
Saat ini, di area khusus bangsawan Evan sedang menikmati makanannya sambil memindai setiap orang yang hadir di sekitar menggunakan Soul Energy.
Sebenarnya dia tidak berniat untuk datang kesini sama sekali, tapi ketika dia melihat Isabell menggunakan kemampuan khususnya, dia tiba-tiba mengingat bahwa Brian pernah menjadi guardian dan mengikuti ayahnya ke medan perang World of Darkness.
Jadi kemungkinan besar dia mengetahui jika Isabell bukanlah manusia murni dan itu pasti akan mengarah kepada kesalahpahaman yang akan menyebabkan kekacauan cukup serius.
Jadi dia tidak punya pilihan selain mencoba menyelinap untuk menemui Brian secara diam-diam, tapi tak lama setelah dia tiba di tempat tujuannya, dia mendengar hal yang cukup menarik keluar dari mulut salah satu bangsawan yang ada disana dan itu membuatnya cukup tersinggung.
Tapi ini tidak membuatnya marah sama sekali tapi malah membuatnya ingin sedikit bermain dengan kelompok bangsawan yang ada di tempat ini, jadi dia memutuskan untuk tidak membiarkan satu orangpun pergi sampai dia puas.
Tapi saat Evan akan memulai permainan kecilnya, dia tiba-tiba merasa ada sesuatu yang membuatnya sangat tidak nyaman dan tanpa sadar dia menolehkan kepalanya kearah seorang gadis dengan sebuah kerudung putih tipis menutupi separuh wajahnya dan hanya memperlihatkan dua mata berwarna ungu yang sangat indah.
Evan dapat merasakan dengan jelas jika rasa tidak nyamannya berasal dari gadis yang menatapnya itu tapi dia tidak dapat menemukan apa yang salah dan hal ini membuatnya sangat terganggu, jadi dia memutuskan menggunakan Sword eyes untuk memastikan apa sebenarnya yang mengganggunya itu.
Tapi tepat ketika Evan baru saja membuka matanya selama beberapa detik, dia mendengar sebuah teriakan kesakitan yang sangat keras terdengar dari mulut gadis itu.
Bersama dengan teriakan itu, gadis berkerudung putih yang ada di depannya tiba-tiba menggunakan kedua tangannya untuk menutupi area bagian matanya dan tak lama kemudian adegan yang cukup menakutkan terjadi.
Dari sela-sela jari tangan gadis itu tiba-tiba mengalirkan cairan merah dalam jumlah yang cukup banyak dan tak berhenti sampai disitu, tak lama kemudian, teriakan gadis itu tiba-tiba terhenti digantikan dengan batuk darah yang sangat parah.
Saat orang-orang di sekitar melihat kejadian yang tiba-tiba ini, mereka bergegas untuk memberikan bantuan tapi mereka dihentikan oleh beberapa pria berjubah hitam yang muncul entah darimana dan mengelilingi gadis itu dalam formasi melingkar.
__ADS_1
Dan hampir secara bersamaan, ada juga beberapa pria yang mengenakan jubah hitam muncul dengan cara yang sama mengelilingi Evan dari segala arah.
Meskipun terlihat hampir sama, tapi jika diperhatikan secara mendetail, orang akan dapat menemukan perbedaan dari pakaian pria berjubah hitam yang mengelilingi gadis itu dan pria berjubah hitam yang mengelilingi Evan.
Saat kedua pasukan pria berjubah hitam ini muncul, atmosfer disekitar mereka tiba-tiba menjadi sangat tegang dan menindas yang secara tidak sadar membuatnya Brian dan kelompoknya menjauh.
Ketika semua orang berpikir bahwa akan ada pertempuran besar yang terjadi, tiba-tiba salah satu pria berjubah hitam yang sepertinya adalah pelindung gadis itu melangkah kedepan sedikit dan mengatakan sesuatu dengan nada yang sangat dingin.
" Apa yang kau lakukan kepada Tuan Putri ?, beliau adalah Putri Anastasya yang merupakan Putri pertama Kekaisaran Landover, jika sesuatu yang buruk terjadi padanya di tempat ini, jelas tidak akan sesederhana untuk menyelesaikannya hanya dengan kompensasi. "
Sringgg....boom.
Setelah pria berjubah hitam dipihak gadis itu menyelesaikan kata-katanya, dia disambut dengan sebuah Aura Blade merah yang dikeluarkan oleh salah satu pria berjubah hitam di pihak Evan tapi dengan mudah diblokir.
" Hmph, jaga mulutmu itu, apa sekarang semua orang dari Landover menjadi sangat sombong dan angkuh sepertimu, jika benar, kami tidak keberatan memulai perang dengan kalian. "
Evan yang selama ini diam, akhirnya mulai kesal dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh pria berjubah hitam itu.
" Hah, seperti yang diduga dari para Ksatria, kalian hanyalah orang-orang barbar yang tidak menggunakan otak kalian, tidak heran jika selama ini kalian dengan mudah dimanipulasi oleh Azeroth, apakah kalian masih layak menyandang gelar sebagai salah satu pemimpin tertinggi- "
" CUKUP !!! hentikan omong kosongmu itu. "
__ADS_1
Ketika pria berjubah hitam lainnya yang melindungi gadis berkerudung putih itu mendengar apa yang dikatakan oleh salah satu temannya, mereka segera membungkam mulut orang itu dengan cepat tapi sepertinya sudah terlambat.
" Hahahaa, apa kalian Landover selalu berpikiran seperti itu tentang kami para Ksatria dan keluarga Silverash, sangat baik, aku akan mengingat hal ini. "
Setelah mengatakan hal itu, Evan bangkit dari tempat duduknya dan berjalan pergi dengan ekspresi marah diwajahnya, tapi tidak ada yang bisa dia lakukan tentang hal itu, meskipun dia adalah calon pemimpin keluarga berikutnya dan memiliki beberapa otoritas di dalam keluarga, tapi dia masih tidak memenuhi syarat untuk berurusan dengan masalah yang melibatkan kekuatan puncak seperti Kekaisaran Landover.
Jadi dia memutuskan untuk tetap diam karena takut hal ini menjadi di luar kendali, meskipun begitu, dia tidak akan melupakan segala hal yang terjadi hari ini.
Tidak lama setelah Evan meninggalkan tempat duduknya, tubuh gadis berkerudung putih yang terus mengeluarkan darah dari mata dan mulutnya tiba-tiba bergetar hebat.
Dia berusaha sangat keras untuk berdiri dari kursinya sambil terus-menerus memuntahkan darah.
Sebenarnya, meskipun dia dalam keadaan yang sangat mengerikan dan merasakan sakit yang luar biasa hebat, dia masih dapat dengan jelas mendengar percakapan yang terjadi antara Evan dan pengawalnya, awalnya dia tidak terlalu memperhatikannya karena rasa sakit yang dia rasakan tapi tak lama setelah dia mendengar teriakan marah dari Evan, itu membuatnya takut setengah mati.
[ Tidak !!! aku harus menghentikannya tidak peduli apa yang terjadi, jika masa depan yang baru saja kulihat itu benar-benar akan menjadi kenyataan suatu saat nanti, insiden hari ini pasti menjadi awal mula dari bencana yang akan menghapus seluruh Kekaisaran Landover. ]
Anastasya yang sedang dalam kondisi sangat buruk mencoba mati-matian untuk bangkit dari kursinya dan memanggil Evan yang telah berjalan pergi cukup jauh.
Tapi bagaimanapun dia mencoba menggerakkan tubuhnya, tidak ada reaksi sama sekali seolah-olah tubuhnya diikat dengan rantai besi yang sangat kokoh, bahkan saat dia mencoba berteriak, tidak ada sedikitpun suara yang keluar dari mulutnya.
Satu-satunya bagian tubuhnya yang masih dibawah kendali pikirannya adalah kedua matanya yang telah berubah sepenuhnya menjadi berwarna merah darah dan hanya ada sedikit warna ungu ditengahnya.
__ADS_1
Jadi, tanpa daya, Anastasya hanya dapat menyaksikan punggung Evan yang secara bertahap semakin menjauh dari pandangannya dengan putus asa dan itu juga tidak berlangsung lama.
Secara perlahan, pupil mata Anastasya yang awalnya berwarna ungu seperti batu kecubung yang sangat indah, mulai berubah menjadi abu-abu kusam dan bersama dengan itu penglihatan Anastasya mulai kabur hingga akhirnya hanya ada kegelapan yang ada dalam pandangannya.