
Sebenarnya cerita Putra tertua dari keluarga Silverash yang tidak disebutkan namanya itu sebagian besar adalah fakta tapi ada sedikit bagian dari cerita itu yang dipelintir sedemikian rupa agar reputasi dan kehormatan keluarga Silverash tidak terjatuh lebih jauh.
Evan juga tidak mengetahui apa yang salah dari kisah ini pada awalnya, tetapi dalam usahanya untuk menyelidiki sejarah dunia ini, dia tidak sengaja menemukan kebenaran dari cerita itu, karena Evan sedikit tertarik, dia berusaha menyelidikinya lebih lanjut dan berhasil mencapai sebuah kesimpulan.
Putra tertua dalam kisah itu sebenarnya tidak bunuh diri, melainkan dibunuh oleh seseorang dan di kastil Silverash dengan pertahanan yang sangat ketat, hanya ada 2 orang yang memiliki keberanian dan kemampuan untuk membunuh sang Putra tertua.
Karena kepala keluarga saat itu tidak berada di wilayah Silverash, jadi hanya tersisa satu orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan hal itu dan orang itu adalah putra kedua dari kepala keluarga saat itu yang juga merupakan adik dari sang Putra tertua.
Hal ini juga sangat mengejutkan Evan, jadi dia berusaha untuk meluangkan sedikit waktunya sekali lagi untuk menyelidiki apakah ada kesalahan dari informasi yang dia kumpulan saat membuat kesimpulan, dalam prosesnya dia memang menemukan berbagai informasi baru tapi berapakalipun dia mencoba menggabungkan informasi-infomasi itu, hal yang dia simpulkan sebelumnya tidak berubah sama sekali.
Alasan mengapa Evan begitu ngotot untuk mencari kebenaran dari kisah mengerikan ini sebenarnya bukan karena dia bosan atau untuk menghabiskan waktu luang, tapi dalam kisah itu disebutkan bahwa kedua bersaudara itu memiliki hubungan yang sangat baik dan sang adik juga tidak memiliki ambisi untuk kursi kepala keluarga.
Ketika Evan membandingkan hubungan keduanya bersaudara itu dengan hubungannya dan Ernest saat ini, dia merasa bahwa keduanya sangat mirip, jadi mau tidak mau, mulai hari saat dia menemukan kebenaran dari kisah itu sampai saat ini, selalu ada perasaan kewaspadaan dihatinya yang membuatnya sangat tidak nyaman.
Bagaimanapun, manusia selalu berubah seiring berjalannya waktu, meskipun sekarang Ernest berkata bahwa dia tidak menginginkan kursi kepala keluarga, itu lain cerita dimasa depan dan insiden dengan keluarga Marley beberapa saat yang lalu semakin memperkuat kewaspadaannya.
[ Jika suatu saat nanti saudaraku berubah pikiran dan mencoba melawanku untuk tahta, apakah aku sanggup membunuhnya... sigh... lupakan, biarkan waktu yang menjawabnya.
Tapi satu hal yang pasti, jika ada salah satu dari mereka yang berani menyentuh ibuku, tidak peduli siapapun itu, akan kubuat mereka menyesal dilahirkan kedunia ini, bahkan jika dia adalah keluargaku sendiri. ]
Ketika pikiran ini muncul di benaknya, tanpa sadar, tubuh Evan mengeluarkan aura yang sangat ganas dan kejam sehingga membuat orang-orang yang ada disekitarnya terdiam.
Saat Evan menyadari bahwa suasana di meja makan menjadi hening, dia kembali menenangkan emosinya dan akhirnya berbicara untuk menghangatkan kembali suasana.
__ADS_1
" Ehem... setelah memikirkannya baik-baik, aku merasa tidak ada yang salah dengan apa yang dikatakan Nona Sofia, tidak perlu memarahinya seperti itu. "
Setelah itu, dia menolehkan kepalanya kearah Sofia dan mengatakan sesuatu.
" Bukannya aku tidak ingin memilihmu untuk menjadi seorang Guardian, tapi tidak sembarang orang bisa menjadi Guardian, bakat dan usaha saja tidak cukup, kau juga harus dapat menarik perhatian calon pemimpin keluarga Silverash.
Kau mungkin memiliki bakat yang baik dan berusaha cukup keras, tapi aku tidak melihat sesuatu yang istimewa ada dalam dirimu, meskipun begitu, aku juga seorang manusia, ada kalannya aku mungkin salah tentang sesuatu, jadi jika kau memang merasa dirimu layak, buktikanlah padaku. "
" Baik Yang Mulia. "
Sofia yang dengan sedih menundukkan kepalanya kebawah karena dimarahi oleh orang tuanya, tiba-tiba menunjukkan ekspresi yang bersemangat karena setidaknya dia memiliki kesempatan dan sepertinya Tuannya ini tidak membencinya karena hal yang dia lakukan saat pertemuan sebelumnya.
" Ngomong-ngomong, saat di Colosseum, bukankah ada beberapa bangsawan dari luar yang menonton turnamen bersama kalian, dimana mereka. "
" Sebenarnya, mereka adalah orang-orang dari Kekaisaran Landover Yang Mulia, karena ada sesuatu yang terjadi pada Putri Anastasya, mereka tidak berani berlama-lama disini dan bergegas mengantarkannya kembali ke Kekaisaran. "
" Dia mengatakan jika ada panggilan dari keluarga, jadi dia bergegas untuk kembali, ngomong-ngomong dia berasal dari keluarga Tiggon yang adalah Viscount dari Kekaisaran Azeroth, apakah anda perlu mengirim pesan ke keluarga Tiggon Yang Mulia ?"
" Hmph, tidak perlu, kuharap mereka tidak mengatakan sesuatu yang aneh, jika tidak, mungkin bahkan ayahku tidak akan tinggal diam jika dia mendengar apa yang dikatakan orang bodoh itu sebelumnya. "
...
Ketika masalah tentang kata-kata Sofia diselesaikan, suasana meja makan menjadi harmonis kembali hingga sampai makan malam selesai.
__ADS_1
Tapi karena Evan belum meninggalkan meja makan, tidak ada seorangpun dari keluarga Eleanor yang berani berdiri dari kursi mereka kecuali Alvin kecil yang telah dibawa oleh para pelayan untuk tidur.
" Ehem, aku benar-benar minta maaf karena merepotkan kalian keluarga Eleanor terlalu banyak, aku tahu ini tidak sopan tapi sebenarnya aku memiliki satu permintaan lagi kepada kalian. "
" Hahahaa, tidak perlu ragu soal apapun itu Yang Mulia, selama kami mampu, kami akan memenuhi apapun yang anda minta. "
" Sebenarnya ini bukanlah hal yang sulit, kudengar, selain dirimu sendiri, ada 3 orang lagi dengan kekuatan seorang Ksatria bergelar di kota Aurum yang ada di Militer, bisakah kau meminjamkan salah satu dari mereka kepadaku besok ?, aku ingin meminta bantuannya. "
" Tentu saja Yang Mulia, aku yakin mereka akan sangat senang jika mereka mendengar anda pribadi yang meminta bantuan mereka. "
" Aku merasa lega kalau begitu, dan juga tolong bawa beberapa Master dan Grandmaster Ksatria terkuat yang ada di Militer kota Aurum, aku ingin mengadakan sesi latihan dengan bawahanku. "
" Dengan senang hati Yang Mulia, jika anda berkenan, bolehkah kami ikut dalam pelatihan Yang Mulia ?, Putri bodohku ini selalu berkata ingin menjadi seorang Guardian, kurasa dia akan sangat senang jika dapat berlatih bersama anda Yang Mulia. "
" Tentu saja, kalau begitu ayo kita putuskan waktunya, bagaimana kalau besok setelah tahap kedua turnamen berakhir ? "
" Sesuai keinginan anda Yang Mulia. "
Setelah pembahasan selesai, Evan akhirnya bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan ruang makan dibawa bimbingan seorang pelayan bersama William dan Isabell yang selama ini berdiri diam dibelakang Evan.
Setelah Evan pergi, Brian serta anggota keluarganya juga meninggalkan ruang makan dan sepertinya mereka dalam suasana hati yang baik.
Itu terutama terlihat pada wajah Sofia yang berseri-seri, apakah itu karena Evan yang ternyata tidak memiliki kesan yang buruk padanya perihal pertemuan mereka sebelumnya di pinggir jalan atau mungkin karena dia memiliki kesempatan berlatih dengan anggota keluarga Silverash secara langsung keesokan harinya, apapun alasannya, dia sangat bahagia saat ini.
__ADS_1
" Jangan senang terlalu cepat, pelatihan dari keluarga Silverash tidaklah seindah yang kau pikirkan, memang benar jika itu sangat efektif, tapi pelatihan itu juga sangat berat, kau harus mempersiapkan diri dengan baik, jika kau tidak sanggup mengikuti pelatihan Tuan Muda Evan, berakhirlah sudah impianmu itu. "
Saat Brian melihat ekspresi bahagia Putrinya, dia mengatakan sesuatu yang membuat ekspresi Sofia menjadikan sangat serius.