Tahta Perak

Tahta Perak
Pergi


__ADS_3

Keesokan harinya, Evan memanggil Isabell dan William ke kamarnya dan menyuruh mereka berdua untuk bersiap meninggalkan desa ini.


" Besok pagi kita akan meninggalkan desa ini, kalian berdua bersiaplah, dan William, ambil ini, itu adalah perlengkapan Ksatria baru untukmu. "


" Apa ini sebuah cincin ruang ?, hehehee, terima kasih Tuanku. "


Setelah terkejut sejenak, William segera tertawa bahagia sambil mengucapkan terima kasih pada Evan.


Dia awalnya berpikir bahwa perlengkapan Ksatrianya yang baru hanya berada pada tingkat Elite, syukur-syukur jika senjatanya bisa berada di tingkat Mystery.


Tapi setelah dia menyelesaikan proses kepemilikan cincin ruang itu dan melihat apa yang ada di dalamnya, dia sangat terkejut bahkan sampai tidak mempercayai apa yang dia lihat.


" Sialan, apakah mataku menipuku ? "


" Hehe, aku suka melihat reaksimu itu, saat pertama kali aku melihatnya, aku juga sedikit terkejut, tapi full set armor dan pedang itu bukanlah barang palsu.


Full set armor itu bernama Black Mountain yang terbuat dari Black metal yang hanya dapat ditemukan di pegunungan berbatu di benua Lava, dan setelah mengalami proses penempaan yang panjang oleh tangan seorang pandai besi yang terampil, akhirnya terciptalah Epic grade item, selain memiliki pertahanan yang sangat kuat, armor ini juga dapat meningkatkan kekuatan Ksatria yang memiliki atribut bumi.


Sedangkan pedang itu sendiri adalah Legendary grade item, itu terbuat dari campuran logam-logam atribut bumi dengan kualitas yang sangat tinggi dan ditempa oleh seorang Master penempaan dari ras Dwarf sendiri, dikatakan bahwa proses pembuatan pedang ini memakan waktu kurang lebih 5 tahun.


Pedang ini memiliki kemampuan khusus yaitu jika dialiri dengan Aura atau energi yang serupa, berat pedang ini akan bertambah dan semakin besar dan murni energi yang dialirkan semakin bertambah juga beratnya, karena alasan ini pedang ini dinamai Heavy Mountain Sword. "


Evan memperkenalkan secara singkat tentang armor dan pedang yang ada di dalam cincin ruang itu sehingga membuat William semakin terkejut.


" Ini terlalu berharga Tuanku, aku tidak bisa menerimanya. "


" Kalau begitu kembalikan padaku, memang akan sangat boros jika membiarkan item berharga seperti itu jatuh ketangan orang sepertimu. "


" ... "

__ADS_1


William sebenarnya mengharapkan Evan sedikit mendorongnya untuk menerima kedua barang berharga itu, tapi jawaban Evan membuatnya terdiam cukup lama sebelum akhirnya dia membalas perkataannya.


" Setelah kupikirkan lagi, aku butuh kedua barang ini agar dapat melindungimu dengan baik Tuanku, jadi akan kuterima niat baikmu dengan senang hati. "


Setelah mengucapkan kata-kata ini, William langsung bergegas keluar dari kamar Evan dengan cincin ruang itu digenggamannya dan meninggalkan Evan yang sedang tertawa kecil karena perilakunya yang konyol itu.


Bahkan Isabell yang jarang tersenyum samenjak kematian kedua orang tuanya berusaha cukup keras untuk menahan tawanya.


" Baiklah, hari ini kita akan meliburkan sementara sesi belajar harianmu, bersiaplah untuk perjalan besok.


" Baik Tuan muda. "


...


Keesokan harinya, Evan dan William menemani Isabell untuk mengunjungi makam kedua orang tuanya sebelum mereka meninggal desa ini.


" Tuan muda, tidak perlu menemaniku, aku akan kembali beberapa saat lagi. "


" Hmm, masuk akal, Tuan muda memang orang yang sangat bijak, tidak heran jika para bangsawanlah yang memimpin rakyat biasa seperti kami. "


" Hmph, bangsawan biasa tidak akan secerdas diriku, Tuan mudamu ini adalah jenius sejak dia dilahirkan, hahahaa. "


William yang mendengarkan percakapan tidak masuk akal antara kedua anak ini tidak bisa tidak menghela nafas panjang dalam hatinya.


[ Sigh... sungguh gadis kecil yang naif dan murni, dia seperti kertas putih yang belum terkena tinta sedikitpun, dia bahkan percaya jika ada penjaga yang berani menangkap Iblis kecil itu setelah mengetahui identitasnya, sungguh tak tertolong.


Saat aku melihat mereka berdua berjalan berdampingan, aku seperti melihat malaikat kecil yang polos dan tidak berdaya sedang dipengaruhi iblis besar yang licik dan penuh kospirasi jahat.


Jika hal-hal ini terus berlanjut, tidak akan lama lagi malaikat kecil itu akan melangkah ke jalan yang salah dan akhirnya menjadi malaikat yang jatuh, sigh... sangat disayangkan, tapi juga tidak ada yang bisa kulakukan. ]

__ADS_1


Saat William tenggelam dalam pikirannya sendiri, tak terasa kelompok mereka telah sampai di tempat kedua orang tua Isabell dimakamkan.


Isabell yang melihat dua gundukan tanah dengan batu nisan diatasnya dimana kedua orang tuanya berbaring untuk selamanya, segera berlutut dan mengatakan sesuatu.


" Ibu, ayah, Isabell sebentar lagi akan pergi dari desa ini, maaf karena tidak bisa menemani kalian bedua disini, meskipun ingin, tapi Isabell tidak bisa.


Tapi kalian berdua tidak perlu khawatir, Isabell sekarang sudah menjadi pelayan Tuan muda Evan yang berasal dari keluarga Silverash, kalian pernah bilang jika keluarga Silverash adalah pemilik tanah ini dan juga selalu mengajariku untuk bersikap hormat kepada mereka, jika keluarga kita bisa memberikan kontribusi sekecil apapun untuk penguasa kita, maka itu adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan untuk keluarga kecil kita.


Dan sekarang aku sudah memenuhi harapan kalian berdua, jadi jangan khawatir lagi tentang Isabell, Tuan muda Evan adalah orang yang sangat baik, dia mengajariku membaca dan menulis, bahkan dia pernah bilang akan mengajariku sesuatu yang disebut sihir.


Selain itu aku juga memiliki gaji yang cukup besar, Tuan muda bilang jika aku akan diberi 3 keping emas sebulan hanya dengan menyiapkan kebutuhan hidup sehari-hari untuk Tuan muda, karena aku pernah bekerja di penginapan sebelumnya, hal ini sangat mudah bagiku.


Hehehee, kurasa aku terlalu banyak bicara dan menggangu waktu istirahat kalian, baiklah, Isabell akan pergi sekarang, jaga diri kalian baik-baik, aku akan sering mengunjungi kalian jika ada waktu luang.


Selamat tinggal ibu, ayah. "


Setelah Isabell selesai mengucapkan selamat tinggal kepada kedua orang tuanya, dia tiba-tiba mendengar suara Evan yang berada dia belakangnya.


" Namaku adalah Evan Silverash dan merupakan anggota termuda dari keluarga Silverash.


Aku disini kali ini dengan tujuan meminta izin kepada kalian berdua untuk membawa Isabell pergi dari desa ini dan mengelilingi dunia.


Sebagai penguasa tanah ini, aku mewakili keluarga Silverash mengucapkan terima kasih karena telah melahirkan seorang putri yang sangat luar biasa.


Aku berjanji akan merawatnya dengan baik.


Mungkin dia saat ini belum membuat kontribusi yang layak, tapi aku dapat menjamin bahwa suatu hari nanti di masa depan, dia akan menjadi salah satu pilar utama yang menopang seluruh kehidupan yang ada di wilayah kekuasaan keluarga Silverash.


Sekali lagi terima kasih. "

__ADS_1


Saat Isabell mendengar kata-kata Evan, suasana hatinya yang sedikit suram kini menjadi lebih baik dan sebuah senyuman indah yang selama ini hilang akhirnya kembali terlihat di wajahnya.


__ADS_2