Tahta Perak

Tahta Perak
Akhir Dari Pertempuran


__ADS_3

BOOOM...


Sebuah ledakan yang sangat besar terjadi di pinggiran Desa Pilze hingga mengguncang hampir seluruh bagian desa dan membuat banyak warga panik dan berhamburan keluar dari rumah.


Sedangkan daerah di dekat ledakan itu sendiri sudah rata dengan tanah, bahkan tidak ada sedikitpun tanda-tanda kehidupan dalam jarak 100 meter dari pusat ledakan kecuali Ursula yang tubuhnya masih diselimuti cahaya hitam.


[ Hehehee, rasakan itu Ksatria idiot, Dark Spiral Wind Arrow adalah mantra sihir terkuatku yang hampir menghabiskan seluruh Mana ditubuhku, bahkan jika kau adalah seorang Master Ksatria dengan perlengkapan yang sangat baik, aku tidak percaya kau bisa lolos kali ini, hahahaa ini adalah kemenangan- ]


Saat Ursula mengira bahwa dia sudah memenangkan pertempuran yang sulit ini, sebuah Aura Blade berwarna kuning yang sangat akrab tiba-tiba muncul di depan tubuhnya dan menghantamnya dengan keras.


Boom...


Untungnya Energy Shield yang dia rapalkan sebelumnya masih aktif melindungi dirinya, tapi meskipun begitu dia masih terlempar sejauh 10 meter lebih sambil memuntahkan banyak darah dari mulutnya.


Setelah batuk beberapa suap darah, Ursula memandang sekeliling dengan waspada dan mencari dimana sumber serang tersebut.


Tak perlu waktu lama, tatapannya terkunci pada sosok seorang Ksatria dengan armor perak yang sedang berlutut di pusat ledakan dan saat Ursula melihat Ksatria itu, dia hampir tidak dapat mempercayai matanya sendiri.


Saat ini keadaan Ksatria itu dapat dikatakan sangat buruk, armor yang tadinya terlihat sangat mengkilap dan indah kini hanya tersisa beberapa bagian yang masih melekat di tubuhnya, banyak luka seperti sayatan memenuhi hampir setiap bagian tubunya dan yang paling mengerikan ialah ada sebuah lubang yang cukup besar di bahu kanannya hingga membuat lengannya hampir terputus.


" Hahahaaa, apakah itu serangan terakhirmu ?, kau memang sangat kuat untuk seorang Master Ksatria, tidak kusangka kau akan dapat menahan sihir 5 cincin yang aku keluarkan, tidak salah jika Ksatria atribut bumi dikatakan memiliki pertahanan yang sangat kuat, aku cukup kagum padamu.


Tapi hanya sampai disini saja perjalananmu, jika kau sedari awal menyerangku dengan niat untuk membunuh, mungkin aku sudah mati di tanganmu, apakah itu karena aku sangat cantik sehingga kau tidak sanggup untuk menyakitiku- "


" Salah, itu karena aku yang memintanya untuk tidak membunuhmu secara langsung. "


Sebuah suara anak-anak tiba-tiba saja terdengar ditelinga Ursula yang membuat dia memghentikan kata-katanya.


Saat Ursula mendengar suara itu, dia dengan panik mencari dimana sumber suara itu tapi setelah beberapa saat dia masih belum dapat menemukannya.


" Siapa kau, tunjukan dirimu. "

__ADS_1


tap...tap...tap...


Tiba-tiba ada suara langkah kaki terdengar dari kejauhan yang menandakan kedatangan seseorang dan secara refleks Ursula menolehkan kepalanya kearah sumber suara itu.


Ternyata itu adalah seorang anak kecil yang mungkin baru berusia 10 tahunan berjalan dengan santai menuju arah dimana Ksatria itu berada.


" Siapa kau, apa hubunganmu dengan Ksatria itu dan mengapa kau mengincarku ? "


" Ck, pertanyaan yang konyol, apakah kau serius bertanya hal seperti itu setelah membuat kekacauan diwilayahku. "


" Wilayahmu ?, haha lucu sekali anak muda, Desa ini adalah wilayah keluarga Silver- "


Ursula sekali lagi menghentikan kata-katanya dan memeriksa anak kecil didepannya dengan lebih cermat.


[ Berusia sekitar 10 tahun, mata tertutup seperti orang buta... ]


" Hohohoo, aku sudah banyak mendengar rumor tentang Tuan muda kedua keluarga Silverash yang dikatakan sebagai anak ajaib, aku tidak menyangka bahwa akan bertemu denganmu di sepanjang hidupku yang singkat ini. "


Evan yang saat ini berada di dekat William dan melemparkan bola cahaya biru beberapakali kepadanya, berbicara dengan Ursula dengan nada yang sangat santai seolah tidak takut membiarkannya melarikan diri.


" Hehe, siapa yang tidak kenal Evan Silverash, anggota termuda dari keluarga Silverash dan satu-satunya yang berhasil membangkitkan Bloodlinenya.


Selain itu, tersiar kabar burung bahwa kau berhasil membunuh seorang Grandmaster Ksatria di sebuah bukit terpencil di dekat sini beberapa hari yang lalu. "


" Jika kau tahu sampai sejauh itu, mengapa kau tidak melarikan diri saat ini ? "


" Sigh... jika kabar itu memang benar, maka melarikan diri pun akan percuma, bahkan jika aku berada dalam kondisi puncak, aku mungkin tidak akan dapat menahan beberapa gerakan darimu. "


" Hehehee, inilah yang aku suka dari seorang penyihir, mereka selalu berpikir rasional dalam segala keadaan, jadi maukah kau menyerahkan dirimu sekarang ? "


" Apakah aku akan hidup jika menyerahkan diri ? "

__ADS_1


" Tentu saja tidak, tapi kau bisa mendapatkan kematian tanpa rasa sakit setelah menjawab beberapa pertanyaan dariku. "


" Apa bedanya jika akhirnya aku tetap mati, bukankah lebih baik aku berjuang sampai akhir melawanmu, setidaknya aku akan terlihat sedikit lebih terhormat. "


" Hmph, apakah orang sepertimu bahkan tahu apa itu arti dari kehormatan, kalian para Penyihir Hitam hanyalah orang-orang menjijikkan yang tidak berperikemanusiaan. "


" Apa salahnya jika kita menjadikan orang-orang lemah itu sebagai bahan eksperimen, bukankah hukum dunia ini memang yang kuat memakan yang lemah, kami hanya mengikuti aturan yang ada di dunia ini, bukankah kalian para bangsawan juga sama, kalian bersikap baik di depan rakyat jelata tapi sebenarnya kalian menganggap mereka seperti budak yang akan terus menerus mengalirkan kekayaan pada diri kalian sendiri tanpa perlu banyak kerja keras, puih... dasar munafik. "


" Sigh... memang berbicara dengan orang seperti kalian itu tidak ada gunanya, kalian para Penyihir Hitam adalah jenis orang yang tidak akan meyerah sebelum melihat peti mati kalian. "


Cling...


Entah kapan, tangan kanan Evan tiba-tiba muncul sebuah pedang yang telah terhunus dari sarungnya dan itu juga menandai bahwa pertandingan ronde kedua Ursula akan dimulai.


Tapi tidak seperti sebelumnya, pertempuran kali ini memakan waktu yang sangat singkat, hal ini dikarenakan gerakan Evan yang sangat cepat hingga mata Ursula pun tidak mampu melihatnya, bahkan sebelum dia melepaskan sihir pertamanya, lengan kanannya telah ditebas oleh Evan hingga terputus dari tubuhnya dan tak lama kemudian lengannya yang lain juga berakhir sama.


Pada akhirnya, dari awal sampai akhir, Ursula tidak bisa memberikan perlawanan yang signifikan sama sekali, tapi sepertinya dia tidak terlihat menyesal.


" Hehe... Uhuk..uhuk... aku tidak menyangka akan mati di desa kecil ini, uhuk... meskipun aku mati ditanganmu tapi entah mengapa aku tidak merasakan sedikitpun kebencian terhadapmu Tuan muda Evan.


Uhuk... apakah kau tau Tuan muda, sebenarnya aku tidak berniat menjadi seorang Penyihir Hitam sama sekali, keadaanlah yang memaksaku menjadi seperti ini. "


" Jangan berpikir kau akan mendapatkan belas kasihan dariku, aku tidak akan tertipu dengan omong kosongmu itu, lagipula bukan kepadaku kau seharusnya memohon pengampunan, tapi pada orang lain.


Isabell kemarilah. "


Setelah Evan mengucapkan kata-katanya, seorang gadis kecil muncul dari balik sebuah pohon yang berada beberapa ratus meter dari mereka.


Anehnya, setiap bagian tubuh dari gadis itu berwarna putih seperti salju, mulai dari rambut, alis, bulu mata dan bahkan kulitnya berwarna putih pucat seperti orang yang sedang sakit, satu-satunya hal yang bebeda adalah matanya yang bersinar dengan warna merah cerah seperti batu ruby.


Gadis kecil itu berjalan perlahan menuju tempat Evan dan Ursula berbicara dan saat Penyihir Hitam itu melihat Isabell, wajahnya yang cantik akhirnya menunjukkan ekspresi terkejut.

__ADS_1


__ADS_2