpulkan bahwa basis budidaya orang itu jauh melampaui dirinya.
Saat ini dia dan pasukannya berada dalam posisi yang kurang menguntungkan baik itu dalam kuantitas maupun kualitas, ini adalah keadaan yang tidak pernah dia temui dalam 9 tahun hidupnya.
Meskipun dia sangat gugup saat ini entah kenapa sepertinya ada sesuatu yang bersorak kegirangan jauh didalam tubuhnya yang membuat tubuhnya terbakar bersemangat menantikan pertarungan yang akan terjadi, dan tanpa dia sadari bibirnya mulai membentuk sebuah senyum dibalik helm ksatrianya yang akan membuat siapapun bergidik ketakutan saat melihatnya, itu jelas bukanlah sebuah senyum yang bisa ada pada anak berusia 9 tahun.
Saat pasukan berkuda itu semakin mendekat, para ksatria yang ada dipihak Evan akhirnya menyadari keseriusan masalah ini, meskipun begitu mereka tidak ketakutan ataupun melarikan diri dari pertempuran karena itu akan dianggap aib bagi seorang Ksatria.
" Siapkan formasi ! "
Saat perintah terdengar para Ksatria itu hampir secara bersamaan menarik keluar pedang mereka dari sarungnya dan menghunuskan kearah musuh mereka.
Tapi tiba-tiba mereka mendengar sebuah suara dalam bahasa yang aneh dan tidak dapat dimengerti, saat mereka mencari sumber suara ternyata itu adalah tuan mereka yang sedang menggumamkan sesuatu seperti sedang bernyanyi.
~ Aku perintahkan engkau wahai roh api, lindungi aku dan hancurkan musuh-musuhku ~
~ Fire Wall ~
Saat pasukan musuh berjarak sekitar 10 meter dari mereka, tiba-tiba muncul sebuah dinding setinggi 2 meter yang terbuat dari api menghalangi jalan mereka, dinding itu muncul terlalu tiba-tiba sehingga mereka tidak punya kesempatan untuk menghindar dan terpaksa untuk menerobos.
Tapi ini sepertinya adalah pilihan yang sangat buruk karena mantra Evan kelihatannya masih belum selesai.
~ Aku perintahkan engkau wahai roh angin, terbangkanlah segala hal yang ada didepanku ~
~ Whirlwind ~
__ADS_1