
Vampire adalah salah satu ras yang berdiri di puncak World of Darkness, tidak hanya mempunyai bakat yang sangat tinggi dalam memanipulasi energi, mereka juga memiliki fisik yang sangat kuat bahkan hampir menyamai seorang Ksatria.
Tapi tidak ada yang sempurna di alam semesta ini, meskipun ras Vampire mempunyai bakat yang sangat dilebih-lebihkan tapi mereka juga memiliki kelemahan yang fatal.
Seperti para penghuni World of Darkness lainnya, ras Vampire sangat rentan terhadap berbagai energi tertentu seperti Life, Light, dan Lighting Energy, tapi ini hanyalah kelemahan yang umum, ras Vampire sebenarnya punya kelemahan khusus lainnya yaitu Darah, tapi ini hanya kelemahan bagi mereka yang tidak memiliki garis keturunan dari bangsawan Vampire.
Contohnya adalah Isabell saat ini, saat dia melihat darah yang mengalir keluar dari telapak tangan Evan, dia merasakan haus yang sangat kuat, rasa haus itu akan terus meningkat seiring berlalunya waktu dan saat orang itu tidak dapat lagi menahannya, dia akan kehilangan kontrol dirinya sendiri dan menjadi mesin pembunuh.
Saat ini Isabell sedang melingkarkan tubuhnya dilantai sambil mencengkram tenggorokannya dengan sangat erat, dia sepertinya masih berjuang keras untuk mempertahankan kesadarannya agar tidak diambil alih oleh nafsu hausnya akan darah.
" Hehe... ini adalah darah bangsawan manusia paling murni yang ada di dunia ini, aku dapat menjamin rasanya pasti tidak akan buruk, ayolah Isabell, tidak perlu menahan diri, jika kau meminum ini, penderitaanmu akan berhenti. "
Saat Isabell masih berusaha untuk menahan rasa hausnya dengan susah payah, Evan yang ada di didepannya malah terus menerus menghasutnya untuk mengambil gelas berisi darah yang dia pegang.
Suara Evan saat ini sangat mirip dengan bisikan iblis yang mencoba mempengaruhi Isabell untuk memakan buah terlarang.
Setelah berulang kali bujukan dan hasutan yang tiada henti, Isabell akhirnya jatuh kedalam perangkap iblis Evan.
Dia dengan cepat menyambar gelas berisi darah yang ada di tangan Evan dan dengan cepat memasukan mulut kecilnya kedalam gelas itu.
Saat cairan merah yang ada di gelas itu memasuki mulutnya dan mengalir ke tenggorokannya, Isabell merasakan sensasi luar biasa yang belum pernah dia rasakan sebelumnya.
Rasa hausnya sebelumnya segera menghilang dan digantikan oleh kenikmatan tertinggi seolah dia dibangkitkan kembali dari kematian, tubuhnya yang lemah kini seperti penuh akan kekuatan dan bahkan perasaan sedih saat kehilangan kedua orang tuanya tidak lagi dapat dia rasakan, melainkan rasa dari kegembiraan ekstrim yang menyelimuti hatinya saat ini.
Isabell yang sedang tenggelam dalam kenikmatan meminum darah pertamanya dengan cepat menghabiskan setengah gelas darah segar yang ada di tangannya dan seolah masih tidak puas karena porsi makanannya yang terlalu sedikit, dia bahkan mulai menjilati sisa-sisa darah yang ada di gelas itu.
__ADS_1
[ Enak sekali... lagi...lagi... sekali lagi, aku ingin minum benda ini sekali lagi... ]
Jika dilihat dari sudut pandang orang lain, Isabell saat ini seperti orang yang telah kecanduan obat-obatan terlarang atau minuman keras dan dia tidak dapat lagi hidup tanpa benda terlarang itu.
Dan hal ini juga membuat Evan yang sedang mengamati dari samping sedikit mengerutkan alisnya dan bahkan wajahnya beberapa kali menunjukkan ekspresi jijik dan simpati.
[ Sigh... sungguh gadis kecil yang malang, tidak hanya orang tuanya direnggut secara paksa darinya, dia juga harus hidup sebagai monster di pandangan orang lain sekarang. ]
Meskipun Evan ingin menuruti permintaan Isabell untuk tetap berada di desa ini dan merawat makam orang tuanya, tapi sebagai anggota keluarga Silverash yang menjadi penguasa tanah ini, dia tidak bisa melakukannya.
Apalagi setelah melihat keadaan Isabell saat ini, dia menjadi lebih bertekad untuk mengajaknya pergi bersamanya dan mencari cara untuk menyembuhkan kondisi tubuhnya seperti sediakala.
Jadi Evan sekarang memutuskan untuk mengakhiri tes percobaan ini dan mencoba kembali membujuk isabel untuk ikut dengannya.
" Enak, sangat enak, aku mau lagi, kumohon berikan aku lagi, aku akan melakukan apapun untuk itu. "
" Baiklah, jika kau mau lagi, jawab pertanyaanku terlebih dahulu, Siapa namamu saat ini ? "
" Isabell, namaku adalah Isabell. "
" Oh nama yang sangat cantik, jika aku boleh tahu, siapa yang memberimu nama yang indah seperti itu. "
" Hehehee... tentu saja itu orang tua... "
Saat Isabell menyebutkan kata " Orang tua " tiba-tiba pikirannya yang dipenuhi oleh rasa kanikmatan dari segelas darah segera menjadi jernih kembali bersamaan dengan adegan dimana dia menikmati segelas darah yang masih dia pegang saat ini.
__ADS_1
" TIDAK ! a-apa yang terjadi padaku, mengapa aku melakukan hal seperti itu, apakah aku menjadi monster, tidak, Isabell bukanlah monster, Isabell adalah anak yang baik... "
Setelah Isabell mengingat hal yang telah dia lakukan sebelumnya, dia segera menjatuhkan gelas itu kelantai dan tubuhnya tidak bisa berhenti bergetar sambil terus berkata bahwa dia bukanlah monster.
Dan seolah Evan sudah siap dengan hal ini, dia mengatakan sesuatu yang membuat Isabell sedikit menenangakan dirinya.
" Tenanglah Isabell, kau sebenarnya tidak berubah menjadi monster, tapi kau sedang dirasuki, Penyihir Hitam itu menanam esensi darah dari ras Vampire yang merupakan ras yang bisa mengambil alih tubuh orang lain, jika orang itu tidak mempunyai tekad yang kuat, tubuhnya akan diambil alih oleh monster itu. "
" Jadi maksud anda adalah monster itu hampir mengambil alih tubuhku ?, lalu bagaimana aku bisa sadar kembali ? "
" Itu karena rasa sayangmu pada kedua orang tuamulah yang membuatmu bisa menang melawan monster yang ada dalam dirimu, tapi jika kau sering melihat darah lagi, monster itu akan kembali mengambil alih tubuhmu, jadi kau harus hati-hati. "
" Apakah ada cara untuk menghilangkan monster yang ada di dalam tubuhku Yang Mulia ? "
" Sejauh ini tidak ada, maka dari itu alasan sebenarnya aku memintamu mengikutiku pergi dari desa ini adalah untuk mencari cara agar monster itu keluar dari tubuhmu, bagaimana, apakah kau mau ikut denganku sekarang ? , lagipula aku yakin kau tidak ingin menjadi monster yang haus darah kan ?, jika orang tuamu tahu bahwa kau menjadi monster seperti itu, mereka pasti akan sedih di alam sana. "
" Baiklah yang mulia, aku akan ikut dengan anda, aku tidak ingin orang tuaku bersedih hanya karena aku. "'
" Hmm, kalau begitu, mulai sekarang kau akan jadi pelayan pribadiku, apakah kau bersedia Isabell ? "
" Hamba bersedia Yang Mulia. "
Isabell buru-buru berlutut dengan kepala menghadap ke bawah di depan Evan dan menjawab dengan sangat serius sedangkan Evan sendiri, dia menatap kearah Isabell dengan senyum menawan di wajahnya, tapi jika ada orang yang dapat membaca pikirannya saat ini, mereka pasti akan memukuli anak tidak tahu malu ini sampai mati.
[ Huehehehee, mudah sekali, bahkan lebih mudah dari mengambil sebuah permen dari bayi, sekarang aku mendapatkan satu lagi orang berbakat di pihakku, hueheheee... ]
__ADS_1