Tahta Perak

Tahta Perak
Persiapan


__ADS_3

" Apakah kau pernah membunuh seorang manusia sebelumnya ? "


Pertanyaan Ryan ini segera membuat Evan terkejut sekaligus takut tentang apa yang terjadi selanjutnya, jadi dia kembali bertanya pada ayahnya dengan serius.


" Apakah tugas yang akan kau berikan berhubungan dengan ini ? "


" Tentu saja, jika tidak mengapa aku menanyakan hal ini padamu dan dilihat dari ekspresimu, sepertinya kau belum pernah membunuh sebelumnya. "


" Tentu saja tidak, apa yang kau harapakan dari anak berumur 9 tahun. "


"Tapi kau dapat selalu membuatku terkejut, jadi aku tidak bisa menyamakanmu dengan standar anak 9 tahun biasa, hehe... "


" Hentikan omong kosongmu itu pak tua, katakan dengan jelas apa yang harus aku lakukan sekarang. "


" Sebernarnya ini bukanlah tugas yang sulit bagi seorang Master Ksatria normal, hanya memburu beberapa bandit desa yang menyerang rakyat kita, tapi berhubung kau belum pernah membunuh sebelumnya, hal ini akan menjadi sedikit menantang bagimu. "


" Yeeleh, hanya beberapa bandit desa dan kau meributkannya seolah ini adalah sebuah masalah yang besar, katakan dimana bandit-bandit itu, akan ku tangkap mereka semua dan kujebloskan mereka kepenjara. "


" Apa maksudmu dimana, mereka tersebar diseluruh wilayah keluarga kita, dan satu catatan lagi, ini bukan tugas penangkapan tapi pembersihan. "


"... tunggu dulu, jadi kau bermaksud untuk mengirimku menjelajahi seluruh wilayah kekuasaan kita ? "


" Tentu saja, sebagai calon penguasa masa depan keluarga ini, kau harus setidaknya pernah mengunjungi wilayah yang akan kau pimpin di masa depan. "


" Apa kau bercanda, wilayah Silverash mencangkup hampir ⅕ dari seluruh benua, setidaknya butuh waktu satu tahun lebih untuk menyelesaikan tugas ini ? "


" Elang yang selalu berada dibawah perlindungan induknya tidak akan pernah bisa berkembang menjadi predator yang berkualitas, ini sama halnya dengan dirimu saat ini, kurasa sudah cukup basa-basinya, saatnya kau pergi sekarang. "


" Pergi kemana ?, aku bahkan belum mempersiapkan apapun, seharusnya kau memberitahuku beberapa hari sebelumnya, selain itu aku belum berpamitan dengan ibuku, bagaimana jika dia khawatir karena aku tiba-tiba hilang. "


" Haha, jangan khawatir tentang itu, aku sudah mempersiapkan semuanya, tangkap ini, dan untuk masalah ibumu, aku akan berbicara denganya nanti. "


Ryan tiba-tiba melemparkan sebuah cincin biru tua yang tampak usang kepada putranya.


" Cincin apa ini, kenapa tampak jelek sekali, apakah ini bahkan dapat dijual. "


" Jual kepalamu, itu adalah cincin ruang yang sangat langka, didalamnya terdapat ruang selebar sebuah rumah dan kau dapat menyimpan berbagai benda didalamnya kecuali makhluk hidup, ingat, jangan sampai hilang, cincin itu adalah artefak epic grade, bahkan jika kau bekerja sebagai kuli seumur hidupmu, kau tidak akan bisa menggantinya. "


" Oh, keren sekali, bagaimana cara menggunakannya ? "

__ADS_1


" Mudah, teteskan sedikit darahmu diatas cincin dan gunakan Soul Energy untuk mengaktifkannya. "


" Apakah aku harus melukai diriku sendiri ?, cih, orang yang membuat benda ini pasti seorang masokis berat. "


Meskipun Evan menggerutu tidak puas, tapi dia masih tetap melakukan apa yang dikatakan ayahnya, dia menggigit sedikit ujung jarinya dan meneteskan setetes darahnya diatas cincin usang itu, saat tetesan darah itu menyetuh cincin, adegan yang luar biasa mulai terjadi, darah yang menempel pada permukaan cincin tiba-tiba menghilang seolah terserap oleh cincin itu.


Sesaat setelah darah itu menghilang, permukaan cincin usang itu mulai terkelupas dan memperlihatkan warna biru yang sangat indah.


Saat Evan melihat hal itu, senyum puas muncul dibibirnya.


" Tidak buruk, ini sangat pas dengan seleraku, aku akan menjaganya mulai sekarang, hehe... "


" Jangan hanya tersenyum bodoh seperti itu, lihatlah kedalamnya, selain beberapa kebutuhan hidup, aku sudah menyiapkan satu set perlengkapan ksatria disana. "


Setelah mendengar perkataan ayahnya, Evan segera memasukan indra spiritualnya kedalam cincin ruang, apa yang dilihatnya di dalam cincin itu adalah sebuah ruang hitam berbentuk persegi dengan luas 15 X 15 meter dan tinggi 10 meter, dengan ruang sebesar ini kau dapat dengan mudan menyimpan banyak sekali barang bawaan tanpa repot-repot membawa gerobak atau alat angkut lainnya saat dalam perjalanan jauh.


Selain itu, rentang waktu yang ada di dalam ruang hitam ini sepuluh kali lebih lambat dari pada dunia yang sebernanya, inilah yang membuat cincin ini pantas menyandang gelar Epic grade artefak.


Saat ini Evan sedang mencari perlengkapan ksatria yang ayahnya bicarakan, didalam ruang hitam ini ada banyak sekali barang yang dipersiapkan ayahnya untuk bekal perjalanannya, pakaian bangsawan yang tertata rapi di dalam sebuah kotak besar, emas dan perak menumpuk seperti bukit kecil, bahkan ada satu kotak penuh koin emas putih yang sangat berharga.


Alasan Ryan menyiapkan begitu banyak uang adalah karena takut anaknya tidak cukup makan saat dalam perjalannya, jadi dia memastikan untuk memasukkan cukup banyak uang dalam cincin ruang itu meskipun sepertinya sedikit terlalu banyak, ini juga membuktikan bahwa dia sangat menyayangi putra bungsunya ini.


Itu adalah satu set baju besi berwarna biru laut dan sebuah pedang pendek dengan sarung biru yang sama sedang melayang disudut ruang hitam itu.


Saat Evan melihat kedua benda itu, matanya langsung menyala dan dengan kehendaknya, kedua benda itu tiba-tiba menghilang dari ruang hitam dan muncul kembali didepan tubuhnya.


" Wow, indah sekali, tapi bukankah baju besi ini terlalu besar untukku. "


" Hehehee, itu adalah set lengkap Oceanic king armor, dinamai demikian karena bahan utama yang digunakan untuk membuat armor itu semuanya berasal dari laut yaitu Logam laut dalam dan Sisik raja naga laut selatan, bahkan proses menempa armor ini dilakukan didalam gunung vulkanik dasar laut, dengan bahan berkualitas tinggi dan proses pembuatannya yang istimewa, tidak mengherankan jika armor ini dapat melampaui tingkat Mystery, jadi kau tak perlu kawatir tentang pas atau tidaknya itu, karena setelah kau memakainya, itu akan menyesuaikan diri dengan bentuk tubuhmu. "


" Hoho, sangat keren, jadi tingkat apa sebenarnya full set armor ini ? "


" Legendary. "


" ... "


Sesaat, Evan terdiam dan memandang ayahnya dengan tatapan ragu.


" Ada apa dengan ekspresimu itu, apa kau tidak percaya padaku. "

__ADS_1


" Bukan itu, aku tidak menyangka bahwa keluarga kita sekaya ini, jika aku tau ini dari awal, aku pasti akan mengambil beberapa dan menukarnya dengan buku sihir. "


" ... "


" Hahahaa, hentikan ekspresi mengerikanmu itu ayah, aku hanya bercanda, tidak mungkin aku akan menjual harta keluarga kita yang telah diwariskan secara turun-temurun. "


" Tidak, kau pernah melakukannya, tidakkah kau ingat pernah menjual salah satu artefak keluarga kita. "


" Sialan kau pak tua, jangan tuduh aku sembarangan, kau tau jika kau bisa kutuntut untuk kasus pencemaran nama- "


" Itu terjadi sekitar 2 - 3 tahun yang lalu, saat itu aku menjual semua buku-buku tua yang tidak bergua itu dan setelah itu banyak kasus pencurian di kastil ini, bahkan salah satu artefak keluarga juga hilang, aku mencarinya keseluruh kota dan beberapa hari kemudian aku berhasil menemukannya di toko senjata pinggir jalan, mirisnya artefak itu dipajang didepan konter dan dijual dengan harga 5 keping perak. "


" Hehe... ayo lupakan masa lalu dan fokus dengan apa yang terjadi sekarang, ayah pedang apa ini, kenapa begitu pendek ? "


Setelah mendengar kisah masa lalu yang menyedihkan, Evan berusaha mengubah topik pembicaraan ke pedang pendek itu untuk menyelamatkan nyawa kecilnya.


" Itu adalah Blue dragon sword, pedang yang dibuat dari tulang naga es, selain memiliki ketahanan dan ketajaman yang luar biasa, pedang ini juga dapat mengelurakan aura es yang dapat menggangu dan memperlambat pergerakan musuh, ini juga ada di tingkat Legendary, apakah ada lagi yang ingin kau tanyakan ? "


" Kurasa sudah cukup untuk saat ini. "


" Baiklah, karena semua persiapan sudah selesai, kau dapat pergi menjalankan tugasmu sekarang, ada 20 ksatria veteran yang akan mengikutimu dalam tugas ini, dan kau akan menjadi pemimpin mereka. "


" Bisakah aku berpamitan sebentar dengan ibuku ? "


" Aku akan menyampaikan salammu nanti, sekarang cepat pergilah, ke dua puluh bawahanmu sedang menunggumu dipintu masuk kastil, tidak baik bagi seorang pemimpin untuk terlambat. "


" Apakah kau suka warna biru ayah ? "


" Ya, ada masalah dengan itu ? "


" Tidak, aku hanya penasaran, akan kupastikan membawakanmu hadiah saat aku kembali nanti sebagai permintaan maafku untuk kejadian masa lalu itu ayah, hehehe... "


Evan memasukan kembali baju besi dan pedang pendek kedalam cincin ruang, setelah itu dia berbalik dan berjalan perlahan menuju pintu aula utama.


Setelah Evan pergi, hanya tersisa Ryan yang duduk tinggi di singgasananya ditemani oleh suasana hening didalam aula yang sangat luas, situasi ini berlangsung selama beberapa saat sebelum suara dingin dan tidak berperasaan dari Ryan memecah keadaan ini.


" Lindungi dia terlepas dari segala resiko dan biaya bahkan jika itu berarti mengorbankan nyawa kalian, jika sesuatu yang buruk terjadi padanya, kalian tidak perlu kembali lagi kemari. "


Setelah kata-kata ini selesai, beberapa bayangan hitam terlihat bergerak keluar dari belakang singgasana Ryan dan mengikuti kemana Evan pergi.

__ADS_1


Dengan itu, petualangan pertama Evan Silverash dimulai.


__ADS_2