Tahta Perak

Tahta Perak
Permintaan


__ADS_3

" Bukankah kau ingin tahu siapa dalang dibalik semua ini, tuan muda Silverash. "


Saat Evan mendengar kata-kata pria itu, dia ragu-ragu sejenak sebelum menghentikan gerakannya, hal ini menandakan dimulainya negosiasi antara kedua belah pihak.


" Katakan, Siapa tuanmu. "


" Uhukk... namaku adalah Andrew, seorang Grandmaster Ksatria dibawah asuhan Baron Marley, aku diperintahkan kemari untuk oleh tuanku untuk membunuhmu. "


" Baron Marley ?, apa yang kau maksud adalah Baron Marley yang berada di bawah pemerintahan kekaisaran Azeroth ? "


" Benar sekali, sebenarnya- "


" Omong kosong !, apa kau tidak tau siapa pemimpin keluarga Marley saat ini, dia adalah ayah dari istri pertama pemimpin keluarga Silverash generasi ini, jadi dia bisa dianggap sebagai kakekku sendiri, apa yang akan dia dapat dengan membunuhku ? "


Evan segera berteriak dengan marah saat mendengar jawaban Andrew, karena memang apa yang dia katakan sangat tidak masuk akal.


[ Mungkin dia hanya ingin menyebabkan perselisihan internal di dalam keluarga Silverash. ]


" Perebutan tahta. "


" ... "


Tapi saat dia mendengar dua kata yang keluar dari mulut musuhnya itu, dia bahkan tidak bisa membantah sedikitpun.


Dipikirkan Evan saat ini seperti ada sebuah puzzle yang sangat sederhana, tapi sepertinya ada satu bagian penting yang hilang sehingga membuat puzzle itu tidak mungkin untuk diselesaikan, dan saat Evan menambahkan dua kata yang dikatakan Andrew sebelumnya, entah mengapa puzzle yang sebelumnya mustahil untuk diselesaikan kini menjadi sangat mudah seolah dua kata ini memang adalah bagian terakhir dari potongan puzzle yang hilang.


" Hehehee, aku mengerti sekarang, kau disini atas perintah dari keluarga Marley untuk membunuhku dengan tujuan agar saudaraku bisa menjadi pemimpin keluarga berikutnya, dengan begitu keluarga Marley akan mendapat dukungan penuh dari keluarga Silverash, salah satu pemimpin tertinggi di benua Bintang.


Hahahaa, lucu sekali, ini adalah rencana terkonyol yang pernah kudengar, apa mereka berpikir bahwa semua orang di dalam kastil Silverash adalah idiot, meskipun keluarga Marley memiliki hubungan pernikahan dengan kami, mereka tetap harus menanggung konsekuensi dari rencana menyedihkan mereka, bahkan Ibu Cecil yang mempunyai status tinggi dalam keluarga tidak akan luput dari hukuman, apalagi sekarang aku masih hidup, akan kupastikan mereka membayar berkali-kali lipat dari apa yang telah mereka lakukan. "


" Mohon tenangkan dirimu tuan muda, meskipun sebagian besar dari apa yang kau katakan adalah kebenaran, tapi masih ada satu kesalahan penting dalam tebakanmu. "


" Apa itu, cepat katakan. "

__ADS_1


" Sebelum itu aku ingin kau berjanji untuk mengabulkan satu keinginanku. "


" Apa kau pikir kau masih memiliki hak untuk bernegosiasi denganku, aku bisa saja membunuhmu dan para Ksatria disampingmu saat ini juga. "


" Hehehee...uhukk..uhukk, sebenarnya saat kami menerima misi ini, kami tidak pernah berpikir untuk kembali hidup-hidup, kau bisa membunuh kami jika kau ingin, tapi kau tidak akan pernah mengetahui rahasia dibalik rencanamu pembunuhanmu ini. "


Saat Andrew mengatakan kata-kata itu, dia menatap mata Evan dengan tekad pantang menyerah, sedangkan diarah yang berlawanan, Evan merasa ragu sejenak sebelum akhirnya memutuskan untuk berkompromi.


" Bicaralah, aku akan memutuskan tergantung seberapa berat permintaanmu. "


" Uhukk.. sebenarnya permintaanku sangat sederhana, aku tidak ingin apa yang kami lakukan saat ini akan menyebabkan pengaruh buruk pada Ms. Cecil dan tuan muda Ernest, jika kau bisa mengabulkan permintaan ini, aku akan segera memberitahumu kebenaran dibalik semua kejadian ini. "


" Hoho, mengapa kau begitu peduli pada mereka bedua, jangan-jangan kau dan ibu Cecil... "


" Cukup !, kau boleh mencaci dan menghinaku sesuka hatimu, tapi takkan kubiarkan kau untuk menodai reputasi Cecil bahkan jika aku harus mengorbankan nyawaku disini. "


Andrew tiba-tiba memotong kata-kata Evan sambil berteriak dengan marah, meskipun dia terluka sangat parah saat ini, tapi dia masih mencoba berdiri dengan tegap dan melototi Evan dengan hanya mata kanannya yang tersisa.


" Lucu sekali, jika kau bertingkah seperti itu, tindakanmu hanya akan membuat orang semakin salah paham tentang hubungan kalian berdua. "


" Sigh... apakah kau ingin mendengar sedikit cerita dariku, tuan muda Evan. "


" Tentu, lagipula lukamu tidak akan sembuh dalam waktu singkat dan semua orang disekitarmu tidak akan menjadi ancaman bagiku. "


" Hehe... Terima kasih.


Jadi harus kumulai dari mana kisah ini... oh benar, waktu itu saat aku baru berumur 7 tahun aku bertemu dengan seorang gadis cantik yang seumuran denganku disebuah toko buah-buahan di pinggir jalan, gadis itu memiliki mata bulat besar berwarna emas dan rambut panjang merah marun yang sangat indah, ditambah dengan wajahnya yang imut, dia mirip seperti malaikat kecil yang akan membuat setiap orang ingin memeluknya.


Itu adalah saat pertama kali aku bertemu dengan Cecil Marley dan juga tanpa kusadari aku sudah jatuh hati kepadanya. "


" Tunggu dulu, apakah kau bilang tadi dia membeli buah di toko pinggir jalan ?, bagaimana anak seorang bangsawan bisa berada di tempat seperti itu ? "


" Hahahaa, saat itu Cecil sedang kabur dari rumahnya karena dia tidak mau belajar tentang etiket bangsawan yang merepotkan dan rumit itu, meski dia memang terlihat cantik dan anggun saat dewasa, tapi pada masa kanak-kanak, dia sebenarnya adalah seorang anak yang cukup nakal dan bandel. "

__ADS_1


" Hehe, aku harus mencatat hal ini. "


" Baiklah, lanjut ke topik utama, saat itu aku yang hanyalah seorang anak dari rakyat biasa dan belum mengetahui tentang sistem dunia ini segera mendekati gadis itu dan mengajaknya untuk bermain.


meskipun awalnya dia menolak, tapi dengan ajakan terus menerus dariku, akhirnya dia bersedia menemaniku.


pada saat itu aku mengajaknya pergi berkeliling ke semua tempat menyenangkan yang aku tahu dan menghabiskan waktu yang indah bersama dirinya.


Mungkin karena Cecil saat itu belajar banyak hal baru dan menyenangkan dariku, dia datang mencariku hampir setiap hari hanya untuk mengajakku berkeliling atau bermain-main disekitar kota, aku masih ingat hari itu dimana wajahnya yang masih polos dan naif tertawa riang sambil berlari mengikuti kemanapun aku pergi, ini merupakan salah satu momen langka paling bahagia dalam hidupku yang menyedihkan ini.


tapi momen bahagia ini tidak berlangsung lama, karena suatu alasan, Cecil tidak pernah datang untuk menemuiku lagi.


saat itu aku berpikir mungkin dia sedang sibuk atau terjadi sesuatu pada keluarganya sehingga dia membutuhkan beberapa waktu untuk dapat bermain lagi denganku, jadi aku menunggunya ditempat dimana kami sering sepakat untuk saling bertemu.


hari demi hari berlalu dan tak terasa sudah satu tahun lebih aku menunggunya tapi dia tidak pernah muncul sekalipun, saat aku sudah mulai putus asa, tiba-tiba ada sebuah gerbong mewah yang ditarik oleh dua ekor kuda putih yang indah mendekatiku dari kejauhan, aku berpikir bahwa itu hanyalah sebuah kereta kuda bangsawan yang sedang lewat, jadi aku membungkuk untuk memberi hormat pada bangsawan itu.


Tapi yang tidak aku harapkan adalah kereta kuda itu tidak melewatiku tetapi berhenti tepat didepanku, saat aku bingung dengan apa yang terjadi, tiba-tiba pintu gerbong kereta terbuka dan memperlihatkan wajah seorang gadis yang selalu aku impi-impikan setiap malam.


gadis yang sama yang membuatku menunggu selama satu tahun lebih, gadis yang sama yang meninggalkanku tanpa sepatah kata ataupun sebuah surat perpisahan dan gadis yang sama yang telah membuatku jatuh cinta. "


" Hmm, cerita yang sangat menarik, tapi sepertinya perasaanmu tidak terbalas sama sekali. "


" Hahahaa, kau memang benar tuan muda, sebenarnya aku bahkan tidak pernah menyampaikan perasaanku padanya, aku cukup sadar diri dengan statusku sendiri. "


" Jadi apa yang selanjutnya terjadi ? "


" Waktu itu Cecil datang menemuiku untuk merekrutku menjadi Ksatria keluarga Marley, pada saat itu keluarga Marley sedang dalam keadaan yang buruk karena menyinggung salah satu anggota keluarga kekaisaran Azeroth dan Cecil yang masih berumur 8 tahun saat itu juga harus ikut menanggung beban berat keluarganya.


karena aku tidak sanggup lagi melihat ekspresi kesedihan di wajahnya, aku memutuskan untuk ikut bersamanya untuk berlatih menjadi Ksatria, untung saja bakatku tidak terlalu buruk, aku berlatih mati-matian agar sesegera mungkin menjadi lebih kuat dan dapat meringankan beban dipundaknya walaupun itu hanya sedikit. "


" Apakah layak berkorban sebanyak itu hanya untuk gadis yang jelas tidak akan pernah membalas perasaanmu dan apakah kau tidak pernah merasa menyesal ? "


Tiba-tiba Evan bertanya tentang sesuatu yang membuatnya sangat penasaran selama ini, tapi jawaban yang didapatkannya membuatnya semakin bingung.

__ADS_1


" Maafkan aku karena tidak bisa menjawab pertanyaanmu itu tuan muda karena aku juga tidak tau jawabannya, tapi yang jelas aku tidak pernah merasa menyesal sama sekali, saat aku melihat wajah Cecil yang tersenyum cerah, entah kenapa aku juga merasa bahagia, meskipun aku tidak bisa bersama dengannya, hanya dengan melihat senyumnya saja sudah cukup untukku. "


__ADS_2