Tahta Perak

Tahta Perak
Diskusi


__ADS_3

Disebuah tanah terbuka dekat dengan jalan umum yang sering di singgahi para pedagang untuk beristirahat dalam perjalanan panjang mereka, terlihat seorang anak yang sepertinya sedang memasak sesuatu.


Anak ini adalah Evan yang sedang menyiapkan makan malam untuk kelompoknya.


" Hehehee, lumayan, setidaknya ini lebih layak dimakan dari para yang terakhir kali kubuat, seperti yang diharapkan dari diriku. "


Evan hari ini memutuskan untuk membuat daging babi panggang sebagai makan malam dan setelah mencicipinya sedikit, dia mengangguk dengan puas sambil memuji dirinya sendiri.


Sebenarnya alasan yang menyebabkan Evan yang jelas-jelas adalah seorang pemalas untuk belajar memasak sangatlah sederhana, yaitu dia sedang bosan.


Meskipun dia sering keluar untuk berburu bandit, tidak ada satu orangpun yang dapat menahan satu serangan darinya dan itu lama kelamaan menjadi kurang menarik baginya.


Awalnya ada satu hal yang membuat Evan cukup sibuk yaitu meneliti kekuatan tersembunyi yang ada di dalam tubuh Isabell, tapi akhir-akhir ini penelitiannya menemui jalan buntut.


Jadi selain meningkatkan jalan Ksatria Sihirnya, dan mengajari Isabell cara menggunakan kekuatannya, dia hanya akan bermalas-malasan seharian dan karena itu Evan mulai mencoba-coba hal-hal yang membuatnya tertarik mulai dari mengendarai kereta kuda, memancing, menggoda Isabell dan saat ini dia sedang berada di tahap mencoba menjadi seorang koki profesional.


Tepat setelah Evan menyelesaikan masakanya, tiba-tiba ada suara langkah kaki yang terdengar dari balik punggungnya.


" Kalian datang pada waktu yang tepat, cepat bersihkan tubuh kalian dan kita akan mulai makan malam. "


Orang yang mendekati Evan ternyata adalah William dan Isabell yang telah kembali setelah menyelesaikan tugas berburu mereka.


Saat mereka mendengar perkataan Evan, mereka segera mengecek keadaan tubuh mereka dan benar saja, mereka sangat kotor saat ini.


Armor kulit yang dipakai William saat ini penuh dengan bercak darah sehingga membuat orang yang memandangnya akan merasa sangat jijik, tapi ini masih lebih baik dibandingkan dengan Isabell.


Gadis kecil yang seharusnya lucu dan imut itu sekarang seperti psikopat yang baru saja bermain dengan korbannya.


Saat ini, sekujur tubuh Isabell dipenuhi dengan darah dan debu bahkan jika ada seorang yang berada di dekatnya, mereka akan mencium bau amis darah dari tubuhnya.

__ADS_1


Hal ini disebabkan karena Isabell masih belum cukup berpengalaman dalam hal-hal seperti membunuh dan juga metode bertarungnya yang cukup unik.


Sebenarnya mereka berdua sudah berniat untuk membersihkan tubuh mereka di sungai terdekat, tapi karena hari mulai gelap, mereka memutuskan untuk melakukan itu nanti setelah mencapai perkemahan.


Jelas mereka berdua takut kehilangan makan malam mereka.


" Apa yang kalian tunggu, cepatlah, jika kalian tidak kembali dalam 10 menit, akan kuambil jatah daging kalian. "


Setelah mendengar itu, William dan Isabell bergegas pergi menuju sungai terdekat untuk membersihkan tubuh mereka.


Tak lama kemudian mereka kembali ke perkemahan dalam keadaan sangat bersih dan akhirnya makan malampun dimulai.


" Oh, tidak kusangka makan malam kita hari ini akan cukup enak, kurasa Tuanku sudah membuat kemajuan pesat di profesi kokinya. "


" Hmm, sangat enak. "


" Hahahaa, kau pikir siapa aku ini, aku adalah Evan Silverash yang jenius, tidak ada di dunia ini yang tidak bisa kupelajari jika aku mau sedikit berusaha, muahahaa. "


...


Setelah mendengar pujian kedua bawahanya, Evan langsung menyombongkan dirinya sendiri tanpa merasa malu sedikitpun dan hal itu membuat kedua pelayan dan Ksatrianya tersenyum tipis sehingga makan malam dimulai dengan suasana hangat dan menyenangkan.


Sebenarnya alasan sebenarnya Isabell dan William tidak mau melewatkan acara makan malam bukanlah karena mereka takut akan kelaparan, tapi karena mereka tidak mau melewatkan momen bahagia dan hangat seperti saat ini.


" Hmmm... ngomong-ngomong sudah lebih dari dua bulan sejak kita meninggalkan Desa Pilze, jika aku ingat dengan benar, festival yang akan diadakan di kota Aurum akan segera dimulai, jika begitu kita harus bergegas pergi menuju ke sana. "


Setelah mereka bertiga berbincang panjang lebar mengenai tugas yang William dan Isabell lakukan hari ini, Evan akhirnya mengingat sesuatu yang sangat menarik.


" Oh, apakah kau berniat berpatisipasi dalam turnamen yang diadakan saat festival itu terjadi Tuanku ? "

__ADS_1


" Tidak, usia maksimal yang diperbolehkan untuk mengikuti turnamen adalah 30 tahun, paling-paling orang terkuat yang ada disana hanya seorang Grandmaster Ksatria dan aku sudah membunuh 2 orang yang memiliki kemampuan setara dengan itu, jadi jika aku ikut, itu akan terlalu membosankan dan hadiahnya juga tidak terlalu menarik. "


" Benar juga, Tuanku sudah sangat kuat, itu akan menjadi sebuah penindasan sepihak jika anda berpartisipasi dalam turnamen itu. "


William sangat setuju apa yang Evan katakan, tidak ada alasan bagi Evan untuk mengikuti turnamen kecil itu.


[ Kekuatan Tuan sudah sangat kuat dan berpartisipasi dalam turnamen tidak akan banyak meningkatkan kekuatannya, adapun hadiah itu sendiri... sigh... bahkan lebih tidak layak disebutkan. ]


William yang sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri, tiba-tiba disadarkan oleh kata-kata yang keluar dari mulut Evan.


" Meskipun aku tidak akan berpartisipasi, tapi kau dan Isabell harus mengikuti turnamen itu dan tidak hanya sekedar mengikuti, salah satu dari kalian harus menjadi pemenang. "


Saat William mendengar awal dari kata-kata Evan, dia sebenarnya tidak terlalu terkejut karena dia sudah memperkirakan hal ini akan terjadi, tapi ketika dia mendengar kalimat " Salah satu dari kalian harus menjadi pemenang. " dia langsung membelalakkan matanya pada Tuannya itu.


Bahkan Isabell yang sedang sibuk berurusan dengan daging panggang di depannya, segera mengalihkan pandangannya kepada Evan seoalah-olah masih bingung mengapa namanya diikut sertakan dalam hal ini.


" Jangan menatapku seperti itu, meskipun kau masih dalam masa pelatihan, kau adalah Guardian yang sesungguhnya, jika kau berpartisipasi dalam turnamen yang tujuan utamanya adalah mencari bakat untuk dijadikan sebagai calon Guardian dan dikalahkan, bukankah kau akan merasa malu.


Dan untukmu Isabell, esensi darah dari ras Vampire yang ada di tubuhmu sebenarnya sudah menyatu dengan sempurna, jadi kau sekarang dapat dianggap sebagai seorang dengan Bloodline, selain itu tingkat Bloodlinemu juga tidaklah rendah.


Meskipun kau masilah seorang Murid Penyihir, jika kau menggunakan kemampuan Bloodlinemu, kau dapat mengerahkan kekuatan yang setara dengan seorang Ksatria formal tingkat tinggi, bahkan kau mungkin dapat menyaingi beberapa Master Ksatria yang baru menerobos.


Jadi mengikuti turnamen ini dapat dianggap sebagai pengalaman yang baik untukmu. "


" Tapi Tuanku, mungkin ada seorang Grandmaster yang berpartisipasi dalam turnamen itu, aku - "


" Apakah kau takut, wahai Guardianku ? "


William ingin menyanggah kalimat yang Evan ucapkan tapi segera setelah itu Evan memotong kata-katanya dengan sebuah pertanyaan yang sangat sederhana, meskipun dia bertanya dengan santai, William tiba-tiba merasakan suasana di sekitar Evan berubah menjadi sangat bermartabat dan itu membuatnya ekspresi wajahnya menjadi sangat serius.

__ADS_1


__ADS_2