Tahta Perak

Tahta Perak
Tujuan William


__ADS_3

William, 17 tahun, seorang Master Ksatria yang bekerja untuk keluarga Silverash dan dia cukup bangga dengan profesinya saat ini.


Semua orang di desanya mengatakan bahwa dia adalah jenius, dia berhasil menjadi Master Ksatria diusia yang cukup muda yaitu 17 tahun, meskipun tidak dapat dibandingkan dengan anak-anak bangsawan itu yang mendapat pelatihan dari seorang ahli sejak usia muda, tidak dapat dipungkiri jika dia memang sangat berbakat.


Meskipun dia memiliki kekuatan dan potensi yang cukup untuk menjadi anggota berpangkat tinggi di militer, tapi mengapa dia saat ini masih menjadi wakil pemimpin kecil dari sebuah regu ?


Alasannya adalah karena dia bukan warga asli dari wilayah Silverash, karena ini banyak anggota tingkat tinggi militer sering menindasnya dengan alasan mencurigainya sebagai mata-mata atau mempertanyakan kesetiannya karena dia dan keluarganya berasal dari luar.


Tapi dia tidak terlalu memperdulikannya karena alasan sesungguhnya dia berlatih sekeras ini adalah karena untuk membalas budi.


Dia masih ingat saat orang tuanya dijadikan budak oleh para bangsawan itu, keadaan keluarganya yang sudah buruk menjadi semakin menyedihkan.


Bahkan untuk makan saja, dia dan kakak perempuannya harus pergi ke pinggiran hutan untuk mencari ubi liar atau serangga untuk memuaskan rasa lapar mereka.


Dan saat musim dingin tiba semuanya menjadi lebih buruk, mereka tidak bisa lagi pergi ke hutan untuk mencari makan dan kentang rebus yang dibawa oleh orang tuanya tidak cukup untuk memberi makan 4 mulut.


Saat itu, pada suatu malam terjadi badai salju yang cukup besar sehingga membuat cuaca jauh lebih dingin dari hari-hari biasa, Mereka berempat hanya bisa meringkuk bersama di gubuk jerami kecil mereka untuk mengurangi rasa dingin, saat mereka sudah mencapai batasnya dan berpikir semua akan berakhir seperti ini, mereka mendengar sebuah ketukan dari pintu rumah kecil mereka.


Tapi mereka sudah tidak punya cukup tenaga atau mungkin badan mereka sudah membeku jadi mereka tidak lagi dapat berdiri apalagi membuka pintu, karena itu mereka hanya mengabaikan suara itu.


Baam...


Tapi tiba-tiba pintu yang terbuat dari kayu seadanya itu terbuka secara paksa dan terlihat bayangan besar dibalik pintu itu.


Bayangan itu berjalan perlahan mendekati keluarga William yang sedang sekarat, tak butuh waktu lama untuk bayangan besar itu mendekati mereka dan akhirnya keempat orang itu bisa melihat wujud asli bayangan itu.


Itu adalah seorang pria muda tampan dengan rambut berwarna perak yang sangat indah, tubuh pria ini di tutupi oleh baju besi biru dengan banyak bercak darah diatasnya dan di dada bagian kiri baju besi itu terdapat lambang pedang perak yang sederhana tapi sangat mencolok dan menarik perhatian.

__ADS_1


Saat pria itu melihat keadaan keluarga William, dia menggela nafas panjang dan mengatakan sesuatu.


" Sigh... aku berpikir bahwa tidak ada orang yang menghuni gubuk jerami ini, sepertinya aku salah, tapi keadaan kalian terlihat sangat menyedihkan.


Mungkin ini takdir bahwa kalian bertemu denganku, jadi anggap saja ini sebagai biaya menginap satu malam di rumah ini dan kompensasi karena telah merusak pintu kalian.


Dan satu hal lagi, jika kalian ingin hidup yang lebih baik, pergilah ke wilayah kekuasaan keluarga Silverash, aku dapat menjamin setidaknya kalian makan 3 kali sehari disana. "


Itu adalah hal terakhir yang William kecil dengar sesaat sebelum dia kehilangan kesadaran.


Keesokan harinya, keluarga itu bangun dan dikejutkan bahwa mereka berhasil bertahan hidup di cuaca dingin seperti itu, mereka kemudian melihat sekeliling dan menemukan sebuah karung besar yang yang tergeletak di lantai, saat mereka membuka karung itu, mereka terkejut menemukan bahwa isinya adalah makanan dalam jumlah besar yang cukup untuk menghidupi seluruh keluarga mereka dalam beberapa hari kedepan, selain itu mereka juga menemukan sebuah kotak kayu kecil yang didalamnya berisi banyak koin perak.


Saat itu mereka menyadari bahwa apa yang mereka lihat kemarin bukanlah sebuah mimpi, mereka kemudian buru-buru menyembunyikan kotak kayu itu dengan hati-hati karena takut jika ada orang yang akan mengambilnya, khususnya para penjaga yang sering datang untuk menyeret orang tua ke tambang.


Tapi sepertinya ada yang aneh dengan hari ini, bukan hanya penjaga budak yang sangat galak itu tidak muncul, suasana disekitar mereka juga sangat ramai seolah sebuah festival tahun baru sedang berlangsung, karena bingung dengan apa yang terjadi ayah William yang bernama Dane bertanya pada tetangga sekitar tentang apa yang terjadi.


Tak lama kemudian, Dane kembali membawa kabar gembira, keluarga Baron Aubrey telah menyinggung seseorang yang harusnya tidak mereka singgung dan dibinasakan sampai keakar-akarnya.


Saat mereka mendengar hal ini, mereka segera menghubungkan Ksatria berambut perak yang menyelamatkan keluarga mereka dengan kehancuran keluarga Aubrey.


Bagaimana tidak, waktu kedua hal ini terjadi terlalu bertepatan dan dilihat dari penampilan Ksatria itu yang tubuhnya dipenuhi oleh darah, mereka 80% yakin bahwa Ksatria itu adalah salah satu Ksatria dari pasukan yang menghancurkan keluarga Aubrey.


Segera Keluarga itu merasakan rasa terima kasih yang mendalam bagi ksatria misterius itu, mereka kemudian mengingat kalimat terakhir yang diucapkan penyelamat mereka dan dengan uang yang ditinggalkan oleh orang itu, keluarga William memutuskan untuk melakukan perjalanan menuju wilayah kekuasaan keluarga Silverash.


Setelah mereka tiba di tempat tujuan, mereka menggunakan uang yang tersisa untuk membangun sebuah penginapan sederhana di sebuah desa berukuran sedang yang bernama desa Kabut dan disana pula mereka mengetahui siapa sebenarnya orang yang menyelamatkan seluruh anggota keluarga mereka.


Ryan Silverash, pewaris tunggal keluarga Silverash yang menguasai hampir ⅕ dari seluruh benua Bintang.

__ADS_1


Saat mereka mengetahui siapa identitas penyelamat mereka sebenarnya, mereka menjadi semakin menghormati dan mengaguminya, jadi setelah itu mereka berusaha sebaik mungkin untuk menyekolahkan anak mereka di akademi ksatria yang ada di ibukota dengan tujuan agar putra mereka bisa memberikan kontribusi bagi tanah dan tuan mereka saat ini walaupun itu hanya sedikit.


Dan William juga tidak mengecewakan mereka, dengan bakat dan kerja keras yang dia lakukan selama 15 tahun, dia akhirnya berhasil menjadi seorang Master Ksatria yang terhormat.


Jangan Meremehkan seorang Master Ksatria, keluarga Silverash yang dijuluki sebagai keluarga ksatria pertama di dunia saat ini mungkin tidak memiliki lebih dari 5000 Master ksatria, mungkin memang terlihat banyak, tapi sebenarnya lebih dari 70% Ksatria yang ada di dunia berkumpul di keluarga Silverash dan 30% sisanya tersebar diseluruh dunia.


Bagaimana Silverash dapat mengumpulkan begitu banyak ksatria ?, tentu saja karena mereka memiliki warisan terbaik dan terlengkap tentang jalan Ksatria, hal ini sudah cukup untuk menempatkan kekuatan keluarga Silverash sebagai 3 besar dari 5 pemimpin tertinggi yang memimpin benua Bintang.


William menjalani pendidikan sebagai Ksatria mulai dari umur 12 tahun dan lulus pada usia 15 tahun, setelah lulus dia langsung mendaftar di militer dan setelah 2 tahun, dia masih menjadi wakil komandan di sebuah regu kecil yang terdiri dari 20 orang.


Jika itu orang lainnya, dengan bakat dan basis budidayanya yang tinggi, setidaknya dia akan menjadi pemimpin kompi yang terdiri dari 250 anggota, jadi jelas bahwa William telah menerima banyak ketidakadilan dan penindasan dari orang yang berpangkat lebih tinggi dari dirinya.


Tapi sepertinya dia tidak terlalu memikirkannya, yang dia pedulikan adalah untuk dapat memberikan kontribusi sebanyak mungkin bagi tuan dan tanah airnya saat ini, itulah satu-satunya tujuannya.


Dan yang dia tidak pernah bayangkan adalah suatu hari dia akan menemui tugas yang selalu dia impi-impikan, yaitu mengawal putra ke dua dari penyemat keluarganya saat itu, Evan Silverash.


Tapi entah kenapa orang yang sangat ingin dia layani ini sepertinya sedikit tidak menyukainya, beberapa hari terakhir saat dia mengikuti tuan muda ini, dia selalu diperlakukan tidak adil, mulai dari mencuci piring semua orang setelah makan, shift jaga yang lebih lama dari yang lain, pemukulan yang tidak manusiawi saat berlatih bersama dan bahkan berlari mengikuti rombongan saat semua orang sedang naik kuda.


Dia berpikir bahwa dia telah melakukan suatu kesalahan yang tidak dia sadari, saat dia bertanya pada tuannya itu apa kesalahan yang telah dia lakukan sehingga membuat dirinya dihukum begitu berat, jawaban yang William dapatkan sangat mengejutkan sehingga membuatnya sangat tersentuh.


" Kau sangat berbakat dan masih cukup muda, akan sia-sia bagi orang sepertimu jika tidak bekerja keras, jadi aku memberimu bimbingan ekstra agar kau menjadi lebih kuat lagi. "


Saat William mendengar itu dia langsung berlutut dan mengucapkan sumpah kesetiaan seorang ksatria sambil menangis tersedu-sedu sedangkan iblis kecil yang dia sembah mengeluarkan senyum licik diwajahnya.


...


Beberapa hari berlalu setelah kejadian itu, William yang naif masih belum menyadari apa yang sebenarnya terjadi sedang mengolesi luka memar yang ada ditubuhnya dengan obat oles sambil tersenyum dengan bodoh di tendanya, tapi tiba-tiba dia mendengar sebuah teriakan yang membuatnya terkejut.

__ADS_1


" SERANGAN MUSUH !!! SEMUA PRAJURIT BERSIAP UNTUK BERTEMPUR. "


Segera dia menyambar pedang yang ada di disampingnya dan bergegas keluar dari tenda.


__ADS_2