Tahta Perak

Tahta Perak
Ursula


__ADS_3

" Cepat katakan padaku apa yang ingin kau negosiasikan denganku, aku tidak ingin kau mati sebelum mengatakan informasi tentang organisasimu itu. "


Evan berbicara dengan nada tidak sabar kepada Penyihir Hitam yang sedang sekarat di depannya.


Dia sebenarnya takut jika wanita ini akan mati terlebih dahulu karena kehabisan darah dan karena Ursula saat ini telah menghapuskan semua Cincin Hati yang ada di jantungnya secara sukarela, maka dia tidak lebih dari seorang manusia biasa sekarang, jadi Evan terus menerus melemparkan bola cahaya Star Energy secara berkala untuk mempertahankan kehidupan Penyihir Hitam itu.


" Baiklah, ayo kita mulai negosiasi kita, pertama-tama, aku ingin bertanya padamu Tuan muda Evan, apakah kau tahu keluarga bangsawan yang bernama Viscount Aghony ? "


Ursula yang telah menerima beberapa Star Energy yang Evan lemparkan, sepertinya telah pulih dengan baik sehingga dia bisa bicara dengan cukup lancar tanpa batuk darah terus-menerus seperti sebelumnya.


" Kalau aku tidak salah, itu adalah keluarga bangsawan tingkat menengah yang berada di bawah pemerintahan kekaisaran Azeroth, selain itu aku tidak banyak tahu tentang keluarga Aghony, mengapa kau menanyakan sesuatu seperti itu, apakah itu ada hubungannya dengan apa yang akan kita bahas selanjutnya ? "


" Tentu saja ada, sebenarnya ini adalah masalah inti yang akan kita bahas, untuk negosiasi kali ini, aku hanya ingin meminta satu hal darimu. "


" Oh, apa itu ? "


" Aku ingin kau menghancurkan seluruh anggota keluarga Aghony tanpa membiarkan satupun dari mereka lolos. "


" Hehehee, apa kau pikir aku cukup bodoh melakukan hal itu hanya karena rasa ingin tahuku tentang organisasi yang ada di belakangmu, meskipun Aghony hanyalah bangsawan tingkat menengah, tapi ada kekaisaran Azeroth dibelakangnya, apa kau tahu bahwa permintaan yang kau minta sangat tidak masuk akal. "


" Tenanglah dulu Tuan muda, aku belum selesai bicara, Aghony adalah keluarga bangsawan yang memiliki Wilayah cukup luas, meskipun tidak memiliki banyak tanah subur karena letaknya yang dekat dengan pegunungan berbatu tapi ada beberapa tambang besi dan tembaga disana, bahkan ada sebuah tambang perak berukuran sedang yang baru-baru ini ditemukan, bisa dibilang bahwa wilayah itu cukup kaya dalam hal ekonomi.


Tapi bukannya mengurus rakyat mereka dengan baik, mereka malah mengeksploitasi warganya sendiri.


Pajak tanah yang sangat tinggi, bahan makanan yang harus dibeli dari pemerintah dengan harga yang sangat mahal, bahkan ada yang dijadikan budak tambang tanpa alasan yang jelas.


Dengan kata lain, keluarga Aghony menghalalkan segala cara yang mereka bisa untuk memperkaya diri mereka sendiri bahkan jika itu harus dilakukan secara tidak manusiawi. "


" Sepertinya kau cukup akrab dengan keluarga Aghony ini, apakah kau berasal dari sana ? "


" Benar, dulu aku dan keluargaku berasal dari sebuah desa kecil yang berada dalam wilayah kekuasaan keluarga Aghony, disana kami hidup dalam kesengsaran dan kemiskinan, bahkan makan satu kali sehari bisa disebut kemewahan bagi kami dan semua itu berlanjut sampai aku menjadi dewasa.


Hehehee, seiring bertambahnya usia, aku menyadari jika penampilanku juga menjadi semakin cantik dan menawan, mungkin karena pada saat itu aku masih seorang gadis muda yang polos dan naif, aku cukup bangga dengan penampilanku dan sering berjalan ke sekeliling desa untuk melihat tatapan kekaguman yang diberikan oleh para warga desa saat memandangku, dan itu menjadi sebuah bencana yang menyebabkan pembantaian beberapa ratus warga yang ada di desaku.

__ADS_1


Suatu hari, pada saat aku berjalan-jalan berkeliling desa seperti biasanya sambil mengumpulkan beberapa tanaman dan buah yang bisa dijual atau dijadikan makanan, tiba-tiba ada seorang pemuda yang sebenarnya cukup tampan berjalan kearahku dan bertanya apakah aku mau menjadi kekasihnya.


Karena aku tidak mengenalnya, tanpa berpikir panjang aku menolak tawarannya, tapi pemuda yang tampaknya cukup sopan itu tiba-tiba menjadi sangat kasar dan mulai memaksaku untuk menjadi kekasinya, jadi aku tidak punya pilihan selain menamparnya dengan sekuat tenaga hingga hidungnya mengeluarkan darah dan anehnya pemuda itu tidak marah sama sekali, dia mengambil sebuah sapu tangan putih dari sakunya dan mengusap darah yang keluar dari hidungnya kemudian pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.


Tapi saat aku mengira semuanya sudah berakhir, keesokan harinya ada sebuah pasukan prajurit berkuda yang terdiri dari kurang lebih 50 orang mengenakan full plate armor mendatangi desa kami dan memuai pembantaian tanpa alasan yang jelas.


Meskipun kami berusaha melawan, tapi bagaimana bisa rakyat biasa bersaing dengan prajurit terlatih yang memakai perlengkapan penuh, tanpa butuh waktu lama hampir semua penduduk desa yang berjumlah lebih dari 500 orang terbunuh dan hanya sebagian kecil yang beruntung masih dapat melariakan diri atau bersembunyi, tapi aku dan keluargaku bukanlah salah satunya.


Entah kenapa kami tidak terbunuh tapi malah ditangkap dan dibawa ke tengah-tengah desa dimana tempat prajurit-prajurit itu berkumpul dan disana aku menyadari alasan mengapa pembantainan ini terjadi.


Disana aku bertemu dengan pemuda yang aku tolak di pinggiran desa itu dan dia memberitahuku identitas dan alasan kenapa dia melakukan semua ini.


Ternyata semua hal mengerikan ini terjadi hanya karena dia, Calvin Aghony, Tuan muda keluarga Aghony tidak terima di tolak boleh seorang rakyat jelata belaka.


Hahahahaa, bukankah itu adalah alasan yang cukup konyol Tuan muda Evan "


" Hmm, cerita yang cukup menyedihkan, tapi ada yang janggal, bagaimana caranya kau masih hidup ? "


" Cukup, aku sudah tahu garis besar kisahmu, kau sebenarnya ingin membalas dendam kepada keluarga Aghony dengan meminjam tanganku, tapi aku tidak bisa melakukan itu, jika aku memusnahkan keluarga Aghony dengan alasan yang tidak jelas seperti itu, hubungan keluarga Silverash dengan Keluarga kerajaan kekaisaran Azeroth akan memburuk, meskipaun kami tidak takut pada mereka tapi saat ini kami masih secara tertulis menajdi bagian dari kekaisaran Azeroth, jadi kami tidak boleh bertindak terlalu gegabah atau berlebihan. "


" Tapi bagaimana jika keluarga Aghony melakukan kesalahan yang sangat berat ?, bisakah kau menggunakan alasan ini untuk menghancurkan mereka. "


" Tergantung seperti apa kesalahan itu, jika itu memang kesalahan yang cukup besar, aku mungkin bisa membantumu selama kau memiliki bukti jika apa yang kau katakan adalah kebenaran. "


" Hmm, aku tidak membawa bukti itu saat ini, tapi hal itu ada di ruang bawah tanah sebuah rumah yang aku beli di desa ini, bisakah kau mengambilkannya untukku. "


" Hmm, lagi pula jika yang kau katakan itu memang benar, aku tidak dapat membiarkan mereka begitu saja, William ! cepat kemari. "


Beberapa saat kemudian, William berjalan perlahan mendatangi Evan dengan kaki kirinya yang masih pincang.


" Ada apa Tuanku. "


" Pergilah kerumah Penyihir Hitam itu dan cari apakah ada bola kristal disana..."

__ADS_1


" Baik Tuan. "


William yang mendapatkan perintah bergegas melakukan tugasnya walaupun dia masih belum dalam kondisi prima, tapi suara Evan terdengar kembali di telinganya.


" William, kembalilah. "


" Ada apa lagi Tuanku ? "


" Apakah kau tahu dimana rumah Penyihir Hitam itu ? "


" Tidak. "


" Jadi apa yang membuatmu lari terburu-buru dasar idiot. "


" Aku bisa mengandalkan instingku untuk mencarinya Tuanku. "


" Insting kepalamu !, apakah kau pikir dirimu itu peramal hah, ingat ini, alamatnya adalah ..., cepatlah pergi dan bergegas kembali, selain itu berhati-hatilah, mungkin ada jebakan disana. "


" Baik Tuanku. "


Setelah William pergi, Evan kembali memandang Ursula dan menanyakan sesuatu.


" Memangnya apa kesalahan yang dilakukan oleh keluarga Aghony itu, aku cukup penasaran karenamu. "


" Hehehee, tidak banyak, mereka hanya menculik orang dan menjualnya menjadi budak. "


" Hah ! hal seperti itu sudah biasa, aku pikir akan ada sesuatu yang menarik terjadi, sigh...sepertinya aku berharap terlalu banyak. "


" Yang mereka culik dan jual adalah ras Elf dari benua Pohon Besar. "


" ... "


Seketika ekspresi Evan menjadi sangat luar biasa, dia sebenarnya cukup terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Penyihir ini.

__ADS_1


__ADS_2