
Saat ini Evan dan William telah sampai di dekat sebuah desa yang cukup besar, Desa Pilze adalah desa yang dihuni oleh lebih dari 7000 orang dan lokasinya yang dekat dengan kota Ash membuat desa ini bisa dikatakan cukup makmur karena banyak pedagang dan pelancong yang akan singgah di desa ini saat akan menuju kota Ash.
Saat kereta kuda Evan akan melewati gerbang masuk desa, mereka dihentikan oleh para penjaga.
" Berhenti !, semua orang keluar dari gerbong kereta, kami akan memeriksa apakah ada yang mencurigakan dengan kalian. "
Evan dan William segera turun dari kereta kuda mereka dan mengikuti penjaga itu kedalam sebuah ruangan.
Saat ini Evan memakai mantel hitam yang terlihat sederhana tapi jika diperhatikan dengan seksama, bahan mantel ini terbuat dari sutra es yang sangat langka, selain sangat lembut dan nyaman untuk dipakai, bahan ini juga dapat memungkinkan pemakainya merasa tetap nyaman dalam cuaca apapun.
Sedangkan William tetap memakai Armor kulit tentara bayaran dan sebuah pedang besi dipinggangnya seperti biasanya, tapi yang tidak biasa adalah William saat ini memandangi kepala Evan dengan tatapan yang aneh.
Bagaimana tidak, rambut Evan yang seharusnya berwarna putih perak yang sangat indah, kini berubah menjadi warna hitam yang cukup umum.
Tapi setelah berpikir beberapa saat, dia tidak lagi memperdulikannya, Tuan adalah Tuan, tidak peduli apa yang dia lakukan, dia pasti benar, daripada dia kena pukul lagi karena salah bicara, lebih baik dia diam saja.
Tapi William tidak tahu bahwa Evan sering memukulinya bukan karena dia membuat kesalalahan, melainkan karena namanya yang membuat Tuannya itu merasa jengkel.
Setelah memasuki ruangan, Evan dan William dipersilahkan duduk dan menjawab beberapa pertanyan.
" Halo, namaku Zirco, aku adalah kepala penjaga desa Pilze, boleh aku tanya apa tujuan kalian kemari ? "
Orang yang menanyai Evan adalah pria paruh baya berotot dan botak, ada sebuah bekas luka besar di pipinya yang membuatnya tampak sangat garang, tapi berlawanan dengan penampilannya, sikapnya sebenarnya cukup baik dan sopan.
" Selamat sore Sir Zirco, namaku adalah Evan dan aku merupakan putra seorang pedagang kecil, aku datang kesini untuk memperluas wawasanku tentang dunia, orang-orang bilang bahwa dunia ini sangat luas dan indah, jadi aku penasaran seperti apa sebenarnya bentuk dunia itu, seperti yang kau lihat, aku memiliki sedikit keterbatasan dalam penglihatanku, jadi aku tidak bisa menikmati betapah indahnya pemandangan dunia ini.
Tapi ayahku berkata bahwa keindahan dunia tidak hanya bisa dilihat, tapi juga dirasakan, contohnya adalah banyak makanan beraneka ragam yang hanya ada di beberapa tempat khusus seperti desa Pilze ini, banyak orang berkata bahwa jamur disini dangat lezat, apakah itu benar Sir Zirco ? "
__ADS_1
" Sigh... kau memang anak yang tidak beruntung, aku turut sedih dengan apa yang terjadi dengan Indra penglihatanmu, meskipun begitu kau tidak boleh menyerah untuk bertahan hidup.
Benar seperti apa yang dikatakan ayahmu, di dunia ini banyak hal yang bisa kau nikmati tanpa penglihatanmu dan jamur desa ini pasti adalah salah satunya, aku jamin kau tidak akan kecewa.
Ronal, biarkan mereka memasuki desa setelah para penjaga mengecek barang bawaan mereka, oh benar, apakah kalian berdua memiliki kartu identitas ?"
" Kami belum memilikinya, ayahku bilang bahwa untuk membuat sebuah kartu identitas dapat dilakukan di desa ini, kami sekalian ingin membuatnya juga. "
" Hehe, ayahmu memang cukup berpengetahuan luas, tapi membuat sebuah kartu identitas dibutuhkan waktu sekitar satu minggu, apakah kau mau menunggu ? "
" Tentu saja, kami juga tidak terburu-buru. "
" Kalau begitu tulislah data diri kalian diselembar kertas ini, jika sudah selesai, kembalikan padaku. "
Evan dengan mudahnya menipu para penjaga gerbang ini untuk mempercayai kata-katanya yang membuat William cukup kagum dengan tuannya ini.
Beberapa saat kemudian Evan dan William keluar dari ruang pemeriksaan dan kembali ke kereta kuda mereka.
" Tida ada alasan khusus, aku hanya tidak mau ada keributan yang mengganggu saat aku mengunjungi berbagai tempat, kau tahu sendiri kalau aku adalah orang yang cukup penting dan tujuanku adalah untuk melihat secara langsung bagaimana keadaan rakyat di wilayah kekuasaan keluarga Silverash.
Selain itu, aku ingin melihat apakah para perwakilan yang ditunjuk oleh keluargaku untuk mengurus sebagian wilayah melakukan sebuah kesalahan.
Jika mereka melakukannya karena tidak sengaja atau ketidaktahuan, aku hanya akan menghukum mereka dengan ringan, tapi jika mereka dengan sengaja membuat rakyat-rakyatku sengsara... heheheee... "
Tiba-tiba William merasakan dingin menusuk tulang punggungnya saat dia mendengar Evan tertawa, dia sekarang akhirnya sadar bahwa Tuannya ini bukanlah anak biasa, bahkan baru beberapa hari yang lalu, dia menyaksikan sendiri betapa menakutkannya Tuannya ini.
Segera, William bergegas mengemudikan kereta kuda menuju penginapan terdekat tanpa berniat melanjutkan pembicaraannya dengan tuannya yang menakutkan itu.
__ADS_1
Meskipun desa Pilze merupakan desa yang cukup besar, tapi tempat penginapan disini tidak terlalu banyak jadi tak butuh waktu lama bagi Tuan dan Ksatria itu untuk menemukan penginapan yang cukup bagus.
Penginapan ini bernama Beaf-inn yang terkenal karena daging sapinya yang empuk dan lezat dan biaya menginap yang cukup terjangkau.
Sebenarnya Evan tidak terlalu memperdulikan soal uang, di cincin ruangnya saat ini mungkin ada lebih dari cukup uang untuk membeli seluruh desa ini, alasan dia memilih tempat ini adalah karena ada kata daging di papan namanya.
Selama beberapa hari ini dia tidak makan banyak daging karena William tidak dapat mengolah daging sama sekali, jadi dia sangat merindukan daging.
Setelah kereta mereka memasuki halaman penginapan, mereka langsung disambut dengan antusias oleh seorang pelayan laki-laki paruh baya.
" Selamat datang di Beaf-inn tuan-tuan, adakah yang bisa saya bantu ? "
" Kami ingin menginap selama beberapa hari, apakah kamar terbaikmu kosong ?, Tuanku tidak terlalu suka ruang yang sempit. "
" Tentu saja tuan-tuan, silahkan masuk terlebih dahulu dan temui resepsionis kami, jika kalian berkenan, aku bisa mengurus kereta kuda kalian dan menempatkannya di tempat yang aman. "
Saat mereka berdua melewati pintu penginapan, Evan cukup terganggu dengan suara berisik ada disekitarnya.
Tidak seperti yang mereka bayangkan, penginapan ini ternyata dipenuhi oleh banyak pengunjung yang kebanyakan dari mereka adalah tentara bayaran.
Suara tawa yang keras dan bau alkohol yang menyengat terlihat hampir disetiap meja yang ada.
" Tuanku, kurasa lebih baik kita pergi dan mencari tempat lain, tempat ini jelas kurang cocok dengan statusmu, apa pendapatmu Tuan ? "
Saat William melihat keadaan yang ada disekitar, dia menyarankan kepada Evan untuk mencari tempat lain.
" Tidak, mungkin saja penginapan lainnya juga sama seperti ini dan yang lebih penting aku sangat lapar- "
__ADS_1
Sebelum Evan menyelesaikan kata-katanya, tiba-tiba ada sesuatu yang menabraknya dari belakang hingga membuatnya hampir terjatuh.
" Hei anak kecil, jangan berdiri di depan pintu seperti itu, kau menghalangai jalan orang yang mau lewat. "