
Saat ini di Colosseum ada kurang lebih 100.000 orang yang sedang menyaksikan turnamen tahap pertama, jadi tidak mengherankan jika tempat ini menjadi sangat ramai dan berisik, tapi ada satu tempat yang sangat berlawanan dengan situasi keseluruhan Colosseum.
Tempat itu adalah sisi bagian utara Colosseum, tidak seperti semua tempat lainnya, sisi utara memiliki sangat sedikit penonton dan juga suasana disini tidak berisik seperti sisi lainnya.
Alasan mengapa sangat sedikit orang di sisi utara Colosseum karena tempat ini hanya diperuntukkan bagi para bangsawan.
Bahkan jika ada orang yang rela membayar mahal untuk menempati salah satu kursi disini, dia akan ditolak secara tegas jika dia tidak memiliki status bangsawan.
Saat ini di area khusus ini hanya ada 7 orang yang sedang berbincang-bincang dan dilihat dari sudut pandang manapun, mereka bukanlah orang biasa.
Tidak diragukan lagi mereka adalah para bangsawan yang datang untuk menyaksikan turnamen ini.
Ke 7 orang ini terdiri dari 3 pria dan 4 wanita, pria pertama yang menduduki kursi paling tengah adalah Brian Eleanor dan disebelah kirinya ada seorang wanita berambut hitam yang sangat cantik dengan fitur wajah sedikit mirip dengan Sofia, dia adalah Sera, satu-satunya istri Brian dan ibu dari Sofia.
Sedangkan di sebelah kanan Brian ada seorang pria gemuk berambut merah yang sedang memperhatikan layar cahaya yang ada di depannya.
Pria ini bernama James Scarlet yang merupakan Count dari Kekaisaran Landover dan juga salah satu sahabat terbaik yang dimiliki Brian.
Keluarga Scarlet adalah bangsawan tingkat menengah keatas yang memiliki warisan dan latar belakang sangat dalam, tapi dalam beberapa generasi terakhir, keluarga ini mulai menurun disebabkan oleh pemimpinnya yang kurang kompeten.
Banyak artefak warisan dan barang-barang berharga lainnya dijual oleh pemimpin keluarga generasi sebelumnya dan hasil uangnya akan digunakan untuk bersenang-senang dan memenuhi gengsi mereka.
Saat keluarga Scarlet sedang berada di ujung tanduk, sebuah keajaiban terjadi dan itu adalah lahirnya seorang penerus yang sangat berbakat dalam bidang pengelolaan wilayah, orang itu adalah James Scarlet yang saat ini duduk di sebelah Brian.
Semenjak posisi pemimpin keluarga berada di tangannya, keluarga Scarlet mulai mengalami perubahan yang sangat luar biasa.
Panen melimpah, bisnis melonjak, hutang terlunasi, penghasilan meningkat bahkan pajak berat yang ditanggung oleh rakyat berkurang secara signifikan dan ini semua hanya karena satu orang.
Tapi meskipun James sangat berbakat, bakatnya hanya terbatas pada bidang ekonomi dan pengelolaan wilayah, karena itu kekuatan militer keluarga Scarlet tidak berkembang sama sekali dan hal ini membuat James sakit kepala.
Tapi sepertinya dewi keberuntungan masih berpihak padanya, di sebuah acara pernikahan, James tidak sengaja bertemu dengan Brian yang dapat dikatakan sangat berpengalaman dalam bidang militer.
Melalui beberapa kebetulan dan keberuntungan, mereka akhirnya berhasil menjalin hubungan kerja sama dan setelah sekian lama mereka berdua tanpa sadar menjadi sahabat sejati.
" Sepertinya banyak peserta berbakat tahun ini, hmph, kau sangat beruntung pak tua. "
__ADS_1
James yang baru saja melihat layar cahaya di depannya, tiba-tiba berkata dengan iri.
" Hahahaa, jika kau iri, buatlah turnamen sendiri di kotamu, itupun jika kau mampu melakukannya, muahahaa. "
" Sialan kau pak tua, kau pikir aku tidak bisa melakukannya, lihat saja, aku akan membuat turnamenku sendiri dan akan kupastikan itu jauh lebih megah daripada punyamu. "
" Pffft, kau pikir aku tidak tahu jika kau sudah pernah mencobanya di kotamu beberapa tahun yang lalu dan hasilnya... sigh... menyedihkan. "
" Hmph, jika kau punya waktu untuk mengejekku, lebih baik kau pikirkan bagaimana cara untuk menghasilkan uang tahun ini, aku tahu jika biaya yang dikeluarkan untuk setiap turnamen tidaklah kecil, mungkin setelah turnamen selesai, kau akan jatuh miskin, muahahaa. "
" Hmph, orang lemah yang tidak tahu diri. "
" Apa yang baru saja kau katakan dasar Gubernur Miskin. "
" Aku bilang kau adalah bangsawan lemah yang tidak berguna. "
" Sialan kau orang miskin. "
" Lemah. "
" Miskin. "
" Miskin. "
" ... "
Saat Sera melihat pemandangan langka ini, dia tersenyum tipis dan bangkit dari kursinya untuk menuju ke seorang wanita glamor yang ada di sebelah James dan mengajaknya berbicara.
" Lama tidak bertemu Ms. Zenith, bagaimana kabarmu. "
" Aku baik, bagaimana denganmu Ms. Sera, kudengar dari suamiku bahwa kau melahirkan seorang anak laki-laki yang gemuk dua tahun lalu, maaf karena aku sangat sibuk waktu itu jadi aku tidak sempat mengucapkan selamat secara langsung. "
" Tidak masalah sama sekali, aku sudah sangat berterima kasih karena kau sempat mengirim surat beserta hadiah di jadwalmu yang padat. "
" ... "
__ADS_1
Orang yang saat ini berbicara dengan Sera adalah istri James, Zenith Weasley dan di sampingnya ada putri mereka yaitu Fiona yang sempat bertemu dengan Evan di pinggiran jalan utama bersama dengan Sofia.
Saat orang tuanya sedang berbincang-bincang, Fiona sibuk berurusan dengan kue yang ada di depannya tapi sesekali dia akan melirik ke kursi disamping tempat duduk Sera.
Kursi itu saat ini ditempati oleh seorang gadis seumurannya, gadis itu memiliki kulit putih bersih seperti batu giok dan rambut hitam panjang yang sangat indah.
Karena separuh wajahnya ditutup dengan kain putih, Sofia tidak dapat melihat secara langsung penampilannya tapi dari kedua mata ungu seperti permata itu, Sofia dapat dengan mudah mengenali identitas gadis ini.
[ Hmmm... mengapa seseorang dengan status setinggi itu datang kemari ?, untuk menonton turnamen ?, kurasa tidak, meski turnamen pencarian bakat ini cukup terkenal, tapi itu tidak akan dapat menarik seseorang dengan status setinggi itu, sigh... lupakan, aku akan tahu cepat atau lambat.
Sialan, dia melihat kearahku. ]
Seolah menyadari bahwa dia sedang diawasi, gadis dengan cadar putih itu mengalihkan tatapannya kearah Fiona sehingga membuat Fiona segera memalingkan mukanya kearah lain.
" Ohohohoo, siapa peserta ini, meski terlihat muda, dia telah mengumpulkan cukup banyak koin, namanya Isabell, kalian semua coba lihatlah. "
Tiba-tiba semua orang terganggu dengan suara teriakan James yang sangat keras dan karena penasaran dengan ekspresi berlebihannya, mereka semua segera mereka meng-klik nama Isabell yang ada di dalam layar cahaya dan beberapa saat kemudian muncul gambar seorang gadis kecil berambut putih yang memakai seragam pelayan sedang berjalan santai di tengah-tengah hutan.
Tak lama kemudian, datang seorang peserta lain yang bersembunyi dibalik pohon dan mencoba menyergapnya dari belakang tapi usahanya tidak berhasil.
Dengan tereksposnya tubuh orang itu, terjadilah pertempuran yang cukup sengit, meskipun tindakannya tercela karena mencoba menyerang musuhnya diam-diam, orang itu sebenarnya adalah Ksatria Formal tingkat tinggi dan juga cukup terampil dalam pertarungan.
Tapi dihadapkan dengan kemampuan Isabell yang misterius dan aneh seperti Shadow Movement dan Blood Weapons, orang itu hanya mampu bertahan kurang dari 15 menit sebelum menyerah.
" Oho, gadis ini sangat kuat, siapa dia, mengapa dia sama sekali tidak terkenal. "
" Benar sekali, tapi kemampuannya agak aneh, aku ingin tuhu atribut apa yang dia latih. "
" ... "
Setelah orang-orang itu melihat penampilan Isabell, mereka sangat terkejut tentang seberapa kuat dia, segera orang-orang itu mulai mendiskusikan tentang Isabell dan hanya dua orang yang tetap diam sambil menatap satu sama lain.
Mereka adalah James dan Brian, setelah mereka melihat kemampuan aneh yang digunakan Isabell, sebuah kata yang sudah bertahun-tahun terkubur dalam ingatan mereka akhirnya muncul kembali.
[ Vampire. ]
__ADS_1