Tahta Perak

Tahta Perak
Percakapan Para Bangsawan ll


__ADS_3

Vampire, kata ini tentu saja sangat akrab bagi James dan Brian, mereka berdua adalah sosok penting di Kerajaan mereka masing-masing jadi mereka pasti mengetahui tentang World of Darkness terlepas mereka mau atau tidak.


Hal ini khususnya terjadi pada Brian yang pernah bertemu dan bahkan bertarung dengan mahkluk dunia lain itu secara pribadi.


" Aku tahu siapa gadis itu. "


Saat James dan Brian sedikit panik dan berencana meninggalkan tempat duduk mereka untuk mendiskusikan tentang apa yang akan dilakukan selanjutnya, tiba-tiba terdengar suara dari orang ketujuh yang seketika membuat semua orang di kelompok itu mengalihkan pandangan mereka ke sumber suara.


" Oh, apakah tuan Braford tahu sesuatu tentang gadis itu, kalau begitu bisakah kau mencerahkan kami semua dengan pengetahuanmu yang luas itu. "


Gadis berkerudung putih yang selama ini diam-diam mendengarkan dari samping akhirnya tidak dapat menahan rasa penasarannya dan bertanya pada orang yang duduk di sebelahnya.


Jika Evan ada disini, dia pasti akan menemukan wajah orang ini terlihat familiar tapi mungkin dia tidak akan terlalu mengingatnya karena dia jarang memperhatikan sesuatu yang tidak menarik baginya.


Orang ke 7 yang ada di perkumpulan para bangsawan ini sebenarnya adalah Braford Tiggon, putra kedua dari keluarga Tiggon yang merupakan Viscont dari Kekaisaran Azeroth dan orang yang pernah berdebat dengan Evan di penginapan Desa Pilze.


Saat Braford mendengar pertanyaan penuh pujian dari gadis berkerudung putih yang duduk di sampingnya, dia segera menjadi sangat bersemangat dan menceritakan segala hal yang terjadi.


" Sebenarnya aku bertemu dengan gadis itu di sebuah desa terpencil saat dalam perjalanan kesini, namanya Isabell, dia baru berumur 7 tahun dan bekerja di sebuah penginapan untuk membiayai pengobatan ayah dan ibunya yang terkena sebuah penyakit aneh, tapi dia menjadi yatim piatu beberapa bulan yang lalu karena kedua orang tuanya telah meninggal dan kudengar sekarang dia menjadi pelayan dari keluarga bangsawan yang kebetulan lewat.


Tapi sepertinya dia tidak memiliki kekuatan sebesar itu saat aku bertemu dengannya sekitar 3 bulan yang lalu, mungkin bangsawan itu telah memperlakukan gadis malang itu sebagai kelinci percobaan yang tidak manusiawi, sigh... "


Semenjak dipermalukan oleh Evan hari itu, Braford selalu memiliki ide untuk membalas dendam, karena itu dia menggunakan semua koneksinya untuk mencari tahu identitas Evan, tapi hasilnya tidak terlalu memuaskan, meskipun begitu dia masih mendapatkan informasi tentang sejarah kehidupan Isabell secara rinci karena dia hanyalah rakyat biasa waktu itu.


Jadi saat dia melihat orang-orang berpangkat tinggi di disekitarnya mulai penasaran dengan identitas Isabell, dia mengambil kesempatan itu untuk menuduh Evan hal yang tidak-tidak sehingga meninggalkan kesan negatif pada orang-orang di depannya.


" Hmph, sungguh menjijikkan, sikap para keturunan bangsawan dari generasi ke generasi saat ini menjadi semakin buruk. "

__ADS_1


" Benar sekali, bahkan gadis kecil seperti itu tidak dapat luput dari tangan kotor mereka, mulai sekarang kita harus mengawasi anak-anak kita dengan lebih ketat agar tidak menjadi salah satu bagian dari orang-orang itu. "


" Apa yang dikatakan bibi dan ibu sangat tepat, apakah kita harus mencari tahu identitas bangsawan itu dan melaporkannya kepada para petinggi ?, menggunakan manusia sebagai bahan eksperimen adalah kejahatan serius, bahkan jika dia salah satu bangsawan tingkat tinggi, dia pasti akan dihukum berat. "


Setelah mendengar penjelasan dari Braford, para wanita kecuali gadis berkerudung putih mulai menghina dan mengutuk bangsawan misterius itu dengan keras tanpa memverifikasi kebenaran terlebih dahulu yang membuat Braford sangat senang karena rencananya berhasil.


Tapi tak lama setelah itu suara marah dari James dan Brian segera membuat mereka tutup mulut.


" Diamlah bodoh, jika kalian bicara lagi akan kurobek mulut kalian. "


" Hmph, Sera, pergilah dan lihat apakah Brody kecil baik-baik saja, dan maaf aku sepertinya melupakan sesuatu yang penting jadi aku permisi sebentar, tolong nikmati waktumu sendiri. "


" Tunggu aku pak tua, aku akan membantumu. "


Setelah menyelesaikan kata-katanya, James dan Brian segera bangkit dari kursi mereka dan bergegas pergi dengan cepat meninggalkan orang-orang yang kebingungan dengan apa yang baru saja terjadi.


[ Hm, jika aku tidak salah, bangsawan yang ada di mulut anak sialan itu adalah keturunan langsung keluarga Silverash, hanya mereka yang memiliki kemampuan untuk mengangkat seorang Vampire sebagai pelayan mereka dan menunjukkannya secara terbuka di wilayah ini. ]


[ Apakah kita harus membunuh anak Tiggon itu agar masalah ini tidak menyebar, jika gosip keluarga Silverash menggunakan manusia sebagai kelinci percobaan tersebar, aku takut kita mungkin akan tamat saat itu. ]


[ Anak b*tch sialan itu hanya berbicara omong kosong, tidak mungkin keluarga Silverash melakukan hal itu, dia mengatakan itu untuk melampiaskan emosinya karena telah dipukuli dengan buruk oleh Tuanku. ]


[ Tapi opini publik tidak akan mendengarkan alasan seperti itu, mereka hanya ingin mendengar sesuatu yang menarik bahkan jika itu tidak benar, terkadang publik dapat mengubah kebohongan menjadi kebenaran tergantung betapa menariknya hal itu. ]


[ Sialan keluarga Tiggon, mereka bahkan tidak dapat mendidik keturunannya dengan benar, mungkin kali ini aku harus pergi ke wilayah mereka secara pribadi untuk mendiskusikan masalah ini, jika tidak aku takut hal ini akan menjadi besar, aku tidak ingin reputasi Tuanku ternoda hanya karena ulah anak idiot ini. ]


[ Hmm, mungkin ini adalah pilihan terbaik. ]

__ADS_1


[ Dan jangan lupa untuk memperingatkan anak dan istrimu untuk tidak mengungkit masalah ini lagi, jika tidak... persahabatan kita berakhir. ]


[ Aku tahu itu, tenanglah pak tua, aku jamin mereka tidak akan membocorkan satu katapun tentang hal yang mereka dengar hari ini. ]


[ Itu bagus. ]


Saat James dan Brian sedang berjalan menuju ke pintu keluar Colosseum, mereka menggunakan telepati untuk mendiskusikan tentang cara untuk menyelesaikan masalah yang tampaknya sepele ini tapi jika tidak ditangani dengan benar, itu dapat menjadi malapetaka bagi seluruh keluarga mereka.


Kehormatan 5 pemimpin tertinggi di benua bintang tidak dapat dinodai dengan mudah khususnya keluarga Silverash yang adalah keluarga Ksatria.


Karena mereka berdua telah mendengar sesuatu yang tidak seharusnya mereka dengar, mau tidak mau mereka harus menyelesaikan masalah ini dengan baik jika tidak ingin membuat keluarga Silverash marah.


Hal ini khususnya untuk Brian karena kejadian ini terjadi di daerah kekuasaannya, selain itu dia dan keluarganya tinggal di kota Aurum yang termasuk dalam wilayah kekuasaan keluarga Silverash, jika dia ingin menjaga reputasinya dan menjalani hidupnya dengan baik disini, dia harus menyelesaikan masalah ini dengan bersih.


" Hehehee, mengapa terburu-buru, aku ingin mengetahui bagaimana kelanjutan kisah itu. "


Saat James dan Brian hanya berjalan beberapa meter dari tempat duduknya, langkah kaki mereka tiba-tiba terhenti seketika saat mereka mendengar suara tawa yang sedikit kekanak-kanakan tidak jauh dari tempat duduk mereka sebelumnya.


Segera, semua orang yang ada di tempat itu menoleh kearah dimana sumber suara itu berasal dan mereka sangat terkejut saat menemukan kehadiran seorang anak laki-laki berambut hitam yang sedang memakan beberapa makan ringan hanya berjarak 2 kursi dari tempat yang mereka duduki.


Anak itu memiliki wajah yang sangat tampan, kulit putih bersih dan memakai pakaian yang sederhana, tapi jika dilihat lebih dekat, pakaiannya jelas terbuat dari bahan yang berkualitas tinggi.


Secara keseluruhan, penampilan luar anak itu sangatlah sempurna kecuali bagian kedua matanya yang saat ini tertutup rapat.


Bahkan gadis berkerudung putih itu yang telah melihat banyak laki-laki tampan yang tak terhitung jumlahnya tidak dapat menemukan orang yang lebih tampan dari anak laki-laki di depannya.


[ Sigh... dia mungkin baru berusia 10-11 tahun dan sudah memiliki penampilan seperti itu, aku tidak tahu berapa banyak hati para gadis yang akan hancur olehnya saat dia dewasa nanti. ]

__ADS_1


__ADS_2