Tahta Perak

Tahta Perak
Menerobos


__ADS_3

Disebuah tempat latihan terdapat dua orang yang sedang bertarung menggunakan pedang kayu, setiap gerakan mereka sangat anggun dan indah, bahkan dapat dianggap sebagai sebuah karya seni, mereka adalah dua bersaudara Ernest dan Evan


Banyak orang yang menganggap seni pedang yang indah hanya dapat ditampilkan di pertunjukan tetapi tidak berguna saat pertarungan yang sebenarnya, hal ini sebenarnya salah besar.


Orang yang mengatakan itu hanya orang dengan pengetahuan terbatas yang belum pernah melihat seni pedang sejati, jika orang-orang itu melihat pertandingan kedua saudara ini, mereka pasti akan menelan kata-kata mereka.


Tidak ada gerakan yang sia-sia dan membuang-buang energi, setiap serangan ditunjukkan pada organ vital atau daerah yang tidak terlindungi, tegas dan tidak ragu dalam setiap gerakan mereka.


Meskipun indah, setiap dari gerakan yang mereka lakukan memiliki tujuan tertentu, apakah itu untuk mengelabuhi musuh atau membuat serangkaian serangan yang mematikan.


Sudah 3 bulan sejak mereka berlatih bersama, awalnya Evan hanya berjanji kepada ayahnya untuk berlatih bersama Ernest selama sebulan, menurut sikap Evan selama ini yang benci melakukan sesuatu yang berat dan melelahkan dia seharusnya berhenti datang ke tempat latihan setelah periode satu bulan selesai.


Tapi yang mengejutkan semua orang adalah Evan tidak menunjukkan tanda-tanda berhenti setelah menepati janjinya, melainkan terus melatih dirinya lebih keras dibawah bimbingan saudaranya.


Ryan yang melihat hal ini merasa sangat gembira, meskipun putranya yang pemalas itu masih terus mengeluh tanpa henti tentang betapa berat latihannya, itu masih merupakan perubahan yang bagus jika dia mau berlatih dengan sungguh-sungguh.


Karena itu Ryan berusaha meluangkan waktu disela-sela kesibukannya untuk sering datang melatih kedua putranya secara pribadi, pada awalnya kedua bersaudara itu memang sudah memiliki bakat yang luar biasa sejak awal, ditambah bimbingan seorang Ksatria yang sangat kuat dan berpengalaman, kemajuan mereka menjadi semakin cepat.


Sebenarnya mereka berdua memang memiliki tutor masing-masing untuk mengajari mereka, tetapi dapatkah tutor-tutor itu dibandingkan dengan pemimpin keluarga Silverash saat ini ?, jawabannya tentu saja tidak.


Ryan Silverash dapat dianggap sebagai salah satu orang terkuat di World of Ruins, dia bahkan memiliki gelar Silver Sword King yang diakui oleh seluruh dunia, sedangkan tutor-tutor itu sangat tidak signifikan jika dibandingkan.


Ditengah tempat latihan, dua bersaudara itu masih bertanding dengan sengit, jika dilihat dari sudut pandang orang ketiga, Evan saat ini berada di pihak yang kurang menguntungkan, dia hanya bisa bertahan dari serangan Ernest yang cepat dan kejam dan hanya bisa sesekali melancarkan serangan balasan.

__ADS_1


Tapi sebenarnya hanya mereka berdua yang paling tau situasi sebenarnya pertarungan ini, Evan yang berada di posisi bertahan saat ini sebenarnya tidak menunjukkan celah sedikitpun bagi Ernest untuk mendaratkan serangannya ditubuhnya, dia menyadari bahwa kekuatannya masih kalah jauh jika dibandingakan dengan saudaranya saat ini, jadi dia berusaha menutupi serangan tersebut dengan teknik bertahanya.


Ernest juga tahu tentang ini, tapi dia tidak bisa melakukan apapun, meskipun kekuatannya lebih besar tapi pertahanan Evan bisa dibilang tak tertembus kecuali jika dia melepaskan semua kekuatannya, tapi mereka telah sepakat untuk tidak menggunakan aura sama sekali, jadi dia hanya bisa terus menyerang dengan kejam untuk menghabiskan stamina lawannya.


Satu jam kemudian pertandingan dinyatakan berakhir dengan kemenangan Ernest, tapi ini jelas bukan kemenangan yang mudah, Ernest hanya bisa menang karena dia memiliki stamina yang lebih besar dibandingkan dengan adiknya, jika tidak masih belum diketahui kapan pertandingan akan berakhir.


" Haa...haa... kau memang monster kecil, bagaimana kau bisa meningkat sejauh ini hanya dalam 3 bulan. "


" Haa...haa... itu jelas ...haa... karena aku lebih tampan darimu ... haa... "


" Sialan kau, apa kau ingin dihajar lagi. "


Dengan nafas yang terengah-engah, kedua saudara ini masih bisa bercanda satu sama lain.


" Apakah kau akan mencoba menerobos hari ini ?"


" Benar, aku sudah memperkuat semua bagian tubuhku dengan aura, langkah selanjutnya adalah untuk mengumpulkan aura di dalam tubuhku tanpa membiarkannya menyebar. "


" Jangan kecewa jika gagal melakukannya saat pertama kali..., tunggu dulu, aku mungkin juga membenturkan kepalaku ke dinding jika aku mengkhawatirkan monster kecil sepertimu. "


" Hahahaa, kau benar, aku adalah orang paling tampan dan berbakat di dunia ini, hal kecil seperti menjadi ksatria formal bukanlah apa-apa bagiku. "


"..."

__ADS_1


[ Dasar bajingan sombong, aku mengutukmu untuk tidak pernah menerobos. ]


Beberapa saat kemudian, Evan yang duduk bersila mulai menjalankan teknik pernafasan, tiba-tiba tubuhnya mulai memancarkan aura berwarna putih perak dengan sedikit kilau metalik di dalamnya, ini menunjukkan bahwa dia telah mencapai tahap ke dua dari teknik pernafasan Breath of Silver Sword, yaitu Breath of Steel.


Pandangan Ernest menjadi hitam saat melihat pemandangan ini, dia membutuhkan waktu kurang lebih 4 tahun untuk mencapai tahap ini, tetapi monster kecil ini hanya membutuhkan waktu 4 bulan, perbedaan itu menjijikkan jika dibandingkan.


[ Terkadang aku meragukan apakah aku memang jenius atau hanya orang bodoh yang mengaku sebagai jenius, tapi jika itu yang kedua, apakah orang-orang yang menyebutku sebagai jenius tertinggi lebih bodoh dari pada orang bodoh ?, harus disebut apa mereka ?, orang bodoh yang terbodoh ?, sial kenapa aku harus memikirkan semua ini. ]


Proses menjadi ksatria formal sebenarnya tidak sulit, hanya perlu untuk menyerap aura dan menyimpannya di perut bagian bawah dan tidak membiarkannya menyebar, jika berhasil maka mereka dapat dianggap sebagai ksatria formal.


Tapi kebanyakan orang masih gagal melewati tahap ini karena kurangnya bakat mereka.


Evan saat ini sedang mencoba membimbing aura yang dia serap ke dalam perut bagian bawahnya, beberapa saat kemudian sebuah bola gas putih perak muncul di sana, setelah memastikan bola itu tinggal disana dan tidak menyebar dia merasa senang karena ini adalah tanda bahwa dia telah menjadi seorang ksatria formal.


Saat dia bersiap untuk menyombongkan terobosannya kepada saudaranya tiba-tiba rasa sakit yang mengerikan muncul dari perut bagian bawahnya dan menyebar keseluruh tubuhnya, Evan yang semula tersenyum gembira tiba-tiba jatuh tersungkur ke tanah sambil berteriak kesakitan.


Ernest yang melihat pemandangan ini berusaha untuk membantu tapi apapun yang dia lakukan sepertinya tidak berefek sama sekali.


Melihat usahanya sia-sia dia dengan cepat memanggil pelayan dan menyuruhnya untuk menjaga Evan sedangkan dia sendiri berlari menuju ruang kerja ayahnya untuk meminta bantuan.


Sesaat setelah Ernest pergi, Evan yang tidak sanggup lagi menahan rasa sakit akhirnya jatuh tak sadarkan diri, dibawah tatapan para pelayan tubuh Evan mulai memancarkan cahaya perak terang menyinari seluruh tempat latihan, semakin lama waktu berlalu semakin terang cahaya tersebut hingga menyinari hampir seluruh kastil Silverash.


Ryan yang sedang bergegas menuju tempat latihan ditemani oleh istri dan putranya tiba-tiba menghentikan langkahnya saat melihat cahaya perak itu, ekspresinya yang semula cemas berubah seketika menjadi kegembiraan ekstrim, tanpa menunggu putra dan istrinya dia bergegas menuju tempat pelatihan dengan kecepatan yang sangat menakutkan.

__ADS_1


__ADS_2