Tahta Perak

Tahta Perak
Tahap l Turnamen


__ADS_3

Di dalam hutan lebat dimana tempat tahap pertama turnamen pencarian bakat digelar, saat ini sudah ada 1000 peserta yang tersebar secara acak di seluruh bagian hutan.


Meskipun 1000 orang terlihat sangat banyak, tapi hutan itu sendiri sangatlah luas jadi tidak mudah bagi para peserta untuk menemukan satu sama lain.


Sebenarnya ada alasan khusus mengapa para peserta dipisahkan di berbagai lokasi berbeda, alasan yang pertama adalah agar pertandingan tidak berakhir terlalu cepat.


Jika para peserta memasuki hutan secara bersamaan, maka ada kemungkinan bahwa setelah mereka masuk, mereka akan memulai pertarungan yang membuat situasi menjadi kacau balau dan mungkin akan ada beberapa korban yang jatuh.


Sedangkan alasan lainnya adalah untuk mencegah para peserta membentuk sebuah tim dan mengeroyok peserta lain untuk mendapatkan koin mereka.


Turnamen ini diadakan dengan tujuan untuk merekrut bakat dari seluruh penjuru wilayah Silverash dan bahkan wilayah Kerajaan tetangga, jika para peserta mulai berkumpul dan membentuk sebuah kelompok, maka ini tidak dapat lagi dinamakan turnamen pencarian bakat.


Di salah satu bagian terdalam dari hutan, saat ini William sedang menyandarkan punggungnua di sebuah pohon besar sambil melihat-lihat pedang baja yang diberikan oleh panitia sebagai senjata wajib.


" Berat yang tidak seimbang, penempaan yang tidak rata, gagang yang tidak nyaman dipegang dan tidak tajam sama sekali, secara keseluruhan pedang ini sama sekali tidak berguna.


Lupakan tentang bisa atau tidaknya digunakan sebagai senjata, bahkan jika aku menebas sebuah pohon dengan pedang ini, mungkin pedang ini yang akan terpotong, sigh... "


Setelah memeriksa kualitas senjatanya, William menghela nafas sedih dan bangkit dari posisinya dan tak lama kemudian, dia tiba-tiba berkata dengan suara dingin.


" Keluarlah ! aku tahu kau ada disana. "


" ... "


" Hehehee, jangan paksa aku untuk menyeretmu keluar atau hasilnya tidak akan sangat baik. "


" ... "


Seolah seperti seorang ahli yang menyadari keberadaan musuh-musuhnya hanya dengan naluri, William berkata dengan santai tanpa khawatir dirinya akan disergap, tapi bahkan setelah dia berteriak sampai mulutnya kering, tidak ada suara yang menjawabnya.


" Apa kau benar-benar ingin melakukan dengan kekerasan, asal kau tahu saja, aku orang yang tidak pandai menahan kekuatanku. "


" ... "

__ADS_1


" Baiklah, kau yang minta. "


Swoooshh... Boom...


Setelah berkata beberapa kali dan tetap tidak mendapatkan jawaban, William akhirnya kehilangan kesabarannya.


Dengan lambaian ringan tangan kanannya yang memegang gagang pedang baja, sebuah Aura Blade kuning meluncur dengan kecepatan tinggi menuju sebuah pohon besar tidak jauh dari tempatnya berdiri dan meledakkannya hingga berkeping-keping.


" Hmph, jangan bilang aku tidak memperingatkanmu, sekarang terimalah akibatnya. "


William berkata dengan sangat dingin dan acuh, bahkan di benaknya saat ini, dia sudah membayangkan citra dirinya sebagai seorang Ksatria yang kuat dan misterius.


Saat dia melirik tempat dimana dia melancarkan serangannya, dia akhirnya melihat sosok apa yang telah mengintainya selama ini dan itu adalah...


Tidak ada.


Ya, di tempat yang seharusnya ada musuh bersembunyi, sebenarnya tidak ada apapun disana selain pohon besar yang telah tumbang dan hancur berkeping-keping.


Tapi protagonis itu akan dengan mudah menyadari keberadaan mereka hanya dengan intuisinya, sigh... seperti yang diharapkan, semua cerita novel itu adalah palsu.


Untung saja tidak ada yang melihatku kali ini, jika tidak, citraku pasti akan hancur, tapi entah kenapa hatiku tiba-tiba merasa sangat gelisah. "


William yang tidak mendengarkan aturan dan instruksi dari panitia penyelenggara masih tidak menyadari bahwa semua tindakan yang dia lakukan saat ini akan direkam dan ditayangkan di layar cahaya untuk ditonton orang-orang yang ada di Colosseum.


Untungnya dia tidak terlalu mencolok dari sebagian besar peserta yang berpartisipasi di turnamen kali ini jadi penampilannya tidak di tayangkan di layar cahaya raksasa dan para pemilik artefak VIP juga tidak terlalu memperlihatkan orang sepertinya.


Tapi ada satu orang yang saat ini sedang menyaksikan tingkah lakunya lewat artefak VIP sambil menggumamkan sesuatu yang sangat menyeramkan.


" Hehehee, apa kau pikir hanya karena kau jauh dariku jadi aku tidak bisa mengawasimu, hah, sungguh naif !


Setelah turnamen ini selesai, aku akan melatihmu secara khusus untuk mempertajam insting bertahan hidupmu, Hueheheee.... "


Siapa lagi jika bukan protagonis kita Evan Silverash.

__ADS_1


Saat ini Evan sedang mengaktifkan artefaknya dan secara khusus memilih untuk melihat apa yang dilakukan guardiannya kali ini dan tentu saja William tidak mengecewakan Evan, dia dengan bodohnya mempraktekkan semua hal tidak masuk akal yang ada di dalam novel fantasi sehingga membuat Tuanya sangat terhibur dengan kebodohannya.


Tapi lama kelamaan Evan akhirnya merasa sedikit bosan hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengubah layar cahayanya ke lokasi dimana maskot kelompoknya yang imut berada.


Tak lama kemudian, layar cahaya di depan Evan meredup beberapa saat dan setelah itu gambar beralih memperlihatkan seorang gadis kecil berpakaian pelayan dengan rambut seputih salju dan mata merah seperti darah.


Saat Evan melihat keadaan Isabell saat ini dia sedikit terkejut karena Isabell tidak mengalami kesulitan seperti yang dia perkiraan dan malah sebaliknya.


Penampilannya yang imut dan menggemaskan membuat banyak peserta tertipu dan mengira dia sebagai gadis kecil yang lemah dan tak berdaya, tapi saat orang-orang itu mencoba mengambil keuntungan darinya, meraka akan babak belur dan kehilangan koin emas tanpa kecuali.


Jadi yang harus dilakukan Isabell hanyalah berjalan-jalan santai dan akan ada orang yang mengirimkan koin kepadanya dari waktu ke waktu dan jika dia menemui musuh yang sekiranya tidak dapat dia kalahkan, dia akan mengandalkan kekuatan dan kecepatan tubuh istimewanya untuk melarikan diri.


[ Hahahaa, seperti yang diharapkan dari maskot kecil kita, dia jauh lebih cerdas dan masuk akal dari pada seniornya yang tidak punya otak itu. ]


Setelah memastikan bahwa Isabell dalam kondisi yang aman, Evan merubah tampilan layarnya lagi dan kali ini memperlihatkan gambar seorang Ksatria perempuan memakai full plate armor berwarna emas yang menutupi seluruh tubuhnya bahkan kepalanya juga ditutup oleh helm Ksatria emas yang sangat indah dan hanya memperlihatkan kedua mata emasnya dari celah sempit helm.


Selain armor, ada juga sebuah pedang yang saat ini hanya berjarak beberapa milimeter dari leher seorang Ksatria muda yang sepertinya menjadi lawan Ksatria wanita itu.


" Sigh..., yang mulia memang pantas mendapatkan gelar Princess of Light, meskipun kita berada pada tingkat yang sama, aku bahkan tidak dapat menangkis satupun serangan anda, dengan ini aku mengakui kekalahanku. "


Ksatria muda itu menghela nafas panjang penuh penyesalan sambil mengeluarkan sebuah koin emas dan menyerahkannya pada Ksatria wanita di depannya.


" Hmm. "


Setelah mengambil koin emas, Ksatria perempuan itu mengangguk sedikit pada pria di depannya dan kemudian pergi tanpa sepatah-katahpun.


Evan yang melihat pemandangan itu dari layar cahaya di depannya, tiba-tiba menggelengkan kepalanya perlahan sambil menggumamkan sesuatu.


" Tidak cukup, bahkan sama sekali tidak mendekati target yang aku tetapkan, meskipun kau memiliki atribut yang langka dan juga dapat disebut sebagai seorang jenius di generasi ini, tapi ini masih jauh dari apa yang aku ekspektasikan.


Teruslah berusaha dan tunjukkan kepadaku sesuatu yang dapat membuatku tertarik padamu, tunjukkan padaku apa yang kau punya sehingga kau layak untuk menjadi salah satu The Guardias.


Jangan mengecewakanku, Sofia Eleanor. "

__ADS_1


__ADS_2