
Tidak jauh dari kastil gubernur kota Aurum, ada sebuah bangunan Colosseum raksasa yang dapat menampung lebih dari 100.000 orang.
Tidak seperti Colosseum yang biasanya digunakan sebagai tempat pertunjukan untuk para bangsawan dan orang-orang kaya dimana para budak atau tahanan akan dipaksa untuk menjalani duel hidup dan mati.
Colosseum yang ada di kota Aurum biasanya di gunakan hanya untuk tempat pelatihan para Ksatria dan acara-acara besar seperti turnamen pencarian bakat yang diadakan saat ini.
Saat ini seluruh bagian Colosseum sudah dipenuhi oleh orang-orang yang berniat untuk menonton pertandingan bahkan tidak ada satu tempatpun yang terlihat kosong.
Dan disalah satu bagian paling depan terlihat Evan versi rambut hitam yang sedang duduk dengan santai sambil mengunyah kue kering di mulutnya.
Untuk pertunjukan kali ini Evan sudah mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan seperti tiket untuk tempat duduk paling depan, kacamata hitam yang berguna untuk menutupi matanya agar tidak terlihat aneh dan tidak lupa banyak makanan ringan dan jus buah yang di simpan di Blue Rose Ring.
Sebelum berangkat, Evan juga mencari beberapa informasi tentang aturan yang harus ditaati oleh setiap peserta diantaranya dilarang keras untuk membunuh peserta lainnya kecuali sudah ada persetujuan antara kedua belah pihak sebelumnya, dilarang menggunakan senjata beracun, senjata dan armor akan disediakan oleh panitia penyelenggara dan yang paling penting setiap peserta harus mematuhi arahan yang diberikan oleh wasit.
Jika ada yang melanggar salah satu dari peraturan diatas, peserta akan didiskualifikasi secara langsung dan tidak boleh mengikuti turnamen lagi seumur hidupnya.
Dan untuk tahapan turnamen sendiri tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Tahap pertama adalah babak penyisihan, karena jumlah peserta yang memenuhi persyaratan terlalu banyak, maka tidak mungkin akan diadakan duel satu lawan satu karena itu akan memakan waktu yang sangat lama.
Jadi pihak penyelenggaraan memutuskan untuk mengadakan battle royale untuk menjadi tema tahap pertama.
Tidak jauh dari kota Aurum ada sebuah hutan lebat yang jarang dijamah oleh manusia dan disinilah tempat tahap pertama turnamen akan diadakan.
Semua peserta akan dipindahkan ke lokasi yang berbeda di dalam hutan, masing-masing dari mereka akan menerima sebuah koin emas khusus dan tugas mereka adalah mengumpulkan koin itu sebanyak-banyaknya.
Tahap ini akan berlangsung dari matahari terbit hingga matahari terbenam dan 100 orang yang memperoleh koin terbanyak akan dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
__ADS_1
" Salam Tuan gubernur. "
Ketika Evan sedang mengingat-ingat kembali tentang aturan dan tahap dalam turnamen, tiba-tiba terdengar seruan yang sangat keras dari orang-orang disekitarnya.
Ketika dia bangun dan melihat sekeliling, dia menyadari bahwa semua orang telah berdiri dan membungkukan tubuhnya kearah pusat Colosseum.
Secara reflek Evan langsung mengarahkan pandangannya kearah dimana orang-orang itu membungkuk dan benar saja di area kosong dan luas yang ada di tengah Colosseum saat ini ada seorang pria paru baya disana.
Pria ini memiliki rambut pirang pendek dan wajah yang sangat tampan, bahkan Evan yang memiliki tingkat estetika yang sangat tinggi harus mengakui bahwa pria yang berdiri di tengah-tengah Colosseum itu merupakan salah satu orang paling tampan yang pernah dia lihat selain ayah dan saudaranya sendiri.
Bukannya Evan ingin menyombongkan garis keturunan keluarganya, tapi setiap keturunan dari keluarga Silverash memang memiliki penampilan yang sangat luar biasa bahkan dikatakan menyaingi para High Elf yang dikenal sebagai makhluk terindah di World of Ruins.
Sebenarnya semua keturunan dari 5 pemimpin tertinggi memiliki penampilan yang sangat berlebihan, mungkin karena darah High Human mereka yang sangat murni setiap dari mereka akan memiliki bakat dan penampilan yang sangat indah, khususnya keluarga Silverash dan keluarga Kekaisaran Landover.
Sejak zaman dahulu, kedua pemimpin tertinggi ini sering dibanding-bandingkan, Silverash yang merupakan tanah suci para Ksatria dan Landover yang adalah Kekaisaran Sihir selalu bersaing untuk membuktikan siapa yang lebih baik antara Ksatria dan Penyihir.
" Baiklah, kalian boleh duduk kembali, mungkin sebagian dari kalian sudah tahu siapa aku tapi mungkin ada juga yang tidak, namaku adalah Brian Eleanor dan merupakan gubernur kota Aurum saat ini. "
Brian yang saat ini berada tepat di pusat Colosseum akhirnya mulai mengatakan sesuatu yang membuat ekspresi Evan menjadi gelap.
[ Sialan, dari gerak-geriknya aku menebak dia akan melakukan kata sambutan yang sangat panjang dan membosankan, mengapa setiap ada acara besar yang menarik akan selalu seperti ini. ]
Dan benar saja, setelah memperkenalkan dirinya, Brian mulai berbicara panjang lebar tentang turnamen yang diadakan saat ini.
" Hari ini adalah hari yang istimewa, tidak hanya kita memperingati hari berdirinya kota kita tercinta, kita juga akan mengadakan turnamen pencarian bakat yang dinanti-nantikan oleh sebagian besar anak muda di wilayah Silverash.
Dengan izin dan bantuan dari pemimpin kita yaitu keluarga Silverash, kami para petinggi kota Aurum akhirnya berhasil mengadakan event yang besar ini.
__ADS_1
... "
Karena omong kosong Brian yang sebagian besar tidak berguna, Evan yang awalnya sangat bersemangat mulai menguap karena kebosanan seiring berjalannya waktu.
Setelah menunggu selama 2 jam penuh, Evan yang hampir tertidur akhirnya mendengar kalimat yang sangat dinanti-nantikannya.
" ... Baiklah, tanpa berlama-lama lagi, sebagai gubernur kota Aurum aku umumkan, turnamen pencarian bakat secara resmi dimulai ! "
Plok... plok... plok...
Bersamaan dengan berakhir kata-kata Brian, suara seruan bersemangat diiringi dengan tepuk tangan dari semua penonton yang hadir terdengar di hampir setiap sudut Colosseum dan tak lama setelah itu muncul sebuah layar cahaya raksasa yang memperlihatkan pemandangan sebuah hutan hujan yang sangat luas dan lebat.
Disamping layar juga menunjukkan daftar para peserta yang mengikuti turnamen pencarian bakat ini yang berjumlah total 1000 orang.
Sebenarnya ada lebih dari 1000 orang yang mendaftarkan diri untuk mengikuti turnamen ini, tapi karena batas maksimal peserta hanya dipilih 1000 orang dan proses pemilihan juga sangatlah ketat tanpa memandang status sama sekali.
Karena lokasi tahap pertama turnamen yang tidak memungkinkan para penonton untuk melihat secara langsung, para panitia penyelenggara memutuskan untuk menggunakan artefak khusus yang memungkinkan untuk memproyeksikan secara langsung keadaan para peserta melalui layar cahaya raksasa yang ada di tengah Colosseum.
Dan selain hal itu panitia penyelenggara juga menyediakan versi VIP artefak itu yang dapat digunakan secara pribadi.
Selain dapat digunakan secara pribadi, versi VIP artefak itu juga memungkinkan pengguna untuk melihat lokasi peserta favorit mereka tidak seperti layar cahaya raksasa yang hanya akan memperlihatkan para peserta yang dipilih oleh panitia.
Meskipun sangat nyaman digunakan, artefak hanya digunakan oleh sebagian kecil orang saja karena harganya yang terbilang sangat mahal dan Evan jelas bukanlah orang yang kekurangan uang.
Ketika layar cahaya raksasa mulai menyala, Evan mengeluarkan sebuah benda kecil berwarna emas dan berbentuk lingkaran dengan simbol matahari di bagian depan dan pedang perak kecil di bagian belakangnya.
Ketika Evan menekan simbol matahari kecil itu perlahan, tiba-tiba sebuah layar cahaya persegi dengan luas 30 X 30 cm muncul di depan tubuhnya.
__ADS_1