
Teknik Breath of Silver sword dibagi menjadi 5 tahap.
Tahap pertama adalah Silver Aura, setiap ksatria akan memiliki atribut khusus dari teknik pernafasan yang di praktikkannya.
Contohnya adalah ksatria yang melatih teknik pernafasan tipe api akan memiliki atribut yang panas seperti bara api.
Silver aura adalah tipe aura langka yang hanya mengandung satu atribut yaitu kecepatan ekstrim, saat menggunakan aura ini seorang ksatria dapat meningkatkan kecepatannya hingga 5 kali lipat dibandingkan dengan Ksatria dengan atribut lain.
Tahap ini dikatakan selesai jika aura sudah berwarna putih keperakan.
Tahap kedua adalah Breath of Steel, di tahap ini aura akan dimurnikan dan tubuh akan dibersihkan sehingga mempercepat proses penyerapan aura hingga 4 kali lipat.
Ditahap ini aura putih keperakan akan menambah sedikit sentuhan kilau metalik yang indah.
Selanjutnya ke tahap ketiga yaitu Forging the Sword, seorang ksatria harus menempa aura untuk membentuk sebuah tanda pedang perak kecil tepat di sebelah jantung.
Saat pedang perak terbentuk ia akan mulai mengeluarkan atribut tambahan yaitu ketajaman, ini adalah faktor utama mengapa teknik Breath of Silver Sword menjadi salah satu teknik tertingi yang ada di dunia, atribut kecepatan ekstrim yang dipasangkan dengan atribut ketajaman merupakan mimpi buruk bagi siapapun yang menghadapinya.
Tahap ke empat disebut Body of Silver Sword, aura yang telah memiliki atribut kecepatan dan ketajaman digunakan untuk memperkuat seluruh tubuh, hal ini dilakukan agar tubuh dapat beradaptasi dengan baik saat menggunakan aura dan tubuh tidak mengalami kerusakan karena tambahan atribut baru.
Saat berada di tahap ini seorang ksatria akan merasakan sakit yang mengerikan karena tubuh akan dialiri aura yang sangat tajam dengan kecepatan tinggi, dalam prosesnya tubuh akan diperkuat beberapa kali lipat dan potensi tubuh akan meningkat sehingga mempermudah jalan bagi ksatria untuk menerobos tingkat yang lebih tinggi.
Tahap terakhir adalah Sword Heart, tahap ini merupakan yang paling berbahaya karena seorang ksatria perlu menggabungkan tanda pedang perak kedalam jantung.
Tanda pedang perak adalah manifestasi fisik dari aura kecepatan dan ketajaman yang ekstrim, jika ada sedikit saja kesalahan dalam proses penggabungan pasti akan berakibat fatal, meskipun seorang ksatria dapat melampaui batasan manusia biasa tetapi jika jantungnya dihancurkan tetap akan mengalami akhir yang sama.
Banyak dari keturunan keluarga Silverash yang berakhir tragis saat berada ditahap ini, karena itu tahap ini dianggap tabu dan hanya boleh dipraktikkan dengan izin dari kepala keluarga.
__ADS_1
Evan yang saat ini duduk bersila sedang melakukan teknik pernafasan dibawah bimbingan ayahnya, tiba-tiba seluruh tubuhnya memancarkan aura putih keperakan yang indah, hal ini menunjukkan bahwah dia sudah melatih tahap pertama dari Breath of Silver Sword ke kesempurnaan.
Agak jauh disampingnya Ernest juga mengeluarkan aura yang sama, tapi jika diperhatikan dengan hati-hati akan terlihat sedikit kilau metalik di aura putih peraknya.
Ryan merasa sangat senang saat melihat kedua putranya yang berbakat, terutama Evan yang sudah mencapai puncak tahap pertama dari teknik Breath of Silver Sword hanya dalam waktu kurang dari satu bulan.
Ernest yang juga dapat disebut salah satu jenius tertinggi generasi ini hanya mencapai tahap kedua selama 4 tahun latihan yang berat, ini membuktikan bahwa tingkat kesulitan melatih teknik ini sangat tinggi.
Dan hal ini sekali lagi menegaskan bahwa bakat dan pemahaman Evan dalam jalan ksatria jauh melampui ayah dan saudaranya.
Evan saat ini sedang mencoba memperkuat tubuhnya menggunakan aura, memperkuat tubuh harus dilakukan secara bertahap mulai dari kulit hingga organ dalam.
Dengan bimbingan teknik pernafasan, auranya mulai mengalir menuju bagian dalam kulit dan mulai membersikan kotoran-kotoran yang menempel serta mengganti sel-sel kulit yang rusak sehingga di tubuh Evan saat ini mulai muncul cairan hitam yang berbau busuk.
Tapi Evan tidak menyadarinya, dia terus mengalirkan auranya menuju setiap bagian kulit diseluruh tubuh, satu jam kemudian tubuh evan sudah hampir ditutupi oleh cairan hitam menjijijkan yang berbau busuk seperti kotoran, bahkan ayahnya mulai menjauh darinya.
Evan yang perlahan membuka matanya dibuat terkejut dengan keadaannya saat ini.
"..."
Setelah mengucapakan beberapa omong kosong yang membuat semua orang terdiam, Evan langsung bangkit dan berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah keluar dari kamar mandi dan berganti pakaian baru dia tidak berencana untuk melanjutkan latihannya, tidak peduli bagaimana ayahnya mencoba membujuk atau memarahinya itu tidak berguna sama sekali, tapi kemudian dia di ingatkan kembali tentang hukumannya untuk berlatih dengan saudaranya selama sebulan penuh.
Setelah kembali dari tempat latihan Evan lansung menuju ruangannya untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.
Beberapa jam kemudian terdengar suara pintu kamar yang terbuka dan seorang wanita cantik berjalan melewati pintu, wanita itu adalah Rossaline.
__ADS_1
Dia datang kemari mencari putranya karena saat ini adalah waktu makan malam, keluarga Silverash akan selalu menyempatkan diri mereka untuk berkumpul bersama saat makan malam, hal ini berguna untuk mempererat hubungan kekeluargaan serta meningkatkan komunikasi antara orang tua dan anak mereka yang jarang bertemu karena kesibukan masing-masing.
Setelah memasuki kamar anaknya Rossaline tersenyum melihat putranya yang sedang tertidur lelap diatas ranjang.
Dia kemudian berjalan secara perlahan menuju tempat tidur, setelah sampai di depan ranjang dia duduk disamping putranya dan membelai rambutnya dengan lembut agar tidak membangunkan tidur putra kesayangannya.
Sebagai seorang ibu, Rossaline tau betapa putranya tidak suka melakukan aktivitas fisik yang berat dan melelahkan, terlahir dari keturunan rakyat biasa dia sebenarnya tidak mengharapkan sesuatu yang hebat dari putranya, dia lebih suka putranya menjalani kehidupan yang riang dan bahagia tanpa harus mengkhawatirkan tentang pelatihan ksatria atau apaun itu.
Tapi sayangnya dia tidak bisa melakukan itu, sejak menikahi seorang dari keluarga bangsawan besar seperti Silverash, dia tahu bahwa di dunia ini tidak pernah ada keadilan, seorang yang lemah bahkan tidak punya hak untuk mendapatkan kebebasan, hanya yang kuat yang bisa menjalani hidup dengan baik, oleh sebab itu dia terpaksa harus mendukung suaminya dalam membuat putranya menjalani pelatihan yang keras dan berat agar putranya bisa menentukan masa depannya sendiri.
Evan yang merasakan belaian ibunya membuka matanya perlahan.
" Ibu, apa yang kau lakukan disini, apa sudah waktunya makan malam ? "
" Ohh kau terbangun, tidurlah sebentar lagi, masih ada beberapa saat sebelum makan malam. "
" Tidak mungkin, jika aku terlambat lagi ayah dan kakak akan menghabiskan semua daging panggang yang ada diatas meja seperti terakhir kali, cepat lah ibu. "
" haha baiklah, jangan tergesa-gesa, sebenarnya ibu sudah mepersiapkan daging panggang khusus untuk mu hari ini. "
" Benarkah, aku menyayangimu ibu. "
Evan yang melompat dari tempat tidur dan menarik tangan ibunya menuju pintu ruangan tiba-tiba berhenti dan memeluk ibunya erat-erat saat mendengar perkataanya.
Evan yang selalu dikenal dengan kecerdasan dan kebijaksanaan yang melampaui anak-anak seumurannya akhirnya menunjukkan sikap seorang anak berusia 8 tahun di depan ibunya.
Rossaline sangat mengetahui tentang putranya, dan mungkin karena ibunya yang sering memanjakannya sejak kecil, dia hanya akan mendengarkan perkataanya, ayahnya selalu sibuk dengan pekerjaannya dan meskipun Cecil dan Ernest memperlakukannya dengan baik, dia tidak terlalu lengket dengan mereka berdua.
__ADS_1
Dapat dikatakan bahwa di seluruh kastil ini hanya Rossaline yang dapat mengontrol Evan, bahkan perkataan ayahnya seringkali tidak di dengarkan olehnya.
Beberapa saat kemudian sepasang ibu dan anak ini berjalan sambil saling berpegangan tangan menuju ruang makan dengan suasana hangat dan menyenangkan.