Tahta Perak

Tahta Perak
Kesan Isabell


__ADS_3

Beberapa saat setelah kelompok Sofia pergi, Isabell akhirnya kembali dengan kabar baik.


" Maaf karena sudah menunggu lama Tuan Muda, karena sebentar lagi festival akan diadakan, kebanyakan penginapan sudah dipenuhi oleh pengunjung, tapi untungnya aku berhasil menemukan sebuah penginapan yang cocok untuk kita tinggali selama beberapa hari meskipun harganya agak mahal. "


Ketika Evan mendengar tentang masalah uang, dia tanpa sadar melirik mantelnya yang saat ini ada beberapa koin tembaga diatasnya.


" Hmm, Isabell bisakah kau menghitung berapa banyak uang yang ada diatas mantel itu. "


" Baik Tuan Muda, 1,2,3...16,17, semuanya ada 17 koin tembaga Tuan Muda. "


" Baiklah, ambil itu sebagai uang jajan untukmu, sekarang bawa aku ke penginapan. "


" Apakah kita tidak menunggu tuan William ?, bagaimana jika dia mencari kita. "


" Hehehee, meskipun kota ini sangat besar, tapi aku yakin dia tidak akan kesulitan mencari kita berdua. "


" Ohh, benarkah, apakah tuan William memiliki teknik khusus seperti mata penembus langit yang legendaris itu ?"


" Hah ?, teknik macam apa itu, terdengar sangat menjijikkan, ayo cepat pergi ke penginapan. "


" Baik, Tuan Muda. "


Ketika Isabell sedang memandu Evan yang sedang dalam kondisi hemat energi menuju sebuah penginapan, pada saat itu juga William yang sudah mengantri cukup lama akhirnya berhasil melewati gerbang kota.


" Hahahaa, akhirnya hukumanku berakhir, sekarang hal pertama yang harus kulakukan adalah mencari Tuan dan Isabell.


Hmm... Kira-kira dimana mereka sekarang... oh benar juga, aku hanya harus bertanya pada orang lain.


Permisi tuan, apakah kau melihat seorang anak laki-laki berusia sekitar 9 - 10 tahun dengan rambut hitam panjang dan berpenampilan seperti seorang pengemis ?"


" Huh, anak kecil yang mana, di sekitar sini ada banyak anak seperti itu. "


" Bagaimana dengan gadis kecil berambut putih ? "


" Oh, gadis kecil imut itu, jika aku tidak salah dia baru saja pergi ke arah sana bersama dengan dengan temannya. "


" Arah sana ?, baiklah, Terima kasih atas bantuannya tuan. "

__ADS_1


[ Hohohoo, Isabell memang adalah maskot keberuntunganku, sejak dia bergabung bersama tim kami, Tuan mulai jarang memukuliku tanpa alasan dan dia juga sedikit meringankan bebanku saat mengurus kebutuhan sehari-hari Tuan Evan, bahkan saat ini, saat dia tidak berada di dekatku, dia masih sangat berguna, muehehee...]


William yang telah menemukan keberadaan Evan dan Isabell, segera bergegas mencari mereka sambil tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila, bahkan orang-orang yang berpapasan dengannya dengan sengaja menghindarinya dengan ekspresi simpatik di wajah mereka sambil menggumamkan sesuatu.


" Sigh... Sungguh sangat disayangkan, masih muda dan memiliki wajah yang cukup bagus, tapi... Sigh... "


...


Di suatu pagi yang cerah dimana cahaya matahari mulai bersinar dari ujung paling timur dunia dan suara kicauan burung yang merdu terdengar sangat indah di telinga.


Disebuah penginapan yang cukup mewah, Evan yang sedang tertidur diatas tempat tidur mulai membuka matanya perlahan.


Setelah itu dia segera bangkit dari tempat tidurnya dan membuka jendela kamarnya untuk menikmati hangatnya sinar matahari dan sejuknya udara di pagi hari.


" Fiuh...Sungguh pagi yang indah, baiklah, saatnya tidur kembali. "


Setelah mengatakan itu, Evan menutup kembali jendela beserta gorden yang ada di kamarnya dan melompat kembali ke tempat tidurnya.


Ya, bocah malas ini sebenarnya mencoba untuk kembali ke alam mimpinya saat dia baru saja bangun dari tidurnya dan ini bukanlah yang pertama kali.


Sejak Evan menyewa kamar di penginapan ini 4 hari yang lalu, dia hampir tidak meninggalkan tempat tidurnya kecuali saat sedang makan dan ada panggilan alam (Buang air kecil, besar dll.).


Alasan dia tidak mau bangkit dari tempat tidur adalah karena dia sedang tidak enak badan, setidaknya itulah yang dia katakanlah kepada Guardian dan pelayanannya.


Alasan sebenarnya dia tidak mau beranjak dari tempat tidurnya tentu saja karena dia sedang malas dan tidak ingin melakukan apapun.


Jika Ryan ada disini dan melihat tingkah anaknya ini, dia pasti akan menggela nafas panjang dan kemudian pergi tanpa mengatakan sepatah katapun.


Karena dia tahu jika putra jeniusnya ini sudah masuk dalam mode kemalasan, tidak akan ada seorangpun yang bisa membuatnya bangkit dari tempat tidur kecuali ibunya.


Dan siapapun yang mencoba mengganggunya saat dalam mode ini, pasti tidak akan berakhir dengan baik.


Ambil William sebagai contoh, kemarin dia


mencoba mengajak Evan berlatih untuk sedikit mengendurkan otot-ototnya setelah dia pulih kembali ke keadaan puncaknya.


Setelah mengetuk kamar Tuannya itu beberapa kali tapi tidak mendapat jawaban, dia menjadi sangat khawatir, jadi dia terus mengetuk dengan lebih keras hingga membuat Evan terbangun dan beberapa saat kemudian dia berakhir dengan babak belur.

__ADS_1


Isabell yang kebetulan melihat kejadian itu memutuskan untuk tidak mengganggu Tuannya apapun yang terjadi jika tidak ada masalah yang sangat mendesak.


Dia hanya akan memanggil Evan saat waktu makan telah tiba.


Sejak Isabell menjadi pelayan Evan selama beberapa bulan lalu, dia sekarang sudah sedikit memahami sifat Tuannya ini.


Evan sebenarnya adalah jenis orang yang perhatian dan suka melakukan hal-hal konyol secara berlebihan, sekali dia memutuskan untuk melakukan sesuatu, dia akan melakukannya dengan seluruh kemampuannya.


Evan juga merupakan tipe orang yang sangat mudah bosan, ketika dia tertarik pada sesuatu, dia akan berusaha keras untuk membuat prestasi kecil di bidang itu tapi setelah beberapa waktu dia akan meninggalkannya dan mencari hal-hal yang menarik lainnya.


Dan terakhir yang membuat Isabell sangat bingung dan sedikit ketakutan adalah saat pertama kali dia melihat Evan dalam mode pertarungan.


Sampai sekarang Isabell tidak mengerti mengapa saat dalam pertarungan, Tuannya ini seperti menjadi orang yang berbeda, seolah-olah semua emosi tidak berguna yang ada di tubuhnya telah di tekan dan hanya menyisakan ketidak pedulian dan kekejaman terhadap musuh-musuhnya.


Saat pertama kali Isabell melihat Evan dalam keadaan ini, dia sangat ketakutan karena Tuannya yang biasanya suka menggoda dan menjahilinya dengan berbagai tindakan konyol seketika berubah menjadi mesin pembunuh tak berperasaan.


Tapi lama-kelamaan dia akhirnya terbiasa dengan hal itu.


Tok...tok... tok...


" Tuan Muda waktunya untuk sarapan. "


Seperti biasa, setiap pagi hari, Isabell akan mengetuk pintu kamar Evan.


" Hmm, kurasa hari ini tubuhku dalam kondisi lebih buruk dari sebelumnya, jadi aku akan lewat, kau bisa pergi makan dengan William. "


" Fufufuu, apakah anda yakin Tuan Muda, hari ini adalah hari dimana festival akan dimulai. "


Brakk... bukk... bam...


Beberapa saat setelah Isabell menyelesaikan kata-katanya, terdengar beberapa suara aneh dari dalam kamar Evan dan tak beselang lama pintu kamar akhirnya terbuka dan menunjukkan sosok Evan berambut hitam yang telah berpakaian sangat rapi.


" Selamat pagi Tuan Muda, seperti biasa, hari ini anda juga terlihat sangat tampan. "


" Hmm, kurasa semakin hari kata-katamu menjadi semakin manis Isabell, aku tidak tahu dimana kau belajar hal semacam itu. "


" Fufufuu, apakah kita akan sarapan sekarang ? "

__ADS_1


" Tentu saja, ayo cepat, aku tidak mau melewatkan festival hari ini. "


Dengan itu, Evan memegang tangan Isabell dengan erat dan menyeretnya menuju lantai bawah penginapan.


__ADS_2