Tahta Perak

Tahta Perak
Buta...?


__ADS_3

Disebuah kamar yang dihiasi dengan indah, Evan yang terbaring di atas tempat tidur mulai membuka matanya perlahan.


" Ugh, dimana ini, oh ternyata ini kamarku, sepertinya aku bermimpi buruk..., oh ibu kenapa kau tidur disini... ughh hentikan bu, aku tidak bisa bernafas.. "


Evan yang masih bingung dengan apa yang terjadi tiba-tiba dipeluk oleh ibunya dengan erat sampai kesulitan untuk bernafas.


Rossaline yang mendengar kata-kata anaknya sedikit melonggarkan lengannya, tapi dia masih tidak melepaskan Evan, dia terus memeluknya sambil menangis seolah jika dia melepaskan tangannya, putranya akan pergi untuk selamanya.


Berita bahwa Evan sudah bangun disampaikan dengan cepat oleh para pelayan kepada Ryan yang sedang berada di ruang kerjanya, ketika Ryan mendengar bahwa Evan sudah bangun dia langsung meninggalkan semua pekerjaannya dan bergegas menuju kamar putranya.


Setelah sampai di tempat tujuannya dia terkejut melihat apa yang ada didepannya sekarang, apa yang mengejutkan Ryan sebenarnya bukan adegan diamana putranya yang sedang kebingungan dengan apa yang terjadi saat ini atau istrinya yang menangis sambil memeluk putranya, tapi mata Evan saat ini, mata yang awalnya berwarna biru safir itu sekarang ada sebuah tanda perak tambahan di tengahnya, atau lebih tepatnya sebuah tanda berbentuk pedang yang sangat indah.


" Sword Eyes ! "


Dua kata itu tiba-tiba melintas di benak Ryan saat ini, dahulu kala salah seorang dari leluhur keluarga Silverash pernah membuat nama ini menyebar ke seluruh dunia dan akhirnya menjadikannya sebuah legenda, dia tidak pernah menyangka akan melihat secara langsung legenda itu.


Ryan yang sibuk dengan pikirannya sendiri tiba-tiba dikejutkan dengan suara Evan yang berteriak kesakitan sambil menutupi kedua matanya dengan telapak tangan.


Rossaline yang sedang menangis sambil memeluk putranya menjadi panik dengan kejadian itu, dia segera melepaskan pelukannya dan memeriksa seluruh tubuh anaknya dengan hati-hati untuk melihat apakah ada luka atau hal lain yang menyebabkannya berteriak kesakitan.


" Tenanglah Evan, tutuplah kedua matamu perlahan dan rasa sakitnya akan segera menghilang. "


Evan segera menuruti perkataan ayahnya dan benar saja, rasa sakit yang mengerikan itu tiba-tiba menghilang, tapi tiba-tiba dia merasakan letih yang luar biasa, seolah seluruh energinya menghilang seketika.


" Apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhku saat ini ayah ?, apakah aku terserang penyakit serius ? "


" Kau tidak terkena sakit apapun, itu hanyalah efek samping dari kemampuan yang kau miliki setelah kebangkitan garis darahmu. "


" Garis darah ? "


" Benar, sebenarnya keluarga kita mempunyai sesuatu yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur kita sehingga kita bisa mempunyai bakat yang sangat tinggi dalam jalan pedang dan ksatria, dan kau adalah kasus khusus yang jarang terjadi dimana seorang keturunan Silverash akan dapat membangkitkan garis darah mereka sehingga akan membangunkan beberapa keterampilan khusus. "


" Jadi keterampilan khusus apa yang aku bangunkan ? "


" Seperti kau telah membangkitkan Sword Eyes, itu adalah kemampuan langka yang sangat kuat, matamu akan lebih sensitif terhadap energi alam yang ada di sekitarmu dan setiap orang yang melihat matamu akan jatuh ke dalam ilusi jika mereka tidak cukup kuat untuk menahannya, dan yang paling menakutkan dari mata ini adalah kau bisa melihat sekilas tentang masa depan, tapi setiap kali kau menggunakannya akan ada efek samping yaitu mata akan merasakan sakit yang luar biasa jika kau sering menggunakannya, selain itu energi yang dibutuhkan untuk mengaktifkan mata ini juga sangat besar. "


" Bagaimana cara untuk menonaktifkan kemampuan ini ?"

__ADS_1


" ... tidak ada cara menonaktifkannya. "


"..."


Sejenak Evan merasa sangat gembira karena membangkitkan kemampuan yang sangat kuat, tetapi kata-kata Ryan selanjutnya segera membuat kegembiraannya hilang.


" Tunggu dulu, Apa maksudmu tidak bisa dinonaktifkan ? "


" ... berarti mata itu akan aktif saat kau membuka matamu. "


" ... "


" Apakah ada cara untuk menghilangkannya ? "


" ..., tidak ada "


" ... "


" Bukankah itu berarti aku tidak akan bisa membuka mataku, itu sama saja dengan menjadi buta iya kan, apa gunanya semua keterampilan itu jika aku tidak bisa melihat ? "


[ Apakah aku tidak akan bisa melihat lagi seumur hidupku ?, bukankah itu berarti aku akan menjadi beban keluarga dimasa depan ?, bagaimana dengan sihirku yang sudahku latih selama ini, apakah itu sia-sia, dan bagaimana jika aku menikah nanti, apakah istriku cantik atau tidak, atau aku bahkan menikah di masa depan, adakah gadis yang ingin menikahi orang buta, meskipun aku sangat tampan tapi pasti tidak akan ada yang mau menikahi orang buta yang tidak berguna ya kan? ]


Saat pikiran Evan menjadi semakin liar, suara ayahnya memberikan sedikit harapan padanya.


" Jangan khawatir nak, apa menurutmu leluhur kita tidak menemui masalah sepertimu, setelah penelitian dari generasi ke generasi, para pendahulu kita akhirnya menemukan cara bagaimana untuk mengatasi masalah ini. "


" Haaa..?, benarkah, bagaimana cara agar aku bisa melihat lagi? "


" Dengan mencapai alam Master Ksatria. "


"..."


" Apa kau bercanda denganku ayah, bagaimana orang buta dapat berlatih sampai ke alam Master Ksatria, dan apa hubungannya ini dengan memecahkan masalahku saat ini "


" Jangan remehkan dirimu sendiri, setelah kau membangkitkan garis darahmu, mencapai ranah Master Ksatria hanya masalah kecil bagimu, dengan bimbinganku kau akan mencapai ranah itu hanya dalam 2 tahun, dan di ranah ini seorang ksatria akan dapat menumbuhkan energi khusus yang dinamakan energi jiwa, energi ini adalah energi yang dapat digunakan untuk melihat sekeliling kita dengan lebih jelas dan detail dibanding kan mata kita, bahkan dapat mendeteksi musuh yang bersembunyi dibawah tanah sekalipun. "


" Oh, apakah hal seperti itu ada, bagus kalau begitu, dan ibu, aku baik-baik, bisakah kau melepas dan membiarkanku istirahat. "

__ADS_1


" Tidak, aku akan tetap bersamamu selamanya. "


" Benar kata Evan sayang, kita harus membiarkanya istirahat agar keadaanya tidak memburuk. "


" Siapa kau, aku tidak mengenalmu. "


"..."


Sepertinya Rossaline masih sangat marah karena Ryan membuatnya pingsan saat putranya dalam kondisi yang sangat buruk, selama 3 hari saat Evan masih tidak sadarkan diri, dia mengabaikan suaminya yang berkali-kali meminta maaf padanya dan terus menemani putranya disamping tempat tidur.


Dia bahkan belum makan dengan baik selama tiga hari ini karena terlalu cemas dan khawatir dengan keadaan putranya.


Evan sepertinya juga memperhatikan ini saat melihat wajah ibunya yang pucat dan lengannya yang terlihat lebih kurus.


" Benar juga bu, aku belum makan apapun hari ini, bisakah kau membuatkan ku sesuatu yang enak ? "


" Tentu saja, tunggulah sebentar ibumu akan segera kembali. "


Rossaline yang mendengar permintaan putranya langsung bergegas menuju dapur untuk membuat sesuatu, sedangkan ayah dan anak memulai percakapan pribadi mereka.


" Evan, aku harus mengatakan sesuatu yang penting padamu. "


" Apa itu ayah, aku harap itu bukan sesuatu yang merepotkan seperti mengharuskan ku untuk menjadi kepala keluarga selanjutnya karena aku telah membangkitkan garis darahku. "


" ... "


" ... "


[ Oh sial, apakah aku benar. ]


" Tidak mungkin, aku tidak akan melakukannya. "


" Kau tidak bisa mengelak dari tanggung jawabmu wahai putraku. "


" Siapa putramu, bukankah ibuku baru saja mengatakan bahwa dia tidak mengenalmu, pegilah dasar penipu ! "


"..."

__ADS_1


__ADS_2