
" Apa kau tidak apa-apa Tuanku."
William yang melihat Evan hampir terjatuh, bergegas menuju kearah Evan dan pada saat yang sama kemarahan muncul dihatinya.
Tapi saat dia akan menghunus pedangnya dari sarungnya dan memberi pelajaran pada orang kurang ajar yang berani menabrak Tuannya, dia dihentikan oleh Evan.
" Maafkan aku tuan, seperti yang kau lihat, aku mempunyai keterbatasan dalam melihat jadi bawahanku agak kesulitan untuk membimbingku karena ada terlalu banyak orang di penginapan ini. "
Evan berbalik dan berkata dengan sopan pada orang yang menabraknya karena dia tidak ingin membuat masalah yang tidak perlu, lagipula dia juga yang salah karena berdiri tepat menghalangi jalan orang lain.
Tapi yang tidak dia harapkan adalah orang ini berkata sesuatu yang cukup keras dan tidak enak didengar hingga menarik perhatian orang-orang yang ada di dalam penginapan.
" Hah, jika kau tau bahwa kau buta seharusnya kau tidak berada disini dari awal, ini bukan tempat orang cacat sepertimu berada. "
Orang yang mengatakan ini adalah seorang pria botak berotot yang memakai armor yang biasanya dipakai seorang tentara bayaran, dibelakangnya ada beberapa orang lagi yang sepertinya anggota tim pria botak ini.
Clingg...
Suara pedang ditarik dari sarungnya terdengar saat pria botak ini selesai mengucapkan kata-katanya, itu adalah William yang tidak tahan dengan ucapan pria itu tapi Evan sekali lagi menghentikankannya.
" Diamlah, aku tidak ingin membuat masalah disisni, ambil kembali pedangmu. "
Setelah mendengar perkataan Tuannya, William menghembuskan nafas panjang dan memasukkan kembali pedangnya itu kedalam sarungnya.
" Dan tuan, jika tidak ada lagi yang kau inginkan, kami akan menuju ke konter segera, sekali lagi maaf telah menghalangi jalanmu. "
Tanpa menunggu jawaban pria botak itu, Evan menyuruh William untuk membimbingnya menuju ke arah konter berada.
Pria botak itu sepertinya masih tidak ingin membiarkan Evan pergi, tapi setelah dibujuk oleh rekan-rekannya akhirnya dia memutuskan untuk tidak mengejar masalah ini lebih jauh.
__ADS_1
Setelah melihat bahwa tidak ada hal menarik yang terjadi, orang-orang di dalam penginapan itu kembali melanjutkan urusan mereka sendiri-sendiri.
Sedangkan Evan saat ini telah sampai di depan meja resepsionis dan disambut oleh seorang wanita cantik berumur 20-an.
" Halo, adakah yang bisa kubantu tuan-tuan. "
" Kami ingin memesan 2 kamar terbaik selama satu minggu dan 3 porsi masakan daging terbaik di menu. "
" Baik, harap tunggu sebentar... ini adalah kunci ruangan kalian, jika kalian ingin beristirahat, kalian bisa memanggil pelayan untuk memandu kalian ke ruangan kalian dan untuk makanan, kami sedang menyiapkannya, kalian bisa menunggu di meja atau kami bisa mengantarkannya ke ruangan kalian, total biayanya adalah 7 koin perunggu dan 5 koin tembaga. "
Sejenak Evan bingung dengan total biaya yang dikatakan oleh resepsionis itu, alasannya adalah bukan karena terlalu mahal, tapi dia tidak tahu apa itu koin tembaga, yang dia tahu ada 4 macam jenis mata uang yang ada di benua bintang.
Yang pertama adalah koin emas putih yang setara dengan 1000 koin emas, yang kedua adalah koin emas yang setara dengan 100 koin perak, yang ketiga adalah koin perak yang setara dengan 10 koin perunggu dan yang keempat adalah koin perunggu dengan nilai yang terendah, tidak pernah dalam 9 tahun hidupnya dia mendengar tentang koin tembaga.
Sebenarnya koin tembaga adalah mata uang umum yang sering digunakan oleh rakyat biasa, para penduduk desa atau bahkan kota-kota besar diseluruh benua Bintang kebanyakan hanya mengenal 4 jenis mata uang yaitu tembaga, perunggu, perak dan emas.
Bahkan mereka sangat jarang menggunakan emas sebagai alat transaksi karena nilainya yang tinggi apalagi emas putih, mungkin 90% dari mereka tidak tahu apa itu.
Karena status sosialnya yang sangat tinggi, Evan biasanya hanya menggunakan koin emas sebagai alat transaksi dan paling buruk dia akan menggunakan koin perak, jadi dia sebenarnya tidak pernah menyentuh apa yang namanya koin perunggu dan hanya sebatas tahu keberadaannya saja.
Seperti koin emas putih yang dianggap tidak ada oleh para rakyat biasa, Evan juga tidak mengetahui apa yang namaya koin tembaga itu, sebenarnya kasus ini sangatlah langka dan hanya sering dijumpai pada bangsawan muda dengan status sosial yang sangat tinggi seperti Evan.
Jadi ketika Evan mendengar perkataan resepsionis itu, dia segera menarik tangan William yang berada disampingnya.
Segera William mengeluarkan 8 koin perunggu dari kantong uangnya dan memberikan kepada resepsionis itu untuk ditukar dengan dua kunci kamar.
" Kami akan makan diruangan kami, bisakah kau mengantarkannya, kau bisa mengambil kembaliannya sebagai upahnya. "
" Tentu, kalau begitu aku akan meminta pelayan untuk memandu kalian. "
__ADS_1
" Terima kasih. "
Wanita itu terlihat sangat senang saat William memberinya uang tip dan segera dia memanggil pelayan untuk membawa Evan dan William ke ruangan mereka yang berada di lantai 3 yang merupakan ruangan terbaik di penginapan ini, setelah sampai diruangan, Evan bertanya pada William tentang apa itu koin tembaga.
" Koin tembaga adalah mata uang yang biasanya dipakai oleh warga biasa, jadi tidak heran jika Tuanku tidak mengetahuinya, 10 koin tembaga bernilai sama dengan satu koin perunggu dan biasanya 100 koin tembaga cukup untuk biaya hidup satu keluarga selama 1 bulan jika mereka berhemat. "
" Ohhhh, ternyata begitu, tapi 100 koin tembaga untuk biaya hidup keluarga selama satu bulan, bukankah itu tidak mungkin, apakah mereka makan cacing tanah atau sesuatu ? "
Wajah William berkedut sejenak dengan pertanyaan tuannya itu, tapi dia masih menjawab dengan sabar.
" Tuanku, biasanya rakyat biasa hanya makan nasi dengan kualitas terendah dan lauk seadanya, jadi tidak perlu banyak biaya yang dikeluarkan, dan juga gaji rata-rata mereka adalah 5 koin tembaga sehari, jadi mereka hanya biasa sesekali makan daging yang harganya cukup mahal. "
" Sigh... aku tidak tahu jika rakyatku sangat menderita, ketika aku jadi pemimpin nanti, akan kuubah semua ini. "
" Kau tidak perlu bersedih Tuanku, dikatakan bahwa standar hidup rakyat biasa di wilayah kekuasaan keluarga Silverash adalah yang tertinggi di benua Bintang, diluar sana ada banyak orang yang bahkan tidak bisa makan 3 kali sehari, jadi kami rakyat biasa sangat bersyukur kepada pemimpin kami karena telah memberikan kehidupan yang layak. "
" Apakah kau juga seperti itu, tapi kau adalah seorang Master Ksatria dari keluargaku, tidak mungkin kau kekurangan uang, apalagi sekarang kau menjadi Guardian, upahmu akan naik lagi. "
" Hooo... benarkah, berapa banyak upahku saat ini Tuanku ? "
" Seorang Guardian sejati akan mendapatkan 100 koin emas per bulan, tapi karena kau masih belum layak menyandang gelar itu, aku akan memberimu 5 koin emas per bulan, upahmu akan naik saat kau semakin kuat, jadi berjuanglah. "
" Heheheee... 5 koin emas per bulan, aku kaya, muahahahaaa... "
Sekali lagi Evan meragukan apakah menjadikan Ksatria idiot didepannya ini menjadi seorang Guardian adalah keputusan yang tepat tapi saat Evan sedang tenggelam dalam pikirannya, suara ketukan terdengar di balik pintu ruangannya.
" Tuan, makanan kalian sudah tiba. "
Setelah mereka makan makanan yang dibawakan oleh pelayan, mereka kemudian beristirahatlah di ruang masing-masing.
__ADS_1
Tapi sekitar satu jam kemudian, William bangun dari tempat tidurnya dan setelah memastikan bahwa Evan sudah tertidur dia diam-diam menuju lantai bawah dimana banyak tentara bayaran yang masih minum dan menggoda para pelayan.