
Setelah meninggalkan aula utama, Evan bergegas menuju pintu masuk kastil, karena semua yang dia butuhkan sudah ada didalam cincin ruang, dia tidak perlu membawa apapun lagi dan sepertinya ayahnya sangat memahami apa yang dia butuhkan.
Selain kebutuhan hidup sehari-hari dan perlengkapan ksatria, Ryan juga tidak lupa menyiapkan banyak buku-buku tentang penyihir didalam cicin ruang, ngomong-ngomong nama cincin ini adalah cincin Blue rose, sepertinya ayahnya sangat menyukai warna biru karena hampir semua barang berharga yang di berikannya berwarna biru.
Evan sebenarnya ingin bertemu dengan ibunya sebelum pergi, tapi dia takut ibunya akan menahannya untuk melakukan perjalanan ini.
Perjalanan ini sebenarnya bukan hanya sebuah tugas sederhana, sejauh ini Evan dapat menyimpulkan banyak tujuan dari apa yang disebut tugas ini, tapi hanya 3 yang menurutnya sangat penting.
Tujuan pertama adalah untuk menambah pengalamannya yang sangat miskin sekaligus memperluas cakrawalanya yang sempit.
Tujuan kedua yaitu untuk mengenal dan mengetahui keadaan dari wilayah yang akan dia pimpin dimasa depan sehingga dia bisa merencanakan tentang jalur yang akan dia ambil untuk mengembangan wilayah ini jauh-jauh hari sebelumnya.
Dan yang ketiga adalah untuk membuat reputasinya dikenal oleh publik dalam arti yang baik sehingga para rakyat tidak akan akan merasa ragu dan bimbang jika dia menjadi penguasa mereka dimasa depan.
Menurutnya tiga hal ini adalah tujuan sebenarnya mengapa dia melakukan tugas ini sedangkan para bandit itu hanyalah sebuah alasan acak yang dibuat-buat ayahnya untuk mengirimnya pergi, lagi pula bandit mana yang berani merajalela di wilayah kekuasaan keluarga Silverash, mungkin hanya mereka yang bosan hidup akan melakukannya.
Saat Evan sedang memilah-milah pikirannya, tanpa dia sadari dia sudah berada di depan pintu pintu masuk kastil Silverash.
Disana sudah ada 20 orang yang berbaris rapi mengenakan full set armor berwarna putih keperakan, armor ini adalah armor standar yang digunakan oleh para ksatria keluarga Silverash.
Saat mereka melihat Evan mendekat, mereka langsung berlutut dengan satu kaki dan berteriak dengan serempak.
" Kami menyambut tuan muda kedua, tolong berikan perintahmu. "
" Bangkitlah dan sebutkan nama, umur dan basis budidaya kalian satu persatu. "
" Yes sir. "
keduapuluh orang itu bangkit dan menjawab hampir secara bersamaan, kemudian memperkenalkan diri satu per satu.
" Namaku adalah Gerrarld, 27 tahun, seorang Master Ksatria dan mantan pemimpin tim ini, siap melayanimu. "
" Namaku William, 17 tahun, seorang Master Ksatria dan juga mantan wakil pemimpin tim ini, siap melayanimu. "
" Namaku adalah Gustav, 23 tahun, seorang Ksatria formal tingkat tinggi siap melayanimu. "
__ADS_1
...
Satu per satu mereka memperkenalkan diri dengan teratur, sepertinya mereka benar-benar veteran, hanya dilihat dari sikap disiplin mereka yang tinggi, orang dapat melihat bahwa mereka telah bekerja di militer untuk waktu yang lama dan semua dari mereka adalah rakyat biasa, ini dapat diketaui dengan nama mereka yang hanya terdiri dari satu suku kata.
Dari keduapuluh orang ini, ada satu yang menarik perhatian Evan, itu adalah orang yang bernama William dan yang membuatnya tertarik bukan hanya kerena bakat atau basis budidayanya yang tinggi, tapi namanya yang mirip dengan salah satu leluhur bajingan keluarganya, saat Evan mendengar nama ini entah kenapa sedikit amarah muncul didalam dirinya sehingga tanpa sadar dia mulai menumbuhkan perasaan tidak nyaman saat melihat orang itu.
" Baiklah, mulai saat ini kalian akan berada di bawah komandoku, aku tidak peduli siapa dan darimana kalian berasal, mulai sekarang kalian hanya harus mematuhi perintahku, apa kalian mengerti ? "
" Yes sir. "
" Bagus, sekarang lepaskan armor kalian dan gantilah dengan armor kulit yang biasa dipakai para tentara bayaran dan belilah beberapa gerobak dan barang-barang khas yang hanya terdapat di kota ini. "
Seketika para ksatria ini membuat ekspresi bingung dengan apa yang diperintahkan atasan mereka, setelah beberapa saat, Gerrarld yang dapat dianggap sebagai perwakilan mereka, akhirnya menyuarakan pendapatnya
" Tapi tuanku, bagaimana kami bisa melindungimu dengan benar jika kami memakai armor tidak berguna seperti itu. "
" Apa kalian tau misi kita saat ini ?"
" Tentu saja, kami diperintahkan untuk melindungimu sebagai prioritas utama dan membersihkan para bandit yang menyebabkan kerusuhan diseluruh wilayah kita. "
Setelah Evan menyelesaikan kata-katanya, aura berwarna perak berkilau keluar dari tubuhnya, aura ini terasa sangat tajam dan mendominasi hingga membuat keduapuluh ksatria itu mundur ketakutan, bahkan dua Master Ksatria yang ada di grub itu tidak terkecuali.
Beberapa saat kemudian Evan menarik kembali auranya dan suasana menjadi tenang kembali, perbedaannya adalah sekarang para Ksatria ini melihat Evan dengan mata penuh kekaguman dan Evan juga memelototi mereka seolah mereka adalah idiot dan akhirnya adegan tatap menatap terjadi.
Setelah beberapa menit berlalu mereka masih melihat Evan dengan tatapan yang sama hingga akhirnya membuat tuan mereka ini tidak tahan lagi.
Dibawah tatapan duapuluh orang ini, Evan tiba-tiba berjalan menuju sudut gerbang dan mengambil sebuah batu acak yang tergeletak disana.
" Dasar para idiot sialan, kenapa kalian masih berdiri disana, cepat lakukan apa yang kukatakan dan jika kalian tidak kembali dalam dua jam, akan kupukuli kepala kalian hingga menjadi kepala babi. "
Whosss... bam
Tiba-tiba sebuah batu seukuran telapak tangan melayang kearah grub itu dan menabrak wajah salah satu dari mereka, itu adalah William yang saat ini terbaring dilantai dengan darah bercucuran dari hidungnya.
Hal ini tentu saja membuat orang-orang lainnya terkejut dan panik, mereka segera menyeret William yang sial dan bergegas melakukan apa yang diperintahkan.
__ADS_1
2 jam kemudian sebuah rombongan pedagang yang terdiri dari 2 gerobak berisi barang-barang khas kota Ash, 20 tentara bayaran dan seorang tuan muda kaya melewati gerbang masuk kota.
" Tuanku kemana kita akan pergi selanjutnya ? "
Gerrarld sebagai perwakilan kelompok itu bertanya kepada Evan yang sedang berbaring diatas gerobak sambil membaca sebuah buku aneh.
Evan yang proses membacanya terganggu merasa tidak senang, jadi dia menjawab dengan singkat.
" Pertama kita akan pergi ke kota-kota besar yang ada didekat kota Ash, dalam perjalanan kesana kita juga akan mengunjungi desa-desa kecil untuk melihat apakah ada bandit disana, kita akan memilih kota terdekat lebih dulu, yaitu kota Aurum, kita juga akan mengunjungi desa-desa terpencil yang ada didekatnya tanpa terkecuali, kau paham ? "
" Baiklah tuanku, kalau begitu tujuan pertama kita adalah desa Pilze yang berada didekat kota Aurum, desa ini cukup besar dan sebagain besar penduduknya bekerja sebagai petani jamur, dikatakan bahwa jamur disana sangat enak. "
" Ngomong-ngomong soal makanan, apa yang akan kita makan hari ini ? "
" Hehe... jangan khawatir tuanku, selain sangat berbakat dalam jalan Ksatria, William juga adalah seorang koki yang hebat, aku dapat menjamin rasanya. "
" Oh, kuharap kau benar, jika tidak aku akan menggandakan hukumannya. "
" Apakah William melakukan kesalahan tuanku ?, jika iya kumohon jangan hukum dia terlalu keras, dia sebenarnya adalah pemuda yang baik dan pekerja keras, selain itu kesetiannya juga dijamin. "
" Apa maksudmu dengan itu. "
" Sigh... William sebenarnya bukan berasal dari wilayah kita, dulu dia dan keluarganya tinggal di wilayah kekuasaan Baron Aubrey yang terkenal karena keserakahannya. "
" Aku tau itu, pemimpin keluarga Aubrey saat itu hampir melecehkan ibuku, karena itu ayah sendirian membantai seluruh keluarga mereka, hehe... mereka pantas mendapatkannya, bahkan jika ayah tidak melakukannya saat itu, aku akan melakukannya sendiri dimasa depan. "
" Tapi mereka melakukannya karena tidak tahu bahwa beliau adalah nyonya keluarga Silverash. "
" Kau pikir alasan itu cukup untuk menyelamatkan mereka ?, tidak ada yang pernah selamat setelah menghujat anggota keluarga Silverash, tidak dimasa lalu, sekarang ataupun masa depan, daripada itu lanjutkan saja ceritamu. "
" B-baik tuanku, pada saat itu keadaan keluarga mereka sangat menyedihkan, orang tua William memiliki 2 orang anak, yang pertama adalah Daisy kakak perempuan William yang baru berusia 5 tahun dan William sendiri yang berusia 3 tahun.
Karena keserakahan Baron Aubrey, mereka membebankan pajak yang sangat berat bagi rakyatnya dan orang-orang yang tidak sanggup membayarnya akan dipekerjakan paksa sebagai budak tambang, orang tua William hanyalah petani kecil yang bahkan tidak sanggup untuk membeli pakaian baru bagi anaknya, bagaimana mereka bisa membayar pajak sebesar itu.
Jadi pada akhirnya mereka dipaksa menjadi budak tambang, beberapa bulan kemudian setelah orang tua mereka menjadi budak, keadaan keluarga mereka semakin memburuk, seorang budak tidak dibayar dan hanya diberi 2 buah kentang rebus sehari, itu jelas tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga mereka saat itu, mereka juga tidak berani mencuri karena hukuman bagi budak yang mencuri bahkan lebih buruk dari kematian itu sendiri.
__ADS_1
Saat mereka berpikir hidup mereka sudah berakhir, mereka sangat beruntung bertemu Yang Mulia Ryan yang saat itu dalam perjalanannya kembali ke wilayah kita "