Tahta Perak

Tahta Perak
Perubahan Isabell


__ADS_3

Di sebuah hutan lebat yang jarang tersentuh oleh tangan manusia, saat ini ada seorang Ksatria berambut hitam pendek yang berpakaian seperti tentara bayaran sedang berdiri dengan tenang sambil memandang daerah disekitarnya.


Di tangan Ksatria itu ada sebuah Great Sword berwarna kuning tanah dengan bercak darah merah yang masih terlihat segar dan jika pandangan dialihkan ke daerah sekitar Ksatria itu berdiri, sebenarnya ada 20 atau lebih tubuh manusia yang tergeletak tak di tanah dengan genangan darah disekitarnya.


Dan yang lebih mengerikan adalah setiap tubuh yang ada disekitar Ksatria itu tidak ada satupun yang utuh, baik itu kepalanya yang terpenggal atau bahkan tubuhnya terpotong menjadi dua bagian yang jelas keadaan mayat-mayat itu sangatlah tragis.


" Hmm, pedang ini memang layak disebut sebagai Legendary grade weapon, bahkan jika aku belum dapat mengeluarkan kekuatan pedang ini sepenuhnya, itu tetap dapat memotong Elite grade weapon dengan mudah.


Sigh... sayangnya Tuan tidak memperbolehkanku untuk memakai Black Mountain Armor, jika aku memakai armor itu dan juga pedang ini secara bersamaan, aku pasti akan terlihat sangat tampan. "


Ksatria itu memandang Great Swordnya yang panjangnya hampir menyamai tinggi tubuhnya sendiri sambil menggerutu tentang sesuatu sampai tiba-tiba seorang gadis kecil berambut putih mendatanginya dari belakang.


" Tuan William, apakah kau baik-baik saja ? "


" Oh, ternyata kau Isabell, mengapa kau kau ada disini, apakah tugasmu gagal ?, dan panggil saja aku kakak atau saudara, kita sudah bersama selama lebih dari 2 bulan, bukankah sudah waktunya memanggilku dengan lebih akrab. "


Saat Ksatria itu melihat gadis kecil berambut putih itu muncul dari balik pepohonan, muncul senyum tipis di mulutnya dan dia bertanya tentang tugasnya dengan santai.


" Hmph, itu hanya beberapa serangga yang lemah, aku tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk mengurus mereka dan sebagai catatan, Tuan muda bilang jika kebodohan itu bisa menular seperti virus, jadi aku harus lebih berhati-hati dengan orang bodoh atau idiot yang ada disekitar sehingga aku tidak tertular virus itu. "


" ... "


[ Sialan, dimana Isabellku yang lucu dan imut pergi, apakah hanya dalam waktu singkat dua bulan saja kau telah dipengaruhi oleh iblis kecil itu. ]


Saat Ksatria itu mendengar jawaban gadis kecil berambut putih, dia hanya terdiam sambil mengeluh terus menerus di dalam hatinya.


Kedua orang ini sebenarnya adalah William dan Isabell, mereka berdua sedang menjalankan tugas yang diberikan oleh Evan secara pribadi, yaitu melacak dan menghancurkan sebuah cabang dari grub bandit Silver Wind.


Silver Wind adalah sebuah grub bandit berskala besar yang beroperasi di desa-desa kecil yang jaraknya cukup jauh dari kota-kota utama.

__ADS_1


Mereka sering meminta uang keamanan kepada desa-desa kecil itu dan bahkan merampok seluruh desa secara langsung.


Karena jumlah mereka yang sangat besar dan markas mereka yang berada jauh di pegunungan atau hutan-hutan lebat membuat mereka sangat sulit untuk ditangkap.


Selain itu, anggota mereka juga tidak hanya terdiri dari orang-orang biasa tetapi ada juga banyak pelayan Ksatria, murid penyihir dan beberapa Ksatria dan Penyihir formal yang membuat organisasi ini sulit untuk ditaklukkan.


Dan lebih parahnya lagi, dikatakan bahwa pemimpin Silver Wind sendiri adalah seorang Master Ksatria yang sangat berpengalaman.


Saat ini William dan Isabell diperintahkan oleh Evan untuk menghancurkan salah satu markas cabang Silver Wind yang berada di kedalam hutan.


Pada awalnya tugas seperti ini hanya akan dilakukan oleh William dan terkadang Evan juga ikut untuk menghilangkan kebosanan sedangkan tugas Isabell adalah bersih-bersih dan memasak makanan.


Tapi setelah Evan meneliti kemampuan yang tersembunyi di dalam tubuh Isabell dan berhasil menemukan beberapa cara agar dapat mengendalikannya, Isabell yang mendapat kekuatan baru mulai memaksa untuk ikut dalam perburuan bandit ini.


Pada awalnya Evan dengan tegas menolak usulan gadis kecil itu, tapi Isabell tidak menyerah dengan mudah, setelah berulang kali permohonan dan rengekan yang menyedihkan, Evan akhirnya tidak bisa menahannya lagi dan menyetujui permintaannya dengan syarat dia hanya boleh melawan bandit biasa.


Pada hari pertama perburuan Isabell yang dilakukan di bawah pengawasan ketat Evan dan William, dia berhasil menyelesaikannya dengan sempurna dan hal ini sekaligus mengejutkan kedua Tuan dan Ksatria itu.


Mungkin karena dia telah melihat saat Evan menyiksa Penyihir Hitam Ursula di Desa Pilze secara langsung atau karena dia memiliki sedikit garis keturunan dari ras Vampire yang haus darah dalam tubuhnya sehingga itu menyebabkannya tidak takut atau ragu sedikitpun dalam membunuh seseorang.


Setelah kejadian itu, Evan mulai menyuruh Isabell melakukan tugas berburu bandit sambil mengamatinya dengan seksama untuk menemukan cara menghilangkan Efek negatif yang terjadi saat dia dalam kondisi bertarung.


Dan akhirnya, setelah kurang lebih 2 bulan, Evan akhirnya menemukan beberapa cara untuk menekan efek negatif yang ada di tubuh Isabell sehingga dia sekarang dapat bertarung dengan nyaman.


" Baiklah, kurasa urusan kita disini sudah selesai, sekarang saatnya untuk kembali ke perkemahan dan kita harus bergegas, hari sudah mulai gelap. "


William segera memasukan kembali pedangnya kedalam cincin ruang dan berjalan dengan santai kearah Isabell sambil melihat keatas.


" Hmmm, Tuan muda bilang bahwa jika kita belum kembali saat hari menjadi gelap, dia akan memasak untuk dirinya sendiri dan kita hanya boleh menontonnya saat makan. "

__ADS_1


" Hehehee, dia juga bilang jika dia yang akan memasak saat makan malam, kurasa dia sekarang sedang tertarik menjadi koki profesional. "


" Hmm, Tuan muda sedang berusaha kerasa. "


" Sigh... benar-benar sulit beberapa hari ini, kita berdua dipaksa makan makanan yang dibuat Tuan dan jelas-jelas itu tidak layak untuk dikonsumsi oleh manusia, yah meskipun begitu saat aku melihat Tuan berusaha kerasa membuatnya untuk kita, aku tidak tahan untuk tidak memakannya. "


" Hmm.. ? benarkah ?, kurasa itu cukup enak. "


" ... "


William sejenak bingung dengan jawaban Isabell, setelah berpikir sebentar, dia akhirnya menanyakan sesuatu setelah mengingat kondisi kehidupan gadis itu sebelum bergabung dengan kelompoknya.


" Uhm... apa aku boleh menanyakan sesuatu Isabell ? "


" Apa itu ? "


" Makan apa yang kau makan biasanya sebelum bertemu dengan Tuan dan aku ? "


" Apakah hanya itu, hmm...aku biasa makan dedak padi dicampur dengan air, karena aku harus menabung uang untuk biaya pengobatan orang tuaku, jadi aku harus berhemat dan kebetulan pada saat itu aku mendengar dari para tetangga bahwa beberapa budak yang ada di kerajaan lain makan dedak sebagai makanan utama mereka.


Setelah itu aku bergegas membeli dedak dan memakannya, meskipun rasanya tidak terlalu enak, tapi setidaknya bisa menghilangkan rasa lapar dan yang terpenting harganya sangat murah. "


" ... "


[ Sialan, ternyata kehidupan anak ini lebih sulit dari pada kehidupanku saat masih kecil. ]


Setelah mendengar jawaban Isabell, William tidak lagi bertanya hal-hal lain dan memutuskan untuk tetap menutup mulutnya sampai tiba di perkemahan.


Dan Isabell juga tidak banyak bicara, semenjak kepergian kedua orang tuanya, Isabell menjadi sangat tertutup dan hanya Evan yang sesekali dapat membuatnya tersenyum.

__ADS_1


Meskipun dia juga cukup dekat dengan William, dia jarang memulai pembicaraan terlebih dahulu.


__ADS_2