Tahta Perak

Tahta Perak
Menerobos


__ADS_3

Di tengah lapangan pelatihan, Evan sedang duduk bersila sambil melakukan teknik pernafasan Breath of Silver Sword, saat ini tubuhnya diselimuti aura berwarna perak yang sangat indah, aura ini memacarkan suasana yang tenang dan lembut seperti aliran air.


Tidak jauh dari Evan, ada dua orang yang sedang mengamatinya dengan serius, meraka adalah Ryan dan Ernest yang saat ini bisa disebut sebagai penjaga atau pengawas dalam proses terobosan Evan menjadi Master Ksatria.


Setiap orang sebenarnya memerlukan penjaga atau pengawas saat mencoba melakukan peningkatan pada basis budidayanya, hal ini diperlukan agar proses terobosan orang tersebut tidak mengalami gangguan eksternal yang menyebabkan kegagalan dalam terobosannya karena konsekuensi dari kegagalan itu bisa berakibat fatal bahkan dapat menyebabkan cacat permanen, selain itu jika terjadi kesalahan dalam proses terobosan, penjaga atau pengawas dapat segera membantu untuk sebisa mungkin mengurangi kerusakan yang terjadi pada orang tersebut.


Karena tugasnya yang begitu penting, seorang penjaga atau pengawas tidak dapat dipilih secara acak, persyaratan minimal adalah basis budidayanya harus satu tingkat lebih tinggi dari orang yang melakukan terobosan dan juga memahami dengan jelas teknik yang digunakan oleh orang itu sehingga penjaga atau pengawas dapat segera melakukan tindakan pencegahan jika hal-hal yang tidak terduga terjadi selama proses terobosan.


Ryan saat ini sudah jauh melampaui batas persyaratan untuk menjadi seorang penjaga, sebenarnya dia juga merasa tidak perlu untuk melakukan hal-hal seperti ini karena dia yakin bahwa kemungkinan monster kecilnya itu untuk gagal dalam terobosannya kurang dari 10%, tapi dia tetap datang untuk berjaga-jaga sekaligus membimbing dan memberikan pengalaman pada putra sulungnya.


Saat ini aura yang menyelimuti tubuh Evan tiba-tiba mengalami perubahan drastis hingga mengejutkan Ernest yang sedang mengamati disamping, aura yang awalnya tenang dan lembut seperti aliran air tiba-tiba berfluktuasi dengan keras dan mulai tidak teratur.


" Ayah, apa yang sedang terjadi ?, mengapa aura Evan menjadi begitu menakutkan. "


" Sepertinya prosesnya sudah dimulai, saat ini adikmu sudah mulai merangsang tanda pedang yang ada di dekat jantungnya untuk mengeluarkan energi pedang, Energi ini memiliki atribut ketajaman yang dikatakan dapat memotong segala sesuatu yang menghalanginya. "


" Bukankah itu sangat berbahaya, bagaiman jika dia tidak sengaja terluka oleh tekniknya sendiri.. aduh... kenapa kau tiba-tiba memukulku ayah. "


" Dasar idiot, inilah alasan mengapa kau bisa dilampau oleh adikmu, kau jarang menggunakan otakmu untuk berpikir dan hanya menyelesaikan semua masalah dengan tinjumu, menurutmu mengapa teknik Breath of Silver Sword memiliki kata TEKNIK di didepan namanya, ini jelas karena sudah ada pengetahuan atau cara untuk mengontrol energi pedang didalam teknik Breath of Silver Sword, bukankah semuanya sudah dijelaskan secara jelas di salinan buku teknik itu yang kuberikan kepadamu. "


" Hehe... aku hanya membacanya sampai ke tahap ke 3, lagipula siapa yang menyuruh untuk membuat buku itu sangat tebal, tidak bisakah kita meringkasnya saja. "

__ADS_1


" Kau bocah dungu, jika kita meringkas kata-kata yang ada di buku teknik itu, kau tidak akan tau kapan kau mati saat melatihnya, apa kau paham sekarang. "


" Hmm, aku akan serius membacanya mulai sekarang. "


Saat mereka berdua sedang dalam pembelajaran yang serius, tiba-tiba aura Evan mengalami perubahan sekali lagi dan menjadi lebih liar, Ryan dan Ernest dapat merasakan dengan jelas saat ini aura Evan berangsur-angsur menjadi lebih kokoh dan tajam seperti pedang berharga yang baru saja ditarik dari sarungnya.


Dan mengikuti perubahan itu adalah tubuh Evan yang semula baik-baik saja sekarang mulai muncul bercak darah di berbagai bagian tubuhnya dan semakin lama waktu berlalu semakin banyak darah yang keluar hingga menutupi seluruh tubuhnya.


" Hey ayah, bukankah itu berbahaya. "


" Memang itu mungkin berbahaya... jika itu adalah orang lain, apa kau lupa siapa yang yang duduk disana saat ini. "


" Meskipun itu Evan, kurasa dia juga bisa berada dalam keadaan krisis, lihat saja ekspresi wajahnya, bukankah dia seperti sedang menahan rasa sakit sekarang. "


" Jika itu yang terjadi maka memang benar tidak ada yang bisa kita lakukan, kalau begitu bagaimana jika kita berdoa saja untuknya, siapa tau rasa sakitnya akan segera mereda. "


" Baiklah, kurasa aku yang akan memimpin doanya karena aku adalah kepala keluarga saat ini.


Ehemm... Ya Dewa tolong ringankanlah... "


" Tunggu dulu ayah, Tuhan mana yang kita sembah ?, aku tidak ingat keluarga kita secara khusus menyembah salah satu dewa di dunia ini, apakah itu Dewa Cahaya yang di puja oleh Gereja Dewa Cahaya ? "

__ADS_1


" Yang manapun boleh asal dia menjawab doa kita, kau tidak perlu banyak tanya, cukup diam dan ikuti aku, mengerti ? "


" Yes sir ! "


" Baiklah ayo kita mulai dari awal.


Ya Dewa ringankanlah rasa sakit yang dirasakan oleh anggota termuda keluarga kami dan terimalah dia disisimu.


Amien. "


" Amien. "


Saat kedua orang idiot ini sedang melakukan pertunjukan yang sangat menarik, Evan sepertinya masih dalam kondisi yang cukup baik meskipun merasa sangat kesakitan.


Saat ini didalam tubuhnya, tanda pedang perak kecil berdengung keras dan terus menerus memancarkan Sword Energy saat Evan mengalirkan aura perak kedalamnya, kemudian dia mencoba mengendalikan energi ini dengan teknik yang tercatat dalam Breath of Silver Sword dan mengalirkannya keseluruh tubuh.


Dia terus mengalirkan aura yang berada di perut bagian bawahnya kedalam tanda pedang perak dan tanda itu memuntahkannya kembali dengan tambahan atribut baru, kemudian di mengalirkanya lagi keseluruh tubuhnya hingga akhirnya aura itu kembali lagi ke perut bagian bawahnya dan terbentuklah siklus yang lengkap.


Meskipun kelihatannya mudah, tetapi kenyataannya sangatlah berbeda, Evan harus menjaga agar aura barunya tidak menyebar ke tempat-tempat yang rapuh seperti jantung dan organ dalam karena itu akan dapat membunuhnya secara langsung atau melukainya dengan parah, dan untuk dapat melakukan ini dibutuhkan kontrol dan fokus yang luar biasa tinggi agar dapat tercapai keadaan siklus yang sempurna, tapi saat aura ini dialirkan ke seluruh tubuh, Evan akan merasakan sakit yang luar biasa pada setiap bagian tubuhnya seperti sayatan belati, jadi bisa bayangakan betapa sulitnya untuk bisa tetap fokus dan konsentrasi saat seluruh tubuhmu mengalami rasa sakit seperti itu.


Meskipun begitu Evan berhasil menahan rasa sakit itu dan dapat mempertahankan siklus yang lengkap, hal ini berlangsung selama hampir 4 jam penuh hingga akhirnya sebuah perubahan terbentuk didalam tubuh Evan.

__ADS_1


Ada pepatah yang mengatakan ' Usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil ' dan itu mungkin yang terjadi pada Evan saat ini.


__ADS_2