Tahta Perak

Tahta Perak
Kota Aurum


__ADS_3

Kota Aurum, salah satu dari beberapa kota besar di wilayah Silverash yang berpenduduk lebih dari 3 juta jiwa.


Selain sebagai salah satu pusat perdagangan yang penting, di dekat kota Aurum juga ada sebuah tambang emas raksasa yang merupakan pemasok emas terbesar di wilayah Silverash saat ini.


Karena itu, tidak mengherankan jika keluarga Silverash menaruh banyak kekuatan militer di kota ini lebih dari kota-kota lainnya.


Seiring dengan banyaknya biaya dan perhatian yang dikeluarkan oleh keluarga Silverash untuk mengelola kota Aurum, perkembangan ekonomi dan infrastruktur di kota ini juga semakin maju setiap harinya hingga membuat kota Aurum menjadi salah salah kota terbesar yang ada di wilayah Silverash.


Banyak bangunan yang menjulang tinggi dan orang-orang yang berpakaian mewah terlihat di jalan-jalan kota yang menunjukkan bahwa standar hidup masyarakat di kota ini sangatlah tinggi.


Selain itu, sering juga terlihat banyak prajurit ber armor perak yang berpatroli di jalan-jalan dan di sekitar tembok kota untuk menjaga ketertiban dan keamanan kota.


Kota Aurum memiliki tembok setinggi 10 meter yang mengelilingi seluruh bagian kota untuk melindungi para penduduk dari ancaman dari luar seperti bandit dan binatang buas, selain dibuat dengan sangat kokoh, tembok ini juga dilapisi dengan sihir pertahan tingkat tinggi yang membuat bahkan Master Ksatria biasa kesulitan untuk menghancurkannya dan hanya ada 4 akses masuk yaitu 4 gerbang utama yang masing-masing berada di Utara, Selatan, Barat, dan Timur.


Dan keempat gerbang itu pasti akan dipadati oleh pengunjung atau orang yang ingin meninggalkan kota setiap harinya.


Saat ini, di salah satu gerbang utama kota Aurum, atau lebih tepatnya di gerbang bagian selatan, ada sebuah kelompok yang terdiri dari 3 orang sedang berdiri di dalam antrian.


Pemimpin kelompok itu adalah seorang pemuda berambut hitam pendek dan mata coklat terang mengenakan armor kulit tentara bayaran yang terlihat compang-camping dan sudah tidak layak dipakai.


Dibelakang pemuda itu ada dua anak kecil yang terlihat baru berumur 10-11 tahun.


Yang pertama adalah anak laki-laki berambut hitam panjang dengan mata yang tertutup seperti orang buta, dia mengenakan mantel hitam yang sangat kotor dan lusuh seperti tidak pernah dicuci selama bertahun-tahun lamanya.


Sedangkan anak yang lainnya adalah seorang gadis kecil cantik berambut putih dan mata merah memakai pakaian pelayanan yang juga tidak kalah kotor dan menjijikkan dari dua orang sebelumnya.


Selain dari penampilan mereka yang kotor, ada juga kesamaan lain diantara mereka bertiga, yaitu wajah mereka yang menunjukkan kelelahan ekstrim, orang-orang bahkan hanya perlu melirik sekilas dan akan terlihat bahwa disekitar mata pemuda yang memimpin dan gadis muda berambut pputih itu ada lingkaran hitam yang menunjukkan bahwa kedua orang ini jelas tidak tidur selama beberapa hari atau bahkan minggu.

__ADS_1


Secara keseluruhan, penampilan kelompok 3 orang ini seperti pengemis yang baru saja melakukan perjalanan jauh dengan berjalan kaki dan tanpa tidur, tapi orang-orang disekitarnya tampak biasa saja dan tidak terganggu oleh penampilan mereka.


Mungkin karena tidak jarang ada pengemis yang melakukan hal ekstrim seperti mereka yang meninggalkan kampung halaman dengan harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di kota-kota besar, jadi orang-orang ini mungkin sudah terbiasa dan tidak berniat membuat banyak masalah dengan para pengemis rendahan itu.


Hanya sesekali orang-orang yang berpakaian bagus dan para pedagang kaya akan melemparkan pandang jijik pada kelompok itu kemudian pergi begitu saja.


" Tuanku, apakah kau mempertimbangkan untuk mengungkapkan identitasmu dan melewati pintu belakang daripada harus mengantri panjang seperti ini ? "


" Hmm... ide bagus, jika aku tidak salah, kartu Identitas yang kita buat di desa Pilze sebelumnya menyatakan bahwa aku adalah Tuan Muda dari anggota Perserikatan pedagang Mawar, dan karena status Ibuku, Perserikatan itu sekarang cukup terkenal, jadi kupikir aku bisa membuat para penjaga membuka jalan pintas dengan beberapa trik kecil, hehehee Isabell, ikuti aku. "


" Baik Tuan Muda. "


Isabell, menjawab dengan suara yang lesu dan tak bertenaga, seperti dia belum makan selama beberapa hari.


" Berhenti, kenapa kau mengikutiku ? "


Hanya beberapa langkah setelah Evan keluar dari antrian, dia dia segera berbalik dan menatap William yang mengikuti di belakangnya.


" Dan menurutmu bagaimana hal itu bisa terjadi ? "


Evan membalas keluhan William dengan suara yang sangat dingin, tanpa menunggu William menjawab, dia terus melanjutkan kata-katanya.


" Tidak hanya kau membuat kita tersesat sampai ke tempat antah-berantah, kau juga merusak kompas yang kuberikan padamu sebagai penunjuk jalan jika kita tersesat, dan yang lebih parahnya lagi, saat kita tidak sengaja menemukan sebuah reruntuhan di tempat itu, kau mengaktifkan semua jebakan yang ada di disana sehingga membuat keributan yang cukup besar dan membangunkan penjaga reruntuhan itu.


Kita harus melawan penjaga itu 3 hari 3 malam sebelum kita berhasil meloloskan diri, dan tidak berhenti sampai disitu, saat kupikir semua sudah berakhir, kau mengambil sebuah sampah yang bahkan tidak layak 1 koin perak pun yang membuat penjaga itu dapat mengetahui lokasi kita dengan mudah dan mengirimkan antek-anteknya untuk membunuh kita.


Karena itu kita harus kabur sambil bertarung di sepanjang jalan selama satu minggu hingga kita bisa menyingkirkan para monster menyebalkan itu dan mencapai kota ini.

__ADS_1


Apa kau tahu, aku hampir tidak tidur selama 10 hari ini dan itu semua adalah karena salahmu !, aku bahkan tidak dapat mengeluarkan mantra paling dasar untuk membersihkan diriku sendiri karena kelelahan yang ekstrim pada Mana dan Auraku.


Dan kau saat ini ingin mengikutiku pergi ke pintu belakang ?, Hah... bermimpilah !, sebagai hukumanmu, kau harus mengantri sendirian disini.


Dan jika aku sampai mengetahui kau menggunakan Identitasmu sebagai guardian, hehehee... akan kutingkatkan latihan harianmu hingga 3 kali lipat. "


Setelah Evan menyelesaikan kalimat panjangnya, dia segera berjalan menjauh tanpa melihat kebelakang sama sekali.


" Uhm... jangan bersedih tuan William, kurasa Tuan Muda berkata seperti itu karena ingin kau memperbaiki diri lebih baik lagi. "


Isabell yang melihat wajah menyedihkan William dan sepertinya akan segera menangis, mencoba sedikit menghiburnya.


" Huhuhuu, Isabell kita memang yang terbaik, jadi apakah kau ingin menemani kakakmu ini mengantri disini. "


" Fufufuu, tentu saja Tuan William... tapi mungkin dikehidupan selanjutnya.


Kalau begitu aku pergi dulu, Tuan kita membutuhkan seseorang untuk menjaganya, dahh... "


Dengan begitu, Isabell juga bergegas pergi menyusul Evan dan meninggalkan Ksatria yang malang itu sendirian.


" Sialan, mengapa nasipku selalu saja buruk, apakah karena aku menjadi Guardian dan ada seseorang yang iri denganku hingga mengutukku ?


Tidak !


Jika kita membicarakan soal kutukan, itu pasti aku yang terlalu tampan dan keren jadi banyak laki-laki yang merasa tersaingi...ya, benar !, pasti karena itu.


Sigh... menjadi terlalu tampan sepertinya juga sedikit merepotkan. "

__ADS_1


Mungkin karena dia terlalu lelah dan lapar, otak Ksatria malang ini mulai berfikir yang tidak-tidak tentang dirinya sendiri.


Sigh... sungguh Ksatria yang malang.


__ADS_2