
Di tengah tempat latihan Evan dan Ernest masih bersaing dengan sengit, mereka bahkan tidak ragu menggunakan aura mereka untuk saling menyerang, seorang Ksatria tingkat tinggi dapat menggunakan aura untuk melapisi permukaan senjatanya sehingga membuatnya menjadi lebih kuat dan dapat memiliki atribut aura tersebut.
Contohnya Evan dan Ernest saat ini yang masing-masing menggunakan aura mereka untuk melapisi pedang kayu sehingga pedang itu menjadi sekeras besi, selain itu mereka juga memperkuat sebagian tubuh mereka sehingga dapat meningkatkan kecepatan mereka beberapa kali lipat.
Meskipun mereka menggunakan pedang kayu untuk latihan, tapi sedikit saja kecerobohan akan mengakibatkan luka yang parah, meskipun mengetahui ini mereka tidak menahan serangan mereka sama sekali karena mereka tau akan ada yang menghentikan mereka sesaat sebelum semua itu terjadi.
Tidak jauh dari mereka ada seorang pemuda yang tampaknya baru berusia 20-an sedang mengawasi mereka dengan senyum lebar diwajahnya.
Orang ini adalah Ryan yang saat ini bertugas menjadi pengawas serta pelatih bagi kedua putranya.
Selama satu tahun ini dia selalu meluangkan waktu ditengah kesibukannya sebagai pemimpin keluarga untuk melatih putranya, dan hasilnya tidak mengecewakan sama sekali, dibawah bimbingannya Evan berhasil memaksimalkan bakat yang dia miliki sehingga dapat meningkatkan kekuatannya beberapa kali lipat hanya dalam waktu yang singkat.
Bahkan hal ini diluar dugaanya, dia memperkirakan Evan akan mencapai tahap ini dalam waktu 2 tahun, tapi sepertinya dia masih meremehkan bakat mengerikan putranya, hanya dalam waktu satu tahun yang singkat dia berhasil menyerap semua yang dia ajarkan seperti spons kering yang menyerap air dan bahkan dapat menyimpulkan hal-hal baru dari sesuatu yang dia pelajari.
Hal ini membuatnya sangat senang sekaligus lega, setidaknya dia tidak harus mengkhawatirkan kelangsungan hidup keluarga Silverash saat dia pensiun nanti, selama Evan masih menjadi bagian dari keluarga ini bahkan jika dia tidak menjadi pemimpin keluarga, dengan kekuatannya sendiri sudah cukup untuk melindungi seluruh keluarga sampai generasi selanjutnya menggantikannya.
Tapi semua itu dapat terjadi dengan syarat Evan masih hidup sampai saat itu, dunia ini mengandung banyak sekali bahaya, meski terlihat damai di luar, itu hanya sebatas pandangan orang-orang biasa, hanya para pemimpin tertinggi yang berdiri dipuncak dunia ini seperti keluaga Silverash yang tau bahwa kedamaian saat ini seperti selembar kertas tua yang sangat mudah hancur hanya dengan sedikit sentuhan.
Meski begitu Ryan masih yakin untuk melindungi Evan sampai dia cukup kuat untuk melindungi dirinya sendiri, ini bukanlah kesombongan, tapi kepercayaan diri yang dibawa oleh kekuatan, bukan kekuatanya sendiri, tapi kekuatan seluruh keluarga Silverash yang telah berdiri kokoh selama ribuan tahun.
Meskipun Ryan sedang sibuk dengan pikirannya sendiri tapi matanya tidak pernah meninggalkan adegan pertarungan yang ada di depannya.
Saat ini kedua bersaudara itu sudah terlihat kelelahan, tapi setiap gerakan mereka menjadi lebih kuat dan cepat, ini adalah seperti petunjuk bahwa pertarungan akan segera berakhir.
__ADS_1
Kraakkk...
Saat pedang mereka selesai bersilangan dengan kecepatan yang luar biasa, tiba-tiba terdengar suara retakan dari pedang Ernest, segera pedang kayu Ernest putus menjadi dua bagian , hal ini sekaligus menandai berakhirnya pertarungan ini.
" Hahahaa aku menang lagi, jadi skor kita saat ini menjadi 5 : 3, akulah jenius terhebat dan tertampan di dunia ini, hehe ada apa dengan ekspresi wajah itu, apa kau kesal dengan kekalahanmu saudara, jangan menangis, lain kali kita bertanding aku akan bersikap mudah padamu, hahahaaaa. "
" Sial, aku tidak terima hasil ini, kau hanya beruntung karena pedang kayumu lebih bertahan lama, aku ingin pertandingan ulang. "
" Menyangkal kekalahan adalah tindakan seorang pengecut, lagipula keberuntungan juga merupakan salah satu faktor penting dalam pertarungan, aku harap kau beruntung mematahkan pedang kayu ku lain kali saudara, hahahaaa. "
"..."
[ Sial, kenapa tuhan menciptakan lidah yang tajam untuk bocah ini, aku bahkan tidak bisa membalas satu katapun. ]
" Sigh... aku mengerti ayah, sesaat aku hanya terbawa emosi karena kata-kata Evan. "
" Aku mengerti apa yang kau rasakan, bahkan jika itu orang mati, mereka akan bangkit dari kematian dan memuntahkan seteguk darah karena kata-katanya. "
" Hey..hey..hey.. , apa kalian pikir aku tidak mendengarnya, jujur saja, kalian sebenarnya hanya iri dengan bakat dan ketampananku, tapi tidak ada yang bisa kulakukan untuk itu, aku dilahirkan untuk- "
" Diamlah dasar orang buta ! "
"..."
__ADS_1
Percakapan singkat yang harmonis terjadi antara mereka bertiga saat berjalan menuju ke tempat istirahat yang berada di sudut tempat latihan dan disana sudah menunggu dua wanita cantik yang sedang mempersiapkan hidangan makan siang yang mewah.
Beberapa saat kemudian keluarga lima orang makan siang bersama dengan suasana yang hangat.
Seusai makan siang Evan tiba-tiba mengejutkan semua orang dengan kata-katanya.
" Aku telah mencapai puncak tahap ketiga dari Breath of Silver Sword dan sekarang akan memasuki tahap keempat awal, apakah ada saran untukku sebelum mencoba melakukannya ayah ? "
Ryan tertegun sejenak dengan kata-katanya, secara refleks dia memegang tangan Evan dan menyebarkan auranya ke dalam tubuhnya untuk melihat apakah putranya berbohong atau tidak.
Dan memang, dia menemukan sebuah pedang perak kecil yang tepat berada di sebelah jantung putranya, selain itu dia juga menemukan sesuatu yang lain selain pedang perak kecil yang indah, itu adalah dua lingkaran yang saling bersilangan mengelilingi jantung putranya, dia terkejut sejenak tetapi setelah dia memikirkannya dengan hati-hati dia mengerti apa yang coba dilakukan putra nakalnya saat ini.
Saat Ryan menyebarkan auranya ke dalam tubuhnya, Evan sudah tau kalau dia tidak akan bisa menyembunyikan rahasianya lebih lama lagi.
Sesaat suasana menjadi hening, tidak ada yang berbicara saat mereka melihat wajah dingin dan serius Ryan saat ini, dan di depannya Evan juga mengubah sikapnya yang biasanya lucu dan humoris menjadi tanpa ekspresi, saat Rossaline berusaha untuk menghangatkan suasana, suara Ryan yang sangat dingin dan dipenuhi amarah terdengar mengejutkan mereka semua.
" APA KAU MENCOBA UNTUK MENJADI KSATRIA SIHIR ? "
" Benar sekali ! "
Saat Ryan mendengar jawaban Evan kemarahannya menjadi semakin besar, dia yang biasanya menjadi ayah yang baik hati dan penyang tiba-tiba mengeluarkan aura yang sangat mengerikan sehingga membuat semua orang tidak berani memandangnya dan hanya bisa menundukkan kepala mereka, bahkan Rossaline yang sedang mencoba menghangatkan suasana tiba-tiba diam dan menundukkan kepalanya, Ernest dan Cecil yang ada ditempat kejadian juga tidak terkecuali.
Evan bisa merasakan kemarahan ayahnya saat ini meski dengan mata tertutup, tapi dia tidak mundur sama sekali, kakinya mengakar kuat kelantai, badannya tegak lurus seperti pedang yang terhunus dari sarungnya, ditambah wajahnya yang tanpa ekspresi menjadikannya tampak seperti orang dewasa meski dengan wajah yang kekanak-kanakan.
__ADS_1
Sikap masing-masing pihak menjadikan anggota keluarga lainnya semakin khawatir, meskipun ini bukan pertama kalinya mereka melihat Ryan marah, tapi ini masih pertama kalinya mereka melihatnya semarah ini, selain itu mereka juga melihat sisi lain dari Evan yang akan mengubah seluruh pandangan mereka terhadapnya.