Tahta Perak

Tahta Perak
Keluarga


__ADS_3

Setelah sehari semalam perjalanan, Evan akhirnya sampai di kastil keluarga Silverash, sesampainya disana dia langsung mencari dimana keberadaan ayahnya saat ini.


Sebenarnya tidaklah sulit untuk menemukan Ryan jika dia ada di dalam kastil karena hanya ada 2 tempat yang biasa dikunjungi orang yang super sibuk itu.


Pertama adalah ruang kerja pemimpin keluarga, setelah Evan memastikan bahwa Ryan tidak ada disana dia langsung bergegas menuju Aula utama dan benar saja, ternyata ayahnya memang ada disini bersama dengan ibu tirinya.


Saat Evan mendekati pintu Aula dia merasa ada yang aneh, sebenarnya dia sudah merasa ada yang tidak beres sejak pertama dia datang ke kastil ini, mulai dari gerbang kastil sampai pintu masuk Aula utama, dia sering menemui pelayan dan penjaga yang sedang melakukan tugas mereka dan setiap dari mereka yang memandangnya akan menundukkan kepala atau menunjukkan ekspresi ketakutan.


Tapi karena dia sedang terburu-buru, dia tidak terlalu memikirkannya, tapi kali ini dia memutuskan untuk bertanya.


" Apakah ada yang aneh dengan wajahku ? "


" Ti-tidak tuan muda, tidak ada yang aneh dengan wajahmu, k-kau ta-tampan seperti biasanya. "


Saat Evan mendengar jawaban gagap pelayan itu, dia tahu bahwa memang ada yang salah dengan penampilannya, tapi saat dia akan menanyakan lebih lanjut tentang itu, seorang pelayan lain menyela tindakannya.


" Tuan muda, Yang mulia mempersilahkanmu masuk. "


" Hmm, lupakan, aku akan menanyakan pada ayahku saja. "


Setelah itu Evan melambaikan tangannya dan memasuki Aula utama.


Tidak ada hal yang aneh didalam Aula, semuanya seperti biasanya, kecuali ada tambahan orang lain selain ayahnya yang dia cari.


" Oho, kebetulan sekali, selain ingin bertemu dengan pak tua itu, aku juga ingin sekali bertemu denganmu ibu Cecil, apakah kau tidak merindukan putramu yang tampan ini, atau kau bahkan tidak mengharapkan aku kembali, hehehee. "


Saat Evan melihat Cecil, dia langsung menyindirnya dengan kata-kata sarkastik sambil tertawa menyeramkan yang membuat Cecil sangat ketakutan hingga bersembunyi dibelakang suaminya.


" Hentikan candaanmu, itu tidak lucu sama sekali, kau tahu bahwa ibumu tidak sedikitpun terlibat dalam hal ini, lihatlah kau membuat dia ketakutan. "


" Tsk, kau sama sekali tidak punya selera humor yang baik pak tua, aku heran bagaimana caramu bisa mendapatkan dua istri yang begitu cantik, terutama ibuku Rossaline, dia adalah satu-satunya wanita paling sempurna di dunia ini. "

__ADS_1


" Hahahaa, itu tentu saja karena ketampananku, tidak ada wanita di dunia ini yang dapat bertahan dari pesona dan kharismaku, bahkan ibumu tidak terkecuali, muahahahaa. "


" Cih, jika kau tidak lahir di keluarga Silverash, bagaimana ibuku mau untuk menikahi idiot sepertimu, ngomong-ngomong bagaimana keadaannya saat ini ? "


Saat ayah dan anak ini saling bercanda dan membanggakan diri mereka sendiri, tiba-tiba Evan membahas topik yang cukup sensitif.


Aura yang menindas dan menakutkan tanpa sadar keluar dari tubuhnya saat dia menanyakan keadaan ibunya yang bahkan membuat Cecil yang berada di belakang Ryan merasakan tekanan sehingga membuatnya menyusut lebih dalam dibelakang panggung suaminya.


" Tenanglah Evan, ibumu baik-baik saja, akan kupastikan dia aman dan tidak akan terlibat dalam hal-hal seperti ini. "


Ryan yang melihat reaksi istrinya berusaha untuk menenangkan Evan dengan mengeluarkan auranya sendiri dan menekan milik Evan.


Aura yang agung dan sangat mengerikan tiba-tiba terpancar dari tubuh Ryan sehingga membuat Evan kembali mendapatkan ketenangannya.


" Fiuh... maafkan aku ayah, sepertinya aku agak terbawa suasana. "


" Tidak apa-apa, itu wajar karena kau baru saja mengalami kejadian yang tak terduga itu. "


" Sigh... inilah salah satu alasannya aku tidak ingin melibatkan diriku di dalam perebutan kekuasaan sialan ini, aku tidak ingin keluarga kita hancur hanya karena masalah ini, jika kalian tidak ada disampingku saat aku mewarisi tahta, itu hanyalah sebuah mahkota kosong bagiku, sama sekali tidak ada harganya. "


" Tentu tidak, aku juga menyayangi ibu Cecil, bagaimana aku bisa menyalahkannya, kecuali jika dia berniat menyakiti ibuku, aku akan memaafkan kesalahan apapun yang dia lakukan. "


" Kau dengar itu sayang, inilah Evan kita yang sebenarnya, sepertinya semua kekhawatiran kita sia-sia, hahahaaa. "


" Memang apa yang kalian pikirkan tentangku hah ?, apakah kalian pikir aku adalah seorang yang berpikiran sempit, dan ibu, kenapa kau bersembunyi dibelakang ayah, apakah aku memang semenakutkan itu. "


" ... "


Tiba-tiba suami istri itu terdiam saat mendengar kalimat putra mereka, segera Ryan menyuruh Cecil untuk mengambil sebuah cermin dan memberikannya kepada Evan.


" Ada apa dengan kalian berdua dan kenapa sebuah cermin-

__ADS_1


Holy Shittt... siapa si buruk rupa ini, mengapa sebagian wajahnya mirip denganku, apakah ini diriku ? tidak, ini pasti bukan aku, ini jelas bukanlah cermin biasa, aku bisa merasakan energi jahat yang sangat besar dari cermin ini, ini pasti cermin terkutuk, lebih baik jika kuhancurkan saja benda ini. "


Bam... kachaa...


Tiba-tiba Evan membanting dengan keras cermin malang yang tertuduh sebagai cermin terkutuk itu ke lantai hingga hancur berkeping.


Alasan Evan melakukan ini adalah karena dia melihat wajah yang sangat menakutkan di cermin itu, separuh bagian wajah itu terbakar hingga hanya menyisakan daging dan bahkan terlihat tulang putih di beberapa bagian.


Dia sebenarnya sadar jika itu adalah wajahnya, tapi dia sepertinya masih belum mau menerimanya.


" Baiklah, cukup dengan drama singkat ini, lukamu itu bisa sembuh hanya dalam beberapa hari jika kau menggunakan Energi itu, sekarang saatnya kembali ke masalah utama, Cecil bisakah kau keluar sebentar, aku ingin membicarakan sesuatu yang penting dengan Evan. "


" Hmm, kalau begitu aku tidak akan mengganggu kalian lagi. "


" Tunggu sebentar ibu, ada yang ingin aku katakan kepadamu.


Saat dalam perjalanan kembali, aku bertemu dengan seorang Ksatria yang bernama Andrew bersama dengan 72 rekan-rekannya, dia banyak membantuku dalam perjalan sehingga aku sangat berterima kasih kepada mereka semua.


Tapi sepertinya mereka sedang menjalani misi yang sangat berbahaya, jadi mereka memintaku untuk mengurus keluarga mereka jika mereka tidak kembali dari misi kali ini, kebetulan keluarga mereka berada di wilayah kekuasaan Baron Marley, bisakah aku membantu ibu ? "


Evan mengarang alasan acak tentang Andrew dan rekan-rekannya, kemudian, tanpa menunggu Cecil untuk menjawab, dia melemparkan sebuah selimut dengan banyak noda darah diatasnya kearah ibu tirinya itu.


Sedangakan Cecil yang masih terlihat sedikit linglung saat mendengar kata-kata Evan, secara refleks menangkap selimut itu.


Cecil adalah orang yang cerdas, setelah menghubungkan apa yang dikatakan Evan dengan hal yang dikatakan suaminya, dia segera menyadari apa yang sebenarnya terjadi.


Tiba-tiba dia mengingat seorang pria lugu dan polos yang sering bermain dengannya saat dia masih kecil dulu dan tanpa dia sadari air mata mulai menetes di pipinya, sambil memegang selimut itu erat-erat, Cecil membungkuk kepada Evan sekali dan meninggalkan Aula dengan kepala tertunduk.


" Bukankah itu sedikit berlebihan, Evan. "


" Aku hanya ingin agar ibu bisa lebih menghargai nyawa bawahannya dan tidak memperlakukan mereka sebagai barang sekali pakai, ini mungkin bisa merubah sifat bangsawannya yang hanya berusaha memanfaatkan orang lain untuk keuntungan pribadi mereka sendiri. "

__ADS_1


" Sigh... terserahlah, jadi apa yang ingin kau bicarakan padaku ? "


" Sesuatu yang sangat penting yang membuatku kesulitan untuk tidur nyenyak baru-baru ini. "


__ADS_2