
" Hmph, apakah kalian menerima tamu berdasarkan pakaian mereka ? "
Evan mendengus dingin dan bertanya kepada pelayan di depannya dengan nada sarkastik.
" Bu-bukan begitu tuan, kami hanya tidak ingin membuat pelanggan yang lainnya terganggu. "
" Hah ?, tergangggu ?, bagian mana dari dirinya yang membuat kalian terganggu, hah ?, dia tidak bau atau kotor, hanya pakaiannya saja terlihat sedikit lusuh, tapi itu masih pakaian yang bersih. "
Pelayan wanita itu tidak dapat menyangkal Evan sama sekali, jadi dia memutuskan untuk. menyerahkan urusan ini kepada atasannya.
" Jika tuan masih bersikeras, aku akan memanggil manager restoran ini sehingga tuan dapat mendiskusikannya masalah ini sendiri. "
" Hmph, tidak perlu repot-repot, aku akan pergi mencari tempat makan lain. "
Evan mendengus dingin dan berbalik menuju ke arah pintu masuk rumah makan dengan Isabell dan William mengikutinya dari belakang.
" Uhmm.. Tuan muda, maafkan aku, karena aku Tuan muda menjadi... "
" Tidak perlu meminta maaf, kau tidak melakukan kesalahan apapun, lebih baik cepat tunjukkan dimana rumah makan lainnya, tidak perlu terlalu mewah, itu akan cukup jika masakan mereka lezat. "
Setelah keluar dari rumah makan, Isabell yang merasa bersalah dihatinya karena kejadian itu, mencoba meminta maaf kepada Evan tapi Evan segera memotong kata-katanya dan meluruskan bahwa dia tidaklah salah.
Setelah itu Isabell kembali memimpin kelompoknya untuk mencari rumah makan yang cocok untuk mereka singgahi dan tak lama kemudian mereka berhenti di sebuah rumah makan kecil dan sederhana.
Setelah mereka masuk dan mencari tempat untuk duduk, mereka segera memesan semua menu yang terlihat lezat dan beberapa saat kemudian ke tiga orang itu makan dengan lahap sambil mendiskusikan sesuatu.
" Tuanku, berapa lama lagi kita akan tinggal di desa ini ? "
" Sekitar satu minggu, aku sudah mengirim surat ke rumah untuk meminta ayah mengirimkan armor dan pedang baru untukmu, kurasa perlengkapanmu sudah tak layak pakai setelah pertarungan dengan Penyihir Hitam itu. "
" Hehe, perlengkapan baru, aku sangat menantikanya, terimakasih Tuanku. "
" Hmm, dan Isabell, paling lama 8 hari kemudian, kita akan meninggalkan desa ini, bersiaplah untuk itu. "
Isabell yang sedang makan dengan lahap segera memalingkan wajahnya kearah Evan saat mendengar namanya disebutkan.
__ADS_1
" Um, baik Tuan muda. "
" Hehehee, makanlah perlahan, tidak ada yang akan mengambil makanan itu darimu. "
Saat Evan dan William melihat penampilan Isabell yang berantakan di meja makan, mereka berdua menunjukan senyum lucu, saat ini di wajah Isabell, banyak minyak dan sisa-sisa makanan yang berserakan di sekitar mulut kecilnya dan pemandangan ini tentu saja membuat kedua orang itu terhibur.
Sesaat setelah mereka mengisi perut dengan penuh, Evan mengeluarkan sapu tangan putih dan menyeka mulut Isabell yang masih belepotan hingga bersih.
Hal ini sontak membuat Isabell terkejut sekaligus merasa sedikit malu.
" Baiklah, tujuan kita selanjutnya adalah toko baju, ayo cepat bergerak. "
Evan dengan sangat antusias menyeret kedua orang itu untuk mencari toko pakaian terbaik yang ada di desa ini, tapi setelah mereka sampai disana, Evan dan William bahkan tidak menyentuh satupun pakaian yang tergantung rapi di toko itu.
Mereka malah duduk santai di ruang tunggu sambil menunggu Isabell untuk mencoba-coba pakaian yang ada disana sambil mendiskusikan sesuatu yang akan membuat orang lain menggelengkan kepala mereka jika mendengarnya.
" Bagaimana menurutmu dengan pakaian Isabell sebelumnya tuanku, bukankah dia seperti malaikat kecil, itu harusnya mendapat 8 poin keatas. "
" Hmm, lumayan, tapi warnanya terlalu cerah, jadi itu menurunkan nilainya menjadi 7 poin. "
" Yah, mungkin kita bisa memesan untuk membuatnya dengan warna yang berbeda. "
Saat kedua Tuan dan Ksatria ini sedang berdiskusi seperti seorang juri fashion show profesional, tiba-tiba Isabell memasuki ruangan itu dengan mengenakan baju pelayan formal dengan ekspresi malu-malu.
Hal ini membuat kedua orang idiot itu cukup terkejut dan segera mereka berteriak hampir secara bersamaan.
" 10 poin. "
" 10 poin. "
...
Setelah hampir seharian penuh di toko pakaian, mereka bertiga akhirnya pergi setelah menghabiskan banyak uang.
Saat ini, di dalam Blue Rose Ring, ada banyak sekali pakaian baru yang menumpuk tinggi tetapi semuanya adalah pakaian untuk gadis muda, pada akhirnya Evan dan William tidak membeli apapun dan hanya menonton Isabell memilih-milih pakaian yang dia suka sambil memberikan komentar serta poin yang tidak membantu sama sekali.
__ADS_1
Dan begitulah keseharian kelompok tiga orang itu berakhir.
...
Satu minggu kemudian.
Dalam seminggu ini, kehidupan sehari-hari Evan dapat dibilang sangat monoton.
Setelah bangun tidur, Evan akan memulai sesi meditasi dan pernafasan hariannya setelah itu dia akan turun ke lantai bawah untuk mengambil sarapanya bersama Isabell dan William.
Setelah menyelesaikan sarapannya, Evan pergi ke luar desa untuk latih tanding bersama William sampai saat makan siang tiba kemudian mereka kembali ke penginapan.
Dan pada siang hari setelah makan siang, Evan akan mengajarkan Isabell tentang cara membaca dan menulis, karena ada banyak waktu luang, Evan memutuskan untuk memperpanjang sesi belajar Isabell mulai dari siang hari sampai saat makan malam dan setelah makan, mereka bertiga kembali ke kamar masing-masing.
Hal ini terus berulang hingga pada malam hari ke 6, Evan akhirnya menerima balasan dari surat yang dia kirim ke ayahnya.
Orang yang menjadi pengirim pesan dari ayahnya adalah seorang Shadow Guardian yang seluruh tubuhnya selalu dibalut dengan pakaian hitam hingga Evan tidak dapat melihat penampilan aslinya.
" Tuan muda, Yang Mulia memberiku tugas untuk menyerahkan cincin ruang ini padamu. "
" Baik, terimakasih banyak atas kerja kerasmu, letak saja diatas meja. "
Setelah Shadow Guardian itu meletakkan cincin ruang diatas meja, dia tiba-tiba menghilang tanpa jejak sama sekali, bahkan Evan yang adalah seorang master ksatria kesulitan untuk mendeteksi pergerakan orang itu.
Tapi kemudian Evan tidak terlalu banyak memikirkannya, Shadow Guardians adalah pasukan elit yang dilatih untuk menjaga keluarga dari bayang-bayang dan mereka juga meruapan salah satu kekuatan utama yang dimiliki keluarga Silverash, jadi tidak mengherankan jika setiap dari mereka sangat kuat.
Saat ini Evan memutuskan untuk lebih berfokus pada cincin ruang yang saat ini ada di depannya, setelah memasukkan Soul Energy kedalam cincin itu Evan akhirnya dapat melihat apa yang ada di dalamnya.
Cincin ruang itu sendiri sebenarnya hanya sebuah cincin ruang biasa berkualitas rendah yang hanya berisi ruang seluas 3 x 3 meter dan didalam cincin itu ada sepucuk surat dari ayahnya dan satu set full plate armor berserta sebuah pedang.
" Hehehee, aku tidak menyangka jika ayah akan sangat murah hati, William pasti akan senang melihat hal ini. "
Setelah Evan melihat sekilas kualitas dari armor dan pedang yang ada di dalam cincin itu, dia sedikit terkejut karena itu jelas bukanlah armor yang pantas untuk digunakan oleh William saat ini.
Sebelumnya Evan telah menuliskan dalam suratnya tentang bakat, atribut, dan basis budidaya William secara rinci agar ayahnya dapat mengirimkan sesuatu yang sesuai dengan kekuatan William.
__ADS_1
Meskipun dia berharap cukup tinggi agar ayahnya memberikan perlengkapan Ksatria yang layak untuk diberikan kepada Guardian pertamanya, Evan tidak menyangka bahwa ayahnya akan mengirimkan sesuatu yang sangat berharga, tidak heran jika para Shadow Guardians sendiri yang mengirim barang-barang ini.
Jika kedua barang yang ada di dalam cincin itu hilang entah kemana, ayahnya pasti akan menangis untuk sementara waktu.