
Di sebuah ruangan yang dihiasi dengan mewah, ada seorang wanita cantik yang sedang berbaring diatas tempat tidur dengan mata tertutup, dia adalah Cecil, istri pertama pemimpin keluarga Silverash saat ini.
Selain parasnya yang cantik dan perilakunya yang anggun, dia juga orang yang sangat berbakat dan cerdas dalam urusan rumah tangga, karena itu sebagian besar kegiatan yang ada di dalam kastil Silverash akan berada dibawah tanggung jawabnya, sedangkan Rossaline, istri kedua, bertugas untuk mengurus pemasukan dan pengeluaran keuangan dalam kastil.
Dengan dua Nyonya ini menangani permasalahan internal dalam rumah, Ryan bisa sedikit terbantu karena tidak harus memikirkan masalah-masalah sepele seputar lingkungan tempat tinggalnya.
Cecil yang saat ini masih tertidur tiba-tiba membuka kedua matanya perlahan, setelah itu bangkit dari tempat tidurnya dan membuka jendela kamar untuk membiarkan udara segar serta cahaya matahari memasuki ruangannya.
Setelah menghirup aroma segar dari udara pagi, dia segera kembali ke rutinitas hariannya, pertama dia merapikan tempat tidurnya dan membersihkan seluruh ruangan, meskipun dia bisa menyuruh pelayan untuk melakukan ini, tapi dia lebih suka melakukannya sendiri, dia merasa jika terlalu mengandalkan pelayan untuk segala hal bisa membuatnya menjadi seorang pemalas, dan menjadi malas bukanlah hal baik.
Selain menjadi contoh yang buruk bagi bawahannya, yang lebih penting adalah jika menjadi terlalu malas dan kurang beraktivitas, akan menyebabkan banyak lemak yang menumpuk ditubunya yang mengakibatkan banyak hal negatif terutama kegemukan, itu adalah musuh bagi semua kaum wanita didunia.
Setelah bersih-bersih, langka kedua adalah mandi dan berganti pakaian, entah kenapa hari ini suaminya memintanya untuk pergi ke Aula utama pagi-pagi sekali, tapi dilihat dari pesannya yang disampaikan oleh orang yang tidak biasa ( Shadow Guardians ) sepertinya adalah hal yang cukup penting, jadi dia memutuskan untuk memakai pakaian yang cukup formal untuk mengantisipasi jika ada tamu penting yang berkunjung.
Setelah memastikan semua sudah beres, dia segera pergi menuju Aula utama lebih awal agar tidak membuat suaminya menunggu.
Tak lama kemudian dia sampai didepan pintu masuk Aula utama yang dijaga oleh dua orang pelayan, saat para pelayan menyadari kehadirannya, mereka membungkuk sebentar dan segera membuka pintu besar itu.
Setelah melewati pintu, Cecil melihat suaminya yang sedang duduk malas di singgasananya sambil membaca sebuah buku.
" Kau disini. "
" Aku memberi hormat pada Yang mulia. "
" Karena tidak ada siapapun disini, tidak perlu sesopan itu padaku, bersikaplah seperti biasanya. "
" Hmm, jadi apa yang diinginkan suamiku yang super sibuk hingga memangilku kesini hari ini ? "
" Ada beberapa hal yang ingin kutanyakan padamu dan ini sangatlah penting. "
__ADS_1
" Apa itu? "
" Kemarin, Evan disergap oleh musuh dalam perjalanannya dan terluka cukup parah, apa kau tau sesuatu tentang ini ? "
" Aku tidak tahu apapun soal itu, bagaimana bisa kau melibatkan diriku dalam hal ini, apa kau curiga aku yang mengirim pembunuh itu ?, apa kau pikir aku berusaha menyingkirkannya karena kau menjadikannya penerusmu selanjutnya ?
Hiks...hiks...
Kita sudah menjadi suami istri selama bertahun-tahun, apa kau masih tidak bisa memahami sifatku ini, aku sangat kecewa denganmu.
Hiks... jika terus seperti ini Hiks... lebih baik aku pergi dari tempat ini bersama dengan putraku. "
Cecil tiba-tiba menjadi sangat marah saat mendengar tuduhan tak berdasar suaminya, dia membantah dengan keras dan bahkan mulai menangis karena kecewa dengan ucapan suaminya.
Saat Ryan melihat hal ini, dia bangkit dari tahtanya dan tiba-tiba memeluk Cecil dengan erat.
" Tenanglah sayang, bukan itu yang kumaksud, aku hanya ingin memastikan bahwa kau tidak terlibat dengan semua ini, apa kau tau bahwa pasukan yang menyerang Evan adalah Ksatria dari keluarga Marley.
Aku tidak mau konflik ini akan membesar hingga merusak keharmonisan keluarga kita, jika itu sampai terjadi, mungkin akan ada perang saudara antara Ernest dan Evan.
Kau telah menyaksikan mereka tumbuh dari kecil hingga saat ini, seharusnya kau juga tahu betapa menakutkanya bakat dan kecerdasan Evan, hanya satu tujuan yang menanti Ernest jika pertempuran antara mereka berdua benar-benar terjadi. "
Saat Cecil mendengar penjelasan suaminya, ekspresi sedih diwajahnya segera digantikan oleh rasa takut dan hatinya tiba-tiba diliputi oleh kegelisahan.
" Tidak, aku dan putraku tidak ada hubungannya dengan hal ini, itu pasti perbuatan ayahku, kau harus percaya padaku, aku tidak melakukannya. "
Cecil menjadi panik dan berusaha meyakinkan Ryan untuk mempercayainya, dia takut jika masa depan putranya akan hancur bahkan sebelum dimulai, dia menyadari bahwa tidak ada sedikitpun kemungkinan bagi putranya untuk menang melawan iblis kecil itu, untungnya Ernest tidak terlalu tertarik pada tahta ayahnya, jika tidak, hal-hal mungkin akan berakhir sangat buruk baginya.
" Tenanglah, jangan terlalu gelisah seperti ini, aku percaya padamu. "
__ADS_1
" Tapi Evan... "
" Aku akan bicara dengannya, lagipula kau juga bisa dianggap ibunya, dia pasti akan memberikan beberapa toleransi, jangan terlalu dikhawatirkan, tapi kau harus memberitahu keluargamu agar hal ini tidak terulang kembali, untung saja mereka tidak menyentuh Rossaline, jika tidak, mungkin semuanya tidak akan mudah untuk diselesaikan. "
" Aku mengerti, aku akan segera mengirim pesan pada ayahku, tapi aku tidak berpikir jika keluargaku berani melakukan hal seperti ini. "
" Hehehee, sepertinya kau mengenal keluargamu dengan cukup baik, memang benar bahwa keluarga Marley yang telah merencanakan penyerang ini, tapi sepertinya mereka telah dihasut oleh seseorang, sebenarnya ada orang dibalik layar yang mengatur semua hal ini. "
" Oh, siapa itu yang berani melakukan hal ini kepada keturunan langsung keluarga Silverash ? "
" Setelah beberapa penyelidikan, kami berhasil memastikan identitas orang itu, karena kau cukup terlibat dalam kasus ini, akan kuberitahukan namanya kepadamu
Namanya adalah Arnold dari kekaisaran Azeroth. "
" Arnold ?, maksudmu pangeran kedua kekaisaran Azeroth saat ini yang terkenal karena kecerdasannya. "
" Benar sekali, setelah Evan berhasil membangkitkan Bloodline, dia sepertinya menganggapnya sebagai ancaman, dia berusaha menyingkirkan Evan saat masih belum berkembang.
Hahahaa sungguh delusi yang lucu dari anak berusia 12 tahun, meskipun kuakui dia memang cukup cerdas tapi masih jauh jika dibandingakan dengan Evan. "
" Dengan sifat Evan, jelas dia tidak akan membiarkan hal ini berlalu begitu saja, apakah ini akan memperburuk hubungan kita dengan kekaisaran, suamiku ? "
" Hmph, hubungan kita memang sudah buruk sejak awal, jadi sepertinya tidak apa-apa untuk membiarkan Evan melampiaskan amarahnya sesekali. "
Saat kedua suami istri itu sedang membahas apa yang akan dilakukan selanjutnya, tiba-tiba ada seorang pelayan yang berjalan mendekati mereka perlahan.
" Salam tuanku, tuan muda Evan telah tiba dan sedang menunggu di pintu masuk Aula. "
" Biarkan dia masuk. "
__ADS_1
" Baik tuanku. "
Segera pelayan itu membungkuk dan begegas pergi, tak lama kemudian pintu masuk Aula utama terbuka perlahan dan memperlihatkan penampilan seorang anak berusia 9 tahun dengan bekas luka mengerikan diwajahnya.