
Di sebuah puncak gunung terpencil yang masih berada di wilayah kekuasaan keluarga Silverash, saat ini terlihat pemandangan yang sangat menakjubkan.
Itu adalah sekumpulan energi berwarna biru yang sangat besar sehingga membentuk seperti sebuah ombak raksasa dengan tinggi hampir 10 meter.
Sedangkan di arah berlawanan dari ombak itu ada sejumlah Aura kekuningan dengan kapasitas energi yang sangat besar dan terkonsentrasi membentuk sebuah gunung raksasa ilusi yang terlihat sangat agung dan mendominasi.
Dua fenomena alam ini sebenarnya adalah hasil dari duel sengit antara dua Master Ksatria yang masing-masing telah mengeluarkan teknik terkuat mereka.
Zaratan dan William, meskipun jalan Ksatria mereka berdua hanya berada pada tingkat Master Ksatria, tidak dapat dipungkiri jika kemampuan bertempur Mereka jelas jauh melampaui Master Ksatria normal, bahkan teknik yang mereka keluarkan sebagai penentu kemenangan duel mereka telah jauh dari apa yang dapat dilakukan oleh seorang Grandmaster yang baru saja dipromosikan.
Ombak biru yang memiliki daya hancur yang sangat tinggi dan gunung raksasa ilusi yang mempunyai pertahanan yang luar biasa kuat.
Ini adalah gambar inti atau bisa disebut sebagai bentuk fisik dari jalan yang masing-masing mereka pilih, dan saat kedua fenomena alam ini bertabrakan...
BOOM....
Sebuah ledakan yang sangat mengerikan terjadi hingga membuat seluruh gunung yang menjadi tempat pertarungan mereka bergetar hebat.
Craakk...
Ombak raksasa yang terbuat dari energi murni itu menabrak gunung ilusi yang terbuat dari Aura kekuningan dengan keras hingga menyebabkan sosok gunung ilusi itu sedikit berfluktuasi dan tak lama kemudian banyak retakan yang terlihat di permukaannya.
Dan hal ini juga berdampak pada William yang menjadi sumber energi gunung ilusi itu.
Saat ini keadaan William terlihat jauh lebih buruk dari sebelumnya, dia berlutut di tanah dengan satu lutut dan sepertinya berusaha sangat keras untuk tidak terjatuh dengan mengandalkan Great Swordnya untuk menopang tubuhnya.
Dan bukan hanya itu, banyak darah yang terus-menerus mengalir dari mulut, hidung dan bahkan kedua matanya.
[ Sialan, aku tidak menyangka jika serangan terakhir Bandit itu akan sangat kuat, meskipun aku sudah memperkirakan jika akan sangat sulit untuk menahan serangan itu karena dia tidak hanya menggunakan Auranya tapi juga mengorbankan esensi kehidupannya sendiri, tapi ini jauh melebihi perkiraanku.
Meskipun aku tahu jika Tuan akan datang untuk menyelamatkanku jika aku gagal menahan serangan ini, tapi aku tidak boleh membiarkan hal itu terjadi.
__ADS_1
Tugas seorang Guardian adalah melindungi Tuannya dengan segala cara, bukan sebaliknya.
Jika aku terus seperti ini aku tidak akan dapat mengejar perkembangan Tuanku yang sangat cepat, apalagi sekarang ada Isabell yang tidak kalah mengerikan, sebagai Guardian pertama yang dipilih oleh Tuan, aku tidak boleh membuang kesempatan dan harapan yang telah dia berikan padaku.
Bangkitlah William !!!
Kau tidak boleh sampai jatuh disini. ]
Tiba-tiba pandangan William yang telah kabur mulai mendapatkan kembali kilaunya dan entah dari mana ada sebuah kekuatan yang tidak diketahui mulai mengalir ke seluruh tubuhnya.
Bersamaan dengan itu, Aura yang terpancar keluar dari tubuh William juga menjadi semakin kuat hingga membuat gunung raksasa ilusi itu menjadi semakin padat dan kokoh.
Dan semua hal ini tidak disadari sama sekali oleh William yang hanya memikirkan bagaimana caranya untuk tetap bertahan dengan kondisinya saat ini.
Tapi perubahan ini tidak luput dari pandangan Evan yang sedang menonton pertunjukan dari puncak pohon.
" Ck..ck..ck... tidak heran jika ayah bilang seorang Ksatria dapat meningkatkan kekuatannya lebih cepat dalam pertarungan sesungguhnya, sekarang aku sepertinya mengerti apa yang dia katakan.
Evan yang masih dengan santai menikmati pertunjukan sambil sesekali mengomentari tindakan bawahannya tiba-tiba tersadar akan sesuatu dan bergegas menuju desa yang menjadi markas besar bandit Silver Wind sebelumnya dengan kecepatan penuh.
" Sialan, aku harus cepat, tidak kusangka aku akan terlalu fokus menikmati pertunjukan... ehem... terlalu terpikat oleh pertarungan yang luar biasa dari dua orang itu hingga melupakan jika masih ada banyak budak dan korban penculikan para bandit yang masih ditahan di desa itu.
Karena jarak yang dekat dari desa itu dan area pertempuran mereka berdua, tidak akan lama sampai desa itu rata dengan tanah, sial, bagaimana aku bisa begitu ceroboh. "
Ketika Evan sekali lagi menyadari kesalahannya, dia segera mempercepat langkahnya menuju desa itu.
Karena jaraknya memang tidak terlalu jauh, dengan kecepatan Evan hanya butuh beberapa saat baginya untuk sampai di tempat tujuannya dan ketika dia sampai dia segera menghela nafas lega.
" Fiuh... untung saja aku tepat waktu, jika tidak, akan ada banyak nyawa orang yang tidak bersalah melayang kali ini.
Heee... apakah itu sisa energi dari tabrakan antara dua Master Ksatria yang menggunakan semua kemampuan mereka, hmm... sepertinya cukup kuat, tapi... "
__ADS_1
Saat ini di hadapan Evan sudah ada gelombang energi kekerasan yang mengerikan menuju kearahnya dengan sangat cepat, tidak diragukan lagi jika gelombang energi ini sampai mengenai desa, desa itu pasti akan langsung terhapus dan hanya meninggalkan sisa-sisa puing reruntuhan.
Tapi dihadapkan dengan energi sebesar itu yang akan segera mengenai dirinya, Evan tidak panik sama sekali, dia dengan santai mengeluarkan Blue Dragon Sword dari cincin ruangnya dan menebas gelombang energi itu secara acak.
Tiba-tiba, sebuah Aura Blade perak dengan energi penghancur yang sangat menakutkan meluncur dengan kecepatan tinggi menuju gelombang energi kekerasan itu dan ketika keduanya bertemu, gelombang energi itu segera terbelah dua oleh Aura Blade perak seperti mentega bertemu pisau panas.
" Yah... lagipula itu hanyalah sisa energi dari serangan mereka berdua, jelas tidak akan sekuat itu, karena aku sudah ada disini, sudah saatnya pertempuran ini berakhir. "
Setelah mengatasi masalah kecilnya, Evan segera menuju tempat dimana pertarungan Zaratan dan William terjadi dan tak butuh waktu lama untuknya sampai di tempat itu.
Sesaat setelah Evan sampai di tempat tujuannya, dia menyadari bahwa pertarungan telah berakhir.
Evan dapat melihat tubuh Zaratan yang kurus kering terbaring tak bergerak di tanah dan tidak jauh darinya ada William yang berdiri dengan punggung lurus menghadap ke atas sambil memegang sebuah Great Sword yang setengah bagian tubuhnya tertanam dengan kuat di dalam tanah.
Evan juga sempat melihat dibekang punggung William yang saat ini masih ada ilusi samar sebuah gunung raksasa yang perlahan-lahan memudar bersama dengan hembusan angin.
" Hohohoo, selamat atas kemenangan besarmu, sepertinya kau sedikit kesulitan dalam pertempuran kali ini. "
" Oh, Tuanku, sigh... sepertinya aku mengecewakanmu lagi kali ini, dia hanyalah seorang pemimpin bandit, tapi aku sekarang babak belur hanya untuk mengalahkannya, sungguh memalukan. "
" Hehe, jangan bersedih, kau sudah tampil sangat baik kali ini, bahkan aku sedikit terkejut dengan kecepatan perkembanganmu.
Sekarang ayo pergi mencari Isabell dan bebaskan para tahanan yang ada di desa itu, gara-gara kalian yang terlalu lama, aku harus melewatkan makan siangku kali ini. "
" Tunggu dulu Tuanku, bisakah aku minta beberapa bola ajaibmu itu, aku sedikit kesulitan bergerak karena lukaku ini. "
" Bola ajab kepalamu, apa kau pikir aku ini seorang pesulap sirkus hah ?, ini namanya Star Energy Ball, jangan mengganti namanya seenak jidatmu sendiri. "
" Oh, tapi lebih mudah menyebutnya dengan bola ajaib "
" ... "
__ADS_1