Tahta Perak

Tahta Perak
Permainan Kecil


__ADS_3

Saat ini di bawah sebuah pohon di pinggir jalan utama kota Aurum, ada dua orang gadis bangsawan yang sedang berdiskusi sambil menatap seorang pengemis yang sedang tertidur di bawah pohon itu.


" Hey Sofia, apakah menurutmu pengemis itu masih hidup ? "


" Aku tidak tau, pokoknya kita harus pindahkan pengemis ini menjauh dari jalan utama, jika Tuan Silverash benar-benar datang untuk menyaksikan festival beberapa hari kemudian dan melihat para pengemis kotor sepertinya yang bergeletakan di pinggir jalan, hal itu pasti akan mengganggu beliau, aku tidak akan membiarkan itu terjadi. "


" Hmph, dasar fanatik menjijikkan, kau bahkan mempertimbangkan hal seperti itu... tapi apakah kau tidak kasihan dengan pengemis ini, lihatlah dia, wajahnya sangat pucat, pakaiannya compang-camping dan banyak bekas luka terlihat hampir di seluruh bagian tubuhnya, jelas-jelas dia habis dipukuli dengan kejam.


Menurut pendapatku, dia sedang mencoba beristirahat sambil mengemis di didepan rumah orang lain tapi malah dipukuli oleh pemilik rumah karena terganggu dengan bau dan penampilannya yang kotor, apa kau tidak merasa kasihan padanya ? "


" Ayolah Fiona, bukannya aku tidak kasihan padanya, tapi aku tidak punya pilihan lain, jika itu hari-hari biasa, mungkin aku akan membiarkannya beristirahat disini, tapi kau tau jika itu tidak akan terjadi kali ini. "


" Baik-baik, terserah apa katamu, lagipula ini adalah kota milikmu, sigh... sungguh pengemis yang malang. "


" Aku bukan pengemis. "


" !!! "


Saat kedua gadis itu sedang mempertimbangkan tentang apa yang akan dilakukan kepada pengemis di depannya ini, tiba-tiba mereka dikejutkan oleh sebuah suara yang bersumber dari pengemis yang sedang mereka bicarakan.


" Apa kau bangun tuan pengemis ? "


Setelah pulih dari keterkejutannya, Fiona bertanya pada Evan yang sedang berusaha bangkit dari posisi tidurnya, tapi karena dia merasa itu terlalu melelahkan, dia dengan cepat menyerah dan memutuskan untuk hanya menyandarkan punggungnya ke pohon yang ada di belakangnya.


" Bagaimana aku bisa tidur jika kalian berdua sangat berisik dan bukankah sudah kubilang jika aku bukan pengemis, kakekku adalah salah satu anggota Perserikatan pedagang Mawar, jadi bisa dibilang keluargaku cukup kaya. "


" Oh... jika memang begitu, mengapa kau berpakaian seperti itu dan tidur di trotoar pinggir jalan ? "


" Sigh... aku sebenarnya berangkat bersama dengan seorang pelayanan dan penjaga menggunakan kereta kuda, tapi di tengah jalan kami diserang oleh sekelompok bandit


Setelah pertarungan yang sengit, kami akhirnya berhasil meloloskan diri dari para bandit itu, tapi karena situasi yang mendesak, kami terpaksa meninggalkan kereta dan barang bawaan kami. "


" Oh ternyata begitu, jadi dimana pelayan dan penjagamu itu sekarang ? "


" Pelayanku sedang mencari sebuah penginapan terdekat sedangkan untuk penjagaku... dia mungkin akan segera datang ? "


" Hah ?, apa maksudmu dengan nada tidak yakin itu. "


" Aku sebenarnya juga tidak tahu kapan penjagaku akan datang, karena aku memberikan sebuah hukuman kepadanya sebelum kemari. "

__ADS_1


" Hooo... mengapa kau menghukum penjagamu, apa dia melakukan kesalahan ? "


" Hmph, aku menghukumnya karena dia bodoh. "


" ... "


" Sudah cukup dengan semua omong kosong ini, aku masih punya banyak hal penting yang harus kulakukan, bisakah kau segera pindah dari tempat ini ! "


Sofia yang selama ini diam mendengarkan ocehan sahabatnya dan sang terduga pengemis itu akhirnya memutuskan untuk ikut campur.


" Tidak, aku terluka, lelah, dan lapar, selain itu aku juga tidak bisa melihat, lagipula jalan ini milik ayahku, aku bebas berkeliaran kemana saja aku mau. "


Dan yang tak terduga adalah pengemis ini tidak hanya tidak menuruti perintahnya tapi juga membantah dengan kata-kata yang membuatnya sangat marah.


Tanpa basa-basi Sofia langsung menghunuskan pedang pendek yang berada di pinggangnya dan berusaha untuk menebas pengemis sialan itu menjadi potongan-potongan kecil.


Ketika Fiona melihat sahabatnya itu mulai kehilangan akal, dia berusaha sekuat tenaga untuk menghentikan Sofia sebelum semuanya terlambat.


" Apa yang kau lakukan, cepat lepaskan aku, akan kupotong pengemis ini menjadi beberapa bagian. "


" Tenanglah Sofia, jika kau membunuhnya itu hanya akan merugikan dirimu sendiri, kau harus ingat jika Perserikatan pedagang Mawar memiliki hubungan yang sangat erat dengan keluarga Silverash.


Untung saja Fiona mengetahui apa yang menjadi kelemahan sahabatnya ini dan berhasil menenangkannya dengan cukup mudah.


Tapi tiba-tiba, Evan mengatakan sesuatu yang membuat Sofia kembali meledak dengan amarah yang lebih besar dari sebelumnya.


" Pffft... apa aku tidak salah dengar, Guardian ?, hahahaa... gadis kecil sepertimu ingin menjadi seorang Guardian, itu hanya mimpi yang tidak akan pernah terwujud.


Karena keluarga Silverash tidak pernah sekalipun menerima seorang Guardian perempuan, berhentilah membuat orang tertawa dengan cita-cita konyolmu itu, mulai sekarang lebih baik kau mulai belajar menjahit dan memasak agar suatu hari nanti tidak mengecewakan suamimu, hahahaa. "


Setelah mendengar kata-kata Evan, Sofia seperti kucing yang ekornya diinjak, meraung dengan keras kepada Evan sambil mencoba menerkamnya.


" Sialan, lepaskan aku Fiona, hanya sekali tebas, aku hanya butuh sekali tebasan pedangku saja untuk membunuh bajingan ini. "


" Tenanglah Sofia, sesuatu yang dilakukan saat sedang marah tidak akan pernah berakhir dengan baik, sebagai sahabatmu aku tidak ingin kau menyesal seumur hidup hanya karena masalah kecil ini. "


" Apa ?, kecil ?, dia sudah menghinaku beberapa kali dan kau bilang itu masalah kecil, tidak peduli apa aku akan membunuhnya hari ini. "


" Sudah kubilang itu hanya akan menyebabkan kau dalam masalah, jika kau memang ingin membalas pengemis itu, maka buktikanlah jika kau mampu menjadi seorang Guardian, jangan hancurkan masa depanmu seperti ini. "

__ADS_1


" ... "


Setelah berulangkali bujukan dari sahabatnya, Sofia akhirnya dapat sedikit menenangkan amarahnya.


" Fiuhhh, kau benar Fiona, aku hanya harus menjadi seorang Guardian dan membuktikan kepada semua orang yang memandang rendah diriku jika mereka salah besar.


Kau dengar itu pengemis sialan, suatu hari nanti pasti akan kubuat kau menarik kata-katamu itu kembali, camkan itu baik-baik, ayo pergi Fiona. "


Setelah mengatakan kata-katanya, Sofia memegang tangan Fiona dan menyeretnya pergi menuju kereta kuda mereka.


Saat para perajurit yang mengawal kedua gadis itu melihat hal ini, mereka segera mengikuti Tuan mereka dengan ekspresi sedikit menyesal.


Apa kau bercanda, jarang-jarang kau bisa melihat Nona Muda yang biasanya dingin dan keren itu dipermainkan sedemikian rupa oleh seseorang, jadi tidak heran mereka sedikit sedih saat semuanya berakhir.


Tapi tak lama kemudian, sebuah suara yang familiar itu terdengar kembali dari balik punggung mereka yang membuat para prajurit itu menjadi bersemangat sekali lagi.


" Hey Nona, jika kau ingin aku menarik kembali kata-kataku, tidak perlu menunggu kau menjadi seorang Guardian, kau mungkin tidak akan pernah mencapai hal itu seumur hidupmu, bagaimana jika kita membuat sebuah taruhan sekarang juga. "


Langkah kaki Sofia tiba-tiba terhenti saat dia mendengar kata-kata itu, dia segera membalikkan tubuhnya dan bertanya dengan marah.


" Apa itu ? "


" Sebenarnya itu sangat sederhana, seharusnya kau tahukan jika beberapa hari lagi turnamen akan diadakan di kota ini, aku berencana untuk mengikutsertakan pelayananku dalam turnamen itu dan jika kau dapat mengalahkannya di atas ring, aku akan menarik kembali kata-kataku. "


" Baiklah, aku- "


" Tunggu dulu, bagaimana jika dia kalah ? "


Fiona segera menyela sahabatnya yang bodoh itu saat dia mencoba menyetujui persyaratan Evan bahkan tanpa mengetahui apa yang terjadi jika dia kalah.


" Kau tidak perlu khawatir Nona, aku tidak akan meminta apapun jika dia kalah, anggap saja ini sebagai permainan kecil diantara kita, bagaimana dengan itu ? "


" Kalau begitu sepakat, tapi tunggu dulu, bagaimana kami bisa mengetahui yang mana pelayanmu dari sekian banyak peserta ?, ngomong-ngomong kami juga belum mengetahui siapa namamu. "


" Sebenarnya sangat mudah untuk mengenali pelayanku, dia memilih ciri khas yang unik yaitu rambutnya berwarna putih seperti salju, dan untuk namaku... itu tidaklah penting. "


" Hmph, teruslah mencoba bersikap misterius, ayo pergi Fiona.


Setelah kelompok itu pergi menjauh, Evan tiba-tiba tertawa riang dan menggumamkan sesuatu yang tidak jelas dari mulutnya.

__ADS_1


" Hehehee, sepertinya turnamen ini akan semakin menarik. "


__ADS_2