Tahta Perak

Tahta Perak
Serangan


__ADS_3

Di sebuah puncak gunung terpencil yang berada di wilayah kekuasaan keluarga Silverash, ada sebuah desa kecil yang dihuni oleh kurang lebih 200 orang.


Ini sebenarnya bukan hanya desa biasa, desa ini merupakan markas utama dari grup bandit Silver Wind yang sering meresahkan banyak warga desa dan pedagang.


Saat ini, di sebuah rumah paling besar dan mewah di desa itu, ada seorang pria paruh baya berambut cokelat dan wajah yang terlihat cukup tampan serta berwibawa sedang memijat pelipisnya dengan jari-jari tangan kanannya sambil melihat banyak dokumen yang menumpuk di meja kerjanya.


Pria paruh baya ini bernama Zaratan yang merupakan seorang Master Ksatria dan juga ketua kelompok bandit Silver Wind.


Zaratan saat ini sedang mengalami sakit kepala yang cukup serius dikarenakan berkas-berkas yang menumpuk di meja kerjanya hari ini.


Berkas-berkas itu biasanya akan mencatat berbagai informasi tentang cabang-cabang dari kelompok Silver Wind seperti pengeluaran, pendapat, berada banyak korban yang jatuh saat melakukan misi dan jumlah anggota baru yang direkrut oleh cabang-cabang itu.


Tapi saat ini, berkas-berkas itu tanpa terkecuali hanya mencatat tentang 3 hal, yang pertama adalah laporan tentang kelompok cabang mereka yang tersebar di daerah terpencil dimusnahkan secara bertahap dari hari ke hari, kedua yaitu tentang catatan kerugian yang ditanggung oleh kelompok Silver Wind dan yang terakhir adalah tentang banyaknya anggota Silver Wind yang mengundurkan diri atau kabur secara langsung karena takut menemui nasib yang sama dengan kelompok- cabang yang telah dimusnahkan.


Ketiga hal ini jelas membuat Zaratan sakit kepala beberapa selama beberapa hari terakhir.


" Sialan, siapa yang berani bermain-main denganku, lebik baik kau berdoa aku tidak menemukan siapa dirimu, jika tidak..."


Bam...


Sebelum Zaratan dapat menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba sebuah suara ledakan yang cukup keras terdengar di telinganya, tapi hal itu tidak membuatnya terkejut sama sekali dan sepertinya dia sudah terbiasa dengan suara ledakan seperti itu.


"Ck, orang-orang tidak berguna itu, apakah mereka bertengkar lagi, kuharap mereka tidak merusak bangunan atau fasilitas lain yang ada di sekitarnya seperti terakhir kali dan juga mengapa aku hanya dikelilingi oleh orang-orang barbar yang hanya tahu cara minum dan berkelahi sepanjang hari.


Sigh... tenanglah, aku masih membutuhkan mereka untuk mendapatkan lebih banyak uang, setelah aku mengumpulkan cukup, aku tidak perlu hidup seperti ini lagi. "


Meskipun Zaratan sangat kesal dengan para anak buahnya, tidak ada yang bisa dia lakukan karena memang pada dasarnya para nggota bandit Silver Wind adalah para kriminal yang tidak dapat diatur.

__ADS_1


Meskipun mereka sudah diperingatkan beberapa kali olehnya tapi itu tidak membuat sikap mereka berubah, jadi dia hanya bisa menghela nafas panjang beberapa kali untuk sedikit menenangkan emosinya.


Baam...Brakkk...Bam...


Tapi lama-kelamaan suara itu tidak menghilang melainkan menjadi semakin keras dan hal ini membuat Zaratan yang sudah sakit kepala karena banyaknya masalah yang harus dia tangani akhirnya Zaratan tidak dapat lagi menahan amarahnya.


" Dasar Sialan, lihat saja, jika aku tidak menghukum orang-orang bodoh itu hari ini, namaku bukan lagi Zaratan. "


Setelah mengucapkan kata-kata itu, dia bangkit dari tempat duduknya dan bergegas menuju sumber ledakan terjadi sambil mengepalkan tangannya dengan erat.


Tapi saat dia membuka pintu rumahnya, dia menghentikan langkahnya seketika setelah melihat pemandangan yang ada di luar.


" Sialan, apa yang sebenarnya terjadi disini. "


Dan segera setelah dia melihat pemandangan yang ada di sekitar rumahnya, dia segera terkejut dan berteriak secara refleks.


Saat ini, pemandangan jalan di depan rumah Zaratan dapat dikatakan sangat menyeramkan, banyak bercak dan genangan darah yang tersebar di berbagai tempat dan bahkan beberapa potong tubuh atau mayat yang masih utuh tidaklah jarang.


[ Sialan, serangan musuh !, tapi bagaimana mungkin aku tidak mendeteksinya, dengan basis budidayaku yang ada di tingkat Grandmaster Ksatria, seharusnya aku dapat dengan mudah merasakan anomali yang terjadi di desa ini, kecuali... jika musuh memiliki seorang penyihir yang sangat terampil atau menggunakan beberapa harta khusus untuk melemahkan Indraku. ]


Meskipun dia sedang berlari sambil memikirkan sesuatu tapi kecepatan langkahnya tidak melambat sama sekali dan beberapa saat kemudian dia akhirnya tiba tempat dimana sumber ledakan terjadi.


Saat Zaratan sampai di tempat tujuannya, hal pertama yang menarik perhatiannya adalah pertempuran yang terjadi antara 5 bawahannya yang terdiri dari 3 orang Ksatria Formal dan 2 Penyihir Formal sedang melawan gadis kecil berambut putih.


Pertempuran itu sangatlah sengit dan saat ini sepertinya masih dalam kebuntuan, meskipun para bawahan Zaratan memiliki jumlah orang yang jauh lebih banyak tapi gadis kecil berambut putih itu sangat kuat, tidak hanya dia berhasil mengimbangi kelima bawahan Zaratan, bahkan dia secara bertahap mulai diatas angin.


Melihat situasi ini, Zaratan tidak terburu-buru untuk membantu bawahnya sendiri tapi dia malah memalingkan pandangannya pada seorang pemuda berambut hitam yang membawa sebuah Great Sword di punggungnya dan sepertinya dia sedang menikmati menikmati pertunjukan.

__ADS_1


" Salam tuan, namaku adalah Zaratan dan pemimpin kelompok Silver Wind, boleh aku mengetahui mengapa kau ada disini ? "


Segera Zaratan mulai mendekati pemuda itu dan setelah berjarak kurang lebih 10 meter dia akhirnya menghentikan langkahnya dan bertanya dengan sopan pada pemuda itu.


" Oh, jadi kaulah orang yang bernama Zaratan, namaku adalah William. "


" Jadi tuan William, apakah memiliki hubungan dengan gadis kecil yang ada disana ? "


" Hmm... kurasa teman ?, aku juga tidak yakin karena dia jarang berbicara padaku. "


" Kalau begitu apakah tuan William juga yang menyebabkan semua kekacauan saat ini ? "


" Hmm, kau bisa mengartikannya seperti itu. "


" Tapi kenapa kau memilih untuk menyerang kelompok kami tanpa alasan yang jelas ?, apakah salah satu dari kami menyinggungmu tuan William ?, jika itu yang terjadi, sebutkan saja siapa orang itu, alu pasti akan menghukumnya dengan sangat berat. "


" Bukan seperti itu, aku dan gadis kecil itu datang kemari sebenarnya karena kami telah diberikan misi oleh Tuan kami. "


" Oh, jika aku boleh tahu misi seperti apa itu, mungkin aku dapat membantu kalian berdua. "


" Hoho, tidak hanya sangat membantu, misi ini sebenarnya juga berkaitan erat denganmu.


" Oh, benarkah, kalau begitu bagus, setelah aku membantu kalian, bisakah kita hentikan pertarungan yang tidak perlu ini ? "


" Tentu saja, kami hanya ingin menyelesaikan misi kami, dan lebih cepat lebih baik. "


" Kalau begitu boleh aku tahu misi seperti apa itu ? "

__ADS_1


" Oh sebenarnya misi ini sangat sederhana, kami hanya perlu meminjam kepalamu sebentar saja, aku berjanji jika semua urusan kami sudah selesai, aku akan mengembalikannya segera. "


" ... "


__ADS_2