Tahta Perak

Tahta Perak
The Guardians


__ADS_3

" Apa kau takut wahai Guardianku ? "


Saat kalimat itu terdengar di telinga William, dia segera mengingat semua kesulitan yang dia tempuh untuk mencapai posisinya saat ini.


Kemudian dia akhirnya menyadari bahwa dia dapat menjadi seorang Guardian jelas tidak hanya karena usahanya sendiri.


Keluarganya yang rela hidup kekurangan agar dia dapat memulai jalan Ksatria, para sahabat yang dia percayakan punggungnya di medan tempur dan bahkan nyawa musuh-musuhnya yang telah hilang di bawah pedangnya, mereka semua berkorban dan berkontribusi untuk memuluskan jalannya hingga dia dapat menyebut dirinya sebagai salah seorang Guardians di keluarga Silverash.


The Guardians adalah sebuah gelar khusus yang hanya dimiliki oleh orang-orang yang sangat berbakat atau sangat beruntung.


Saat seorang keturunan langsung keluarga Silverash telah ditetapkan sebagai pewaris posisi pemimpin keluarga berikutnya, maka dia berhak untuk memilih beberapa orang yang nantinya akan menjadi pengikut sekaligus pelindungnya dan orang-orang ini biasanya diberi gelar The Guardians.


Selain menikmati sumber daya yang sangat berlimpah dari keluarga Silverash, Guardians juga memiliki status yang sangat tinggi yaitu setara dengan para bangsawan, bahkan mereka diizikan untuk secara langsung membunuh seorang bangsawan jika memiliki alasan yang masuk akal.


Dengan begitu banyak manfaat, jelas tidak sedikit orang yang ingin menjadi seorang Guardian dan itu juga merupakan tujuan tertinggi yang sangat ingin dicapai oleh banyak Ksatria yang lahir di wilayah Silverash karena dengan menjadi Guardian, mereka akan dapat membuat keluarga mereka sangat bangga serta dihormati oleh orang lain.


Tapi jelas tidaklah mudah menjadi seorang Guardian, selain memiliki bakat yang luar biasa, mereka juga harus memiliki keberuntungan yaitu dipilih oleh pewaris posisi pemimpin keluarga Silverash berikutnya dan William adalah salah satu dari mereka.


Sebenarnya, dalam kondisi normal, William yang adalah orang luar tidak akan pernah dapat mencapai posisi ini karena ada terlalu banyak pesaing dan juga para Ksatria lokal tidak akan membiarkan orang asing sepertinya mengambil tempat yang harusnya menjadi milik mereka.


Tapi melalui serangkaian kesempatan dan keberuntungan, dia akhirnya berhasil memasuki pandangan Evan dan terpilih menjadi Guardian pertamanya.


[ Sialan, apa yang baru saja aku lakukan, untuk dapat mendaki setinggi ini bukan hanya karena usaha kerasku sendiri.


Ayah, ibu, kakak dan sahabat-sahabatku yang telah gugur di medan pertempuran telah banyak berkorban untukku, apakah hanya karena turnamen kecil ini aku hampir saja menghapus semua harapan mereka padaku.


Plaakkk...


Sadarlah William !!!


Ini bukan lagi hanya tentang dirimu sendiri, tidak heran jika Tuan sering menyebutmu sebagai orang yang bodoh atau idiot, ternyata kau memang tidak berguna.


Apakah kau ingin melihat ekspresi kecewa di wajah kedua orang tua dan sadarimu yang selalu penuh dengan senyum harapan itu...


Tidak !

__ADS_1


Kau bahkan tidak akan punya keberanian untuk kembali ke rumah.


Jadi ingatlah !, bahkan jika kau harus mati, menangkan turnamen itu dan jika gagal... lebih baik kau meninggalkan wilayah ini dan tidak pernah kembali. ]


Saat William kembali mengingat bagaimana pengorbanan semua orang yang telah membawanya ke posisi ini terutama anggota keluarganya, dia segera menampar wajahnya sendiri sekuat tenaga untuk menyadarkan dirinya kembali dari keraguan yang menyelimuti hatinya saat ini.


Meskipun manfaat menjadi seorang Guardian tidak diragukan lagi sangat luar biasa, tapi mereka juga harus menanggung beban yang sangat berat.


Selain beban melindungi Tuan mereka dari segala bahaya yang mungkin terjadi, mereka juga sering menanggung beban psikologis yang tinggi seperti yang dialami William saat ini.


Setelah William mendapatkan kembali semangat juangnya, dia bangkit dari tempat duduknya dan menjawab pertanyaan Evan dengan percaya diri sambil menepuk-nepuk dadanya.


" Hahahaa, apa yang harus aku takutkan Tuanku, bukankah itu hanyalah seorang Grandmaster, bahkan jika itu adalah Ksatria Bergelar, aku tidak akan ragu untuk menebasnya jika itu yang kau perintahkan, jangan khawatir Tuanku, akan kudapatkan tempat pertama di turnamen itu untukmu. "


" Hehehee, semangat yang bagus, aku harap kau tidak mengecewakanku.


Dan bagaimana denganmu Isabell ? "


" Hmm, akan kulakukan yang terbaik. "


Tidak seperti William, Isabell langsung menjawab pertanyaan Evan bahkan tanpa berkedip, tapi beberapa saat kemudian, dia segera mengingat sesuatu yang sangat penting.


Saat Evan mendengar kalimat ini, bibirnya berkedut beberapa kali dan kemudian dia mengeluarkan sebuah botol kaca seukuran jari telunjuk yang berisi cairan merah di dalamnya.


" Tidak bisakah kau sedikit lebih berhemat, bagaimana jika kita membuatnya satu botol untuk 2 hari ? "


" Kurasa anda sendiri harusnya menyadari jika itu tidaklah mungkin Tuan muda. "


" Sigh..., jika terus seperti ini, suatu saat nanti aku mungkin akan kering hanya untuk memberimu makan. "


Evan menghela nafas panjang dan memberikan botol itu kepada Isabell dengan enggan, sebenarnya apa yang disebut sebagai obat penenang itu bukanlah obat sama sekali melainkan darah, dan itu adalah darah Evan.


Saat Isabell melihat darah atau dalam kondisi siap bertarung, sering kali dia akan kehilangan kontrol dirinya sendiri dan menyerang apapun yang ada di dekatnya, ini merupakan salah satu efek samping negatif yang terjadi karena penggabungan esensi darah Vampire dengan tubuhnya.


Setelah Evan melakukan banyak penelitian dan percobaan untuk menghilangkan efek samping negatif ini, dia akhirnya menemukan sesuatu yang dapat membuat Isabell menenangkan dirinya dan hal itu adalah darahnya sendiri dan sebagai catatan, hanya darahnya saja yang dapat menekan efek negatif itu.

__ADS_1


Saat Evan menemukan hal ini, dia tidak bisa tidak mengutuk di dalam harinya karena ras Vampire jelas terlalu memilih-milih dalam hal makanan.


Evan adalah salah satu High Human berdarah paling murni yang ada di World of Ruins, jelas darahnya merupakan produk yang berkualitas tinggi dan mungkin juga karena hal ini darah Evan memiliki efek pemuas dahaga yang luar biasa bagi Isabell sehingga dia tidak akan lagi kehilangan kendali saat melihat darah atau dalam mode bertempur.


" Hehe... terima kasih Tuan muda. "


Saat Isabell melihat botol berisi darah itu, matanya segera berbinar dan dia mengambil botol itu dengan kecepatan kilat dan memasukkannya kedalam sakunya seolah takut jika Evan akan mengubah pikirannya.


" Hohohoo, apa kau tidak takut aku menukarnya dengan darah William. "


" ... "


Tubuh Isabell sejenak membeku saat kata-kata Evan berakhir, dia segera mengambil botol itu kembali dari sakunya kemudian dia membuka tutup botol itu dan mendekatkannya ke hidungnya dengan cepat.


Saat dia mencium aroma yang harum dan memabukkan dari botol itu, dia segera menghela nafas lega dan menempatkan botol itu kembali ke sakunya sambil mengeluh tidak puas kepada Evan.


" Itu tidak lucu Tuan muda. "


" Pffftt... hahahaa, itu konyol sekali, berpakalipun kulihat, itu tetaplah menghibur, bukankah begitu William ? "


" Hmm, meskipun aku merasa sedikit tersinggung disini, aku tidak dapat menyangkal bahwa itu memang cukup menghibur. "


" Tsk, benar-benar penuh kebencian, jika kalian terus melakukan hal itu, aku tidak akan berbicara dengan kalian lagi, hmph. "


" Hoho, apakah malaikat kecil kita ini marah, ayolah Isabell, itu hanya lelucon kecil, jangan dibawa kehati, tapi bukankah dia semakin lucu William ? "


" Hmm, 100 poin keimutan untuk Isabell kita. "


" ... "


Sebenarnya saat penelitian tentang cara menghilangkan efek negatif pada tubuh Isabell, selain darahnya sendiri, Evan juga telah mencoba berbagai darah dari hewan maupun manusia tapi semuanya nihil.


Dan kasus yang terparah adalah saat Evan mencoba memberi Isabell darah dari seorang Master Ksatria yaitu William, Isabell segera memuntahkan kembali darah itu dan bergegas mencari air untuk membilas mulutnya.


Saat Evan dengan khawatir menanyakan tentang apa yang terjadi, Isabell memberi jawaban yang sangat tak terduga kepadanya.

__ADS_1


" Hueekk... maafkan aku Tuan muda, aku tidak bisa memakan hal itu karena... Hueek... rasanya...rasanya seperti tanah berlumpur. "


Dan sampai saat ini, hal itu masih menjadi senjata yang cukup ampuh bagi Evan untuk sering menjahili Isabell.


__ADS_2