
Saat ini, dua orang ayah dan anak sedang berjalan berdampingan menuju ruang makan sambil bercanda ringan, mereka saling melempar ejekan dan tertawa riang seolah apa yang mereka bicarakan sebelumnya di ruang kerja pemimpin keluarga tidak pernah terjadi.
Tak lama kemudian mereka berdua sampai di depan ruang makan keluarga, saat Ryan membuka pintu ruangan, tiba-tiba langkahnya terhenti karena di dalam ruangan sudah ada 3 orang yang sedang memelototinya saat ini.
" Ada apa ayah, kenapa kau berhenti di depan pintu, cepatlah masuk, aku kelaparan saat ini. "
" Diamlah dasar idiot, apa kau tidak lihat ada... oh, aku lupa jika kau masih buta saat ini, maafkan aku, tapi coba bukalah matamu itu sebentar dan bantu aku keluar dari situasi ini. "
" Hmm... oh ternyata ada ibu dan saudara, tunggu dulu, bukankah ini tengah malam, bagaimana mereka ada disini, jangan bilang kalau mereka menunggu kita selama ini ? "
" Itu juga yang kupikirkan, ehem...kau tau, situasi jadi terasa canggung saat ini. "
" Bukankah itu semua salahmu, kenapa kau harus membuat keributan yang begitu besar saat kau menyeretku keruanganmu tadi siang, semua orang jadi khawatir tentang apa yang terjadi. "
" Kau menyalahkanku untuk itu, bukankah ini gara-gara kau yang mengambil jalan Ksatria sihir tanpa memberitahuku sebelumnya. "
" Cih, lupakan saja soal itu, apakah kau punya solusi untuk keadaan kita saat ini ayah ? "
" Aku sedang memikirkan sesuatu sekarang, cepatlah bantu aku berpikir dengan kepala jeniusmu itu. "
" Sebenarnya aku sudah menemukan solusi untuk diriku sendiri. "
" Lalu bagaimana denganku ? "
" Siapa kau, aku tidak mengenalmu. "
" ... "
Kedua ayah dan anak itu saling berbisik didepan pintu, tapi tiba-tiba suara Rossaline terdengar di telinga mereka.
" Apa yang kalian berdua lakukan disana, cepatlah kemari dan makan sesuatu, bukankah kalian kemari untuk makanan. "
__ADS_1
Setelah mendengar kalimat itu, mereka segera berjalan menuju meja makan dan duduk di tempat mereka masing-masing, dengan begitu dimulailah acara makan tengah malam pertama keluarga Silverash.
Suasana di meja makan saat ini tidak seperti biasanya, mungkin karena ini adalah pertama kalinya bagi mereka untuk makan malam bersama di tengah malam, tidak ada sedikit suarapun terdengar, banyak makanan mewah tergeletak di meja tanpa ada yang menyentuhnya sedikitpun, bahkan para pelayan yang menunggu di samping merasa tidak nyaman dengan situasi saat ini.
Sebenarnya Ryan sudah mencoba untuk memakan makanannya, tapi saat ini ada 3 pasang mata yang melihatnya dengan tajam, jadi mau tidak mau dia menghentikan gerakannya walaupun dia sudah sangat lapar.
Sedangkan Evan, salah satu faktor utama yang menyebabkan diselenggarakannya acara khusus makan bersama ini berada pada keadaan yang lebih baik karena kondisinya yang tidak memungkinkan untuk membuka matanya dalam waktu yang lama.
Suasana hening ini berlangsung sekitar 15 menit sebelum akhirnya Evan tidak dapat lagi menahannya.
" Ibu, bisakah kau memberikan sesuatu untukku, aku belum makan apapun sejak tadi siang, jadi aku kelaparan saat ini. "
Saat Evan mengatakan kalimat ini, dia bisa merasakan 3 pasang mata yang memandangnya walaupun dia tidak bisa melihat, dan baru kali ini Evan merasakan manfaat kebangkitan Bloodlinenya yang tidak berguna.
Setelah Rossaline mendengar suara putranya dan melihat ekspresinya yang menyedihkan, dia segera mengambilkan makanan diatas meja dan menyuapi putranya, dengan Evan yang memulai percakapan, suasana di ruangan itu menjadi jauh lebih baik, mereka mulai makan sambil bercakap-cakap ringan dan sesekali mengucapkan lelucon yang tidak lucu, meskipun begitu, semua orang tertawa riang.
Tapi ini tidak berlangsung lama, pertanyaan Rossaline sekali lagi membuat ruangan itu menjadi sunyi.
" Itu benar ibu, aku memang mengambil jalan yang sedikit berbeda dari yang lainnya, tapi itu tidaklah seberbahaya yang ayah katakan, bukankah kau sudah tahu kalau ayah adalah seorang idiot setelah menjadi istrinya selama bertahun-tahun. "
" Hmm, kau ada benarnya, meskipun alasanmu itu bagus, tapi itu tidak cukup untuk meredakan kekhawatiran ibumu ini. "
" Hey, aku bisa dengar itu, siapa yang kalian sebut idiot dasa anak- "
" Diamlah dan urus urusamu sendiri. "
Sebelum Ryan menyelesaikan kata-katanya, Rossaline motongnya dengan kejam, dia tidak ingin pembicaraan pribadi dengan putranya terganggu oleh orang yang tidak penting.
" Ibu, mungkin jalan yang kupilih memang berbahaya untuk orang lain, tapi siapa aku ?, aku adalah keturunan langsung keluarga Silverash, salah satu pemimpin tertinggi di benua Bintang, banyak pengetahuan dan sumber daya yang tidak bisa didapatkan orang lain tersedia untuk aku gunakan semauku, oleh karena itu kau tidak perlu khawatir tentang apa yang terjadi. "
" Hmm, kalau begitu aku bisa lega, jadi bisakah kau memberitahuku apa yang kau bicarakan dengan ayahmu diruangannya hingga memakan waktu selama itu ? "
__ADS_1
" Sebenarnya tidak banyak, Ayah bilang bahwa dia akan mencari istri baru, jadi dia meminta pendapatku untuk memilih siapakah yang cocok menjadi nyonya ketiga keluarga kita dari sudut pandang seorang anak. "
" Ohhh, jadi seperti itu, menarik sekali, apakah menurutmu ada yang cocok untuk menjadi bagian keluarga kita ? "
" Tidak mungkin, ibu dan juga ibu Cecil sudah cukup menurutku untuk menjadi nyonya keluarga ini, kurasa itu hanya alasan ayah untuk menambah istri baru lagi. "
" Hehe kau memang putraku, jika hal itu benar-benar terjadi, maukah kau meninggalkan keluarga ini dan ikut bersama ibumu, meskipun keluarga ibumu tidak sebesar keluarga ini dan kita bukanlah seorang bangsawan, setidaknya kita masih bisa makan dan membeli pakaian yang layak, dan disana kau tidak perlu lagi belajar tentang etiket bangsawan atau apapun itu, kau hanya perlu hidup bahagia dan memberikan ibumu ini cucu yang imut. "
" Aku akan selalu mengikutimu kemanapun kau pergi ibu, dan jika orang tua itu mencoba menghentikan kita, kita akan menculik istri barunya dan mengancamnya agar kita dapat keluar dari tempat ini, hehe. "
Uhukk... uhukk
Ryan yang sedang menikmati makanannya dan mengira bahwa semua masalah ini telah berakhir, tiba-tiba tersedak dan memuntahkan kembali makanannya, dia manandang putranya yang sedang tertawa jahat seolah mengatakan...
[ Hehehee, apa kau pikir bisa lolos dengan mudah dari masalah ini pak tua, naif ! , aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi, nikmatilah penderitaanmu, muahahahaa ]
Tapi tidak seperti yang diperkirakan Evan, setelah terkejut sejenak, Ryan tidak panik sama sekali saat kedua istrinya memelototinya dengan tajam seolah menunggu penjelasannya, dia meletakkan peralatan makannya dan mengambil serbet bersih untuk membersihkan mulunya dari minyak dan sisa-sisa makanan kemudian berkata dengan sangat serius.
" Tepat waktu sekali, aku sebenarnya ingin membicarakan sesuatu dengan kalian berdua, sesuatu yang sangat penting. "
" Apa itu, cepat muntahkan. "
" Bukankah kalian pikir kita terlalu sibuk dengan masalah diri kita sendiri sehingga melupakan anak-anak kita. "
" Apa yang kau bicarakan, aku selalu meluangkan- "
Cecil yang selama ini diam tiba-tiba berteriak keras untuk mencoba membantah kata-kata suaminya, tapi sebelum dia menyelesaikan kata-katanya, dia tidak dapat melanjutkan, dia berpikir selama beberapa saat tapi tetap tidak bisa menemukan sanggahan yang tepat untuk kata-kata suaminya dan hal ini juga berlaku untuk Rossaline, mereka berdua memandang putra mereka masing-masing dan tiba-tiba rasa bersalah muncul di hati mereka.
Evan merasa bahwa akan ada hal buruk yang terjadi jika ayahnya melanjutkan kata-katanya, tapi sudah terlambat, saat dia berusaha mengubah topik pembicaraan ini, ayahnya tidak memberinya kesempatan dan tiba-tiba berkata dengan suara yang dalam.
" Tanyakan kepada putramu masing-masing apakah mereka mengetahui kisah tentang para pahlawan dan raja iblis, dan kau akan mengetahui bahwa kau sudah gagal menjadi seorang ibu yang baik. "
__ADS_1