Tahta Perak

Tahta Perak
Kesimpulan Evan


__ADS_3

Di ruang kerja kepala keluarga ada dua orang yang saling berdebat saat ini, mereka adalah Ryan dan Evan, mereka telah memutuskan untuk berdiskusi secara pribadi tentang apa yang terjadi sebelumnya karena ini menyangkut rahasia besar yang tidak boleh diketahui sembarang orang.


" Jelaskan semua yang kau ketahui, aku ingin tahu seberapa banyak apa yang kau ketahui tentang dunia ini sekarang. "


" Tentu, tapi sebenarnya aku tidak tahu banyak tentang sejarah dunia ini, pengetahuanku saat ini hanya berdasarkan dari hasil buku-buku yang kubaca selama ini. "


" Tidak apa-apa, mengetahui sedikit rahasia dunia ini dengan hanya membaca buku itu sudah merupakan hal yang luar biasa, atau mungkin ada sebuah buku yang mencatat tentang bagaiman peradaban itu hancur. "


" Tidak, aku hanya sering menemukan buku-buku sejarah di perpustakaan keluarga kita, saat aku sedang bosan aku mencoba untuk membaca salah satunya, tidak kusangka ternyata cukup menarik, jadi aku sering menghabiskan waktu luangku di perpustakaan keluarga untuk membaca buku-buku tua itu.


tapi lama kelamaan aku menyadari sesuatu yang aneh, semakin banyak buku yang kubaca semakin aku yakin jika ada yang aneh tentang keruntuhan peradaban yang menguasai dunia ini dimasa lalu, jadi aku mulai mencatat sesuatu yang menurutku penting di setiap buku yang kubaca, setelah aku membaca hampir semua buku sejarah yang ada di perpustakaan keluarga, aku mulai memilah apa yang kutulis di buku cacatan dan akhirnya aku menarik sebuah kesimpulan yang sangat menakutkan. "


" Ohh..., tunggu dulu, kau membaca hampir semua buku yang ada di perpustakaan itu, berapa lama waktu yang kau habiskan untuk menyelesaikannya ? "


" Entahlah, aku mulai membaca pada usia 5 tahun dan menyelesaikan kesimpulanku pada usia 6 tahun, mungkin sekitar satu tahun ? "


" Tunggu sebentar, kau mulai membaca buku sejarah pada usia 5 tahun ?, jadi yang kau baca selama ini di perpustakaan itu adalah buku sejarah, bukan buku cerita anak-anak, kalau kuingat-ingat memang tidak ada buku cerita di perpustakaan keluarga ini. "


"..., bukankah ini sudah melenceng jauh dari topik utama kita saat ini. "


" Ahhh.., maafkan aku, aku hanya terlalu terkejut karena ada anak yang baru berusia 5 tahun sanggup membaca buku sejarah, bahkan aku masih berusaha menghitung jumlah jari yang kumiliki saat seusia itu. "


" Itu karena kau bodoh, tidak heran keluarga kita tidak mengalami perkembangan dalam bidang apapun saat ini. "


"..."


Suasana disekitar ruangan menjadi hening saat Evan selesai mengucapkan kata-katanya, tapi itu tidak berlangsung lama, pembicaraan dilanjutkan kembali setelah sebuah teriakan kesakitan terdengar.


" Ehem..., kembali ke topik, jadi apa kesimpulan yang kau dapat setelah membaca buku-buku itu ? "


Evan yang saat ini sedang mengusap benjolan di kepalanya dengan ekspresi kesakitan tiba-tiba menjawab dengan sangat serius.


" Dunia ini pernah mengalami kiamat satu kali. "

__ADS_1


" Oh, bagaiman kau bisa menarik kesimpulan itu ? "


" Saat aku membandingkan semua peristiwa penting yang berkaitan dengan masa lalu, aku menemukan bahwa setiap buku mencatat tentang kehancuran peradaban itu disebabkan oleh faktor eksternal, apakah itu bencana alam atau murka tuhan bla bla bla, itu semua adalah faktor eksternal, jadi hanya ada satu kemungkinan bagaiman peradaban itu hancur. "


" Tunggu dulu, aku ingat pernah membaca buku yang mengatakan bahwa peradaban itu dihancurkan karena perang saudara, bagaimana kau melewatkan hal sepenting itu. "


" Itu adalah alasan yang konyol, hanya orang idiot yang akan percaya alasan acak semacam itu tanpa mempunyai bukti yang nyata. "


" Menurutku itu alasan yang masuk akal, dalam sejarah banyak kerajaan kuat yang hancur karena perang saudara, bagaiman itu bisa menjadi alasan acak buatmu ? "


" Ayah, jika keluarga kita saat ini terjadi perang saudara, apakah keluarga kita akan hancur ? "


" Tentu saja tidak, kecuali ada campur tangan orang luar, keluarga kita tidak akan hancur semudah itu. "


" Apakah menurutmu peradaban kuno itu lebih lemah dari keluarga kita? "


"..."


" Dan untuk musuh dari luar yang kau bicarakan, siapa musuhnya ?, saat itu tercatat bahwa peradaban itu telah menguasai seluruh dunia, jika memang ada musuh dari luar, dari mana musuh itu berasal ? "


"..."


Setelah Ryan mendengar kata-kata Evan, dia meragukan apakah hal ini masih dapat disebut rahasia, jika anak berusia 5-6 tahun bisa menyimpulkan sejauh itu, bagaimana dengan orang lain ?


[ Tunggu dulu, apa aku baru saja membandingkan moster kecil ini dengan manusia biasa ?, apakah aku memang sebodoh itu ?, jadi keluarga ini tidak pernah berkembang karena aku memang sangat bodoh ?, tidak tidak tidak, keluarga ini sebenarnya sudah berkembang cukup baik sejak aku menjadi-, sialan, kenapa aku mulai memikirkan hal-hal tidak berguna ini. ]


Setelah terbangun dari pikirannya yang melayang ke mana-mana, Ryan menjawab pertanyaan Evan.


" Kesimpulanmu memang sangat bagus, hampir mendekati kebenaran, sebelum aku memberitahumu bagaimana kebenaran masa lalu dan masa kini dunia ini, aku ingin menanyakan sesuatu padamu. "


" Apa itu ? "


" Apakah karena alasan ini kau memilih jalan Ksatria sihir meski sudah mengetahui resikonya ? "

__ADS_1


" Tentu saja, aku ingin menjadi lebih kuat untuk melindungi keluarga ini, aku tidak ingin menyesal ketika saat itu tiba aku tidak cukup kuat untuk menjadi perisai yang kokoh untuk keluargaku nantinya, selain itu aku ingin melihat apa yang ada di puncak jalan ini meskipun aku binasa dalam prosesnya. "


Evan berkata dengan heroik dan sungguh-sungguh, kata-kata yang dicampur antara kebohongan dan kebenaran membuat sulit bagi orang lain untuk menebak apakah itu benar atau tidak, tapi jika ada orang yang mengetahui isi pikirannya saat ini, mereka mungkin akan akan menggantungnya hidup-hidup.


[ Tidak mungkin aku mengakui jika aku memilih jalan ini karena terlihat lebih kuat dan keren bukan ?, bahkan jika kau memukuliku sampai mati, aku tidak akan pernah mengakuinya. ]


" Bagus, itu memang putraku, pemimpin masa depan keluaga ini. "


" Sekarang tunggu sebentar, aku memang bilang akan melindungi keluarga ini, tapi aku tidak pernah berkata akan menjadi pemimpin keluarga. "


" Kau tidak bisa terus mengelak, melindungi juga adalah tugas pemimpin keluarga, jadi tidak ada alasan bagimu untuk tidak melakukannya. "


" Bagaimana dengan Guardian keluarga ?, kurasa posisi itu cocok untukku. "


" Tidak ada posisi seperti itu di keluarga ini. "


" Mengapa tidak menjadikan aku yang pertama, selalu ada yang pertama dalam semua hal, dan perubahan juga tidak berarti hal yang buruk. "


" Menyerahlah putraku, kau akan menjalani pelatihan untuk menjadi pemimpin keluarga mulai hari ini, dan saat kau berumur 10 tahun, aku akan memberikan beberapa tanggung jawab kepadamu, oh ya, ngomong-ngomong berapa usiamu sekarang ? "


"..., aku baru berusia 9 tahun ini, baru kali ini aku mendengar seorang ayah yang tidak mengetahui usia putranya, apakah kau bahkan ayahku ? "


" Jika itu beberapa saat yang lalu, mungkin aku masih yakin kalau aku adalah ayahmu, tapi sekarang aku bahkan meragukan diriku sendiri, apakah aku pernah memiliki monster kecil sebagai putraku ?, kurasa tidak, Evan kecil yang kuingat adalah anak yang lucu dan menggemaskan, bukan monster sepertimu. "


" ... "


" Ohhh..., tidak heran kau lupa, ini bukan tempat orang tua sepertimu seharusnya berada, jika kau terus berada di tempat ini dan bekerja seharian, ingatanmu akan cepat memburuk, aku sebernarnya sudah menyiapkan tempat yang nyaman untukmu beristirahat dan bersantai ayah. "


" Ohh, benarkah, dimana itu ? "


" Di dalam tanah. "


" ... "

__ADS_1


Dan begitulah diskusi tentang kebenaran dunia ini diakhiri dengan percakapan yang harmonis antara ayah dan anak.


__ADS_2