
Tidak seperti area dimana William bertempur yang menyebabkan keributan cukup besar tapi sangat monoton, pertarungan Isabell dengan 2 Penyihir dan 3 Ksatria Formal sangatlah menarik dan berwarna-warni.
Berbagai sihir seperti Fire Ball, Fire Arrow dan yang lainnya terus-menerus dikeluarkan oleh 2 Penyihir Formal sedangakan ke 3 Ksatria Formal bertugas melindungi para Penyihir dari serangan sengit yang dilancarkan oleh Isabell.
Jika dilihat dari posisi Evan saat ini, Tim Penyihir dan Ksatria Formal itu sekarang membentuk sebuah formasi segitiga dengan 3 Ksatria Formal berada disetiap sudut formasi dan kedua Penyihir yang ada di pusatnya.
Dengan demikian kedua Penyihir dapat berfokus pada mantra mereka dengan para Ksatria yang melindungi mereka.
Tapi meskipun begitu mereka masih dihadapkan pada posisi yang kurang menguntungkan.
Dengan menggunakan 2 kemampuan utama ras Vampirenya atau mulai saat ini kita sebut saja Bloodline Vampire, Isabell dapat menekan kelima orang itu tapi itu juga batas yang bisa dia lakukan dengan keterampilan yang dimilikinya saat ini.
Saat ini Isabell seperti inkarnasi dari Dewi perang, banyak sekali senjata dari berbagai jenis seperti pedang, kapak, tombak dan yang lainnya terbang disekeliling tubuhnya yang dapat dia gunakan untuk menyerang atau bertahan.
Selain itu gerakan tubuhnya juga sangat cepat, dengan mengandalkan cakar panjang dan tajam yang dia dapatkan setelah membuka transformasi Vampirenya sebagai senjata utama dan Blood Weapons sebagai serangan jarak jauh atau sarana pertahanan, dia membuat kelima lawannya sangat kewalahan.
Tapi Ksatria dan Penyihir yang menjadi lawannya juga bukan kesemek lembut yang mudah ditindas, dengan membentuk formasi dan kerja sama yang sempurna, mereka berlima akhirnya dapat mengimbangi serang sengit dan terus menerus dari Isabell
" Hehehee, sepertinya aku mendapatkan jackpot kali ini, meskipun aku perlu menggunakan beberapa trik kecil untuk menipunya agar dia bersedia mengikuti dan bersumpah setia padaku dan mungkin ini akan berdampak buruk di masa depan, tapi kurasa itu sepadan.
Dengan kemampuan seperti itu diusianya yang baru menginjak 10 tahun, dia pasti akan menjadi salah satu pilar yang menopang seluruh wilayah Silverash yang akan kupimpin suatu hari nanti.
Dan Ksatria idiot itu juga tidaklah buruk, sebelumnya dia seperti batu berharga yang yang tercampur di tumpukan batu biasa sehingga membuat orang lain mengabaikannya, tapi setelah aku menemukannya, akan kubuat seluruh dunia mengetahui keindahan dan kecemerlangan batu yang mereka abaikan itu.
__ADS_1
Sigh... meskipun dikatakan sebagai jenius tertinggi yang pernah muncul di keluarga Silverash, tapi aku hanyalah satu orang, aku perlu mengumpulkan orang-orang berbakat dari seluruh penjuru dunia untuk melindungi keluarga dan rakyatku sendiri.
Dan baru 2 orang yang saat ini memenuhi persyaratan yang kutetapkan, sepertinya jalanku masih panjang untuk dapat menikmati kehidupan yang tenang dan damai. "
Saat Evan masih tenggelam dalam pikirannya sendiri, tiba-tiba situasi pertempuran di area Isabell akhirnya mengalami perubahan.
Selain dari kemampuan untuk membiarkan pemiliknya tetap hidup saat anggota tubuhnya terpotong-potong, Undead Body juga memberikan kekuatan dan kecepatan fisik yang sangat tinggi.
Dan dengan mengandalkan hal ini, Isabell berhasil memberikan tekanan pada musuh-musuhnya sampai saat ini, tapi itu masih belum cukup untuk memenangkan pertempuran ini.
Jadi untuk mengubah arah pertempuran sepenuhnya, Isabell memutuskan untuk sedikit berkorban.
Dengan menggunakan Blood Weapons untuk menahan kedua Ksatria lainnya, Isabell menggunakan kecepatan tubuhnya hingga ekstrim untuk menghindari semua sihir yang dilemparkan oleh kedua Penyihir itu dan bergegas menuju Ksatria yang terakhir.
Jadi dia hanya dapat menggeser tubuhnya sedikit sehingga pedang itu meleset dari tujuan utamanya tapi pada akhirnya itu masih berhasil mengenai perut Isabell hingga menembus sampai ke punggungnya.
Saat kelima orang itu melihat hal ini, ekspresi kegembiraan terpancar jelas dari wajah mereka karena mereka berpikir bahwa pertarungan sengit ini akhinya akan segera berakhir.
Sebenarnya dugaan mereka tidaklah salah, pertempuran ini memang akan segera berakhir tapi sepertinya bukanlah mereka yang akan menjadi pemenang pertempuran ini.
Tak lama setelah kelompok itu mengira bahwa semua ini sudah berakhir, kepala dari Ksatria yang berhasil menembus tubuh Isabell dengan pedangnya itu tiba-tiba jatuh dari lehernya dan menyebabkan darah mengalir ke tanah tanpa henti.
Sontak hal ini membuat keempat orang lainnya terkejut dengan apa yang terjadi, tapi ini hanya sesaat, setiap dari mereka adalah Ksatria dan Penyihir yang sangat berpengalaman jadi mereka segera pulih kembali dan mencari dimana keberadaan Isabell berada.
__ADS_1
Tapi sudah terlambat.
Setelah memenggal kepala Ksatria itu, sosok Isabell menghilang sepenuhnya seolah ditelan bumi, di manapun mereka memandang, mereka tidak menemukan keberadaan gadis kecil berambut putih itu.
Tapi ini tak berlangsung lama, beberapa saat kemudian, sosok gadis kecil itu muncul kembali di belakang Ksatria lainnya dengan tangan yang berlumuran darah segar dan sebuah benda menjijikkan yang terlihat masih berdenyut-denyut di genggamannya.
Kemudian tubuh Ksatria kedua itu juga tumbang dengan sebuah lubang besar di dada bagian kirinya.
Saat ketiga orang yang tersisa melihat kejadian itu, mereka tidak lagi memiliki niat untuk bertarung melainkan segera berlari sekuat tenaga menuju 3 arah yang berbeda.
Isabell yang melihat reaksi 3 orang itu, tersenyum tipis dan tubuhnya segera melebur menjadi bayangan kemudian dia bergegas mengejar menuju kearah Ksatria itu berlari.
Evan yang sedang menonton pertunjukan dari atas pohon sedikit terkejut dengan metode bertarung yang digunakan Isabell.
Dengan mengandalkan Undead Body nya, Isabell menggunakan tubunya sendiri sebagai umpan untuk digantikan dengan nyawa musuhnya, meskipun sedikit absurd, tapi dia tidak dapat memungkiri jika metode ini sangatlah efisien bagi Isabell yang memiliki Undead Body.
Tapi perlu dicatat bahwa meskipun Undead Body memungkinkan pemiliknya untuk memiliki kemampuan seperti mahkluk abadi, tapi saat terkena serangan, pemiliknya juga merasakan rasa sakit seperti mahkluk hidup normal lainnya, karena itulah Evan menyebutkan bahwa metode bertarung Isabell sedikit absurd dan biasanya hanya digunakan oleh orang-orang berpikiran sederhana.
" Hmm... setelah pertempuran kali ini, kau harus membimbingnya lebih baik lagi, jangan sampai dia salah jalan dan menjadi William kedua.
Ngomong-ngomong soal William, sepertinya duel hidup dan mati antara dua Master Ksatria itu juga akan segera memutuskan pemenangnya. "
Setelah memastikan bahwa pertempuran Isabell sebentar lagi akan berakhir dan tidak ada bahaya yang menimpanya, Evan kembali memfokuskan pandangannya pada area duel William dan Zaratan yang sepertinya juga telah mencapai puncak.
__ADS_1