Tahta Perak

Tahta Perak
Makan Malam Yang Tak Terlupakan


__ADS_3

Makan malam berjalan seperti biasanya dimana suasana hangat terbentuk dari percakapan antara orang tua dan anak tentang kegiatan keseharian mereka.


Tapi suasana tiba-tiba menjadi hening saat Ryan mulai mengangkat topik yang penting.


" Jadi diantara kalian berdua, siapa yang ingin mewarisi posisi kepala keluarga ? "


"..."


Evan dan Ernest yang semula dengan riang berbicara satu sama lain tentang latihan hari ini tiba-tiba terdiam.


[ Apa kau bercanda, kau ingin kami untuk mengurusi kertas-kertas tidak berguna itu seharian sepertimu, tidak mungkin, setidaknya tidak di kehidupan ini. ]


Pikiran yang serupa hampir secara bersamaan muncul di kepala mereka.


Mereka berdua sering melihat ayah mereka berkerja sampai larut malam untuk mengurusi masalah-masalah yang ada di wilayah kekuasaan keluarga mereka, banyak kertas menumpuk tinggi di meja kerja ayahnya dan yang sangat menakutkan adalah meskipun Ryan bekerja seharian penuh, kertas-kertas itu tidak berkurang tapi malah menumpuk semakin tinggi sehingga dia tidak punya pilihan selain memanggil istri-istrinya untuk membantu.


Beberapa hari kemudian mereka melihat orang tua mereka keluar dari ruang kerja dengan keadaan yang mengerikan ditemani oleh beberapa pelayan, mereka berjalan sempoyongan seperti mayat hidup, wajah mereka terlihat pucat dan lelah dan di sekitar mata mereka terdapat lingkaran hitam seperti panda, hal ini meninggalkan kenangan buruk pada kedua saudara laki-laki.


" Mengapa kalian diam, apakah aku perlu memilih salah satu dari kalian secara langsung? "


Suara Ryan membangunkan mereka dari ingatan buruk tentang betapa menakutkannya ruang kerja pemimpin keluarga, tanpa sadar mereka saling memandang dan seolah-olah pemahaman diam-diam terjadi antara mereka berdua, adik dan kakak ini mulai bekerja sama untuk menyelesaikan krisis ini.


" Haha apa yang kau katakan ayah, kau masih berada di puncak hidupmu, bagaiman mungkin kau memilih pewaris sakarang, apa lagi kita masih muda dan belum mampu menanggung beban berat itu. "


" Evan benar ayah, tidak mungkin kau akan memberikan posisi yang begitu penting pada dua anak yang belum dewasa, kami masih perlu mengandalkanmu "


" Bukannya aku akan mewariskan posisiku sekarang, aku hanya akan meminta kalian membantuku mengelola urusan wilayah agar di masa depan nanti kalian dapat terbiasa dengan tugas-tugas seorang pemimpin keluarga. "


" Tapi kita masih anak-anak, kita butuh waktu lebih banyak untuk diri kita sendiri, bagaimana kau tega merenggut kebahagian masa kecil anak-anakmu. "


" Evan benar ayah, kita butuh waktu lebih banyak untuk diri kita sendiri, bagaimana kau tega merenggut kebahagian kami. "


" Setiap anak keluarga Silverash selalu mendapat pelatihan yang keras sejak kecil, dan mengapa kalian selalu menolak posisi pemimpin keluarga, apakah ada alasan khusus ?"


" Tidak ada alasan khusus, kami hanya ingin memutuskan masa depan kami sendiri tanpa harus menyesalinya. "


" Benar, kami hanya tidak ingin menyesal di masa depan. "

__ADS_1


Setelah mendengar jawab dua putranya, Ryan menghela nafas panjang dan kemudian berkata dengan serius.


" Tidak peduli apa alasan kalian, salah satu dari kalian harus menjadi pemimpin keluarga ini di masa depan. "


"... Ahhhh ternyata begitu, bukankah itu tugas putra pertama?, sebagai seorang jenius yang menjadi ksatria formal tingkat lanjut diusia 12 tahun dia memang kandidat paling cocok untuk menjadi pemimpin keluarga masa depan, dengan penampilan, bakat dan kharismanya dia tidak akan mempermalukan keluarga kami. "


" Benar sekali ayah, dengan penampilan, bakat dan kharis-, tunggu dulu..., dasar bocah sialan, kemari kau. "


Setelah melihat bahwa ayahnya tidak akan mengubah keputusannya, Evan tidak ragu untuk mengkhianati saudaranya dan menikamnya dari belakang, akibatnya mereka mulai saling bertengkar.


Melihat kedua putranya yang tidak dapat diandalkan Ryan mulai merasakan sakit di kepalanya.


Memang kedua putranya memiliki penampilan dan bakat yang luar biasa, tapi mereka memiliki ambisi yang kecil untuk kekuasaan, bahkan jika dia memaksa salah satu dari mereka mewarisi posisinya dia takut keluarga Silverash yang diakui sebagai salah satu keluarga terkuat di dunia akan menurun karena pemimpin mereka yang tidak kompeten.


[ Apakah aku harus membawa gelar pemimpin keluarga sampai ke kuburku..., sialan, dasar anak-anak tidak berbakti. ]


Saat Ryan mulai mengutuk kedua putranya dengan keras dipikirannya , suara Evan dan Ernest tiba-tiba terdengar di telinganya.


" Sebenarnya aku punya solusi untuk semua ini. "


" Sebenarnya kita hanya perlu saudara baru. "


" Hmm..., itu sepertinya bukan ide yang buruk. "


Uhukk.. uhukkk...


" Ada apa bu, apa kau tersedak, cepatlah minum air ini. "


Kedua nyonya yang sedang menikmati makanan mereka sambil diam-diam menonton pertunjukan di samping tiba-tiba dibuat tersedak oleh perkataan putra mereka.


Sedangakan Ryan sedang berpikir dengan serius apakah rencana ini layak dilakukan, tapi tiba-tiba suara dua putranya datang lagi mengganggu pikiranya.


" Aku tarik kembali kata-kataku tadi, sepertinya mendapat saudara baru tidak akan akan memperbaiki masalah. "


" Haaa..?, kenapa ?, padahal menurutku itu ide yang cukup bagus. "


" Bagaimana jika kita mendapatkan saudari dan bukan saudara ? "

__ADS_1


" Apa yang kau khawatirkan, kekaisaran Azeroth saat ini dipimpin oleh seorang ratu, mengapa kita tidak bisa menjadikan wanita sebagai pemimpin keluarga ? "


" Apa kau tidak membaca aturan keluarga saudaraku, pemimpin keluarga Silverash selalu laki-laki, karna keluarga kita tidak memiliki teknik pernafasan ksatria untuk perempuan, meskipun teknik Breath of Silver Sword bersifat universal, tapi sebenarnya lebih cocok untuk laki-laki. "


" Kalau begitu tinggal buat lagi saudara baru..?, mungkin akan keluar laki-laki jika orang tua kita berusaha lebih keras. "


" Kau benar saudara, aku tidak akan percaya jika 3 atau 4 adik baru kita semuanya adalah perempuan, pasti akan terlahir satu laki-laki diantara mereka. "


Ryan yang mendengarkan disamping mulai memutuskan bahwa rencana ini tidak buruk sama sekali, tanpa memperhatikan wajah kedua istrinya yang sudah merah padam dia mulai memberikan pendapatnya.


" Menurut kalian siapa yang akan melahirkan anak laki-laki diantara dua ibu kalian ? "


"Hmph, tentu saja itu ibuku, dia adalah ibu terbaik di dunia. "


" Menurutku mempunyai adik perempuan juga tidak buruk, bayangkan saja jika seorang gadis kecil yang lucu selalu mengikutimu kemanapun kau pergi dengan lolipop besar di mulutnya dan memanggilmu kakak dengan suara yang imut, bukankah itu menggemaskan, hehe... "


"..."


" Hahahaa..., kau benar sekali Evan, seperti yang diharapkan dari putraku yang jenius, kalau begitu sudah diputuskan, kita akan menamai proyek ini sebagai ' Anak Perempuan Yang imu-...ehemm... maksudku ' Pemimpin Masa Depan Keluarga Silverash ', ngomong-ngomong soal nama, bagaimana dengan nama anak perempuan itu ?, aku secara pribadi menyukai Luna sebagai namanya, bagaimana denganmu Evan ? "


" Aku pikir Elsa akan lebih baik. "


" Tunggu dulu, jangan tinggalkan aku, ibuku juga akan melahirkan anak perempuan, aku lebih menyukai nama Silvy. "


...


Lama kelamaan percakapan mereka menjadi semakin liar dan diluar kendali sampai akhirnya kedua wanita itu tidak tahan lagi mendengarnya.


Mereka kemudian memerintahkan para pelayan pergi untuk menutup pintu ruang makan dan berjaga diluar agar tidak membiarkan satu orangpun masuk kedalam.


Beberapa saat kemudian terdengar suara jeritan dan permohonan ampun yang terdengar diseluruh ruang makan.


Setelah makan malam selesai, semua anggota keluarga keluar dari ruang makan secara bersamaan, dipimpin oleh Ryan kepala keluarga saat ini yang berjalan dibagian depan dengan sebagian besar dari wajahnya yang bengkak dan masih terlihat jelas bahwa ada banyak tanda telapak tangan.


Dibelakangnya adalah dua istrinya yang diikuti oleh putranya masing-masing yang juga dalam keadaan sama seperti ayah mereka, yang terparah dari mereka bertiga adalah putra pertama, Ernest Silverash, dia bahkan tidak bisa melihat dengan benar karena benjolan besar disekitar matanya.


Hari ini akhirnya mereka belajar bahwa wanita juga bisa menjadi sangat menakutkan jika sedang marah.

__ADS_1


__ADS_2