Tahta Perak

Tahta Perak
Tabu


__ADS_3

Di sebuah ruang makan, saat ini Sofia sedang dimarahi oleh kedua orang tuanya habis-habisan karena perkataannya sebelumnya.


Sebenarnya, jika dipikirkan secara logis, tidak ada yang salah dengan kalimat Sofia saat dia merekomendasikan dirinya sendiri sebagai seorang Guardian.


Jika ini di Kerajaan lain, Sofia mungkin hanya akan di tegur secara ringan oleh orang-orang disekitarnya dan masalah akan berakhir disitu, tapi ini sangat berbeda karena dia ada di wilayah Silverash.


Dulu sekali, pernah ada sebuah kasus yang mirip dengan apa yang terjadi pada Sofia saat ini, pada kala itu, ada seorang pemuda yang sangat jenius lahir di wilayah Silverash yang bernama Dulles.


Bakatnya bisa dibilang sangat luar biasa, tidak hanya dia sangat cerdas, kecepatan latihannya juga tidak kalah dari anak-anak bangsawan seumurannya padahal dia hanya rakyat biasa yang tidak mendapatkan sumber daya apapun selain pengetahuan yang dia peroleh saat belajar di Akademi khusus pelatihan Ksatria melalui beasiswa.


Seperti para pemuda berdarah panas lainnya, Dulles, memiliki cita-cita yang sangat tinggi yaitu menjadi seorang Guardian dan dengan bakat serta kecerdasannya, dia memiliki peluang yang sangat tinggi untuk terpilih menjadi seorang Guardian tapi sepertinya takdir berkata lain.


Pada era itu, keluarga Silverash memiliki dua pewaris seperti pada generasi Evan saat ini, awalnya semua orang mengira bahwa putra tertua yang akan mewarisi posisi pemimpin keluarga sedangkan sang adik akan memegang posisi penting lainnya.


Mungkin karena terlalu dimanja dan disanjung oleh orang-orang disekitarnya sejak kecil, sang kakak tumbuh menjadi seorang yang sangat egois dan suka memandang rendah orang lain terutama rakyat jelata, tapi sikap buruknya tidak terlalu berlebihan dan orang-orang mengira itu akan menghilang seiring dengan pendidikan yang akan dia terima.


Tapi siapa sangka jika sifat buruk sang kakak tidak membaik sama sekali melainkan semakin parah hingga akhirnya dia menyebabkan sebuah insiden yang sangat mengerikan.


Pada hari itu, pemimpin keluarga dan istrinya sedang menghadiri pertemuan penting di Kerajaan lain, karena pertemuan ini sangat penting, jadi mereka memutuskan untuk tidak membawa kedua putra mereka dan meninggalkan posisi pemimpin keluarga kepada putra pertama yang saat itu berumur 17 tahun.


Karena sang putra tertua selalu bersikap baik dihadapkan kedua orang tuanya, pasangan itu tidak terlalu khawatir, toh mereka hanya pergi selama beberapa hari.


Sang putra tertua sangat senang dengan posisi barunya, jadi dia memutuskan untuk keluar bersama dengan beberapa penjaga untuk jalan-jalan, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti saat dia melihat Akademi pelatihan khusus Ksatria dan sebuah ide melintas di benaknya.


[ Karena aku adalah calon pemimpin keluarga Silverash, bukankah aku berhak memilih Guardian ku sendiri mulai sekarang ? ]


Tanpa ragu, dia masuk ke Akademi dan menyuruh para tutor untuk mengumpulkan semua murid paling berbakat di Akademi untuk dijadikan Guardiannya.

__ADS_1


Sang tutor sangat senang mendengar hal ini, jadi dia dengan cepat mengumpulkan semua murid paling berbakat dan mengumpulkannya di halaman Akademi.


Para siswa awalnya sangat bersemangat karena hari ini mereka mungkin akan berhasil memenuhi cita-cita yang selama ini mereka impi-impikan, hal ini terutama terjadi pada Dulles yang saat itu merupakan siswa terkuat dan memiliki nilai akademis tertinggi di seluruh Akademi.


Tapi saat pemilihan dimulai, dia sangat kecewa bahwa sang calon pemimpin keluarga Silverash tidak memilihnya, bahkan dia hanya dilirik sekilas oleh orang yang selama ini dia puja-puja itu sebelum diperintahkan untuk menyingkir karena menghalangi pemandangan.


Beberapa saat kemudian, pemilihan selesai dan hanya ada 7 orang yang dipilih, tapi para siswa dan tutor yang menghadiri acara pemilihan itu semuanya memiliki ekspresi yang aneh.


Hal ini dikarenakan orang-orang yang terpilih tidak terlalu berbakat, bahkan ada beberapa yang hanya mengandalkan koneksi keluarga mereka untuk dapat menghadiri pemilihan ini, secara keseluruhan tidak ada yang bagus tentang mereka kecuali satu hal, yaitu penampilan mereka yang enak dipandang.


Tanpa terkecuali, ke 7 orang yang terpilih memiliki penampilan yang cukup tampa ln dan hal ini segera membangkitkan keraguan dari orang-orang yang hadir di tempat itu.


Hingga sampai beberapa saat kemudian akhirnya ada seseorang yang maju dan mengatakan sesuatu yang membuat wajah Putra tertua itu menjadi gelap.


" Yang Mulia, mengapa anda tidak mempertimbangkan subjek anda ini ? "


" Apakah kau mempertanyakan keputusanku ?"


" T-Tidak Yang Mulia, Hambamu ini hanya merasa mereka kurang pantas menyandang gelar Guardian yang terhormat. "


" Kalau begitu buktikan padaku, kalahkan mereka semua jika kau memang mampu. "


" Baik Yang Mulia. "


Setelah mendapat izinnya, Dulles bertempur dengan ke 7 orang itu dan tanpa ketegangan, dia menang dengan mudah.


Ketika sang Putra tertua melihat hal itu, wajahnya terasa seperti terbakar karena rasa malu, dia segera bangkit dari kursinya dan meninju Dulles dengan seluruh kekuatannya sehingga menyebabkan Dulles terbang mundur sejauh beberapa meter.

__ADS_1


Seolah tidak puas, dia terus memukuli Dulles hingga pingsan dan hampir kehilangan nyawanya dan tidak ada yang berani menghentikan hal itu terjadi.


Saat Dulles sedang terbaring sekarat, Putra tertua menanyakan tentang identitas Dulles dan menyuruh para prajuritnya membawa anggota keluarga Dulles kepadanya.


" Hmph, inilah yang terjadi jika kalian berani mempertanyakan keputusan seorang Silverash, prajurit, bangunkan dia dan eksekusi semua anggota keluarganya di depan matanya. "


Sang Putra tertua memutuskan untuk memberikan hukuman yang kejam pada rakyatnya agar saat dia menjabat sebagai pemimpin dimasa depan tidak akan ada yang membantah perintahnya.


Tapi yang aneh adalah setelah dia memberikan perintahnya, tidak ada satupun prajurit atau Ksatrianya yang maju untuk mengambil tindakan.


" Apa yang kalian lakukan, cepat lakukan perintahku. "


" Maaf Yang Mulia, tugas kami adalah melindungi seluruh rakyat di wilayah Silverash, kami tidak bisa melakukan hal itu. "


" Hahahaa, bahkan sekarang kalian berani membantah kata-kataku, apakah kalian yakin siap dengan konsekuensinya ?, aku adalah kepala keluarga Silverash saat ini walaupun itu hanya sementara. "


Ketika para prajurit mendengar hal itu, salah seorang dari mereka ragu-ragu sejenak sebelum mencabut pedang dari sarungnya, tapi dia tidak mengarahkan pedangnya pada Dulles dan anggota keluarganya melainkan menebas lehernya sendiri dengan pedang yang ada ditangannya.


Segera, darah merah cerah mengalir dengan deras dari leher prajurit itu hingga akhirnya dia jatuh ke lantai tanpa menunjukkan tanda-tanda kehidupan.


Dari awal sampai akhir tidak ada yang menghentikan prajurit itu dan tak lama kemudian, seolah tindakan prajurit itu memicu reaksi berantai, para prajurit yang ada disekitarnya jatuh ke lantai satu persatu dengan luka menganga dileher mereka.


Putra tertua yang melihat kejadian itu mulai menjadi ketakutan dan berlari menuju kastil Silverash sekuat tenaga, setelah itu dia bersembunyi di dalam kamarnya dan tidak pernah keluar lagi.


Saat ayahnya kembali dan mendengar apa yang dilakukan anaknya, dia berusaha menemukan bocah itu untuk memberikannya hukuman yang tidak akan pernah dia lupakan tapi ketika dia membuka pintu kamar anaknya, dia menemukan putranya itu telah mati bunuh diri dengan cara menggorok lehernya sendiri.


Dan begitulah kisah tentang salah satu sejarah kelam keluarga Silverash, atau setidaknya itulah yang diketahui oleh orang luar.

__ADS_1


__ADS_2