Tahta Perak

Tahta Perak
Guardian pertama


__ADS_3

Setelah Evan pergi, keheningan sekali lagi menyelimuti seluruh Aula utama, tapi ini tidak berlangsung lama, tiba-tiba saja Ryan tertawa sangat keras seperti orang gila.


" Hahahaa, lucu sekali, dia menyuruhku untuk membunuhnya jika dia kehilangan kendali ? hahahaa, barapa kalipun aku mendengarnya, itu tetap saja tidak bisa membuatku berhenti tertawa, ini adalah salah satu hal paling konyol yang pernah kudengar, bagaimana menurutmu ? "


Ryan seperti orang gila, dia tertawa dan berbicara sendiri di Aula kosong yang luas ini, tapi yang aneh adalah benar-benar ada suara yang menjawab pertanyaannya.


" Menurutku hal ini tidak bisa diabaikakan Yang mulia, meskipun kecil, tapi tidak menutup kemungkinan jika hal itu benar-benar terjadi dan kita harus berusaha sebaik mungkin untuk mencegahnya.


Tuan muda Evan adalah seorang calon pemimpin terbaik yeng pernah kulihat selama hidupku. "


" Jadi maksudmu aku tidak sebaik Evan saat seumuranku ? "


" Maafkan hamba jika menyinggung perasaan Yang mulia, tapi memang bahwa apa yang anda katakan itu benar. "


" Hehehee, aku tidak bisa menyangkal itu, lagipula dia adalah putraku, tapi dia memintaku untuk membunuhnya saat dia hilang kendali ?, hahahaa... lucu sekali. "


" Memangnya apa yang lucu dari itu Yang mulia ? "


" Tentu saja itu lucu, apa kau pikir aku mampu membunuhnya saat itu terjadi, jawabannya tentu saja tidak. "


" Oh, apa anda tidak sanggup melakukannya karena anda terlalu menyayangi tuan muda, aku tidak menyangka bahwa orang seperti Yang mulia akan menyadari makna sebuah keluarga. "


" Tidak dasar idiot, aku memang menyayanginya, tapi jika dia sampai hilang kendali, aku juga pasti akan menggunakan seluruh kemampuanku untuk membunuhnya, tapi yang jadi masalah adalah apakah aku mampu membunuhnya pada saat itu terjadi.


Kau tahu sendiri jika Evan itu adalah monster, mungkin beberapa tahun lagi dia akan melampaui kita semua, saat itu siapa yang sanggup membunuhnya, bahkan mungkin kepalaku yang terpenggal sebagai gantinya.


Hehehee... bukankah itu lucu, dia memintaku untuk membunuhnya, tapi jika saat itu kekuatannya melampaui diriku, bukankah dia sama saja memintaku untuk bunuh diri, hahahaa... "


" Sampai sekarang aku masih tidak mengerti selera humormu itu yang mulia. "


...

__ADS_1


Di sebuah jalan menuju ke desa Pilze, terlihat ada seorang pria muda berpakaian seperti tentara bayaran sedang mengemudikan sebuah kereta kuda kecil.


Pria itu memiliki rambut hitam pendek dan mata coklat terang, alisnya yang tajam ditambah dengan hidung yang cukup tinggi, membuat penampilan keseluruhannya cukup tampan.


Dia adalah William, seorang Ksatria dari keluarga Silverash yang saat ini sedang menyamar sebagai tentara bayaran.


Selain William, ada juga Evan yang masih memiliki peran yang sama seperti sebelumnya, yaitu tuan muda kaya yang arogan dan pemalas.


Saat ini mereka sedang dalam perjalanan menuju ke desa Pilze, dalam perjalan ini Evan memutuskan hanya membawa satu pengawal bersamamanya, alasannya adalah kerena lebih cepat untuk melakukan perjalanan dengan sedikit orang.


Selain itu, jika pengawalnya lebih lemah darinya, tidak akan terlalu banyak berguna, tapi sepertinya dia membuat sebuah kesalahan.


Karena hanya satu orang yang mengikutinya, jadi hanya ada satu orang juga yang melakukan pekerjaan kasar seperti membuat tenda, mencari kayu bakar, memasak, menjadi penjaga saat malam dan lain-lainnya.


Bahkan Evan, yang sepertinya suka menyiksa William, sedikit tidak tahan dengan banyaknya pekerjaan yang dia lakukan, jadi dia tidak punya pilihan selain membantunya.


Meskipun William berusaha untuk menolak, tapi Evan mengabaikannya, jadi dalam dua hari perjalan ini, Evan Silverash, tuan muda keluarga Silverash yang Agung banyak belajar tentang hal-hal yang berguna saat melakukan perjalanan jauh.


Setelah dua hari perjalanan, mereka akhirnya memutuskan untuk beristirahat di sebuah bukit yang menjadi saksi pertempuran berdarah mereka beberapa hari yang lalu.


Evan saat ini sedang menghangatkan diri disamping api unggun sambil memakan sup kentang buatan William.


" Tuanku, apa yang bagus dari desa Pilze ini agar kau mengunjunginya secara peribadi ? "


Saat Evan sedang menikmati subnya William yang ada di depannya tiba-tiba memulai pembicaraan.


" Tidak ada alasan khusus, ini adalah tanah yang akan kupimpin di masa depan, jadi wajar jika aku ingin mengunjungi setiap tempat secara pribadi, ngomong-ngomong, apakah atribut auramu adalah tanah ? "


" Seperti yang diharapkan dari Tuanku, kau bisa menyadari atribut auraku bahkan sebelum aku menyebutkannya. "


" Dasar idiot, aku tahu karena kebetulan memperhatikanmu saat bertempur dengan musuh saat itu, tangkap ini. "

__ADS_1


Evan yang sedang memakan subnya, tiba-tiba mengeluarkan sebuah buku dari cincin ruangnya dan melemparkannya kepada William.


" Apa ini... oh sebuah buku, tapi maafkan aku Tuanku, aku tidak terlalu suka membaca, hehehee. "


" Tidak suka membaca kepalamu, itu adalah buku teknik pernafasan Ksatria untuk atribut tanah, Breath of Great Mountain, itu sangat berharga jadi jaga baik-baik dan jangan sebarkan kepada orang lain kecuali keturunan langsungmu. "


" Tu-tuanku, bagaimana aku bisa menerima- "


" Terima saja, mulai hari ini kau kutunjuk sebagai Guardian ku, tugasmu adalah untuk melindungiku dan seluruh keluarga Silverash sampai akhir hayatmu, oh benar juga, kau memerlukan sesuatu seperti tanda pengenal atau sesuatu seperti itu, tunggu sebentar... ini dia, tangkap. "


Evan sekali lagi mengalihkan fokusnya dari subnya yang berharga dan kembali mengotak-atik cincin ruangnya, beberapa saat kemudian dia melemparkan sesuatu lagi kepada William.


Itu adalah sebuah Plat perak seukuran telapak tangan yang sangat indah dengan ukiran lambang keluarga Silverash ditengahnya.


Saat William menerima plat itu, dia langsung bersujut dan mengucapkan sumpah kesetiaan kepada Evan lagi.


" Tuanku, mulai hari ini aku bersumpah untuk hanya menaati perintahmu dan bukan orang lain, aku akan melaksanakan apa yang kau perintahkan bahkan jika harus mengorbankan nyawaku sebagai gantinya, aku- "


" Sialan kau, tidak bisakah aku menikmati makan malamku dengan tenang, lagipula aku sudah mendengar sumpahmu itu lebih dari 3 kali sebelumnya, sekarang enyahlah sebelum aku melemparkan supku ke wajah sialanmu itu. "


Saat William melihat bahwa Evan benar-benar marah, dia langsung berlari untuk mencari tempat sembunyi terdekat, tapi meskipun begitu, wajahnya dipenuhi dengan senyum kegembiraan.


[ Hehehee, akhirnya aku berhasil diakui oleh keturunan langsung dari keluarga Silverash dan dia bahkan menjadikanku Guardian pribadinya, dengan ini aku akhirnya bisa dengan bangga pulang ke rumah.


Hehe... ibu, ayah, saudara perempuan, aku tidak mengecewakan kalian sama sekali, aku berhasil membuktikan bahwa apa yang kalian korbankan selama ini untuk membesarkanku tidaklah sia-sia. ]


Saat William mengingat keluarganya yang ada di rumah, matanya mulai basah karena air mata, dia ingat bagaimana orang tuanya menyisihkan uang untuk biaya pendidikan ksatrianya, dia ingat bagaimana semua keluarganya hanya makan nasi putih saat dirinya diberikan daging panggang yang lezat dengan alasan agar tidak kekurangan nutrisi saat menjalani pelatihan dan bahkan pernah sekali ayah dan ibunya membelikannya pedang sungguhan dengan uang tabungan yang seharusnya digunakan untuk biaya pernikahan kakak perempuannya.


Keluarganya telah berkorban terlalu banyak untuk dirinya tapi selama dua tahun ini dia belum sanggup untuk memenuhi harapan mereka, dan akhirnya hari ini, dia bisa pulang dan dengan bangga memberitahu keluarganya bahwa dia telah memenuhi bahkan melampaui ekspetasi mereka.


[ Mulai hari ini, aku harus berlatih lebih giat lagi hingga tidak mempermalukan Tuanku yang telah memberiku kesempatan ini. ]

__ADS_1


__ADS_2