
Keesokan harinya, Evan bangun pagi-pagi sekali dan berencana sarapan bersama keluarga Eleanor, karena dia saat ini menumpang dirumah orang lain, dia memutuskan sedikit mengurangi sikap malasnya agar tidak merusak citranya sendiri dan keluarganya.
Setelah memulai hari dengan makanan yang lezat, Evan yang bersemangat tinggi tidak sabar untuk pergi ke Colosseum dan menyaksikan tahap kedua turnamen.
Tapi dia ditakdirkan untuk kecewa karena tahap kedua turnamen yang dia nanti-nantikan ternyata sangat membosankan.
Tahap kedua turnamen adalah duel satu lawan satu yang diadakan di Colosseum dan sebagai catatan, tahap kedua ini tidaklah membosankan seperti yang Evan pikirkan.
Duel antara para peserta sebenarnya sangat sengit dan menarik, bahkan para penonton sangat menikmati serta mengagumi pertarungan para peserta itu walaupun mereka hanya sedikit mengerti tentang beladiri.
Hanya standar Evan saja yang menang terlalu tinggi jadi pertandingan ini terlihat sangat membosankan di matanya, apalagi tiga orang yang secara khusus dia perhatikan yaitu William, Isabell dan Sofia mendapatkan lawan yang mudah yang membuat dia semakin malas untuk menonton duel selanjutnya.
Dan pada akhirnya, karena terlalu bbosan, Evan memutuskan untuk mengalihkan perhatiannya pada buku-buku sihirnya sampai sisa waktu tahap kedua turnamen berakhir.
" Yang Mulia, kami sudah mempersiapkan tempat pelatihan terbaik yang ada di kastil, anda dapat menggunakannya kapanpun anda mau. "
" Baiklah, karena cederaku sudah sembuh sepenuhnya, aku ingin mencoba melakukan beberapa peregangan, aku juga ingin mencoba sesuatu yang menarik hari ini, apakah orang-orang yang kuminta tolong padamu kemarin sudah datang ?, berapa banyak yang hadir ? "
" Semua sudah siap Yang Mulia, ada 15 Master Ksatria, 5 Grandmaster dan 1 Ksatria Bergelar, mereka siap menerima perintah anda. "
" Hohohoo, ternyata lebih banyak dari yang kuperkiraan. "
" Apakah ada masalah dengan hal itu Yang Mulia ? "
" Tidak, semakin meriah semakin baik, ketika aku masih belum sembuh dari cederaku beberapa hari ini, Guardian bodoh itu sering bermalas-malasan, saatnya untuk sedikit melenturkan tulang idiot itu, hehehee. "
" Guardian ?, apakah yang anda maksud adalah pemuda yang selalu mengikuti anda itu, aku tidak menyangka jika dia adalah seorang Guardian. [ Selain itu, tulang tidak bisa dilenturkan Yang Mulia ] "
Brian sebenarnya sangat ingin mengatakan yang ada di pikirannya tapi dia tidak memiliki keberanian untuk melakukan itu.
" Hehehee, jangan melihat dia hanya dari penampilan luarnya saja, dia sebenarnya sangat berbakat dan pekerja keras, sayangnya dia tidak memiliki banyak sumberdaya ketika masih muda jadi pencapaiannya saat ini tidak menonjol sama sekali dibandingkan dengan orang-orang seusianya yang berasal dari keluarga besar, tapi itu akan segera berubah karena dia beruntung bertemu denganku.
Cukup bicaranya, kau akan tahu ketika melihatnya sendiri di tempat pelatihan, ayo pergi, kita tidak bisa membiarkan yang lainnya menunggu. "
__ADS_1
" Baik Yang Mulia. "
...
Sementara itu, di tempat pelatihan yang menjadi tujuan Evan dan Brian saat ini, sudah ada beberapa orang yang menunggu kedatangan mereka.
" Mengapa Tuan kita selalu terlambat, tidak bisakah dia sesekali tepat waktu saat jam latihan. "
" Ufufufuu, apakah kau merindukan bimbingan dari Tuan Muda, Tuan William ? "
" Tentu saja tidak, siapa juga yang mau dilatih oleh iblis itu, aku malah berharap Tuan tidak akan datang, selain itu, kenapa caramu tertawa menjadi sangat menakutkan Isabell, meskipun itu tetap terlihat imut, tapi entah kenapa aku sedikit merinding saat mendengarnya. "
" Ufufufuu... "
" ... "
" Ufufufufufufufuuu... "
" Sialan, apakah Tuan lupa memberimu obat penenang, aku akan mencarinya sekarang, tunggu disini dan jangan pergi kemana-mana. "
Tapi dia menyadari bahwa dia tidak bisa meninggalkan Isabell sendirian tanpa ada yang mengawasinya, jadi dia berusaha menemukan seseorang untuk menjaganya sebentar sehingga dia dapat bergegas pergi mencari Evan secepatnya.
Dan kebetulan, saat itu dia melihat Sofia yang sedang melatih teknik pedangnya tidak jauh dari posisi mereka berdua.
" Permisi Nona Sofia, bisakah aku meminta waktumu sebentar. "
" Hmmm...? ya, ada apa ? "
Sofia yang sedang melakukan pemanasan, sedikit tidak senang saat ada orang yang mengganggunya, tapi ketika dia melihat bahwa itu adalah William, perasaan tidak senangnya menghilang dan dia menjawab dengan hangat.
[ Dia adalah satu-satunya Ksatria yang melindungi Yang Mulia Evan dan kelihatannya hubungannya dengan Yang Mulia sangatlah baik bahkan melampau Tuan dan Ksatria pada umumnya, aku harus mendapatkan kesan baik darinya. ]
" Apakah ada yang bisa kubantu, Tuan William ? "
__ADS_1
" Sebenarnya aku mengalami sedikit masalah saat ini, bisakah anda menjaga gadis kecil disana sebentar saja, aku harus menemukan Tuanku dengan segera karena ada sesuatu yang sangat penting harus kusampaikan padanya. "
" Tentu saja tuan William, itu hanyalah masalah sepele, aku akan menemani temanmu selama kau pergi. "
" Terima kasih banyak Nona Sofia, tapi sebelum itu aku harus mengingatkanmu tentang satu hal, jangan biarkan dia melihat darah apapun yang terjadi, baik itu darah hewan atau manusia, jangan biarkan dia melihat atau menciumnya, dan jika dia bersikap aneh atau berbicara dengan tidak jelas, biarkan saja dan terus awasi dia, apa anda mengerti ? "
" Hah ?, aneh sekali, apakah dia menderita sebuah penyakit atau semacamnya ? "
" Sesuatu seperti itu, baiklah, aku tidak punya banyak waktu, akan kupercayakan dia padamu sekarang, sekali lagi ingat, jangan biarkan dia melihat atau mencium darah walaupun itu hanya setetes dan jika hal itu terlanjur terjadi, cepatlah lari sejauh mungkin, baiklah, aku pergi, ingat kata-kataku sebelumnya. "
" Tunggu dulu tuan William, masih ada... Sigh...lupakan. "
Tanpa memberikan kesempatan bagi Sofia untuk berubah pikiran, William berlari menuju pintu keluar lapangan pelatihan dengan kecepatan tinggi.
Jadi mau tidak mau, Sofia harus melakukan apa yang William katakan sebelumnya kecuali jika dia ingin William memiliki kesan buruk padanya.
[ Ayolah Sofia, bukankah ini hanya seperti tugas menjaga anak-anak, kau pasti bisa melakukannya dengan mudah. ]
Saat Sofia berpikir bahwa ini akan menjadi hal yang mudah untuk dilakukan, dia segera menyadari bahwa itu hanyalah fantasinya saja saat dia berjalan mendekat dan mengamati gadis kecil itu.
[ Rambu putih ?, bukankah Yang Mulia pernah bilang dia memliki pelayan berambut putih dan jika aku berhasil mengalahkan pelayannya itu dalam turnamen, dia akan mengakuiku ?, apakah pelayan yang dia maksud adalah gadis ini ?, tapi mengapa sikapnya sedikit aneh. ]
Isabell saat ini sedang berdiri diam seperti patung di pinggir lapangan pelatihan dengan tatapan kosong terlihat di mata merahnya.
Dia saat ini seperti boneka gadis kecil yang sangat cantik dan rambut putihnya membuatnya semakin terlihat unik dan menawan.
" Sialan kau, bukankah sudah kubilang jangan memukul terlalu keras, kita hanya sedang sparing untuk pemanasan dan bukan pertandingan yang sesungguhnya. "
" Hehehee, maafkan aku, sepertinya aku memang sedikit kelepasan, apa kau baik-baik saja ? "
" Tidak sama sekali, untung saja hidungku tidak patah kali ini. "
Pertengkaran dua Ksatria itu segera menarik perhatian semua orang yang ada di tempat pelatihan termasuk Sofia.
__ADS_1
Tapi Sofia sedikit mengerutkan keningnya saat melihat cairan merah yang keluar dari hidung Ksatria itu dan seketika dia tiba-tiba teringat pada kata-kata yang disampaikan William padanya beberapa saat yang lalu.
Jangan sampai dia melihat darah apapun yang terjadi.