
Keesokan harinya Evan bangun pagi-pagi sekali dan mendapati bahwa dia berada di kamar William sekarang.
[ Oh benar juga, kemarin aku lupa memesan kamar untuk Isabell jadi aku memberikan kamarku kepadanya, pada awalnya aku berniat untuk mencuri kamar Ksaria idiot itu, tapi ternyata dia tidak sedang ada di kamarnya, kemana perginya orang itu...
Hmph, lupakan, lagipula dia bukan anak-anak lagi, aku tidak perlu terlalu mengkhawatirkannya. ]
Setelah Evan bangun tidur, dia segera bangkit dari tempat tidurnya dan melakukan peregangan ringan untuk menghilangakan rasa kantuk kemudian dia memulai latihan pernafasan dan meditasi hariannya selama kurang lebih dua jam.
Setelah melakukan rutinitas wajib yang dia jalani setiap pagi, Evan kemudian membuka jendela kamar dengan tujuan untuk merasakan udara segar dan sinar matahari pagi, tapi sesaat setelah Evan membuka jendela itu, dia terkejut dengan pemandangan yang dia lihat dan baru saat itulah dia menyadari mengapa William tidak terlihat kemarin malam.
[ Uhm... apakah aku memukulnya terlalu keras kemarin... hmm... lupakan, dia adalah Master Ksatria dengan atribut tanah, kurasa pertahanannya cukup kuat untuk menanggung pukulanku, lagipula bukankah pertahanannya akan menjadi semakin kuat jika dia terus menerus menerima serangan...sigh... kuharap dia tidak terkena gagar otak. ]
Saat ini, di depan penginapan Beaf-inn, ada seorang pria muda dengan penampilan acak-acakan sedang terbaring di pinggir jalan, penampilannya sangat mirip pengemis sehingga banyak orang yang lewat sering melemparkan koin tembaga kepadanya.
Dan saat Evan melihat pemandangan itu dari lantai atas, dia tertawa cukup keras hingga perutnya mulai sakit, dan karena itu pula dia tidak terburu-buru untuk membangunkan William.
Setelah menghirup udara pagi yang segar dan merasakan sinar matahari yang hangat, dia merapalkan mantra sihir sederhana yang berguna untuk membersihkan dan menyegarkan tubuhnya.
~ Sebagai penguasa Mana, aku memerintahkanmu, selimuti dan hapus semua kotoran yang ada di tubuhku ~
~ Clean ~
Setelah sihir dirapalkan, Evan merasakan nyaman di seluruh bagian tubuhnya seolah sedang berendam di air hangat dan pada saat yang sama, tubuh Evan mulai diselimuti oleh Mana biru yang membersihkan setiap bagian tubuhnya secara menyeluruh.
" Hmm, sihir memang sangat cocok untuk orang yang sibuk dan terpelajar sepertiku. "
Setelah Evan membersihkan tubuhnya, dia mengganti baju tidurnya dengan satu set pakaian baru, hari ini dia memutuskan untuk berdandan seperti anak pedagang kaya raya yang suka menghabiskan uang karena hari ini dia berencana berkeliling desa dan membeli beberapa souvenir.
__ADS_1
Kemeja hitam yang ditutupi dengan mantel biru serta celana panjang dan sepatu hitam yang mengkilap adalah pilihan Evan hari ini dan dia sepertinya cukup puas dengan itu.
Saat Evan melihat gaya pakaiannya di cermin, dia segera mengingat sebuah buku sejarah yang dia baca di perpustakaan keluarga yang membuatnya sangat tertarik.
Di buku itu dijelaskan bahwa dulu gaya berpakaian para bangsawan dan orang kaya yang ada di World of Ruins tidaklah seperti saat ini.
Pada saat itu pakaian para bangsawan dibuat sangat mewah dan dilebih-lebihkan untuk menunjukkan betapa tinggi dan mulianya status mereka, tapi entah kenapa kesan keindahan yang harusnya ada pada pakaian malah berkurang.
Tapi sekitar 200 tahun yang lalu, ada salah seorang pangeran dari kekaisaran Landover yang mengubah semua sudut pandang dunia tentang estetika berpakaian.
Pangeran itu bernama Benjamin Ascart yang merupakan pangeran ke 2 dari kekaisaran Azeroth pada saat itu, Benjamin dikatakan memiliki tubuh yang lemah sejak lahir jadi dia harus menghabiskan sebagian besar waktunya di tempat tidur.
Mungkin karena terlalu banyak waktu luang, Benjamin mulai belajar tentang hal-hal aneh dan tidak biasa terutama tentang pakaian dan pada saat itulah berbagai gaya berpakaian baru mulai muncul di dunia ini.
Kaos, kemeja, baju tidur, jas, mantel dan berbagai gaya pakaian baru yang sangat populer dan digemari oleh para kaum atas di dunia semuanya adalah hasil ciptaan dari satu orang yaitu Benjamin.
Tapi sangat disayangkan, pada usianya yang baru menginjak 35 tahun, orang yang dikenal sebagai revolusioner fashion itu akhirnya meninggalkan dunia ini karena suatu penyakit.
Jadi pasti ada sesuatu yang sangat luar biasa tersembunyi dibalik orang yang bernama Benjamin Ascart, tapi ini bukanlah sesuatu yang dapat dia selidiki saat ini, mungkin suatu hari saat dia menjadi semakin kuat, dia akan perlahan mengungkap rahasia-rahasia terdalam yang ada di dunia ini.
Segera Evan membersihkan pikirannya dan setelah merapikan pakaiaannya, dia berjalan santai menuju lantai bawah penginapan.
Tapi saat dia membuka pintu kamarnya, ada seorang gadis kecil berambut putih yang sepertinya sudah lama menunggunya.
" Selamat pagi Yang Mulia. "
" Hmm, mulai sekarang panggil aku Yang Mulia jika kita ada di acara resmi saja, saat ini kita sedang dalam penyamaran, jadi kau harus memanggilku Tuan atau Tuan muda, apa kau mengerti ? "
__ADS_1
" Apa itu acara resmi Yang Mulia ?, dan mengapa kita harus menyamar ? "
" Oh, aku lupa jika kau adalah rakyat biasa, baiklah, akan kujelaskan berbagai hal yang harus kau pelajari mulai saat ini, dengarkan baik-baik... "
Grrrrr....
Saat Evan akan menjelaskan tentang tugas dan etiket yang harus dipahami seorang pelayan, tiba-tiba ada suara geraman cukup nyaring yang terdengar dari perut Isabell dan segera membuat gadis kecil itu menundukkan kepalanya kebawah dengan wajah yang memerah.
" Hahahaa, bodohnya aku, aku lupa jika saat ini adalah waktunya sarapan, ayo kita pergi ke bawah untuk memesan makanan kita. "
Setelah mengucapkan kalimat itu, Evan berjalan dengan santai menuju tangga tanpa menunggu Isabell menjawabnya, dan tak lama kemudian mereka berdua sampai di lantai paling bawah penginapan.
Tapi saat mereka memesan makanan pada pelayan, mereka mendapatkan jawaban yang kurang memuaskan.
" Maafkan kami Tuan, bahan makanan yang kami simpan semuanya rusak dan tidak dapat dipakai karena keributan yang terjadi kemarin malam. "
Evan sebenarnya ingin mengajukan keluhan pada pelayan itu, tapi saat dia mengingat jika yang menyebabkan semua ini terjadi adalah dirinya sendiri dan bawahannya, kata-kata yang akan dia ucapkan tersangkut di tenggorokannya.
" Sigh... lupakan, ayo kita makan di luar hari ini, Oh dan juga ingatkan aku untuk membangunkan pengemis yang tidur di pinggir jalan itu, entah kenapa aku sering lupa kalau dia adalah salah satu bagian dari kelompok kita. "
" Baik Yang Mulia. "
" Salah, kau harusnya bilang 'Baik Tuan muda' apakah kau mengerti. "
" Mengerti Yang Muli- Tuan muda. "
" Bagus, apakah kau tau tempat makan yang enak Isabell ? "
__ADS_1
" Hmm, tidak jauh dari penginapan ini, ada rumah makan yang sering digunakan oleh para orang kaya, meskipun aku tidak pernah mencobanya, banyak orang bilang bahwa makanan disana adalah yang paling enak di desa ini, tapi sepertinya harganya agak mahal Tuanku. "
" Jangan hiraukan hal itu, aku mungkin kurang dalam banyak hal tapi uang bukanlah salah satunya, jika ada yang tidak setuju denganku, akan kubeli mulutnya itu, muahahahaa. "