Tahta Perak

Tahta Perak
Pertempuran pertama ll


__ADS_3

~ Whirlwind ~


Saat Evan menyelesaikan mantranya, tiba-tiba para ksatria yang melindunginya merasakan angin sepoi-sepoi yang datang entah dari mana dan tak butuh waktu lama bagi mereka untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Dinding api yang tercipta dari mantra pertama Evan yaitu ~ Firewall ~ tiba-tiba berubah bentuk secara paksa dibawah pengaruh mantra keduanya, dinding api yang semula berbentuk persegi itu terpelintir menjadi bentuk spiral yang menyerupai sebuah tornado, selain itu kobaran api yang tercipta juga semakin membesar seiring dengan terbentuknya mantra kedua ~ Whirlwind ~ hingga akhirnya membentuk sebuah tornado api nyata setinggi 5 meter.


Ini adalah gabungan dari dua sihir tingkat 1 yang telah Evan pelajari selama dua hari terakhir, meskipun tidak sekuat sihir 3 cincin - Fire Tornado yang asli, tapi setidaknya tidak terlalu lemah, kekuatan sihir ini bisa setara dengan sihir 2 cincin, selain itu sihir ini juga sangat cocok untuk menghadapi musuh dengan jumlah yang besar.


Saat ini tornado api mini sedang mengamuk ditengah-tengah pasukan musuh, meskipun setiap orang yang ada dipihak musuh minimal memiliki budidaya ksatria formal, tapi tornado api ini bukanlah sesuatu yang dapat dianggap enteng, apalagi tornado ini muncul terlalu tiba-tiba, jadi menurut perkiraan Evan setidaknya jumlah musuh akan berkurang ½ dari jumlah total mereka.


Tapi sepertinya semua tidak akan berjalan mulus sesuai rencananya, beberapa saat setelah tornado api itu muncul ditengah pasukan musuh, tiba-tiba ada cahaya merah menyala membelah tornado itu menjadi dua bagian dan tak lama kemudian tornado api yang mengerikan itu perlahan menyebar keudara tipis.


Setelah tornado itu menghilang terlihat seorang pria dengan sebuah pedang terhunus yang diselimuti aura merah berdiri diam disana, orang itu adalah pemimpin kelompok musuh yang wajahnya dipenuhi oleh bekas luka.


" Seorang Grandmaster ? hehehee... sepertinya ada orang yang sangat menginginkan kematianku. "


Dengan kekuatan penghancur yang menakutkan seperti itu, Evan akhirnya mengetahui apa tingkat budidaya orang itu, dia adalah seorang Grandmaster Ksatria, yaitu tingkat yang lebih tinggi dari Master Ksatria.


Meskipun hanya berbeda satu tingkat, tapi kesenjangan kekuatan antara Grandmaster dan Master sangatlah besar.


Seorang Grandmaster Ksatria dapat solo menghadapi 5 orang Master ksatria sendirian, dapat dibayangkan betapa menakutkannya kekuatan seorang Grandmaster.

__ADS_1


[ Apa yang bisa aku lakukan saat ini ?, dengan seorang Grandmaster dipihak mereka, semua sihirku hanya akan memberikan kerusakan terbatas, bahkan sihir terkuatku tidak bisa mengurangi ⅕ dari mereka, bertahan juga bukanlah pilihan, saat pasukan itu mencapai posisi kami, kami akan berada pada sisi yang pasif dan kekalahan kita hanyalah masalah waktu, sedangkan untuk bernegosiasi... cih lupakan, sepertinya aku hanya punya satu pilihan. ]


" SEMUA PRAJURIT... BERSIAP...."


Saat Evan memberikan perintah, semua Ksatria dipihaknya mulai mencengkram erat pedang ditangan mereka dan mengalirkan aura didalamnya, pandangan mereka masing-masing terkunci pada terget yang sedang mendekati mereka saat ini.


" BUNUH !!! "


Kemudian Evan berteriak keras dan bergegas memimpin pasukannya untuk menyerang.


” BUNUH...!!! "


Dan dengan suara teriakan penuh semangat juang, para ksatria Silverash berlari tanpa rasa takut menuju musuh-musuhnya mengikuti tuan mereka.


Para Ksatria dari masing-masing pihak bertempur habis-habisnya tanpa menahan diri sedikitpun, setiap dari mereka jelas adalah seorang veteran yang sangat berpengalaman, jadi mereka tahu bahwa jika mereka tidak mengeluarkan kemampuan terbaik mereka saat ini, mereka mungkin tidak akan pernah memiliki kesempatan untuk melakukannya.


Oleh karena itu, medan pertempuran saat ini dipenuhi dengan cahaya yang berwarna warni seperti pelangi, jika dilihat dari sudut pandang orang ketiga, cahaya warna warni ini memang terlihat sangat indah saat bersinar di kegelapan malam, tapi mereka tidak akan pernah menyangka bahwa sinar cahaya warna-warni ini mengandung energi dengan daya hancur yang sangat tinggi.


Sinar cahaya ini tercipta dari para Ksatria yang menyalurkan aura kedalam senjata atau bagian tubuh untuk dapat memperkuat kecepatan atau serangan mereka dan hal ini hanya bisa dilakukan oleh seorang ksatria formal.


Situasi pertempuran saat ini masih sangat sengit, meskipun jumlah Ksatria musuh 3 kali lipat lebih banyak tapi Ksatria di pihak Evan juga tidak mudah tumbang, dengan memanfaatkan senjata dan armor yang berkualitas tinggi, para Ksatria di pihak Evan entah bagaimana dapat bertahan, tapi dia sendiri juga tahu bahwa situasi ini tidak akan bertahan lama.

__ADS_1


Untuk mengakhiri pertempuran ini lebih cepat hanya ada satu cara untuk melakukannya, yaitu mengambil kepala komandan pasukan musuh, dengan pemimpin mereka dikalahkan, moral dan semangat juang para prajurit pasti akan goyah sehingga memudahkan untuk menyingkirkan mereka atau bahkan membuat mereka menyerah.


Meskipun Evan sedang berpikir untuk mencari solusi bagaiman cara lolos dari malapetaka ini, tapi dia tidak mengalihkan pandangannya dari musuh-musuhnya.


Evan saat ini seperti bintang pagi paling terang yang menarik banyak perhatian musuh-musuhnya, dilihat dari sudut manapun Oceanic King Armor dan Blue Dragon Sword jelas adalah item tingkat tinggi, selain itu dari postur tubuh dan tingkah lakunya di medan pertempuran, dia sepertinya juga bukanlah Ksatria yang berpengalaman, melainkan seorang putra bangsawan yang belum pernah melihat dunia.


Jadi tidak heran kalau ada beberapa orang yang mengincarnya karena menganggapnya sebagai target yang mudah dan setiap dari mereka yang melakukan itu pasti akan mengalami akhir yang tragis.


Meskipun Evan hanya memiliki sedikit pengalaman, tapi kesenjangan kekuatannya dengan musuh-musuhnya sangatlah lebar, dengan setiap kedipan pedangnya, Ksatria musuh yang ada didekatnya akan terpenggal, bahkan orang-orang itu tidak menyadari bagaimana mereka mati.


Ini disebabkan karena gerakan Evan sangat cepat yang bahkan mata seorang Ksatria formal sulit untuk melihatnya.


Saat Evan berencana untuk mengurangi jumlah musuh sedikit demi sedikit, tiba-tiba sebuah sinar cahaya merah berbentuk bulan sabit menuju kearahnya dengan sangat cepat.


Itu adalah sebuah skill yang hanya bisa dilakukan oleh seorang dengan tingkat budidaya Master Ksatria atau lebih tinggi yang disebut sebagai Aura Blade.


Ketika seorang Ksatria formal tingkat tinggi berhasil menerobos menjadi Master Ksatria, mereka akan dapat mengeluarkan aura keluar dari tubuh pemiliknya dan menggunakannya untuk menyerang musuh.


Saat Aura Blade itu akan mengenainya, Evan berusaha sebisa mungkin untuk menghindar tapi karena kecepatan Aura Blade ini sangat cepat, itu masih berhasil menggores sedikit lengan kirinya.


Saat dia melihat kebelakang, dia terkejut menemukan bahwa Aura Blade yang dia hindari mengenai Ksatria musuh dan memotong tubuhnya menjadi dua, dan tidak berhenti sampai di situ, setelah memotong Ksatria yang malang itu menjadi dua bagian, Aura Blade merah itu meninggalkan jejak yang sangat dalam dan panjang di tanah yang dilewatinya.

__ADS_1


Berdasarkan konsentrasi kepadatan dan daya rusak yang sangat tinggi dari Aura Blade ini, Evan menyimpulkan bahwa orang yang menyerangnya bukanlah Master Ksatria biasa, dan benar saja, saat dia menoleh kemana sumber serangan itu berasal, Evan menemukan seorang Ksatria parubaya dengan wajah dipenuhi bekas luka sedang memegang pedang yang diselimuti oleh aura merah menyala di tangan kanannya.


__ADS_2