Tahta Perak

Tahta Perak
Konflik


__ADS_3

Braford Tiggon adalah putra kedua dari keluarga bangsawan Viscount Tiggon yang merupakan bangsawan tingkat rendah dibawah pemerintahan Kekaisaran Azeroth.


Disebut sebagai bangsawan tingkat rendah karena keluarga Tiggon tidak memiliki wilayah kekuasaan yang luas, kekuatan militer yang lemah dan juga kondisi keuangan yang buruk.


Sebenarnya keluarga Tiggon sangat menyadari posisi mereka saat ini, jadi kebanyakan dari anggota keluarga mereka cukup rendah hati dan tidak akan mudah menyinggung atau memprovokasi orang lain tanpa alasan yang jelas, tapi ada sebuah pengecualian dan itu adalah tuan muda kedua, Braford Tiggon.


Tidak hanya sangat arogan, dia juga memiliki temperamen yang buruk dan suka merendahkan rakyat jelata, mungkin karena dia adalah putra kedua yang memiliki kemungkinan kecil untuk mewarisi posisi ayahnya, orang tuanya jarang memperhatikan perilakunya sehingga menyebabkan sifatnya menjadi semakin buruk dari hari ke hari.


Saat Braford semakin bertumbuh dan mulai mengerti tentang hubungan antara pria dan wanita, dia akhirnya terjerumus ke dalam apa yang dikenal sebagai salah satu dari 7 dosa besar, yaitu nafsu.


Di World of Ruins, laki-laki dan perempuan dianggap dewasa dan dapat menikah pada usia 15 tahun, mungkin karena adanya energi yang disebut Mana dan Aura yang berlimpah, manusia disini mengalami pertumbuhan tubuh dan pikiran yang cukup cepat atau memang karena tidak adanya pengetahuan biologi yang cukup maju di dunia ini sehingga pernikahan dini tidak dicatat dalam hukum setiap kerajaan melainkan hanya himbauan tidak tertulis yang diberikan.


Jadi pada usia 12 tahun, Braford telah lama mengenal apa itu hubungan intim, bahkan dia sering diam-diam menghabiskan waktunya di sebuah rumah bordir yang berada di wilayah kekuasaan keluarganya.


Bahkan dia datang jauh-jauh ke wilayah Silverash dengan alasan berpartisipasi di turnamen yang diadakan oleh gubernur kota Aurum hanya untuk melihat putri gubernur yang kecantikannya dirumorkan sebanding dengan putri mahkota Kekaisaran Azeroth saat ini.


Syukur-syukur dia mungkin bisa membuat putri gubernur jatuh hati padanya pada pandangan pertama dengan mengandalkan ketampanan dan kharismanya yang luar biasa, setidaknya itulah yang ada di dalam pikiran Braford saat memutuskan dangan ke kota Aurum.


Tapi dia pernah menyangka bahwa di perjalanan yang membosankan ini, akan ada seorang gadis kecil yang bisa menggoyahkan hatinya.


Saat dia melihat gadis itu, dunia yang awalnya indah dan berwarna warni kini menjadi abu-abu dan hanya gadis berambut putih itulah yang memiliki warna, seolah semua warna yang ada di dunia terserap kedalam tubuh kecilnya jadi Braford tidak bisa mengalihkan sedikitpun pandangnya dari wajah cantik itu.


Tapi sepertinya tatapannya itu membuat Isabell menjadi sedikit takut sehingga dia menyembunyikan tubuh kecilnya dibalik William.


" Hei, bangsawan cabul, apa yang kau lihat, lihat lebih lama lagi akan kucongkel mata menjijikanmu itu. "

__ADS_1


Tiba-tiba suara William terdengar di telinga Braford hingga menyadarkannya kembali ke kenyataan sekaligus menyulut amarahnya.


" Sialan kau rakyat jelata, beraninya kau berbicara seperti itu padaku, prajurit, tangkap pengemis ini dan pukuli dia sampai mati tapi jangan sakiti gadis itu. "


Setelah mendapatkan perintah, prajurit lapis baja yang selama ini mengawasi disamping akhirnya membuat gerakannya.


Saat William melihat itu, ekspresinya tiba-tiba berubah menjadi ganas dan menakutkan, sebenarnya dia saat ini sedang dalam suasana hati yang sangat buruk, tidak hanya gagal menangkap Penyihir Hitam yang berada pada tingkat yang sama dengannya, dia juga dipukuli habis-habisan oleh Penyihir itu kerena kecerobohannya sendiri.


Dan yang terburuk adalah Tuannya melihat semua itu dari kejauhan, hal ini jelas akan membuat nilainya menurun drastis pada pandangan Tuannya dan dalam kasus terburuk dia mungkin akan diberhentikan dari posisi Guardian.


Dan lagi sekarang ada anak manja acak yang mencoba membuat masalah denganya, jadi dia tanpa ragu akan melampiaskan semua kekesalannya pada bangsawan idiot ini.


" Berhenti ! "


Tapi saat dia hendak mencabut pedangnya, sebuah suara menghentikan dirinya dari melakukan itu.


Orang yang berbicara adalah pria muda berusia sekitar 25 tahun mengenakan full set armor berwarna hitam legam dan sebuah pedang besar di punggungnya.


" Siapa kau ? "


" Biarkan aku memperkenalkan diri, namaku adalah Hale dan saat ini berprofesi sebagai seorang Ksatria dari keluarga Viscount Tiggon, bolekah aku tahu siapa namamu temanku dan siapa Tuanmu ? "


" William. "


William menjawab dengan dingin sambil tetap meletakkan telapak tangannya di gagang pedang yang ada dipinggangnya, sebelumnya William tidak menyadari keberadaan orang ini dan menganggapnya sebagai salah satu prajurit biasa seperti yang lain.

__ADS_1


Tapi saat ini jelas dia salah besar, orang ini jelas adalah seorang Ksatria terlatih yang tidak kalah dibandingkan dengan dirinya sendiri, jika dia dalam keadaan puncak, dia mungkin memiliki keyakinan untuk mengalahkan orang ini, tapi saat ini kondisinya jelas tidak terlalu baik.


Meskipun Evan telah menyembuhkan sebagian besar luka-lukanya, tapi itu tidak semuanya, Star Energy bukanlah energi yang maha kuasa, apalagi atribut utamanya ada di bagian pertahanan dan bukan penyembuhan, jadi saat ini dia maksimal hanya bisa mengeluarkan 70% dari kemampuan terbaiknya.


Maka dari itu dia sangat waspada saat melihat Ksatria berarmor hitam ini.


" Hehehee, temanku ini, bisakah kau memberiku beberapa wajah dan membiarkan masalah ini berlalu, Tuanku ini masih anak-anak dan terkadang sedikit implusif, sebagai gantinya kami akan memberikan kamar yang kau inginkan. "


Hale sepertinya adalah Ksatria yang cukup cerdik, saat dia melihat William tidak mau menyebutkan identitas Tuannya, dia tidak mengungkit hal itu sama sekali melainkan mengalihkan topik pada sesuatu yang membuat William tertarik.


" Hmm, tidak masalah, aku hanya menginginkan kamar itu dan tidak ingin membuat masalah, jika kau bersedia menyerahkan kamar itu, kami akan membayar 3 kali lipat harga normal. "


" Kalau begitu sepakat, berhubung kami belum menempatkan barang-barang kami, kau boleh langsung menggunakan kamar itu, kami akan menempati- "


" Apa yang kau lakukan Hale, beraninya kau memutuskan sesuatu tanpa seizinku, bukankah sudah kubilang untuk memukuli pengemis itu sampai mati, kenapa kau malah memberikan kamarku kepadanya. "


" Diamlah Tuan muda, apa kau lupa apa yang ayahmu katakan sebelum kita pergi, akulah yang bertanggung jawab atas segala sesuatu yang terjadi dalam perjalan ini, bahkan kau tidak dapat menggangu keputusanku. "


" Hmph, sekarang kau lebih memilih membela orang luar daripada Tuanmu sendiri, Ksatria macam apa kau, selain itu , apa yang kau lihat dari orang ini, bukankah dia hanya pengemis kotor, walaupun dia sedikit lebih kuat, pengemis tetaplah pengemis, hal itu tidak akan berubah apapun yang terjadi, aku yakin Tuannya juga hanyalah pimpinan para pengemis yang ada disekitar sini, hahahaaa. "


Sringg....


Clank...


Tiba-tiba suara dari sebuah pedang yang ditarik dari sarungnya terdengar dan tak lama kemudian suara dua baja yang saling bertabrakan bergema ke seluruh ruangan.

__ADS_1


Entah kapan, William yang berada di depan Isabell menghilang dari posisinya dan tiba-tiba muncul di belakang Braford sambil menghunuskan pedangnya ke bagian leher anak bangsawan itu, tapi pedangnya berhasil diblokir oleh Hale tepat waktu menggunakan pedang hitam besar yang sebelumnya ada dipunggungnya.


__ADS_2