
Disebuah bukit terpencil yang sering dijadikan tempat istirahat oleh para pedagang dan pelancong, saat ini berdiri 3 orang yang sedang menatap daerah sekeliling dengan ekspresi sedih diwajah mereka.
Ke 3 orang itu tidak lain adalah Evan, Gerrarld dan William yang berhasil bertahan hidup dari pertempuran sengit antara para Ksaria Silverash dan Ksatria dari keluarga Marley yang menewaskan kurang lebih 90 orang Ksatria dari kedua belah pihak.
Meskipun mereka memenangkan pertempuran ini, tapi tidak ada sedikitpun ekspresi bahagia atau bangga diwajah mereka, yang ada hanyalah kesedihan karena kehilangan saudara-saudara yang telah bertempur berdampingan bersama dengan mereka.
Hal ini terutama berlaku untuk Gerrarld dan William yang sudah bersama tim ini untuk waktu yang cukup lama, ke dua orang ini masih ingat saat pertama kali mereka bertemu, itu adalah di barak militer dimana mereka ditugaskan untuk membentuk sebuah tim bersama sekitar 2 tahun yang lalu.
Saat itu mereka memperkenalkan diri dan menceritakan tentang tujuan mereka masing-masing, meskipun mereka baru saja bertemu, tapi tidak ada sedikitpun suasana canggung, mereka dengan riang mengobrol tentang kehidupan masing-masing atau membandingkan anak dan istri siapa yang lebih baik dan di hari itu juga, mereka bersumpah untuk menjadi saudara dan melindungi satu sama lain sampai kematian menjemput mereka.
Tapi pada akhirnya, hanya mereka berdua yang tersisa saat ini.
Meskipun Gerrarld dan William ingin gugur dengan terhormat seperti saudara-saudara mereka, tapi mereka tahu bahwa mereka tidak bisa melakukan itu saat ini, mereka masih memiliki tugas penting yang harus dijalankan, tugas yang saudara-saudara mereka telah mencoba yang terbaik hingga kehilangan nyawa mereka, jika mereka berdua berhenti sampai disini, mereka pasti tidak akan bisa menatap wajah saudara mereka di alam sana.
Saat ini Gerrarld dan William berdiri di belakang Evan yang sedang menatap pemandangan yang mengerikan disekitar mereka.
Bukit yang mereka singgahi untuk bermalam sudah tidak dapat lagi dikenali bentuknya, banyak lubang atau retakan yang membuat bukit yang awalnya adalah tempat yang cukup nyaman untuk beristirahat saat sedang menepuh perjalan jauh kini seperti habis terkena bencana alam.
Tidak hanya itu, tetapi ada juga banyak bercak darah dan potongan bagian tubuh yang tersebar disekitar bukit sehingga membuat suasana disini menjadi cukup menyeramkan.
Evan yang saat ini sedang memandang mayat-mayat dari para Ksatria yang gugur disekelilingnya tiba-tiba mengatakan sesuatu.
" Kalian semua adalah Ksatria yang hebat, kalian memblokir pedang musuh yang diarahkan padaku dengan tubuh kalian dan berkat kalian aku masih dapat mempertahankan hidupku, tapi sayangnya kita tidak dapat bertarung bersama lagi.
Aku sangat berterima kasih untuk apa yang kalian berikan padaku dan akan kupastikan jika pengorbanan kalian tidak sia-sia, akan kubuktikan kepada dua bahwa kalian tidak salah memilihku sebagai tuan untuk dilayani tapi saat hal itu terjadi, kalian mungkin tidak akan pernah bisa menyaksikannya.
Sekarang sudah waktunya bagi kalian untuk pergi, jangan khawatir tentang keluarga yang kalian tinggalkan, akan kupastikan mereka menjalani hidup dengan baik.
Beristirahatlah dengan tenang para Ksatriaku. "
Setelah Evan mengatakan kata-katanya, dia menghela nafas berat, kemudian berbalik untuk melihat dua Ksatria yang beruntung masih dapat bertahan hidup.
__ADS_1
" Sudah saatnya kita pergi, tapi kita tidak bisa membiarkan tubuh saudara-saudara kita dimakan oleh binatang buas, untuk menghindari hal itu salah satu dari kalian harus berjaga disini.
Gerrarld, karena lukamu terlalu parah, kau harus tinggal disini sambil menyembuhkan dirimu secara perlahan, William dan aku akan kembali ke kota Ash untuk meminta bantuan agar dapat memakamkan mereka dengan layak. "
" Yes sir. "
Setelah Evan memberikan perintahnya, dia langsung menuju ke arah kamp mereka sebelumnya yang agak jauh dari tempat pertempuran terjadi.
...
--Kastil keluarga Silverash--
Diruang kerja pemimpin keluarga, Ryan saat ini sedang meninjau dokumen tentang masalah-masalah yang sering terjadi di wilayah tersebut.
Sejak kepergian Evan dari kastil, kehidupannya kembali ke keadaan yang monoton dan membosankan, meskipun dia tidak tahan dengan kenakalan putra bungsunya itu, tapi tidak dapat dipungkiri jika kastil ini memang terasa sedikit kosong tanpa adanya dirinya.
Ryan yang sedang fokus bekerja saat ini tiba-tiba menghentikan gerakannya dan berbicara dengan suara yang dalam.
Saat Ryan menyelesaikan kata-katanya, entah kapan dan darimana, tiba-tiba ada seorang pria berbaju hitam yang sedang berlutut didepan meja kerjanya, pria ini memakai pakaian serba hitam dengan sebuah topeng yang menyeramkan diwajahnya.
Topeng ini membentuk sebuah fitur wajah menagis yang akan membuat setiap anak berlari ketakutan ketika melihatnya.
" Melaporkan kepada Yang mulia, tuan muda Evan mengalami penyergapan saat dalam perjalanan dan terluka cukup parah. "
" Hah ?, ini baru tiga hari saat dia meninggalkan kota Ash, seharusnya dia baru sampai di desa terdekat, bahkan jika ada yang menyerang kelompok itu, bukankah itu hanya para bandit desa yang lemah, bagaimana dia bisa terluka parah. "
" Tuan muda disergap oleh 73 orang Ksatria yang terdiri dari 1 Grandmaster, 4 Master dan sisanya adalah Ksatria formal dari berbagai tingkatan, korban yang tewas di pihak tuan muda adalah 18 orang dan tidak ada musuh yang berhasil selamat. "
" APA ? Bagaimana pasukan sebesar itu bisa lolos dari pengawasan kami, cepat ceritakan dengan detail apa yang terjadi. "
" Baik Yang mulia, pada suatu malam saat tuan muda dan para pengawal beristirahat di sebuah bukit ... "
__ADS_1
Pria berpakaian hitam itu mulai menjelaskan dari awal sampai akhir tentang kejadian di malam itu, semakin lama Ryan mendengarkan semakin terkejut dia dan ketika cerita berakhir, sebuah senyum lebar sudah terbentuk di bibirnya.
" Hahahaa, itu memang putraku, tidak hanya dia berbakat dalam budidaya, dia juga punya sikap yang harus dimiliki oleh seorang penguasa, kurasa keputusanku tidak salah saat menjadikan dia sebagai calon pemimpin keluarga selanjutnya, bagaimana menurutmu ? "
" Benar sekali yang mulia, setelah melihat bagaimana cara tuan muda Evan menangani situasi itu, kami para Shadow Guardians yakin bahwa jika tuan muda mewarisi tahta, keluarga Silverash pasti akan berkembang menjadi lebih kuat. "
" Hmm, tapi keluarga Marley benar-benar berlebihan kali ini, beraninya mereka mencampuri urusan keluarga Silverashku, meskipun Evan tidak akan melakukan apapun padanya karena sumpah yang telah dia katakan, tapi kita harus memberi mereka sedikit peringatan, besok pagi, panggil Cecil untuk menemuiku di Aula utama. "
" Baik yang mulia. "
" Dan dimana Evan saat ini ? "
" Tuan muda saat ini sedang dalam perjalan kembali ke kota Ash, mungkin dia akan sampai disini besok pagi. "
" Sigh, kurasa dia mengkhawatirkan ibunya akan terlibat dengan semua hal ini, dia takut jika ada sesuatu yang buruk akan terjadi pada ibunya saat dia tidak berada di dalam kastil. "
" Sepertinya kau sangat mengenal tuan muda dengan baik Yang mulia. "
" Tentu saja, lagipula dia adalah putraku, tapi meskipun begitu dia tidak pernah mendengar perkataan ayahnya ini, satu-satunya yang bisa membuatnya tunduk adalah ibunya.
Kurasa mulai saat ini kita harus memperketat pengawasan dan pertahanan di dalam kastil, jika sesuatu yang buruk terjadi pada Rossaline, kita tidak akan sanggup untuk menerima amarah bocah itu, cepat lakukan perintahku. "
" Baik Yang mulia. "
Setelah menyuruh pria berbaju hitam itu pergi, Ryan melihat kearah jendela ruangannya dan menggumamkan sesuatu sambil menggosok dahinya dengan jari-jarinya.
" Sepertinya dia benar-benar marah kali ini, aku penasaran siapa orang yang memiliki cukup keberanian untuk mengusik iblis kecil itu, kurasa mereka tidak tau sedang berurusan dengan siapa.
Setiap kali iblis kecil itu marah, pasti akan ada hal besar yang akan terjadi, Sigh... apapun itu, kuharap tidak terlalu merepotkan. "
Entah kenapa, Ryan sakit kepala hanya dengan memikirkan hal ini.
__ADS_1